
ponsel hans berdering
Drrrttt Drrrttt
"Halo ya pih.." jawab hans dengan suara serak
"...."
"Hans diapartemen tak tidur semalaman karena joyce sakit, rencananya hans ingin tidur sebentar baru ke rumah sakit"
"...."
"baiklah hans akan membawa joyce ke rumah sakit jam empat sore nanti" hans memutuskan sambungan telepon
"papi bilang apa?" tanya joyce lemas
"minta aku tidur dulu nanti sore ke rumah sakit" jawab hans , joyce mengangguk
hans mengangkat joyce kekamar mandi dan meletakkan perlahan dibath up lalu membuka air hangat , meneteskan aroma therapi buat joyce.
hans keluar sebentar mengambil ponsel dan memesan makanan secara online, memesan pakaian secara online buat joyce dan membeli beberapa benda secara online ,lalu ke dapur membuat dua gelas susu. tak lama ia kembali kekamar dan masuk ke bathroom menggendong joyce keluar
"Masih sakit?" tanyanya lembut
"milikmu begitu besar, bagaimana bisa tak sakit? tapi setelah berendam sudah agak reda" jawab joyce, hans terkekeh
"papi bule italia, bagaimanapun ukuranku diatas standard" joyce merona, hans mengecup keningnya,
"milikmu juga besar sekali.. aku menyukainya" hans mengecup gunung didepannya lalu sedikit menyusu
"aku juga blasteran, makanya milikku sedikit lebih besar" jawab joyce malu. sambil mengelus kepala hans yang sedang sibuk digunung
"besar bertemu besar, kehidupan setelah pernikahan kita akan berjalan romantis sepanjang malam, aku juga pasti selalu berusaha segera pulang menikmati istriku yang cantik ini" kata hans sambil membantu mengenakan kemeja pada joyce dan menyerahkan segelas susu pada joyce
"sayang kau juga melakukan ini di masa lalu dengan mantan tunanganmu?" tanya joyce hati hati
"yang pernah kusentuh hanya dirimu, kami bersama sejak kecil, hubungan kami sebatas pegang tangan dan kecupan pipi atau kening, kami berpisah negara jadi jarang bertemu juga, mungkin aku tak mampu membuatnya mendapat kepuasan sehingga dia mencari kepuasan diluar lalu hamil" terang hans , joyce terkejut
__ADS_1
"Itu sebabnya aku menjadikanmu memilikiku seutuhnya, memuaskanmu agar kau tak berpaling dariku, apakah kau puas tadi malam sayang?" tanya hans sambil menatap bola mata gadisnya itu
"aku sampai kewalahan" jawab joyce menunduk malu. hans tersenyum dan memeluknya. "aku mandi sebentar" bisiknya, joyce mengangguk
hans melangkah ke bathroom dan setelah sepuluh menit ia keluar lagi dalam keadaan segar. ia segera menghabiskan susunya
TING TONG
bell apartemennya berbunyi, hans pun membuka pintu, menerima bungkusan obat dari petugas apartemen, setelah mengucapkan terima kasih hans menutup pintu, baru beberapa langkah bell kembali berbunyi. hans membuka pintu menerima makanan dari petugas dan mengunci kembali pintunya
hans membuka kemasan makanan dan memindahkan kedalam piring. ia kembali kekamar menggendong joyce meletakkannya di kursi meja makan. dan mereka segera menghabiskan makanannya
TING TONG
bell kembali berbunyi, hans keluar mengambil bungkusan dari petugas lalu mengunci kamarnya
saat masuk kedapur ia melihat joyce sedang mencuci piring kotor . hans tersenyum dan menunggui gadisnya selesai
lalu mengangkat tubuhnya kekamar. hans mengambil bungkusan dan mengoleskan ke bagian inti joyce yang perih akibat ulahnya. Sementara Joyce memilih memejamkan mata karena tak kuat lagi . setelah selesai hans berbaring memeluk joyce dan masuk ke alam mimpi
jam dua siang hans terbangun karena deringan ponselnya
"Hallo pi.. iya joyce sama hans"
"...."
"Mungkin tidur, tadi malam joyce demam jadi tidak tidur, baru pagi tertidur, sebentar hans panggil dikamar sebelah pi"
"...."
