Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat

Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat
bab 49 - pengakuan juan


__ADS_3

Juan segera kembali ke mansion pribadinya malam itu. beberapa orang menunggunya disana. ia menerima sebuah amplop dan membukanya.


"Beraninya kau membawa kabur anak anakku sampai ke paris hinata hillary wijaya" batinnya


tapi setelah ia membaca dokumen yang tertuang disana. ia merasa tertegun dan ada kesedihan di hatinya.


Informasi tentang anak istrinya.. mereka memang baik baik saja. tapi istrinya berubah menjadi pengusaha yang handal. poto poto wajahnya sangat dingin semua bahkan poto twins juga sangat dingin seperti tampilan wajah hinata terkini


"Tuhan ijinkan aku bersama istriku lagi" Juan berdoa "Beri aku kesempatan menebus dosa dosaku"


"Tuan.. Tuan Besar dan Nyonya besar Fernandez ada jadwal penerbangan ke perancis 5 minggu lagi, kalau diperhitungkan adalah masa lahiran putra anda" kata detektive yang di bayar Juan itu , Juan mengangguk


"Pengawalan disana sangat ketat, nyamuk pun tak bebas keluar masuk, sistem keamanan disana dijaga oleh mafia italia" lapor detektive satunya "Anda harus bersama Tuan Fernandez baru bisa masuk kesana"


"Saya mengerti, terima kasih informasinya, saya sudah mengirim bayaran anda, laporkan perkembangan pada saya" perintah juan. tamunya segera pulang .


***


Sabtu siang, Juan ke mansion ayahnya yang belum mau bicara padanya


"Pi juan mau bicara" pinta juan diruang kerja ayahnya


"Duduk dan katakan" kata Yeriko dingin


Juan menyerahkan semua informasi yang dia dapat. Yeriko membaca semua dengan sangat teliti tanpa melewatkan satupun informasi yang didapat


"Katakan apa yang terjadi sehingga nata bisa menjadi manusia berdarah dingin seperti ini, jawab dengan jujur baru pipi bisa mencari solusi untukmu" Perintah Yeriko tegas, kebetulan gwen masuk membawa kopi. ia duduk di sofa disamping suaminya mendengarkan cerita Juan


BRUGHHHHH


BRUGHHHHH


BRUGHHHHH


"kau bukan manusia, bagaimana kau bisa berbuat seperti itu pada mantu pipi hah?"


BRUGHHHHH

__ADS_1


BRUGHHHHH


BRUGHHHHH


pukulan demi pukulan melayang di perut dan wajah juan. juan tak melawan


"aku tak punya anak sepertimu, keluarlah kau dari keluarga ini" teriak yeriko marah "anak sebaik itu bagaimana bisa kau perlakukan seperti itu hah"


gwen berusaha memeluk suaminya sambil menangis kencang. akhirnya yeriko duduk dan mengusap wajahnya


"Dia sudah keterlaluan, bisanya kau melakukan kekerasan sek-su -al pada anak sebaik dan tubuh sekecil itu, bagaimana dia bisa bertahan. Ya Tuhan" Yeriko mengusap wajahnya kasar


"Kalau Lucas tau, dia akan membunuhmu sekarang juga, apa kau tau hah??" bentak yeriko


"sampai hari ini lucas tak bertindak berarti nata menutupinya. kalau tidak kau sudah lama tiada. apakah kau sudah gila. apa kau tau Lucas kepala gank mafia Holly Dragon, mafia terbesar di seluruh eropa. Dia bisa mengambil nyawamu saat ini juga" Teriak yeriko lagi


Gwen dan Juan langsung ternganga. "Kubaca dari dokumenmu, Tampaknya nata mewarisi Holly Dragon dari lucas, dia tak akan kembali padamu" kata yeriko akhirnya dan menutup matanya sesaat . juan dan gwen semakin terkejut


"Sudahlah, kau lupakan saja nata, anak sebaik itu kau buat menjadi orang yang mengerikan. kau hebat juan arbetto wijaya" kata yeriko sambil jalan menuju pintu keluar


"Bangunlah kalian berdua. bicara baik baik. jangan seperti ini" perintah yeriko . keduanya segera berdiri. yeriko duduk di sofa


dia membaca ulang pelan pelan dokumen yang dibawa juan , tak berani melewatkan sedikitpun.


"yang bisa menolongmu saat ini hanya joyce, cuma joyce juga terbaring di rumah sakit. kau bersabarlah beberapa hari lagi"


"pipi besok akan ke kota T menemui sesorang dan membawanya menemui tiffani, semoga dia bisa membantumu nak"


juan mengangguk pasrah.


