
"Juan, pipi, mimi, papi, mami, Hinata harus caesar sekarang juga" lapor ken, axello menatap yeriko karena dia yang bisa memutuskan buat cucu mereka saat juan masih membeku begitu
"Lakukan yang terbaik ken" jawab yeriko tegas , ken mengangguk dan masuk kembali. brankar di dorong ke OK oleh perawat
"Juan sadarlah istrimu mau melahirkan, dia butuh kau sekarang" tegur yeriko sambil menepuk keras punggung putranya agar sadar dari shock . juan segera sadar dan lari ke OK mendampingi istrinya , yeriko dan gwen berlari menyusul ke depan OK juga
"honey, persiapkan naya, ia akan di operasi setelah nata, ia akan segera melahirkan juga" pinta nari pada ken sambil meringis kesakitan
ken menggendong istrinya dan meletakkannya di brankar
"anakku.. sabar ya.. malam ini kita bertemu.. tunggu antrianmu nak" ken mengecup perut istrinya
"sabar istriku.. kita akan melewatinya bersama, kita dokter, kita tolong semua bertahap ya" bisik ken sambil mengecup istrinya . nari tersenyum mengelus rahang suaminya
"suamiku.. bekerjalah.. tolong adik adikku, aku menunggu disini dengan anak anak"
ken mel -umat bibir istrinya sebentar lalu tersenyum "tunggu aku" katanya lalu beranjak pergi
alfredo mengambil ponsel dan menghubungi abraham memberitau nari akan melahirkan , mereka segera bergegas ke RS
"terima kasih uncle" kata ken tulus, alfredo mengangguk
"jaga naya dan nari disini. aku mengurus beberapa hal mom" pesan alfredo pada istrinya lalu keluar.
"Tuan axello, naya dan nari akan melahirkan setelah antri dengan nata, tolong disini, aku mengurus persiapan tujuh bayi ini dulu.. tadi aku sudah menghubungi orangtua ken, mereka menuju kesini" pesan alfredo. axello mengangguk.
"disini serahkan padaku" jawab axello, alfred segera berlari keluar
"hans kau urus naya dan nari didalam bersama ibumu" perintah axello . semua segera masuk kedalam
axello menjauh lalu menghubungi beberapa orang berpesan sesuatu. dan tak lama ia kembali ke IGD.
***
Juan menemani dan menyemangati nata, ia terus berdoa dan menciumi istrinya
"Selamat Dokter juan dan Dokter Hinata, Sepasang putra putri anda lahir dengan sehat dan keadaan baik, kami menyerahkan ke dokter anak untuk dibersihkan, setelah ini kalian bisa menggendong mereka"
"Puji Tuhan. Terima Kasih ya Tuhan atas berkatmu" Juan memanjatkan Doa "Sayang anak kita sepasang, Terima kasih sayang, aku mencintaimu" Nata mengangguk dan tersenyum. iapun tertidur kembali . Juan segera keluar ruangan
"Pi, Mi anak juan sudah lahir sepasang kembar" juan memberi tau orangtuanya "selamat sudah jadi kakek nenek"
Yeriko dan gwen serta Joyce bergantian memberi selamat dan memeluk juan. mereka bahagia sekali mendapatkan sepasang cucu karena selama ini naya nari nata sepakat tidak mau memeriksa kelamin calon bayi mereka
__ADS_1
***
Naya di dorong ke ruang OK
Zio menemaninya menjalani operasi , zio terus menciumi kening naya "Sayang kau wanita hebat, calon ibu dari anak anakku, aku mencintaimu" zio mengecup bibirnya pelan dan meremas hangat jari istrinya
Tak lama dokter mengabari ketiga putranya telah lahir dengan selamat .
"Selamat Dokter Zionathan dan Dokter Hinaya, Ketiga Putra anda sehat dan keadaan baik, kami menyerahkan kepada dokter anak untuk dibersihkan"
"Terima kasih ya Tuhan atas berkatmu .. Terima kasih istriku telah memberiku putra yang hebat sekaligus tiga, aku mencintaimu sayang" zio mengecup pipi naya berulang ulang sampai naya tertidur akibat efek bius"
zio keluar ruangan memberitau orangtuanya bahwa tiga putranya telah lahir dengan selamat, orangtuanya segera memelik dan memberinya selamat
***
Ken membawa nari masuk ke ruang operasi, axello , tiffani, abraham, elaine, hans menunggu diluar kamar operasi.
"Kau memang istri yang hebat, bertahan sampai sekarang demi adik adikmu, anak kita akan segera lahir. kau akan menjadi ibu yang hebat bagi mereka. Aku mencintaimu my amour" ken menciumi istrinya
para perawat dan dokter terkejut, mereka menganggap ken adalah dokter yang dingin dan kaku, selama ini tak pernah memperlihatkan kemesraan didepan siapapun. baru kali ini mereka melihat ken bersikap romantis dan penuh kasih sayang pada istrinya
"Dokter jangan pandangi aku, selesaikanlah dan keluarkan anakku, istriku sudah lelah" pintanya dengan wajah datar karena hera masih cengo melihat responnya pada istrinya.
