
Kalau Juan.. untuk urusan perusahaan dia memang sudah matang karena di gembleng oleh yeriko dan axello. prestasi bisnisnya sudah di puncaknya juga. dia menduduki peringkat kedua terkaya setelah hans, dalam urusan pendidikan anak dia juga selalu berusaha yang terbaik demi kebahagiaan keluarganya.
tapi kalau urusan istrinya..
jangan ditanya
seandainya bisa memukulinya, axello dan yeriko ingin sekali memukulinya setiap hari. tak jarang kedua orangtuanya itu memblokir ponsel juan selama beberapa waktu karena kesal atas kelakuannya
Karena terlalu mencintai dan takut kehilangan istrinya, juan menjadi orang yang sangat posesive dan cemburu buta. kelakuannya bahkan menjadi tak masuk akal
Hinata putri bungsu yang manja, sudah didewasakan juga oleh waktu, dia berusaha mengalah dan menghindari hal hal yang bisa membuat suaminya marah atau cemburu. ia lebih banyak bekerja dalam rumah saja. kalau harus keluar rumah ia akan mengatur jadwal agar bisa didampingi suaminya. meskipun begitu tampaknya juan tetap saja masih cemburuan
Pagi ini axello , yeriko, gwen, tiffani sedang duduk di sofa ruang keluarga ngobrol dengan cucu mereka jeroos, mereka menghentikan pembicaraan mereka dan menatap dua manusia yang sedang berdebat.
"Juan.. kembalikan laptopku, aku harus memimpin meeting online seluruh direktur perusahaan cabangku dieropa dan asia," kata nata mengikuti juan
__ADS_1
"Ganti pakaianmu, kau tak bisa terlalu cantik" kata juan, dia memeluk laptop nata
"Juan arbetto wijaya, aku memakai turtleneck dan blazer serba panjang, aku bahkan tak memakai bedak apalagi make up. katakan kau ingin penampilanku seperti apa, aku akan mengikutimu, cepat kembalikan laptopku satu jam lagi meeting dimulai aku harus mempersiapkan data" pinta nata yang sangat kesal tapi masih mengikuti juan
mereka berhenti melihat lima mata menatap mereka datar dari sofa ruang keluarga .
"nak.. ajaklah suamimu duduk bersamamu mengikuti meeting online" kata tiffani lembut
"mami.. namanya meeting online ada rules tak tertulis.. wajib menatap pembicara.. itu disebut etika dan kesopanan.. termasuk menatap nata saat nata bicara selaku pemimpin meeting" lima orang mengangguk setuju atas ucapan nata itu
axello dan yeriko yang menyesap kopi langsung spontan menyemburkan kopinya mendengar ucapan nata, mereka langsung menatap juan tajam . gwen malah terbahak bahak karena tak mampu menahan tawanya mendengar kelakuan putranya
"Juan kembalikan laptop nata, atau pipi akan memukulmu sekarang juga" perintah yeriko kesal
"Ngga pi.. juan ga mau mereka menatap istri juan yang cantik" tolak juan tegas
__ADS_1
kalau saja tak ada cucu mereka jeroos disana, axello dan yeriko ingin sekali bangkit memberikan bogem mentah ke wajah putra mereka yang tak masuk akal itu
"Nata setelah acara ulang tahun seven J sebaiknya kau ikut pipi kembali ke villa supaya tenang bekerja disana" Kata Yeriko mulai emosi
"jangan pi.. jangan bawa istri juan" juan langsung mengembalikan laptop nata, nata langsung menerima laptopnya dan berlari kekamar untuk bekerja
axello, yeriko memijat pelipis kepala mereka bersamaan. mereka lelah dan sudah tak tau harus bagaimana menghadapi juan
"Opa grandpa.. adakah program ganti daddy baru?" tanya jeroos yang tak kalah lelah, dialah saksi hidup semua kelakuan daddynya selama ini
juan menatap putranya tajam, tapi mendapat balasan tak kalah tajam dari axello dan yeriko. akhirnya juan duduk memasang wajah masam menunggu orang orang selesai menatap istrinya dilayar laptop
meskipun begitu, empat orang tua itu masih bersyukur .. nata maupun juan tetap saling mencintai satu sama lain dan memiliki keluarga yang bahagia
******************THE END********************
__ADS_1