Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat

Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat
bab 37 - Berpisah sementara


__ADS_3

empat pasang orangtua tampak berkumpul di sebuah restoran mau mendiskusikan sesuatu, para istri kelihatan kebingungan , jadilah abraham yang membuka topik pembicaraan hari ini


"Tuan axello membangun mansion berdekatan disebuah komplex, letaknya cukup bagus dan tingkat keamanan sangat tinggi karena dibawah naungan AL Group sebagai kontraktornya"


"Aku, Yeriko, Abraham sepakat membelinya enam bulan lalu, semua di design sesuai kebutuhan dan permintaan kami dan kami berencana pindah massal bersama anak anak kita supaya kita tinggal berdekatan , bisa saling membantu mengawasi cucu kita saat anak anak bekerja, kalian juga tidak kesepian lagi" para ibu langsung bersemangat


"jadi kita akan segera pindah , usahakan sebelum cucu kita sebulanan kita sudah pindah, mengenai isi bangunan sudah kami lengkapi semua, tinggal pindah membawa pakaian dan dokumen penting saja"


"dan kami memutuskan menjual seluruh mansion lama kita, kita akan segera pensiun, kita bisa hidup dengan bunga deposito untuk hari tua kita karena semua aset akan kita wariskan pada anak anak kita. tuan axello sudah menemukan pembelinya, setelah kita pindah kita bisa segera menjualnya"


Abraham menutup pengumuman tersebut. Para ibu bersorak gembira sampai berpelukan


"Jadi kita pindah berdekatan dengan cucu kita pi?" tanya gwen , yeriko mengangguk


"apa sebulan cukup buat pindahan dad?" tanya evelyn "bawalah pakaian dan dokumen, sisanya tak ada lagi, mansion sudah kami isi dalam enam bulan ini" jawab alfredo


"lalu ken dan cucu kita tinggal bersama kita pap?" tanya elaine "tidak, mereka tinggal di seberang rumah kita, sebelum kerja cucu kita bisa dititip pada mami atau mami yang kerumah mereka" jawab abraham


"Disana ada taman untuk acara keluarga dilengkapi coffe house, jadi acara open house pindahan bisa diadakan disana dan acara cucu sebulanan cucu kita juga bisa diadakan disana" terang alfredo


hanya tiffani yang diam


"kenapa sayang?" tanya axello


"enam bulan kau menghilang mengurus mansion itu?" tanya tiff, axello mengangguk. "dan aku di kota ini tanpa memberi kabar padaku?"


"maafkan aku" jawab axello singkat tak mau memicu emosi wanitanya


"hans dan menantu kita tau semua rencana pembangunan mansion itu?" tanya tiff


"aku membangun komplex itu karena mengingat hans akan segera menikah, keluarga wijaya itu sudah membawa anak kita semua, makanya kuputuskan tinggal berdekatan. anak anak membuat sendiri design isi rumah masing masing, tapi putri kita belum tau mengenai mansion ini" tiff hanya diam


"kita pindah pada tanggal 12 ya, tepat 27 hari usia cucu kita" ajak abraham. semua mengangguk setuju. acara pun di bubarkan

__ADS_1


***


melihat tiff yang diam saja, axello yang menyetir segera meliriknya ,


"kenapa fan?" tanyanya


"aku ingin di mansionku saja, kalian pindahlah tak apa, akhir pekan aku bisa mengunjungi hans" jawab tiffani sendu


"Mansion kita , aku letakkan namamu di sertifikat" jawab axello


"kau pindahlah , aku tak ikut disana" jawab tiff sambil memandang keluar jendela. axello menghentikan mobilnya dipinggir jalan


"fani dimasa lalu kita, saat kita tinggal bersama, aku memang banyak mengecewakan dan menyakitimu, aku tak tau apakah itu menjadi traumamu, tapi aku akan menebusnya untukmu sampai sisa hidupku dihari tuaku ini"


fani diam, pikirannya terbaca oleh lucas dengan tepat. "aku akan berusaha mengubah posesiveku yang menghancurkan keluarga kita sejak dulu, apakah kau bersedia memaafkanku dan memberiku kesempatan menebusnya?" tanya axello sambil mengusap rambut tiffani


"aku bukan keras kepala dan egois, aku dulu punya rencana, setelah anak anak menikah. aku akan meninggalkan semua milikku buat anak anak, dan menghabiskan hidupku sendirian di kota W sampai ajal menjemputku tanpa bersama siapapun. kuharap kau menghargai pilihanku" pinta tiff.


