Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat

Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat
Bab 20 - terungkapnya masa lalu


__ADS_3

"Kau terhebat, kau harus cepat bangkit, dunia milikmu nak" Bisik axello , hans mengangguk


"Mana calon istriku?" tanya hans tiba tiba. semua mata menatap joyce


"Kemarilah, aku siuman kau tak menyelamatiku" hans merajuk. joyce mendekatinya dan menangis tersedu sedu


"ko tadi koko berdarah banyak sekali, joyce takut sekali" dia kembali menangis


"gadis bodoh, aku sudah sembuh, jangan menangis" hans memeluk joyce dengan satu tangan yang tak diinfus lalu mengecup keningnya


"kau jelek kalau menangis, nanti terbanting dengan wajahku yang tampan ini" goda hans. joyce memukulnya sambil tertawa sambil menangis juga. "jangan menangis lagi sayang, aku baik baik saja" bisik hans, joyce mengangguk sambil merona


yang lain terbahak bahak.


"Onty lihatlah tambah satu wanita yang memukulku" hans mengadu


"kau anak nakal suka menggoda orang, wajar kau dipukuli" hana mencebik. edward tertawa


***


"sudah jam 12 malam, semua pulanglah istirahat, malam ini aku disini tanpa kecuali" axello tak mau dibantah


"aku.." ucapan tiff berhenti melihat tatapan tajam axello. "baiklah aku pulang, tapi aku tak tidur semalaman" tiff merajuk membawa tasnya sambil menangis


yang lain berpamitan. axello mengucapkan terima kasih pada semua yang hadir.


"suntikkan obat penenang agar hans bisa tidur, uncle butuh tidur malam ini" bisik axello pada juan. juan mengangguk dan melakukan permintaan axello


"kau tinggallah disini" axello memeluk tiff.


3 pengawal wanita duduk disofa mengelilingi hans. sisa pengawal lain berdiri di dalam pintu dan di luar pintu. pengawalan sangat ketat karena takut ada penyerangan dadakan pada hans


axello segera menarik sekat yang menutupi ranjang king size itu lalu memeluk tiff dan tertidur pulas


***


jam 06:30


hanna mengetuk pintu kamar, axello terbangun. ia membangunkan tiff. tiff segera mempersilahkan hanna masuk


hanna menyerahkan pakaian axello dan pakaian tiff agar mereka bisa membersihkan diri . setelah mereka membersihkan diri.. hanna mengeluarkan sarapan yang dia bawa dari rumah. dia membawa sop penambah darah dan penjaga stamina buat axello. juga membawa sop penambah gizi buat tiff


setelahnya hanna mengeluarkan tiga bungkusan bubur buat mereka. axello dan tiff menghabiskan bubur demi menghargai hanna

__ADS_1


satunya bubur buat hans. baginya hans adalah putranya sendiri . meskipun nakal hans dari kecil belum pernah melawannya dan belum pernah bertengkar dengan huggo dan noel. bahkan ketiganya yang bekerja sama berkelahi setiap hari . tapi hanna tak pernah memarahi mereka bahkan selalu menyayangi mereka


menunggui hans bangun ia mengupaskan jeruk sampai bersih. tak lama hans bangun. ia menyuapi hans bubur dan memberikan sup obat penambah darah buat hans juga sup penambah stamina


"hans dulu kecil berkelahi kalau berdarah darah selalu minum sop ini, hans sudah hapal rasanya onty" kata hans tertawa


"dulu kau kecil berkelahi sampai berdarah? saw apa maksudnya" tanya tiff heran


"Jangan banyak berpikir, kalau hans sampai berdarah darah, berarti lawannya pasti sampai patah tulang dan aku sudah membayar pengobatannya" jawab hanna. hans dan axello tertawa


"kau sejak kecil sangat menyayangi hans hugo noel, kalau ada apa apa, kau akan menyingkirkan semua orang yang menjadi lawan mereka. namanya anak anak tumbuh remaja pasti ingin bertarung. jadi kubiarkan mereka melewati masa remaja dengan bertarung supaya mereka jadi kuat. kecuali kalau aku menemukan hal pelik atau lawannya membawa orang luar yang tak seimbang lagi, baru aku menghubungimu atau lucas" hanna menjelaskan panjang lebar.


"Menghubungi lucas? kapan? kenapa aku tak tau?" tanya tiff


"Saat SMA ketiga anak nakal ini berkelahi melawan delapan orang teman sekolahnya, mereka babak belur dan menyewa preman bersenjata melawan anak anak kita. aku takut kau membereskan dengan caramu kelak malah premannya mengincarmu jadi aku menghubungi lucas. sampai detik ini premannya entah dimana. mungkin sudah dibuang lucas ke jurang. dan orangtua delapan anak itu bahkan tak di kota H lagi" hanna menceritakan masa lalu. hans terbahak bahak.


