
sehari setelah kejadian itu,
selasa jam 16:00
Drrrttt Drrrttt
Ponselnya berdering
"Nona Paspor putra putri anda dan visa kalian berlima sudah selesai, aku segera mengantarnya ke mansion anda"
"Baiklah kabari aku saat sudah tiba"
tak lama menerima dokumen, nata memesan tiket penerbangan ke perancis untuk keesokan harinya.
Rabu
jam 13:00
Bandara
Hinata membawa dua suster dan dua bayinya yang baru berusia tiga bulanan menaiki pesawat. Mereka akan segera berangkat , tak lama pesawat take off. nata memilih tidur sesaat menyiapkan tenaga karena banyak yang harus ia kerjakan saat tiba nanti
Juan masih berada dikantornya, ia masih sangat marah pada istrinya , dia berusaha tak peduli dengan keberadaan istrinya , ia tak tau istrinya sudah pergi jauh bersama anaknya
Sampai di paris, supir pribadi sudah menunggunya dibandara.. ia membawa anak dan perawatnya masuk ke mobil, supir pribadi segera melajukan mobil menuju mansion pribadi nata diparis.
tiba dimansion, aspri nya Monica segera membawa perawat dan bayi menuju ruangan mereka, nata mengambil ponsel mereka dan berpesan tidak memberitau keberadaan mereka, nata pun masuk ke kamar utama meletakkan barang bawaan, membersihkan diri dan masuk ke ruang kerjanya
"Nona sandiago anda sudah kembali?" tanya sekretarisnya. "namaku berubah menjadi fernandez" ralatnya lalu memasang wajah dingin duduk dimeja kerjanya
"berikan ponsel baru padaku dan kedua perawatku, jangan lupa blokir GPS ponsel itu, matikan GPS dimansion ini carol"
"siap nona"
__ADS_1
nata larut dalam pekerjaannya sampai tiba alarm berbunyi jam minum susu anaknya, ia segera kembali kekamar anaknya .
***
dua bulan berlalu
Axello dan tiffani sudah pulang liburan, hubungan mereka semakin membaik. mereka menjalami kehidupan romantis
Hans juga sudah pulang baby moon, dia mengajak istrinya keperusahaan tiap kali ia bekerja dan meminta joyce istirahat di ruang pribadi atau memberi pekerjaan ringan pada istrinya agar tidak sensitive akibat hormon bumil yang membuat istrinya agak posesive
Nata sempat mengabari ayahnya bahwa dia diperancis, dan minta keberadaannya dirahasiakan, dia tak menceritakan detail masalahnya .. hanya memberi gambaran bahwa hubungannya dengan juan sudah tidak bisa kembali bersama lagi.. ia tak mau menceritakan masalah rumah tangganya juga tak mau hubungan keluarga menjadi buruk.. axello bisa memahami dan memenuhi kemauan putrinya
Juan? bagaimana juan? juan tetap keras kepala dan egois, meski kondisinya sangat tak terurus saat ini, sampai detik ini dia belum niat mencari istrinya. Yeriko marah besar pada juan, mengetahui menantunya minggat membawa cucunya. ia meminta orang menyelidiki keberadaan menantunya tapi tak ada titik temu sama sekali
Nata merasa ada yang salah, tubuhnya bertambah berisi, selera makan bertambah, dia telat datang bulan sejak dia tiba di paris tapi tak mengalami mual dan muntah seperti sikembar.. dia membuat janji temu dengan dokter obgyn sore ini
"Selamat Dokter Hinata, anda mengandung , usianya 12 minggu, kau harus menjaga kesehatanmu dan suasana hatimu, hindari kelelahan dan stress. empat minggu lagi anda bisa kembali memeriksa jenis kelamin janin anda. ini resep vitamin yang bisa anda tebus di pharmacy" dokter paruh baya itu menjelaskan. setelah mengucapkan terima kasih, monica menyelesaikan administrasi lalu menebus resepnya
Juan di Kota H mengalami mual dan muntah, dia sudah melakukan general check up, keadaannya sehat tak ada penyakit sama sekali tapi sekujur tubuhnya lemas tak berdaya.
***
Ada meeting antara Hans, juan dengan Kendrick selaku petinggi dan pemegang saham di RS Atmadjaya.