"Oh tak usah.. baiklah.. nanti kalau joyce bangun, akan hans minta hubungi pipi" hans memutuskan sambungan telepon
ia langsung mengecup pipi gadisnya yang sudah membuka matanya. hans bangkit kekamar mandi menampung air hangat dan meneteskan cairan aromatherapy yang tadi dipesan secara online
hans kembali menggendong joyce dan meletakkan didalam bathup.
"berendamlah 20 menit, kau akan merasa nyaman tak perih lagi sayang" joyce mengangguk
__ADS_1
hans ikut membersihkan dirinya di standing shower. Joyce membeku menatap keindahan pria didepannya . visual hampir sempurna terpampang tak berbenang dihadapannya . pria yang menghajarnya semalaman sampai pagi.
"kau mengagumi tubuhku?" goda hans, joyce mengangguk. ia tak mau munafik tapi wajahnya merona "sama denganku, aku juga mengagumimu, kau luar biasa sayang"
"aku keluar dulu, kalau masih disini, aku tak jamin tak memakanmu lagi, istriku" bisik hans. wajah joyce memerah dipanggil istriku oleh pria yang dia cintai bahkan menjadi idolanya
"mulai sekarang kau adalah istriku, milikku seutuhnya, tinggal tunggu peresmian pernikahan kita setelah keponakanku sebulanan" joyce mengangguk, hans mengecup kening joyce lalu keluar bath room
tak lama hans menggendong joyce keluar bathroom dan mengoleskan salep kebagian inti joyce lalu membantunya berpakaian
"masih sakit sayang?" tanyanya. "sama sekali tak ada rasa sakit lagi setelah menggunakan obat yang sayang beli tadi" jawab joyce, hans mengangguk dan mengelus kepala joyce
mereka kini sudah rapi, hans menggandeng joyce ke parkiran mobilnya. setelah membawa joyce makan , mereka kembali ke rumah sakit
"sayang kau sakit?" tanya gwen khawatir. "sudah ngga mi.. ko hans sudah membelikan obat secara online dan sudah sembuh" jawab joyce sambil memeluk ibunya
Axello menatap putranya, dari sela kemeja hans ia melihat ada beberapa luka cakaran dibahunya.
"duduklah disini" perintah axello pada hans, hans menurutinya "berapa ronde tadi malam?" bisik axello, wajah hans memerah. dia tak bisa membohongi papinya
"empat pi.." jawabnya jujur, axello langsung merangkul bahunya "anak orang masih suci kau menghajarnya empat ronde hum?" bisik axello
"hans sudah membelikan obat, sudah aman" jawab hans pelan "anak bodoh, kau memberinya obat penunda kehamilan?" bisik axello marah sekali "kapan papi punya cucu?"
"bukan pi, penghilang rasa sakit, hans juga mau cepat punya baby seperti triple H disana itu" hans menunjuk kearah saudara perempuannya yang berada di brankar dengan dagunya, axello mengangguk puas lalu menepuk bahu putranya
"hans.." panggil axello "ya pi.." jawab hans serius "kau masih kalah sama papi kalau cuma empat ronde, kau lemah" bisik axello yang membuat mata hans melotot dan menatap ayahnya
"kau harus kuat supaya wanitamu tidak memikirkan pria lain, lihat mamimu hanya satu dihatinya, yaitu papi seorang" bisik axello , mereka pun terbahak bahak bersama sama
kedua ayah anak itu keturunan bule, kekuatannya tak diragukan lagi. tiff sampai klepek klepek tak bisa berpaling dari suaminya . tapi ia selalu menjaga staminanya agar kuat mengimbangi suaminya yang over dos itu.
"apa yang kalian bicarakan?" tanya tiff tiba tiba duduk di antara dua prianya padahal tadinya mereka menempel duduknya. spontan hans langsung bergeser supaya ibunya bisa duduk
"mami kenapa jadi barbar" keluhnya .
"mami tak tahan kalau tak menempel pada papi" bisik axello masih bisa didengar tiff. ia langsung memukuli dada axello. mereka bertiga tertawa bersama
__ADS_1
***