
Karena ini jumat malam, besok libur
6 orang duduk di ruang keluarga bagian dalam supaya ada kasur sandaran bumil
ken dan nari pulang kerumah mertuanya bersama sikembar doubel jo
terlihat tiga buah sofa bed empuk by orderan ukuran 2,5 meter pesanan zio, sedang diisi dua bumil. mereka tidur diatas tiga bantal sambil menonton drakor yang paling tidak mereka sukai dulu, dikaki mereka ada selimut tebal karena ruang keluarga cukup dingin, maklum perutnya sudah besar susah terlentang langsung, dan suami mereka berada di samping bantal mengelus puncak kepala mereka berbincang dengan hans.
joyce yang tak hamil malah ikut berselonjor disofa bed dan kepalanya dielus hans juga. tiga pria itu seru membahas kejadian tadi siang di rumah makan minang, Zio juan terbahak bahak.
Tiffani masuk bersama axello.
"mami cari dimana mana , rupanya kalian disini" kata tiff
"kami mau beli makanan, kalian mau makan sesuatu?" tanya axello sambil menarik tiff duduk disofa
"Kirain makan mami uda kenyang pi" ledek hans, semua langsung tertawa
"nata mau pi.. martabak manis pakai strawberry" axello tersenyum dan mengangguk.
hans, zio, juan, tiff melotot melihat axello mengangguk
"naya mau steam telur kombinasi tiga rasa, tapi makan ditempat pi" pinta naya, sejak hamil naya memang minta makanan dan tak pernah mual, tapi yang diminta tak aneh aneh.
beda dengan nata, mual muntah dan kehilangan nafsu makan, badannya semakin kurus membuat keluarga khawatir, permintaannya juga selalu aneh aneh dan memusingkan.
"malah ketawa dengar permintaan nata pi" celutuk hans
"Wanita hamil sudah cukup susah, mereka meminta sesuatu.. yang bisa kita penuhi ya kita usahakan penuhi saja. setelah bayi lahir dan tumbuh besar, belum tentu ada moment seperti ini lagi, kelak cucu papi lahir , papi punya bahan cerita supaya mereka dekat dengan papi"
juan zio mengangguk setuju
"naya ikut ya? nata mau makan? joyce?" tanya axello
"mau pi kata mereka semangat
"kami ga diajak pi?" hans merajuk
"laki laki bisa nyetir sendiri jam berapa saja, untuk apa ditawari" jawab axello santai
mereka menggunakan dua mobil menuju restoran sembilan naga mas.
__ADS_1
masing masing memesan makanan kesukaan mereka
"makan yang banyak" kata axello "badanmu terlalu kecil" tiff mencebik
"mereka juga badannya kecil" tunjuk tiff pada naya nata
"ibunya kecil ya wajar anaknya kecil" axello menghindari pertengkaran dengan wanitanya yang suka ngegas kalau lama ditinggal
"untung hans ikut papi, kalau sekecil mami bagaimana?" tanya hans , axello mengangguk
"makanya cari suami yang tinggi , memperbaiki keturunan" celutuk zio yang jarang ikut campur dalam ledek meledek , hans dan juan mengangguk
"dulu mami lebih pendek lagi saat sekolah, sekarang sudah agak tinggi" kata axello
"seperti jalan sama tiang bendera donk mi" celutuk nata, semua tertawa
"memangnya suamimu jalan denganmu ga kaya tiang bendera?" cebik tiff. "kalian selisih 40 cm, apa bedanya?"
" yang beda joyce 175cm beda dengan ko hans itu cuma 20cm, dicium ga pake bawa bawa bangku" celutuk naya. semua terbahak bahak.
makanan dihidangkan oleh pelayan, mereka segera menghabiskan makanannya. juan permisi ke toilet maksudnya mau membayar makanan mereka.
zarah membawakan martabak manis dengan strawbery buat nata. nata berbinar binar, ia lamgsung memakan martabaknya. ia menghabiskan enam potong
"pelanlah, tak ada yang merebut makananmu honey" kata juan sambil mengelus kepala istrinya
sehabis makan mereka mau pulang.. nata melihat alex juga keluar bersama beberapa orang lelaki.. melihat alex menuju ke arah mereka nata langsung mulas.