"Selamat Dokter Kendrick dan Dokter Hinari, sepasang putra putri anda telah lahir dengan kondisi baik dan sehat , dokter anak segera membersihkan anak anda"
"Sayang kau dengar? anak kita sudah lahir sepasang, terima kasih Tuhan. Terima kasih istriku" Ken menciumi hinari yang tampak kelelahan, dia pun tertidur
ken keluar ruangan mengabari sepasang anaknya telah lahir dengan selamat, abraham dan elaine memeluknya dan memberi selamat, axello dan tiffani serta hans juga memeluk ken dan mengucapkan selamat
***
Diruangan rawat inap tersedia 6 buah brankar
3 untuk hinaya , hinari dan hinata, disampingnya brankar kosong disediakan buat suami mereka
Ruangan itu disebut super family suites khusus buat petinggi rumah sakit . berbentuk apartemen dilengkapi empat kamar , dapur dan ruang tamu
alfredo evelyn, abraham elaine, yeriko gwen, axello tiffani menempati kamar yang disediakan
sementara sebuah sofa bed di ruang tamu, disediakan untuk art yang menjaga triple H
hari ini hans membawa joycelyn pulang karena seluruh mansion mereka kosong dikarenakan para keluarga berada di RS
__ADS_1
dan hans memilih membawa joycelyn pulang ke apartemennya yang tak jauh dari RS wijaya
***
jam 01:00
"Dear kau mau makan sesuatu?" tanya hans
"Aku sudah kenyang, aku tadi terlalu tegang, aku hanya ingin istirahat" jawab joyce saat memasuki apartemen mewah dengan dua lantai milik hans
"Kau berani tidur sendiri dear?" tanya hans, joyce menggeleng cepat
"Baiklah. tidurlah dikamarku. dilemari ada pakaian baru, piyama milik kakak dan ibuku , aku tak tau cukup tidaknya. kalau tak cukup kau kenakan, pakailah kemejaku" kata hans, joyce mengangguk
akhirnya ia memilih kemeja hans karena perbedaan ukuran tubuh dengan triple H yang sangat mungil itu
Joyce keluar dRi kamar mandi dengan kemeja hans, ia terlihat sangat sexy sekali. pahanya mulus dan putih . gunungnya tercetak jelas tanpa dalam-an. sungguh siksaan bagi hans
ia terbiasa tidur memakai boxer tanpa atasan atau bagian dalam
ia berusaha mengusir pikiran negative dari otaknya dan menyusul joyce masuk dalam selimut. ia menarik dan memeluk joyce sambil mengecup keningnya
tapi matanya jatuh pada bibir penuh gadisnya, hans mengecupnya lalu mel -umatnya lembut. lama lama semakin panas dan menuntut
tangannya melepaskan kancing kemejanya sampai terlepas semua. tangannya menyentuh sepasang gunung berukuran 36 D yang seolah menantangnya, akhirnya hans mulai menyusu, Joyce tak bisa menolak pesonanya. joyce terbuai , mulutnya meracau hebat
Tiba waktunya joyce sudah diposisi melakukan persatuan "May I?" joyce setengah sadar mengangguk. Hans pun menyatukan diri mereka, berulang kali hans gagal. sampai akhirnya beberapa kali hentakan hans berhasil membobol gawang
pekikan kesakitan membuat hans terkejut. air nata jatuh dari sudut mata joyce.
"maafkan aku sayang, maafkan aku menyakitimu, aku mencintaimu, setelah ini sayang tak akan kesakitan lagi" kata hans lembut, joyce mengangguk
setelah joyce agak tenang, hans memberikan pemanasan lagi, lalu mulai menusuk gadisnya perlahan, racauan terdengar keseluruh ruangan membuat hans bersemangat mempercepat tusukannya
di tutup dengan teriakan mereka menyebut nama masing masing, mozarella hans tertanam seluruhnya didalam sawah joyce. hans ambruk seketika
"Sayang terima kasih menberikan harta berharga yang sayang jaga seumur hidupmu, aku akan bertanggung jawab segera menikahimu, aku mencintaimu" joyce mengangguk lemas sambil mengendalikan nafasnya yang belum stabil
hans mencium kening dan pipi gadisnya , gadis cantik itu mendusel didada hans mengundang kebangkitan dibawah sana
"sayang aku ingin lagi" bisik hans "aku lelah, badanku serasa remuk" jawab joyce
"milikmu nikmat dan sempit, aku sudah kecanduan please" hans memohon, ia tak suka memaksa , akhirnya joyce mengangguk dan mereka kembali mencurahkan perasaan cinta mereka sampai empat babak , menjelang jam tujuh pagi, mereka bahkan baru selesai
__ADS_1