
Setelah sarapan yang terlambat mereka berpisah dari hotel wijaya dan kembali ke rumah masing masing.
Axello mengantar Tiff kembali ke mansion, Hans kembali Ke Tisan Group karena ada yang harus diselesaikan dikantor ibunya
"Ge Lucas.. antar aku ke mall sebentar" Pinta tiff, Axello memerintahkan supir ke mall
"Kau mau beli apa?" tanya axello
"Mau beli conselor, menutupi lehermu itu", kata tiff malu.
"Tak perlu, nanti aku akan mengenakan pakaian lengkap, akan tertutupi sendirinya" jawab axello
"Aku Aku mau beli gaun. nanti ada pertemuan , aku tak bisa tampil dengan pakaianku" jawab tiff malu menunjukkan mahakarya axello didadanya
"Kalau aku tak menggigitmu, kau mau menunjukkan dadamu ke semua tamu?" tanya axello tajam menatap tiff
"Ahh bukan begitu .. tapi.." tiff belum sempat menyelesaikan ucapannya.
"Kau milikku, jaga sikapmu di luar sana, aku sudah mengingatkanmu" bentaknya. tiff langsung diam menghadap jendela
Mereka tak bersuara lagi. sampai di mall tiff segera ke kamar mandi menumpahkan airmatanya karena di bentak axello tadi. siapa sangka pengusaha kejam seperti tiff langsung menangis dibentak axello
beberapa saat kemudian, dia keluar dari toilet dengan hidung memerah . dan melangkah menuju butik langganannya.
Axello bisa melihat wanita yang masih sangat cantik diusianya menjelang paruh baya baru habis menangis. Hatinya merasa bersalah.
"Bungkus yang ini saja" pinta tiff sambil menyerahkan kartunya.
"Pakai ini saja" axello menyerahkan kartunya kepada kasir , tiff menolak dan memberi kartunya pada kasir. kasir bingung tapi axello menatapnya tajam. ia segera mengambil kartu axello dan menggesekkannya
"Tuan ini kartu dan struknya, dan nyonya ini gaunnya" kata kasir sopan. Axello menerima kartu dengan wajah datar lalu menarik pinggang tiff keluar
"Mau beli apalagi hum??" tanyanya lembut
"Sudah. aku mau pulang" jawab tiff singkat. ia berjalan cepat ke lobby, axello menyusulnya dan mereka memasuki mobil axello
Dimobil tiff hanya diam memandang keluar jendela tanpa bersuara. axello memeluknya
"Maafkan aku, aku tak bermaksud membentakmu" bisiknya
"Tak apa, bertahun tahun kau berbuat sesukamu, aku tak masalah. Setelah acara siang nanti kau kembalilah ke Amerika" Jawab tiff dengan wajah masih menatap keluar jendela
"Kau mengusirku?" tanya axello mulai emosi . Tiff hanya diam
__ADS_1
"Antar aku ke mansionku. aku mau pulang" perintah tiff pada supir. supir tak berani menjalankan perintah tiff . dia terus mengemudi ke mansion axello
"Sudah tua, jangan keras kepala" ucap axello
"Kita berdua sejak dulu tak cocok. kalau bertemu hanya akan saling menyakiti" jawab tiff tanpa menoleh . Axello hanya diam mengendalikan emosinya
"Berhenti dan turunkan aku disini" perintah tiff pada supir. tapi supir tak mengindahkan perintahnya . Tiff mendengus
Sampai dimansion axello "Turunlah" perintahnya. Tiff hanya diam
"Turun atau aku gendong?" ancam axello. Tiff segera turun dengan cepat. ia memasuki mansion dan berlari kekamar tamu. axello mengejarnya dan mengangkatnya seperti karung beras ke kamar utama dan meletakkannya diranjang besar itu
Tiff diam, mengambil gaunnya dan beranjak kekamar mandi. lalu keluar dan mengeringkan rambut dimeja rias tanpa bicara. setelahnya ia membuka pintu kamar menuju keluar tapi terkunci
"Mau kemana?" tanya axello tajam
"Aku menunggumu dibawah" jawab tiff tanpa menoleh
"Kau jangan mudah merajuk , aku sudah minta maaf tadi" kata axello "sekarang duduklah disini" axello menepuk kursi disampingnya . tiff hanya memalingkan wajah
"Tampaknya kau tak mau mendengarkan aku" suara berat axello mulai terdengar menyeramkan. tiff gemetar tapi ia tak mau memandangnya
"Mari bercerai" kata tiff akhirnya , axello berdiri
"Aku mau bercerai" jawab tiff. axello langsung menyerangnya
wanita berusia 49 tahun dengan tinggi 155cm itu meronta ronta dan berusaha melepaskan diri. axello mengangkatnya ke ranjang dan bertarung kembali dengannya selama dua jam
tiff bangkit membersihkan diri lalu merapikan gaunnya yang tadi di buang axello entah kemana. ia duduk disofa menunggu axello mandi dengan nanar
setelah axello mandi , ia mengenakan pakaian yang disediakan istrinya di sofa. lalu menyerahkan dasi pada tiff . tiff membuang muka
"pakaikan dasiku" perintahnya dengan suara mengintimidasi . tiff takut dan segera memasang dasinya. setelah rapi tiff kembali duduk disofa tanpa memandang axello
"kau tau aku benci kata cerai, tapi masih mengucapkannya" katanya sambil memeluk istri mungilnya . tiff menepis tangannya . axello langsung bermain di twin. dan menyusu. tiff mendorongnya tak berhasil , akhirnya ia membiarkannya dengan wajah dingin
"Jangan marah lagi, ini hari bahagia anak anak, aku mencintaimu, ayo kita pergi. kau jangan aneh aneh dan jangan berpikir menghindariku, aku akan mengurungmu di kamar ini" ajak axello penuh tekanan. tiff hanya diam dan keluar kamar
***
Di perjalanan, tiff hanya diam memandang keluar jendela. axello menghela nafas melihat wanitanya yang keras kepala. sejak gadis dia tak bisa dibentak. setiap dibentak selalu menginginkan perpisahan. tapi dia juga manusia biasa yang bisa khilaf.