"papi minta dia jangan mendekat, perut nata sakit sekali" katanya sambil meringis. tangannya mencengkram erat lengan juan menahan sakit . hans menjaga pinggang adiknya
"Alex menjauhlah, nata sakit perut melihatmu" axello segera meminta alex menjauh sebelum tiba didekat nata. alex membeku dan permisi
"sakit pi.." teriak nata
melihat situasi genting dan semua orang masih shock, axello mengembuskan nafas sesaat mengendalikan diri, ia mulai memberi perintah:
- "hans zio ambil mobil sekarang kita ke rumah sakit wijaya yang paling dekat", keduanya langsung berlari ke mobil
- "juan gendong istrimu ke mobil" tegasnya menyadarkan juan yang membeku melihat darah dikaki istrinya, juan langsung menggendong nata
- "joyce kau temani nata, telepon ayahmu, minta persiapkan RS sekarang karena nata mau melahirkan supaya kita tiba tinggal diproses" tegas axello, joyce langsung sadar dan mengambil ponsel dan lari ke mobil hans
__ADS_1
- "honey ayo" axello menggendong istrinya yang shock melihat darah nata
- "naya kau telepon ken dan nari sekarang.. ayo kemobil" perintah axello . mereka segera lari ke mobil
hans mengemudi dengan kecepatan penuh
"bro cepatlah istriku kesakitan" teriak juan panik, hans diam saja.
"ko juan tenanglah, istri dan anakmu membutuhkanmu, kau kendalikan dirimu dulu baru bisa kendalikan keadaan, hembuskan nafasmu" perintah joyce yang baru selesai menelpon ayahnya . juan segera sadar dan menarik nafasnya.
zio mengemudi dengan kecepatan penuh juga, ia fokus pada jalan raya. naya sudah menghubungi ken dan nari mereka menuju ke RS
saat hans tiba di RS, perawat, brankar sudah menunggu diloby atas perintah pemilik RS, juan turun meletakkan istrinya di brankar lalu lari mengikuti brankar ke IGD
zio dan axello segera tiba, mereka lari ke IGD "nona muda anda jangan lari, tenanglah" tegur zarah
yeriko, gwen segera tiba mereka memakai piyama ke Rumah sakit, rumah mereka tak jauh dari rumah sakit
alfredo dan evelyn juga tiba, karena rumahnya bersebelahan dengan yeriko,
alfredo yang mengurus persiapan rumah sakit tadi karena yeriko mengemudi, dia minta gwen menghubungi abangnya mempersiapkan kebutuhan nata
kendrik hinari tiba dengan seorang dokter obgyn terkenal, mereka berlari ke IGD
"kalian keluarlah semua supaya kami bisa bekerja" usir ken pada semua orang agar tersisa dirinya dan dokter obgyn perawat mengusir semua pengunjung keluar IGD kecuali zio dan alfredo karena mereka bisa membuat keputusan mutlak saat dibutuhkan
"Nona.. kau baik baik saja?" tanya zarah pada naya melihat naya meringis kesakitan memegangi perutnya . kakinya ada cairan
hans langsung menggendong naya memasuki IGD. dan meletakkannya di brankar
"dokter tolong adik saya" sentak hans. zio langsung lari kearah naya .
nari masuk memeriksa naya meskipun ia juga merasa mulas karena berlari tadi
"nona muda anda baik baik saja?" tanya zerah pada nari yang bibirnya meringis
"aku baik baik saja, aku periksa adikku dulu" jawab nari
"naya pembukaan dua" ucapnya pada zio
"Nona hinata harus dilakukan tindakan sekarang" kata dokter Hera yang dibawa kendrick.
__ADS_1