
Pagi pagi tiffani ke mansion yeriko disebelahnya.
"Juan di rumah gwen?" tanya tiff
"ada dia dari jam 5 pagi mondar mandir takut tak diajak besok" jawab gwen
"aku hatus bermain sandiwara seminggu nangis tak jelas supaya suamiku sendiri menawarkan mengajak juan" kata tiff tertawa "tadi malam aku denhar suara mobilnya tiba aku langsung menangis, dia melihat dan mengatakan juan bisa ikut"
"suruh juan berkemas. berikan paspornya aku akan mengurus visa schengen nya" kata tiff. gwen segera menelpon juan. juan berlari turun menyerahkan paspornya
"kau tunggulah", tiff segera pulang membawa paspor juan pada suaminya
sore visa schengen juan selesai, juan merasa sedikit lega
juan segera menyediakan barangnya dan memasukkan dalam koper. dia terus berdoa semoga istrinya memaafkannya
***
pesawat pribadi axelli mendarat di bandara paris. beberapa mobil mewah menunggu mereka tiba. axello langsung masuk ke mobil bersama tiff dan juan menuju mansionnya
"nata tak ikut menjemput mi?" tanya juan
"ia sudah hamil 9 bulan lebih, papi mearangnya keluar rumah, selain takut tersenggol orang juga menjaga jarak aman semasa pandemi, nata menanti dimansion"
mobil memasuki mansion, nata keluar menyambut mereka. wajahnya sangat dingin. axello dan tiff memeluknya. ia membalas sekedarnya
tak lama ia melirik ada juan. ia diam saja dan mengarahkan semua masuk .
setelah makan siang , nata menunjukkan kamar orangtuanya dan kamar anaknya sekalian menunjukkan kamar juan
dia sungguh nata yang berbeda. bukan nata yang dia kenal. bahkan orangtuanya diperlakukan sangat dingin
juan memeluk anaknya. ia sangat merindukan anaknya. tapi wajah anaknya kaku seolah tak tau cara tersenyum. mereka tumbuh dengan lingkungan dingin sehingga mereka menjadi dingin seperti nata
"Ya Tuhan, kenapa anakku menjadi begini" batin juan
"Kau mandilah, setelah ini aku menunggumu di ruang kerjaku, papi mami bisa ikut" kata nata dingin "ruang kerjaku dilantai bawah pintu berwarna hitam" dia segera ke ruang kerjanya
Tiff terluka melihat anaknya seperti itu. axello hanya memeluk istrinya dan menghela nafasnya
***
semua sudah mandi dan terlihat segar , saat ini berkumpul di ruang kerja nata.nata mempersilahkan semua duduk disofa. lalu menyerahkan map pada juan. juan langsung melotot membacanya
"Aku tak akan menandatanganinya" kata juan tegas. ia meletakkan map dimeja
__ADS_1
axello membuka map itu dan membacanya, ia hanya memasang muka datar melihat judul suratnya surat cerai
"Terserah padamu. kau akan kalah dipengadilan setelah ini" ucap nata dengan tatapan tajam mengintimidasi
"aku takkan menceraikanmu meskipun aku mati" kata juan
"kuharap kau bisa memaafkan dan memberiku kesempatan, kasihan anak anakku nata" mohon juan
"anak anak, kau dapat melihat mereka kapan kau mau, aku membebaskanmu" jawab nata dingin
"aku tegaskan juan arbetto wijaya, aku sudah memutuskan berpisah, ya atau tidak nya kamu, aku sudah memutuskan. kau bebas berkreasi, finalnya kita pisah" tegas nata
"kita istirahat dulu ya, nanti kita bicarakan lagi. semua masih lelah nak" potong axello. nata mengangguk datar
axello dan tiffani segera melangkah keluar. juan menghampiri nata, mencoba memeluknya, tapi nata menyerangnya dengan lututnya. juan terkejut dan sempat mundur. ia tak menyangka istrinya bisa kasar. ia masih shock
"juan arbetto wijaya, kukatakan kita tak ada hubungan apapun lagi" kata nata. lalu meringis memegangi perutnya yang kesakitan sampai hampir terjatuh
juan terkejut langsung mengangkatnya dan keluar ruangan
"papi mami.. papiiii" teriaknya sambil menggendong nata ke luar
"sediakan mobil" teriaknya menggelegar
axello dan tiff yang baru mau masuk kamar berlari kearah halaman dan masuk ke mobil.