Gwen atmadjaya adalah adik kandung Abraham atmadjaya, sejak lama gwen mewariskan 20% sahamnya pada Juan, jadi Juan menjadi pemegang saham RS atmadjaya
Axello pemegang saham 50% RS atmadjaya, karena dia bukan dokter dari awal rumah sakit dibangun dia tidak memegang jabatan CEO, sejak memilih menemani tiffani, axello menyerahkan sahamnya pada Hans. Hans memiliki banyak kesibukan dia juga tak berniat menjadi CEO disana.
Sejauh ini CEO dipegang oleh Kendrick selaku pemegang saham 30% warisan ayahnya abraham atmadjaya , dibawah kepemimpinan ken rumah sakit atmadjaya masuk kategori e besar rumah sakit tersukses di kota H setara RS Wijaya
Mereka bertiga sedang mengadakan meeting untuk penambaham unit peralatan Terbaru dan tercanggih dari germany untuk RS Atmadjaya . Tiba tiba juan merasa mual dan berlari ke toilet. Ken dan hans saling menatap lalu sama sama mengedikkan bahu
Setelah juan kembali, ia lemas dan tak fokus meetingnya. akhirnya ia menandatangani persetujuan pembelian alat terbaru itu sama seperti pendapat ken maupun hans
__ADS_1
***
sehabis dari RS Atmadjaya, hans dan juan ke rs wijaya mengikuti meeting pemegang saham disana.
masih sama saja , Juan adalah anak Yeriko, dia mewarisi saham 20% dari Rumah sakit Wijaya dari ayahnya, jadi dia harus ikut rapat pemegang saham yang dipimpin oleh zionathan selalu CEO rumah sakit dan pemegang saham 30% disana
Bagaimana hans? sejak RS Wijaya didirikan oleh zionathan, axello memiliki saham 50% disana, karena bukan dokter maka jabatan CEO diserahkan pada zio, dan sejak memutuskan menemani tiffani, saham axello diwariskan pada hans jadilah hans harus mengikuti rapat petinggi dan pemegang saham rumah sakit wijaya.
Zionathan memutuskan membeli alat medis baru dari germany seperti ken demi kemajuan dan kelengkapan rumah sakit wijaya, Hans mendukung dan menyetujui. Juan muntah sampai tiga kali selama satu jam meeting sehingga gagal fokus. ia hanya menandatangani dan setuju pada keputusan hans zio lalu ikut menandatangani persetujuan
"Kau sakit bro?" tanya zio
"Aku baik baik saja setelah general check up ko zio, cuma aku tak tau kenapa aku seperti ini" jawab juan lemas , ia meletakkan kepala dimeja
"Mungkin kau kena couvade syndrom" kata zio
"aku juga berpikir begitu, rapat tadi di rs atmadjaya dengan jiefu juan juga seperti ini kondisinya" hans menimpali
Juan mengernyitkan keningnya, ia segera pulang ke mansion orangtuanya untuk istirahat. saat memasuki mansion, ia bertemu ayahnya, dia menyapa ayahnya tapi yeriko mengabaikannya
jam makan malam ibunya memanggilnya untuk makan malam, dimeja makan ada yeriko yang mendiamkannya dan gwen yang tetap lemah lembut. melihat hidangan dimeja makan, juan langsung memgeluarkan isi perutnya ke kamar mandi. yeriko mengernyitkan kening.
gwen menyusul kekamar mandi "kau kenapa nak?"
"juan ga tau mi.. sudah sebulan juan begini mual dan muntah. juan sudah general check up. tapi tak ada masalah. tapi juan tak mau melihat makanan itu.. juan mual mi.. singkirkan makanan itu, buatkan juan rujak mi, mangga mudanya yang banyak" pinta juan lemas
gwen dan yeriko bingung. tapi gwen membuatkan kemauan putranya. setelah memakan rujak mangga mudanya. juan merasa sangat segar
"jangan jangan kau kena couvade syndrom" kata yeriko dengan dingin menatap tajam putranya yang belum dia maafkan
"juan ga tau pi" jawab juan
"nata hamil anak bodoh, pipi tak mau tau, kalau kau tak bisa menemukan menantu dan cucu pipi, pipi akan memecatmu dari keluarga wijaya" yeriko membanting meja lalu kembali kekamarnya
__ADS_1
juan mulai khawatir akan nata. juan memang merindukan istrinya, dia berusaha menyibukkan diri dengan pekerjaannya supaya lupa akan istrinya, tiap hari ia bekerja sampai badannya benar lelah baru ia pulang ke rumah dan tidur.
***