Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat

Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat
Bab 25 - kompromi


__ADS_3

"Tidak. kalian pergilah, aku tak tau meminjam pada siapa" tolak irene karena tak ada lagi yang mau meminjamkannya uang. mereka berempat segera turun dan berjalan kaki ke caffe terdekat


"Mah.. alex tak punya uang membayar minuman disini, sisa uang alex untuk makan kita besok mah" kata alex sambil menunduk malu. ia merasa bersalah pada wanita yang sudah membesarkannya itu


"Masuklah nak, mama yang akan membayarnya" akhirnya megan memesan banyak makanan dan minuman lalu menghabiskan makanan dengan tenang.


setelah selesai makan malam


"tadi mama menemui mami tiffani ke kantornya memohon bantuan untuk kalian, tapi ia tak berani membantu kalian" kata megan sendu .


"Kami pantas mendapatkannya mah, kami sudah menyakiti nata dan hans" air mata alex menetes. alexa juga menunduk


"Tapi mami tiff membawa mama ke uncle lucas, dia memberikan penawaran.." megan menceritakan yang disepakati lucas . alex dan alexa langsung berbinar binar. mereka melihat harapan untuk bangkit kembali


"kami mau mah" jawab alex dan alexa bersamaan , lalu mereka menatap rachel


"rachel mau mah" jawab rachel


"tapi ada yang mau mamah bicarakan juga" sambung megan . ketiganya menatap serius pada ibunya


"selama kalian belum memiliki klinik itu, gaji pokok kalian hanya lima juta, apa kalian paham penjelasan mama tadi?" tanya megan


"alex paham mah, tak apa mah, semakin berkurang cost pengeluaran klinik kita akan semakin cepat memiliki klinik itu. asal kita berhemat dalam setahun dua tahun kita sudah bisa melunasi kliniknya" kata alex tegar.


"benar mah, kita bertiga praktek disana, penghasilan tak sedikit, sebentar saja kita sudah bangkit" jawab alexa


megan tersenyum mendengar jawaban anak anaknya


"lalu..." megan melirik menantunya sebentar


"lalu apa mah" tanya alexa


"Hans meminjamkan sebuah ruko di deretan klinik selama dua tahun, biaya bulanan ruko dibayarkan hans juga selama dua tahun, tapi irene tidak diperkenankan menginjakkan kaki ke ruko itu, kalau sampai terjadi kita akan diusir dari sana. itu sudah tertuang dalam perjanjian yang akan ditanda tangani besok"


"biarkan saja mah. itu juga baik. dia suka foya foya. biar dia cari sendiri uang berfoya foya. klinik bukan punya kita. kita tak bisa seenaknya" jawab alexa, tapi airmatanya mengalir melihat kebaikan pria yang pernah disakitinya

__ADS_1


"Begini saja menurut mamah, kalau kalian bertiga bekerja di klinik , kalian memiliki gaji pokok 15 juta. lima juta gaji rachel berikanlah pada irene tiap bulannya, walau bagaimanapun itu adalah mertua alex. mengenai kita berempat, kita usahakan gaji 10 juta cukup untuk kita berempat tiap bulannya. kalau mama ada waktu luang , mama akan menerima orderan jahitan menambah nambah uang makan kita, bagaimana menurut rachel?" tanya megan


"Rachel ikut apa yang terbaik menurut mamah" jawab rachel patuh .


"tadi tiffany ada memberi mama uang 50 juta sebagai biaya kepindahan dan uang pegangan, besok kalian bertiga pergilah ke notaris ini" megan memberikan kartu nama notaris dari axello "setelah kalian tanda tangan kita bisa segera pindah.. sisa uang 50 juta kita pakai mencari rumah kontrakan sederhana dipinggir kota yang cukup untuk irene sendirian , bayarlah kontraknya selama tiga bulan dulu, sisanya nanti kita pikirkan lagi"


alex meneteskan airmatanya melihat kebaikan tiffani meskipun ia sudah menyakiti hati tiffani


"kalian harus bangkit kembali, jangan kecewakan mami tiff" pesan megan. mereka bertiga mengangguk


"kita segera kembali ke apartemen dan bersiaplah mengemasi barang barang. besok setelah tanda tangan kita bisa langsung pindah"


alexa membayar semua makanan mereka , megan mengernyit "dari mana kau memiliki uang nak?"