axello menghela nafas berat melihat wanitanya tak pernah benar benar memaafkannya . tapi axello sadar dia yang menorehkan luka itu .


ia segera mengemudikan kembali mobilnya menuju mansion sanjaya. ia menurunkan tiffani, dan kembali kemansionnya sendiri sendirian


"mungkin ini karma atas perbuatanku dimasa lalu menyakiti tiff sehingga aku harus berakhir kesepian sampai akhir hidupku" batinnya , ia memegangi dadanya yang sesak


***


kediaman sanjaya sangat riuh sekali dengan penghuni baru keluarga itu. tujuh cucu, lima perawat profesional, koki dan pengawal tambahan yang disediakan axello membuat lalu lalang di mansion itu cukup ramai


hanya jam 8 malam mansion baru kelihatan sepi karena orangtua bayi membawa bayi mereka masuk kekamar masing masing dan yang lain beristirahat


sejak pembicaraan terakhir dengan axello 10 hari lalu, axello menghilang tanpa kabar berita, anak anak mereka pun tak dapat menghubunginya. Sementara tiffani yang biasa pulang kerja jam empat sore jadi memilih lembur pulang jam sebelas malam tiap harinya. selain menghindari pertanyaan anak anaknya, dia juga memilih larut dalam pekerjaannya agar tak mengingat axello


Pulang kerja, ia memilih membersihkan diri lalu menelan dua pill obat tidur agar bisa nyenyak sampai esok pagi dia kembali menyibukkan dirinya dikantor. berat badannya berkurang cukup drastis.

__ADS_1


seperti hari ini, dari rumah dia ke notaris membagikan asetnya dan perusahaannya pada anak anaknya , setelah menandatangani dokumen, ia segera kembali ke kantor dan larut dalam kerjaannya. siang hari ia meneguk sirup lambung nya karena perutnya terasa nyeri. saat jam 18:00 aspri dan sekretarisnya berpamitan pulang padanya. ia masih di kantornya sendirian. ia kembali meneguk obat lambungnya dan melanjutkan pekerjaannya


TOK TOK TOK


jam 19:00


"masuklah" kata tiffani dari dalam ruangan, petugas meletakkan sekotak makanan dimejanya "keluarlah, terima kasih" ucapnya tanpa menoleh . terdengar pintu ruangan di tutup.


jam 23:00


tiff meneguk sirup lambungnya lalu menyambar tasnya bergegas keluar ruangan, ia terkejut melihat hans duduk disana


"sejak kapan kau disana anak nakal?" tanya tiff


"sudah enam jam sejak hans meletakkan makanan itu dimeja mami" jawab hans sambil tersenyum. ia melangkah memeluk ibunya.


"mami lelah, istirahatlah" tiff membalas pelukan putranya, ia nenemukan kehangatan disana.


hans mengajaknya pulang ke mansion, diperjalanan "kurangi bekerja dan buanglah obat tidur mami, lari dari masalah tidak akan menyelesaikan masalah mami" senyumnya


tiff hanya diam. sampai dimansion, dia segera naik kekamarnya membersihkan diri lalu mengambil pill tidur ditasnya, saat mau meletakkan pill itu ke mulutnya.. terdengar suara berat


"letakkan obat itu" tiff membeku . orang yang dia rindukan memeluknya dengan hangat. ia hanya diam tak membalas pelukan itu


pria itu menariknya ke ruang makan dan menyuapinya semangkuk bubur dan memberikan obat yang entah obat apa. tiff meminumnya . "ini obat lambungmu"


tiff segera naik ke kamarnya dan menarik selimutnya dalam diam sambil memejamkan matanya. pelukan hangat dari pria itu membuat hatinya damai


"apakah harus menunggu aku mati, kau baru bersedia menghubungiku? dua puluh tahun ini baru tiga kali kau menelponku. dua kali saat anak kita kecelakaan, sekali lagi saat hinaya demam tinggi kena dbd dan membutuhkan donor"


"apakah bencimu lebih tinggi dari rasa cintamu padaku? fani mintalah aku pergi, aku akan segera pergi dari hidupmu selamanya" axello menciumi kening wanita mungil dalam pelukannya itu.


"tidurlah, ini terakhir kali aku menemuimu, aku tak akan mengganggu hidupmu lagi" bisiknya . tiff diam dan memunggungi axello . air matanya menetes dan dia berusaha memejamkan mata

__ADS_1


"aku juga tak akan mengganggu hidupmu lagi, semoga kau bahagia" jawab tiff sambil memejamkan matanya


__ADS_2