supir mengemudi dengan sangat kencang menuju rumah sakit
juan lari ke IGD lalu meletakkan nata ke brankar. dokter dan perawat segera menangani nata
"kita harus lakukan operasi sekarang" kata dokter. "lakukan yang terbaik pinta juan"
nata segera di dorong ke ruang operasi. juan mengikutinya dan dokter segera melakukab anastesi lalu melakukan sc
"Selamat tuan, putra anda lahir dengan sehat, ia tampan sekali" ucap dokter itu sambil tersenyum
"sayang putra kita telah lahir, terima kasih Tuhan, Terima kasih sayang.. aku mencintaimu" juan menciumi pipi nata yang memilih memejamkan mata dan meneteskan airmata
"keluarlah aku ingin tidur" jawabnya dingin tanpa membuka matanya.
"namanya jeroos theopilus wijaya" bisik juan ditelinga nata , nata hanya mengangguk dan melambaikan tangan memintanya keluar
juan segera keluar menemui axello dan tiffani
"Bagaimana juan?" tanya mereka bersamaan
__ADS_1
"nata sehat sebentar diantar keruang rawat inap" jawab juan "bayi kami laki laki namanya jeroos theopilus wijaya.. jeroos artinya ceria semoga bisa membuat nata ceria lagi" jawab juan sedih
axello dan tiffani mengangguk lemah , mereka belum bisa menerima kenyataan putri bungsu yang paling manja bisa berubah menjadi sedingin itu
***
Juan , Tiff, Axello sudah berada di ruang rawat inap bersama nata yang belum siuman. Juan tak pernah melepaskan tangan nata
tak lama nata membuka matanya, ia kesakitan tapi memilih diam, "sayang kau sudah sadar? bagaimana perasaanmu?" tanya juan
"kau pergilah, aku tak mau melihatmu" ucap nata pelan sekali
"aku tak akan pergi. kedepannya aku akan tinggal bersamamu disini, aku akan meninggalkan segalanya asal aku bisa menebus semua salahku padamu dan tak berpisah dengan anak istriku" kata juan sambil menangis
"sayang, anakmu membutuhkan orangtua lengkap, kau baru melahirkan, kau harus membiarkan juan menemanimu" perintah axello tegas. nata hanya mengangguk lalu memejamkan matanya
"pa.. pi" panggil nata , axello mendekatkan telinga ke bibir nata
"papi nata kesakitan, minta dokter suntikkan penenang pada nata agar nata bisa tidur" axello mengangguk dan meminta dokter melakukannya
putra bungsu mereka menggunakan susu formula, karena kondisi nata tak mendukung. juan tak keberatan asal istrinya segera sehat kembali.
suster membawa bayi ke ruang rawat inap, juan menggendong dan mendoakannya , axello mengambil potonya diam diam. lalu juan serahkan putra bungsunya pada mertuanya.
axello menggendong dan mendoakan cucunya . tak lupa mengambil poto selfie lalu menyerahkan pada istrinya. ia mengambil selembar poto mereka
suster menggendong kembali bayinya dan diletakkan di box bayi. axello kembali mengambil poto cucunya itu
juan segera memeriksa ponselnya saat pesan axello masuk. dia tersenyum melihat potonya bersama putranya. ia mengirimkan pada orangtua nya.
yeriko dan gwen langsung menelponnya video. juan berbincang sebentar dengan orangtuanya lalu memutuskan sambungan telepon
***
Juan seminggu menjaga nata tanpa istirahat sama sekali. nata memang melihat perjuangan juan tapi hatinya terlalu sakit atas kelakuan suaminya . dia memilih membekukan hatinya dan menutup mata
siangnya dia diperbolehkan pulang, ia bahkan tak menatap putranya yang wajahnya sama persis dengan juan. ia benci pada juan.
axello dan tiffani bisa melihat nata tidak merespon putranya yang baru lahir itu.
axello menggendong cucunya, juan mendorong kursi roda nata lalu mengangkat nata ke mobil, mobil meluncur menuju mansion
di mansion juan mengangkat nata sampai ke kamarnya. kamar itu dominasi warna hitam , terkesan sangat dingin sekali. juan merinding didalam kamar itu
ia mengambil pakaian tidur nata dan menggantikan pakaian istrinya setelah mengelap tubuh istrinya.
__ADS_1
nata yang masih merasa kesakitan meminta dokter datang memberikan suntikan obat tidur. tak lama dokter melakukan kemauannya. ia segera menutup matanya dengan tenang