sampai di lokasi.. restoran di Hotel AL , mereka memasuki sebuah ruangan VVIP . Tiff mrlihat ruangan yang berisikan enam meja besar sudah mulai ramai
__ADS_1
Alfredo, Yeriko, Kendrick, Juan, Zio, Hans, Gwen, Evelyn, Hinari, Hinaya, Hinata, Joycelyn semua sudah hadir diacara
Axello mengundang 20 pasang pengusaha ternama nomor satu dari berbagai negara. ke 40 tamunya mengisi 4 buah meja besar . mereka adalah partner bisnis yang sangat membutuhkan axello.
sementara pihak pengundang mereka mengisi 2 meja besar disana.
"Para hadirin, dalam rangka acara pernikahan kedua anak saya, saya mengundang hadirin sekalian menikmati makan siang bersama. Silahkan dinikmati hidangannya. sehabis acara makan siang saya akan memperkenalkan keempat mempelai. Terima Kasih" ucap axello di atas panggung kecil dalam ruangan itu . lalu bergabung dengan yang lainnya
Setelah makan siang selesai, axello meminta empat mempelai memberikan kata sambutan dan ucapan terima kasih atas kehadiran semua tamu.
Juan dan zio bergantian mengucapkan kata sambutan dan terima kasih
Ke 20 pasang tamu. yang laki laki memberikan amplop tipis warna merah kepada kedua pengantin laki laki. yang perempuan memberikan kotak kecil kepada kedua pengantin laki laki.
sempat timbul rasa heran hadiah mereka sama semua tapi keluarga disana memilih diam
Acara makan siang berakhir, mereka saling bersalaman dan berkenalan. tak lama mereka pamit.
Axello memanggil pihak bank datang ke ruangan tersebut dan membuatkan dokumen penitipan safety box buat ditandatangani kedua mempelai. mempelai terkejut dengan hadiah yang mereka terima. Isi amplop merah adalah selembar check tunai bernilai 10 Miliar dan isi kotak kecil adalah dua keping mas batangan senilai 2000 gram
"Makan siang ini menguntungkan, mari kita yang membayar acaranya" Ajak Juan bijaksana pada Zio. zio mengangguk setuju. mereka menemui axello
"Selamat siang uncle, boleh kami minta waktunya sebentar?" tanya juan sopan, Axello segera menjauh dari keramaian bersama juan dan zio
"katakan ada apa?" tanya axello
"Acara ini adalah acara pernikahan kami berdua, ijinkanlah kami membayar acara makan siang hari ini agar kami tidak malu menghadapi para keluarga" kata juan sopan
"Benar uncle, ijinkan kami membayarnya meski kami tau ini hotel milik uncle, agar kami tidak malu pada yang lain" sambung zio
axello tersenyum melihat kebijakan dua anak muda didepannya lalu mengangguk .
"Terima Kasih Uncle. kami senang sekali dan merasa dihargai" kata zio dan juan bersamaan . axello merangkul mereka kembali bergabung dengan keluarga
"Selamat siang Tiff. bisa berbicara sebentar?" tanya alfredo dan Yeriko pada tiffani. Tiffani memandang axello sebentar .
"Katakan disini saja" Jawab axello sambil memeluk tiff posesive . Tiff merasa jengah dengan kelakuan Axello. Alfred dan Yeriko hanya tersenyum
"Kami ingin memberi cendera mata pada besan kami, mengingat kemarin tiff memberikan cendera mata melebihi mahar pernikahan anak anak kita, supaya kami tidak mendapat malu.. ku harap kau menerima cindera mata ini" alfredo membuka suara lalu menyerahkan sebuah amplop coklat. Yeriko juga memberikan amplop coklat. Tiff membukanya. dan melihat surat berharga deposito atas namanya sebesar 100 Miliar tiap lembarnya. Ia menatap axello.
"Terimalah" jawab axello sambil mengangguk.
"Terima kasih alfred, yeriko" kata tiff
__ADS_1
alfred dan yeriko merasa lega, pemberian mereka diterima besannya. mereka segera bergabung dengan yang lain . dan segera membubarkan diri