
tiga tahun kemudian
Nata tetap tidak ada perubahan, dia masih dimode robot, tapi semua keluarga tak berani menegurnya karena nata berada di keadaan tak bisa dijangkau siapapun lagi. sikap dan sifatnya sangat dingin sekali
dua bulan lalu hari ulang tahun jeroos, keluarga mengadakan acara kecil kecilan makan bersama dan tiup lilin saja dimansion yeriko tapi nata tidak hadir dalam acara itu.
Dia mengadakan meeting dengan klien secara online katanya. karena memang bisnis nata semakin merajai pasar eropa. pihak keluarga bahkan tak berani membahas masalah ketidak hadiran nata
minggu depan acara ulang tahun seven J, Hinari mengajak naya, nata, joyce dan keempat ibu mereka membeli seragam di butik langganan mereka. setelah membeli gaun mereka ke mall membeli seragam seven J dan pakaian anak anak mereka. Nata hanya membeli pakaian twins. Gwen membelikan pakaian jeroos.
semua mata menatap nata tapi tak berani menegurnya. akhirnya tiff membuka suara
"kau sudah memilihkan pakaian jeroos, sayang?" tanya tiff lembut
"mimi sudah membelinya" jawab nata dingin , semua orang terkejut melihat reaksi dingin nata
setelah melakukan pembayaran, mereka menuju ke restauran korea untuk makan bersama. mereka memesan ruangan vvip
para suami menjemput istri mereka disana, termasuk juan. juan membawakan belanjaan istrinya dan meletakkan di bagasi mobilnya lalu membukakan pintu buat nata.
ya meskipun nata dingin padanya, juan selalu menyayangi dan mencintainya. bahkan jauh lebih mencintai istri kecilnya itu. nata yang menjadi pengusaha hebat , sering mengadakan meeting dengan klien, tak ayal membuat juan cemburu, tapi sikapnya yang dingin pada klien juga diketahui oleh juan jadi dia masih bisa mengendalikan api didadanya.
***
Hari H ulang tahun seven J
para tamu berdatangan, hans membuat pentas yang dihalangi kaca karena pandemi ini, didalam pentas ada beberapa mainan anak anak termasuk mandi bola supaya anak anak tak bosan didalamnya . hans paling posesive masalah kesehatan keluarganya
gwen terlihat menggendong jeroos, jeroos tertawa bahagia saat di goda yeriko. juan mengambil alih gendongan jeroos. lalu membawanya ke arah nata.
__ADS_1
"Ma.. mi" panggil jeroos pada nata. nata hanya meliriknya dingin. wajahnya bener bener miniatur juan.
"kau ingin menggendongnya?" tanya juan . juan mencoba mendekatkan putranya yang malang itu dengan ibunya. nata hanya meliriknya tajam. jeroos yang ketakutan pun menangis. juan segera membawa jeroos menjauh.
axello yang melihat semua kejadian itu segera datang menggendong jeroos dan kembali kearah nata
"gendong jeroos" perintah axello menatap tajam pada nata , nata segera menggendong jeroos. ia selalu takut pada ayahnya
"ma.. mi.. ma.. mi" panggil jeroos sambil menciumi nata.. jeroos tertawa. pipi nata basah oleh liurnya jeroos. juan menyeka pipi nata dengan tissue. wajah nata sangat datar sekali menatap putranya. tapi hatinya menghangat. jeroos memeluk dan bersandar didada nata. dia pun tertidur dalam pelukan nata
axello diam diam mengambil poto adegan jeroos tidur dengan wajah damai didada nata. nata mengelus kepala jeroos meskipun wajahnya masih datar
hampir satu jam nata menggendong jeroos, ia agak kelelahan. ia duduk disofa tapi masih menggendong putranya dan mengelus punggungnya
"biar mimi membawanya, kau sudah lelah" gwen mengambil alih jeroos dari gendongan nata dan memindahkan ke stroller agar cucunya bisa tidur dengan nyaman
beberapa tamu menyediakan hadiah dan mengucapkan selamat ulang tahun pada seven J. nata menerima salam mereka. akhirnya acara hamoir berakhir. tamu berpulangan
setelah itu mereka menyalami ken hinari zio hinaya dan juan , tak lama alex kembali menghampiri nata
"ta.. apakah kau baik baik saja?" tanya alex khawatir melihat keadaan nata, mantan gadisnya ini bahkan terlihat jauh lebih mungil dibanding dulu
"aku baik baik saja" jawab nata datar
"kau tak terlihat baik baik saja" ucap alex sedih , nata bisa melihat mata alex masih ada cinta dan penyesalan
"kau jaga anak istrimu baik baik. aku bukan ranah yang bisa kau pikirkan" jawab nata
"nata aku harap kau bisa bahagia, aku sedih melihatmu begini.. aku.."
