Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat

Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat
Bab 16 - kedua orang tua pencemburu


__ADS_3

"Hans kau mau ke kantor?" tanya tiff. hans mengangguk. "Mami ikut bersamamu" kata tiff .


"Kau bersamaku" Jawab axello dari belakang tiff "Kau pergilah bekerja hans, mami bersamaku" hans mengangguk dan segera berlalu


"Ayo jalan" ajak axello "antar aku ke rumahku" pinta tiff , axello hanya diam saja


sepanjang perjalanan, tiff hanya menatap ke luar jendela. mobil terus berjalan ke mansion axello. setiba disana. tiff segera naik ke atas dan menuju kamar tamu. axello menahannya dan membawanya ke kamar utama dan mengunci pintunya. Tiff diam .. masuk ke walk in closet mengambil pakaiannya dan pakaian axello. lalu meletakkan pakaian axello di sofa. ia segera membersihkan diri.


Habis membersihkan diri ia duduk dimeja kerja memeriksa email dari ipadnya dan menyelesaikan pekerjaannya.


"Buatkan aku kopi" perintah axello , dia tampak habis mandi dengan rambut setengah basah dengan celana boxernya. wajahnya tampan sekali. Tiff segera bangkit membuatkan kopi buat axello dan meletakkan disampingnya.


Axello sibuk memeriksa laptop dan ipad tiff. Tiff memilih duduk disofa dan membuka email dari ponselnya . dua jam kemudian


"Hans bisa kau memberiku laporan keuangan perusahaan Garuda Group yang bekerja sama dengan Anak perusahaan Tisan Group di kota L?" tanya axello . ternyata dia menelpon hans


"Aku justru ke kantor memeriksa itu dan Memeriksa anak cabang perusahaan di Kota P , Uncle" jawab hans dari seberang


"Baiklah , laporkan padaku perkembangannya" jawab axello sambil memutuskan sambungan teleponnya.


ia melihat tiff sudah tidur disofa, ia tersenyum dan mengangkat tubuh wanitanya ke ranjang


"gadis nakal, selalu keras kepala, kau takkan bisa meninggalkan aku seumur hidupmu" ia mengecup kening dan bibir tiff sekilas . lalu ikut berbaring disampingnya . axell sangat lelah sekali, sejak penerbangan dari new york tiga hari lalu ia baru tidur tiga jam sampai sekarang


ia butuh tidur sebentar baru mengurusi wanitanya ini, ia sadar ia terlalu lelah sampai memakai emosi pada orang yang paling ia cintai seumur hidupnya ini


***


jam 21:00


Axello terbangun saat merasa ada pergerakan di dadanya. wanitanya tampak menelusupkan kepala di dadanya sambil memeluk lehernya. ia tersenyum


Tring Tring Tring


Terdengar bunyi ponselnya tak berhenti , axello memeriksa ponselnya , ternyata hans membuka grup baru untuk keluarga. dia memberi dering silent dan membaca pesan didalam. ia tersenyum . tapi senyumnya hilang membaca pesan pribadi hans ke ponselnya. ia menyeringai


"Besok pagi jam 5 hans akan mengirim Noel ke kota L"


ponsel tiff ikut terus berisik. tapi axello tak berani bergerak takut membangunkan wanitanya.


ia kembali membuka grup


πŸ“©


@Juan Kami mau nongkrong kuliner di jalan sudirman, ada yang mau ikut


πŸ“©


@Ken No Ngantuk besok kerja


πŸ“©


@Zio ikut


πŸ“©


@Hans ikut, otw

__ADS_1


πŸ“¨


@Axello Ikut


chat langsung hening melihat balasan axello 🀣🀣🀣


10 menit kemudian


πŸ“©


@Juan Yes kapan lagi bisa makan dengan orang terkaya didunia dipinggir jalan 🀭


πŸ“©


@Ken Jangan lupa diabadikan πŸ˜†


πŸ“©


@Hinaya @Axello Waiting for you my hero 😘


πŸ“©Hinata @Axello Bawakan coklat ya my hero 😘


πŸ“¨


@Axello @Hinaya @Hinata ok ❀️


axello segera bangkit dan membersihkan diri , keluar dari kamar mandi tiff sudah tak dikasur. Axello melihat kesekeliling, pintu walk in closet terbuka


"Ambilkan pakaian santai , aku mau keluar sebentar" perintah axello


"Ambilkanlah, kau juga segera mandi, anak anak mengajak keluar makan dijalanan, aku sudah menampung air hangat untukmu" jawab axello sambil tersenyum. ia mengecup kening tiff, tiff mendorongnya, setelah tidur cukup lama, pikirannya kembali segar


Tiff menghentak hentak kakinya lalu mengambil pakaian santai dan piyama axello dan meletakkannya di sofa lalu segera mandi.


20 menit dia keluar menatap axello berpakaian kaos, dan celana pendek. penampilan ini sudah 20 tahunan tidak pernah dilihat oleh orang luar selain tiff. terlihat tampan sekali. Roti sobeknya juga tercetak jelas dari kaosnya. Tiff mencebik.


tiff memakai celana pendek selutut dan baju kaos warna putih dari brand kenamaan dunia.


setelah memoleskan bedak tipis dan lipstik warna merah di bibir mungilnya. ia mengambil tas selempang kecil warna hitam dari brand kenamaan dunia juga.