"Bagaimana bisa delapan orang kalah melawan tiga orang masih membayar preman .. huh" kata tiff mendengus


"Tiga anak kita sejak kecil di press dan di push bela diri oleh lucas dengan aneka guru bela diri, jadi mereka terbiasa berkelahi dengan terlatih sejak kecil. kalau hanya berkelahi secara liar pasti agak sulit melawan anak anak kita" tiff paham.


"terima kasih lucas" ucapnya tulus. axello tersenyum


TOK TOK TOK


"Bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya juan ramah


"kadang pusink bro" jawab hans "lainnya aman"


"wajar kau kehabisan banyak darah dan trauma dibagian kepala, minum obat dan vitaminmu lalu makan yang banyak . kau akan segera pulih kembali. kurangi gerakan extreme dikepalamu" kata juan. hans mengangguk


"kapan aku pulang?" tanya hans


"6 hari lagi" jawab juan senyum, hans lemas


"bagaimana aku memukuli orang yang menabrakku huh, aku takut polisi keburu menangkapnya aku tak sempat memukuli kepalanya" kata hans sedih


"jangan khawatir, bila ku dapatkan pelakunya, aku akan menahannya dimarkas, takkan kuserahkan dulu kepolisi. jadi istirahatlah dulu sekarang supaya kau punya tenaga meledakkan kepalanya saat sudah kudapatkan orangnya" potong axello. hans mengangguk semangat. juan tertawa


"tidurlah yang banyak supaya kau sembuh. kau tak tidur bagaimana kau memukuli orang. malah kau yang dipukuli sampai mengadu pada onty" cebik hanna


"Juan terima kasih banyak sudah menyelamatkan hans" ucap tiff tulus


"Tuhan dan Doa kalian yang menyelamatkannya, juan seorang dokter. juan hanya menjalankan pekerjaan juan mi"

__ADS_1


"juan memberi tambahan vitamin buat hans agar cepat pulih. mintalah seseorang tebus resepnya diapotik ya mi" juan memberikan resep. axello meminta laura menebusnya


juan pun pergi keluar menuju perusahaannya untuk bekerja


joyce datang membawa coklat dan jeruk


"Hei gadis cantik. kau datang menjengukku?" goda hans. joyce memasang muka datar


"haloo wanita dirumahku ada empat orang, sepanjang hari memasang wajah dingin dan datar. masa kau mau duplikasi mereka joyce?" keluh hans


hana, tiff, axello permisi kembali ke rumah sebentar selama joyce menjaga hans. mereka memberi waktu pada hans berbincang dengan joyce


"laura kau jaga hans baik baik. kalo ada keperluan bisa hubungi mike atau aku segera" pengawal wanita mengangguk, tiff melirik axello sesaat


"zerah zarah kau kemansion menjaga nari, nata dan naya" perintah axello. mereka mengangguk patuh


axello mengemudikan mobil menuju mansion. tiff hanya diam saja . axello meliriknya sesaat


"mau makan siang apa?" tanyanya


"Aku hanya ingin istirahat, aku tak lapar" jawab tiff singkat.


"kau kenapa diam saja daritadi? apa aku melakukan kesalahan?" tanya axello , tiff menggeleng


"kita makan bulgogi ya, aku lapar" pinta axello, tiff mengangguk


axello menghentikan mobil ke restoran korea yang searah dengan mansionnya


setelah memesan beberapa menu, axello menatap wanitanya yang masih lesu diam saja , axello memeluknya dan mengecup keningnya. nampak tiff menghindar .


makanan dihidangkan pelayan, tiff tampak hanya nengaduk makanannya, axello menyuapinya sedikit demi sedikit sampai menghabiskan satu porsi. tatapan wanitanya kosong


mereka segera pulang setelah makan, tiba dimansion tiff membersihkan diri dan membaringkan tubuh dikasur lalu menarik selimut dan memejamkan matanya


axello memeluknya dari belakang, "sebenarnya ada apa? belajarlah terbuka padaku supaya aku bisa berbagi denganmu" bisik axello. tiff menangis


"katakan ada apa?" tanyanya lembut


"kau tiap hari dikelilingi pengawal cantik itu? bahkan sampai ke ranjang?" tanya tiff. axello hampir tertawa tapi ia tahan


"dengarkan aku, aku memanggil mereka untuk menjaga wanita dikeluargaku karena mereka pengawal terbaik dunia bawah di italia, aku takut keluargaku tak nyaman di jaga pengawal pria, atau kadang kala kalau mereka bertugas menyusup mencari informasi pihak lawan. kalau tidak mereka tak akan kuhubungi apalagi cuma berada disisiku, aku tak nyaman dengan adanya wanita disisimu dan mau tau itu" axello menjelaskan perlahan


"kau pasti tertarik pada wanita semuda mereka" tuduh tiff

__ADS_1


__ADS_2