alexa meneteskan air matanya


"Waktu Hans memutuskan pertunangan kami di rumah sakit karena lexa ketahuan hamil dengan jeremmy, hans memberikan cek tunai sebesar 5 Miliar untuk biaya hidup lexa, jadi lexa mendepositokan uangnya selama lima tahun dan hidup memakai bunganya, lexa merahasiakannya karena dirumah kita ada parasit yang tak pernah mau bertobat yang terus menggerogoti kita. saat ini sudah berjalan 2,5 tahun. masih ada waktu 2,5 tahun mencairkan uang deposito yang bisa kita pakai menutupi kekurangan melunasi klinik bila tiba waktunya nanti"


"jadi bunga deposito bisa kita pakai buat tambahan biaya hidup"


"kita mulai hidup baru, yang lalu biarlah berlalu nak.. sekarang kita pulang" ajak megan


"rachel pesanlah sebungkus makanan untuk ibumu" rachel mengangguk


mereka pulang berjalan kaki menuju apartemen mereka. alex mau bicara dengan irene setiba diapartemen


"Mami alex mau bicara sebentar" ucap alex serius. "Duduklah dulu"


"Ya ada apa, katakan saja" kata irene acuh tak acuh


"sekarang situasi kita sedang sulit. sisa uang alex hanya ada 200 ribu di dompet" alex menunjukkan dompetnya


"itu bukan urusanku, kau laki laki. kau harus mencari uang" jawab irene sambil memainkan kuku indahnya.


alexa memutar bola matanya malas

__ADS_1


"saat ini aku punya dua pilihan untuk masa depanku" irene langsung duduk serius mendengar kata pilihan


"pertama, mami bantu mencari pinjaman atau cari bantuan kepada kenalan atau keluarga mami supaya alex memiliki modal memulai lembaran baru, alex akan menjaga dan menghidupi mami sampai hari tua mami"


"kau gila? aku tak mau. aku tak tau harus meminjam pada siapa, kau berusahalah sendiri. " jawab irene ketus


"kedua alex , alexa dan rachel akan bekerja pada uncle axello.. kalau bekerja disana kami akan mendapat mess. tapi... mami tidak diijinkan melangkah kelokasi kerjaan, kalau sampai mami menginjakkan kaki ke lokasi perkerjaan maka pilihan ada dua. mami akan di usir atau kami sekeluarga yang diusir"


"apa???? apa maksud axello hah??" bentak irene


"alex tidak menyetujui yang kedua. karena pada akhirnya salah satu dari kita akan diusir. alex memilih pilihan pertama saja" kata alex


"apa??? tidak tidak.. aku tak bisa mencarikan dana untukmu" kata irene ketus


"irene kau masih memiliki beberapa tas mewah, kau juallah dulu untuk biaya makan kita besok" pinta megan lembut "nanti baru pelan pelan kau membantu alex mencarikan dana"


"kenapa bukan kau saja? kenapa aku yang meminjam? tidak tasku tak akan kujual. apa kata temanku nanti? aku tak mau tau. itu urusan kalian"


megan dan alexa mengumpat dalam hati


"aku justru sudah mencari solusi memohon pada tiffani , mereka setuju asal tidak melihatmu lagi, dan melarangmu menginjakkan kaki disana. kalau sampai melihatmu disana mereka akan menghajarmu seperti menghajar alex kemarin"


"kalau mami memang tidak mau membantu alex. alex terpaksa menerima tawaran uncle axello, dan mami tidak bisa menginjakkan kaki disana" kata alex


irene berpikir. tak apa ketiganya bekerja. asal mengirimkan uang untuknya berfoya foya tiap bulan


"baiklah kalian bisa pergi, aku tak mengganggu kalian. yang penting tiap bulan kirim uang yang banyak untukku" kata irene santai


"disana masing masing dari kami hanya mendapat gaji pokok 5 juta. karena kami bertiga totalnya adalah 15 juta. gaji rachel akan kami kirim 5 juta pada mami tiap bulannya. sisanya gaji alex dan alexa akan kami pakai membiayai hidup kami berempat"


"apa ?? lima juta?? kau gila?? bisa apa lima juta. tidak tidak. tiap bulan kalian harus mengirimkan aku 5 miliar" pekik irene


"kalau mami mau 5 miliar alex akan penuhi, cuma alex harap mami bisa mencari pinjaman dana untuk membeli perusahaan yang berjalan supaya bisa meraih laba 5 miliar perbulannya. alex akan menolak bantuan uncle axello sekarang"


"kau gilaaa ya? bagaimana aku mendapat uang membeli perusahaan hah??" tanya irene

__ADS_1


__ADS_2