__ADS_1
"jeroos .. jeroos.. pi.. jeroos pi.." gwen teriak. yeriko yang sedang bicara dengan ken dan zio segera berlari ke arah istrinya. axello yang lebih dulu tiba segera mengambil jeroos yang kepalanya mengeluarkan banyak darah akibat terbentur sudut lantai granit lalu berlari ke arah mobil. jeroos menangis sampai suaranya hilang
juan berlari menyusul mertuanya, nata juga berlari masuk ke mobil. ia langsung mengambil jeroos dari pangkuan axello. ia membeku dan memeluk erat putranya tiff masuk duduk disampingnya. juan mengusir supir dan langsung mengemudi dengan kencang ke rumah sakit
yeriko gwen hans ken menyusul dibelakang mobil juan. tiba di runah sakit nata berlari turun dan menuju IGD. ia meletakkan putranya di brankar. dokter mengusir mereka keluar ruangan. ken langsung menyelinap masuk ke ruangan.
nata masih membeku , ia tak bergeming sama sekali. Juan memeluknya, "jeroos akan baik baik saja" juan mengelus kepala istrinya
tiba tiba nata menangis tanpa suara. juan terus memeluknya
ken keluar IGD. "juan anakmu butuh transfusi darah, ia banyak kehabisan darah. golongan darahnya B resus positive"
"Juan.. Juan.. kau harus menolong jeroos juan.. kau tolong anak kita" teriak nata pada juan
"tenanglah.. jangan menangis. ssstt ada aku disini, semua akan baik baik saja. kau duduk dengan tenang disini, aku akan masuk menolong anak kita. kalaupun kurang masih ada pipi dan joyce, kau tak sendirian, semua keluarga mendampingimu" bisik juan sambil mengecup kening nata dan menenangkannya . nata masih menangis.
"ko hans tolong jaga nata, situasi mendesak, aku masuk dulu" pinta juan menyerahkan nata pada abang iparnya. hans tersenyum mengangguk ia memeluk nata
seluruh keluarga sangat khawatir akan jeroos, tapi mereka juga bahagia karena nata menangis untuk putra malangnya itu
"papi .. pipi kalian harus menolong jeroos pi.." nata mendatangi mertua dan ayahnya
Yeriko tersenyum dan mengusap puncak kepala nata yang hanya sebatas dadanya "juan sudah masuk menolong jeroos, jeroos akan baik baik saja. pipi takkan membiarkan jeroos kenapa kenapa walaupun nyawa pipi taruhannya" ia memeluk nata dan mengusap punggung nata nencoba menenangkan menantunya yang masih menangis
sejam serasa setahun bagi nata, dia terus menangis. sampai juan dan ken keluar dari ruang IGD.
"Jiefu. Ko Juan bagaimana Jeroos" tanya nata dengan intonasi tinggi
"Ada sedikit keretakan di tengkoraknya, kau harus merawatnya agar lekas pulih, tapi tenanglah.. Lukanya sudah dijahit , sayang wajah tampannya akan sedikit berkurang.. suamimu habis banyak darah juga.. dia pasti lemas.. jangan lupa di puding" Goda ken . semua bernafas lega
__ADS_1
"Terima kasih suamiku, sudah menolong anak kita" nata memeluk juan. juan tertegun sejenak. tapi lalu tersenyum. ia memeluk nata