"Hapus lipstikmu" perintah axello tegas


"Tak mau" tiff masih kesal melihat penampilan axello yang sangat tampan dan jauh lebih muda


Axello langsung bangkit dan mel -umat bibir itu sampai lipstiknya menghilang. Tiff menghentakkan kakinya karena kesal. ia mengambil tissue membersihkan bibir axello yang terkena bekas lipstik .


"Sudah jangan buat onar, atau aku akan menghukummu" ancam axello. tiff langsung diam mengikuti langkahnya keluar kamar


***


Axello mengeluarkan satu unit bugatti la voiture noire dari garasi dan menekan tombom membukakan pintu buat tiff, setelah tiff masuk dia segera masuk ke kursi pengemudi dan menjalankan mobilnya. dibelakangnya ada 3 mobil mengikuti


Sepanjang jalan tiff memasang bibir manyun menghadap keluar jendela


"Kau ini sebenarnya kenapa? kau cemburu? apa yang kau cemburui? aku keluar bersamamu dan anak anak, aku hanya berusaha membuat mereka nyaman dengan tak berpakaian resmi" tanya axello sambil melirik wanitanya yang merajuk


"Kalau kau masih manyun begitu, aku akan memakanmu disini sekarang juga. Tak ada yang bisa menghalangiku karena semua pengawalku berada dibelakang" ancam axello

__ADS_1


tiff langsung duduk menghadap kedepan tapi dengan mode diam. axello mengusap puncak kepalanya


"sudah tiga puluh tahunan, kau masih saja suka merajuk. hahaha" goda axello . tiff mencebik "dan masih tetap cantik seperti dulu, tak pernah berubah dihatiku" rayu axello .


tiff langsung memukulinya, axello terbahak bahak "di dunia ini hanya kau yang berani memukulku, bahkan menggigitku" axello menunjukkan lehernya menggoda tiff


"Aku tak mau bicara denganmu lagi huh"


"Tak perlu bicara cukup men-desa-h dibawahku saja" godanya lagi.


"dasar cabul" omel tiff


"cabul juga cuma padamu , tak pernah pada yang lain" jawab axello


mobil memasuki parkiran. axello melempar kunci pada pengawalnya dan memeluk pinggang tiff berjalan kearah hans dll


seisi meja terpelongo melihat penampilan axello dan tiff, mereka sampai tak berkedip. sungguh tampan dan serasi sekali.


"astaga, boleh poto bersama?" tanya juan mengambil ponsel lalu berlari ke samping axello. tiba tiba muncul dua pengawal langsung mengambil ponsel juan.


"Tak apa apa, ijinkan mereka, asal jangan di post ya" pesan axello, juan mengangguk. pengawal mengembalikan ponsel juan. mereka berpoto bersama diambil oleh pengawal


hinata dan hinaya duduk dipangkuan axello sambil memberikan lambang peace yang diikuti axello .


malam itu mereka bahagia sekali melewati kebersamaan mereka sampai waktunya mau pulang. zio memanggil pelayan membawakan bill


beberapa wanita cantik ingin berpoto dengan axello


"Tuan, anda tampan sekali. ijinkan kami berpoto denganmu" pinta dua gadis cantik berpakaian sangat minim sambil menempelkan twin mereka kelengan axello. Axello memasang wajah sangat dingin . ia tak suka didekati orang asing , ia mengangkat dua jari keatas kepala, beberapa pengawal langsung menghadang didepan axello. dua wanita itu langsung kabur


Juan, Zio, Hans, Naya dan nata terbahak bahak


"Kenapa dia tak mengajakku berpoto, atau kalian berdua ya?, kita lebih tampan dan muda daripada uncle" hans bingung


Melihat Muka tiff sudah hitam pekat. Axello tak berani bicara sama sekali


"Wajahku sama persis dengan uncle. mungkin saat mami hamil aku, dia tiap hari memukuli poto uncle hahahahaπŸ˜† kenapa ya gadis itu tak memilihku berpoto"


"Wibawa dan aura uncle lebih besar dari kalian bertiga" jawab nata polos. hans mencebik


"Sudah malam ayo kita pulang" ajak axello


mereka berjalan menuju parkiran


"Nyonya Tiffani, kebetulan sekali bertemu anda disini" sapa seseorang pria yang berpapasan dengan mereka


"Ah tuan diego, selamat malam apa kabar" tiff memgatupkan dua tangan, salam ala pandemi


pria itu mengatupkan dua tangan juga dengan tatapan memuja "wah penampilan anda diluar konteks kerja sungguh berbeda, anda jauh lebih muda dan cantik sekali" pujinya dengan tatapan suka


Aura axello menggelap, ia menggeretakkan rahangnya


"Ya benar, saya berpakaian biasa karena sedang mengisi waktu santai bersama suami saya dan anak saya. perkenalkan ini suami saya Axello, itu anak anak saya, mereka sudah bubar" tiff menunjukkan arah mobil hans juan zio sambil mengenalkan axello


melihat aura menyeramkan axello, pria yang dipanggil diego langsung berpamitan. axello menarik kencang lengan tiff naik ke mobil


tiff masuk ke mobil dengan ketakutan sambil menggosok lengannya yang terasa berdenyut.

__ADS_1


__ADS_2