"Istirahatlah, beberapa hari lagi Lucas akan menghajarmu, siapkan tubuhmu" perintah yeriko yang frustasi


yeriko sudah banyak makan asam garam, koneksinya juga sangat luas. dunia hitam dan putih dalam luar negeri tak sedikit yang mengenalnya dan juga menghargainya.


kalau juan mungkin sukses didunia bisnis tapi pengalamannya tak seberapa, dibandingkan dengan yeriko . yeriko sekarang berpikir keras bagaimana membantu anaknya bisa bertemu menantunya dulu


esok pagi Yeriko berangkat ke bandara menuju kota T. menemui seseorang teman lamanya, yang pernah berhutang budi padanya.

__ADS_1


Dibandara seorang pria berjas hitam dan berkacamata hitam melihat kedatangan yeriko langsung merentangkan tangannya, mereka segera berpelukan


Yeriko di bawa ke sebuah restoran terbaik kota T dan dilayani seperti raja oleh pria yang paling kaya di kota T dan beberapa kota lainnya


"Katakan kenapa saudaraku menemuiku? ada yang bisa aku bantu" tanyanya. yeriko tersenyum dan mengangguk


"Kau kenal Tiffani sanjaya?" tanya yeriko. pria yang sejak bandara tersenyum lebar sekarang langsung terdiam. matanya menyiratkan luka yang dalam


"Ada apa dengan Fani, apakah dia ada masalah? apakah dia baik baik saja? apa kabarnya? apakah dia sehat?" tanya pria itu


"Mana yang harus kujawab dulu?" tanya yeriko tersenyum


"mana saja" jawab pria itu memakai kembali kacamata hitamnya menutupi matanya yang memerah


"Aku mengenalnya, dia adalah wanita terbaik yang aku kenal, aku masih sendiri sampai sekarang karena tak pernah melupakannya, aku.. pernah melepaskannya demi perusahaanku pada seorang pria, pada akhirnya pria itu melukainya dan dia .. dia.. dia pergi dengan begitu saja, tanpa aku tau, tanpa aku sempat menyelamatkannya" Handoyo meneteskan airmatanya


"Dia baik baik saja saat ini, dia sehat" jawab yeriko tenang


Dulu dia datang ke kota T ini sendirian, dompetnya dicopet. hampir diperkosa oleh preman jalanan, aku menolong dan membawanya kembali, membiarkan tinggal diapartemenku, dan bekerja diperusahaanku, aku membantu mengirimkan biaya anak anaknya, awalnya baik baik saja. aku berniat menikahinya. tapi pria itu datang merebutnya dengan menghancurkan perusahaanku. aku melepas fani dan pria itu mengembalikan perusahaanku, tapi akhirnya pria itu menyakitinya , mempermalukannya ditengah keramaian. menyakitinya didepan mataku. aku hanya bisa diam saja. lalu fani menghilang tanpa aku sempat menolongnya lagi" handoyo menyeka air matanya


"ah aku curhat , bikin malu saja hehehe" ucap handoyo


"tidak, aku paham perasaanmu, tapi dia sudah bahagia sekarang" jawab yeriko "saat dia lari dari sini dia mengandung hinata, putri bungsunya.. yang menjadi menantuku sekarang"


"tapi putraku yang bodoh membuat menantuku pergi, dia membuat kesalahan fatal. pria yang kau katakan itu adalah suami tiffani, sampai sekarang masih jadi suaminya, baru baru ini mereka rujuk" yeriko menghentikan ucapannya. handoyo mengepalkan tangannya dan menggeretakkan rahangnya


"anakku bersalah, salah fatal sekali, menantuku pergi. axello suami tiffani menutup akses kami menghubungi nata, nata di perancis dijaga oleh anak buah axello, maukah kau membantuku, menemui tiffani agar mempertemukan putraku dengan menantuku?" tanya yeriko


"nyawaku hidupku , engkau yang berikan, apapun yang kau minta meski nyawaku, pasti aku berikan, ayo kita temui tiffani" jawab handoyo


"Kau tak menyimpan perasaan lagi padanya kan bro? axello sangat posesive, dia sudah dipuncak kejayaannya, mereka saling mencintai, kuharap..." belum semoat yeriko menyelesaikan ucapannya


CINTA DAN LUKA SELALU BERSAHABAT BRO


"tenanglah. aku tak berniat mengganggu kebahagiaannya, aku mencintainya hanya dalam lubuk hatiku, aku akan bicara padanya, dia akan membawa juan menemui putrinya, ayo kita berangkat" kata handoyo "mana tiket kembali bro?" tanyanya. yeriko segera menyerahkan tiketnya


"jhon pesankan tiket yang sama dengan tiket ini. temui aku dibandara segera" perintah handoyo

__ADS_1


__ADS_2