
"Zio kontrak naya belum berakhir sisa dua bulan lagi, kau tak niat membiarkan istrimu menghabiskan kontraknya daripada dia dirumah membuat onar?" tanya hans
"Orangtuaku akan membunuhku kalau membiarkan menantu kesayangannya bekerja, mereka bahkan lebih protective dari aku selama naya hamil. Mom eve suka menjewerku kalau aku sedikit saja telat pulang. huh" dengus zio.
"Sama saja dengan orangtuaku, kalau sawsaw ku menangis. bahkan pipi tak segan segan memberi bogem mentah pada ko juan hahaha" sambung joyce . mereka tertawa
"Aku bahkan hampir lupa, sebenarnya siapa anak orangtuaku, aku atau istriku" kata juan memelas lebai
"tentu saja aku, mereka lebih menyayangimu" nata memukul dada juan "kau anak pungut" juan mencebik
"sejak mengurus hotel HT, haduh, aku semakin kehabisan waktu. tapi inilah tantangan hidup, aku harus mengembangkan yang sudah diserahkan padaku agar bisa melebihi hotel keluarga kita yang lain" kata juan.
"aku dulu tak mau terjun dibisnis bahkan menolak usaha orangtuaku supaya fokus di rumah sakit, pada akhirnya aku harus mengelola HY Hotel, aku akan membuatnya berkembang supaya menyusul hotel keluarga kita" zio ikut menimpali
"Aku sebenernya tak suka bisnis, dulu aku ingin jadi dokter dan hidup bahagia bersama suami dan anak anak seadanya. tapi akhirnya aku dibebankan bisnis juga. nanti akan membuatkan website penjualan tiket pesawat. lalu kita jual voucher hotel dipaketkan dengan perusahaan travel atau penerbangan, cuma tunggu juan junior lahir dulu" kata nata
"kau bisa membuat website?" tanya juan "aku menjalani pendidikan IT selama 3 tahun di London mengisi waktuku yang kosong, bahkan aku bisa meretas rahasia perusahaanmu honey" jawab nata.
hans tertegun "kau punya perusahaan sendiri?" tanya hans. "kalau tidak buat apa kau belajar itu semua"
"setelah aku melahirkan aku akan memberitau kalian, sekarang aku fokus pada juan junior dulu sebelum mertuaku memukul suamiku karena aku banyak bekerja hahaha" nata malah tertawa
mereka mengangguk
pesanan makanan mereka datang. mereka tak sadar dimeja lain ada pengunjung yang bahkan tak ingin mereka temui seumur hidup
mereka makan dengan tenang, dan tak bersuara. nata makan sampai tiga mangkuk bubur. naya hanya dua mangkuk tapi ditambah sate padang double lontong.
"kau mau makan apalagi honey? atau kau mau membungkusnya? disana ada stan buah, kau mau mangga muda?" tanya juan mengecup kening istrinya.
"aku akan memilih sendiri buah yang aku inginkan, kau disini saja honey, aku sebentar saja, ojie ikutan?" tanya nata. naya menggeleng. dia sibuk memakan satenya. nata segera melangkah
"tunggu nona muda" cegah zarah. nata berhenti
"maaf tuan muda" zerah membisikkan sesuatu di telinga juan dan zarah membisikkan sesuatu di telinga hans
zarah segera menemani nata membeli makanannya dan zerah tetap berdiri disamping naya
hans dan juan menggeretakkan rahang mereka tanpa memandang ke meja alex. ia melihat akex menyusul istrinya. juan berdiri menyusul nata.
"zerah ikuti juan, jaga nona muda nata, kami menjaga naya disini" perintah hans . zerah mengangguk dan menyusul juan
***
Megan yang sudah selesai makan membawa alexa dan rachel menghampiri meja hans. Megan merasa hutang budi pada hans, jadi dia layak menghampirimya duluan
"Malam hans, naya.. dan ini siapa.. kalian sedang makan disini juga" Sapa megan ramah
"Namanya zio, ini suami naya onty" jawab naya dingin melihat rachel dan alexa mantan tunangan abangnya
zio yang segera memeluk istrinya hanya mengangguk tanda hormat sambil memasang wajah dingin
__ADS_1
"Malam onty.. ya tadi dua adik hans yang cantik ngidam bubur dan nasi padang, jadi kami kesini" jawab hans sopan sambil berdiri. ia menarik pinggang ramping gadisnya
"kenalin onty.. ini joycelyn.. tunangan hans" hans memperkenalkan joyce "joyce ini onty megan sahabat mami tiff sejak kecil, ini alexa, ini rachel"
joyce mengatupkan kedua tangan didada , kenalan ala pandemi "Hi semua, saya joycelyn" katanya ramah dengan senyuman manis
megan terkejut dan matanya berubah sedih sekali, alexa sampai berkaca kaca. rachel hanya diam menunduk malu pada sepupunya itu
"halo joycelyn, saya megan, kau bisa menganggil onty megan" jawab megan canggung
rachel dan alexa mengatupkan tangan ke dada mereka sambil menunduk hormat pada hans
"onty membuka usaha gordyn, kalau kalian membutuhkan gordyn bisa hubungi onty, sekalian bantu promokan kepada keluarga dan kolega kalian ya hans, naya" ucap megan .
"pasti onty" jawab hans.
"baik onty" jawab naya dingin
***
"TaTa.." panggil alex setelah tiba di belakang nata. nata berbalik dan mendongak , dia menatap alex dingin "Apa kabarmu" tanya alex.
nata hanya diam tak menjawab , ia memilih mangga muda didepannya dan menyerahkan pada penjual.
Alex melangkah mendekati nata dan menarik lengannya "Tata.." panggilnya lagi
tapi zarah mencegatnya "Tuan maaf jagalah jarak dengan nona mudaku, tolong lepaskan tangan anda"
"lepaskan tanganku" perintah nata dingin. "jawab dulu pertanyaanku" desak alex
"Tuan nonaku meminta kau melepaskan tanganmu" bentak zarah
"Aku baik baik saja" jawab nata "kau sudah bisa melepaskan tanganmu?"
"Aku minta maaf ta.. aku selalu merindukanmu" zarah spontan mual mendengar ucapan alex
"sudah lama aku memaafkanmu, jadi sudah bisakah kau melepaskan tanganmu?" nata menepis tangan alex. alex malah mencengkramnya semakin kuat.
"Tuan kau menyakiti nonaku, nona minta kau melepaskan tangannya" bentak zarah. ia tak berani menyerang alex, takut mengenai nata . ia hanya mencengkram tangan alex agar melepaskan nata.
"Lepaskan tangan istriku" Bentak juan , ia memeluk nata . tapi alex tak melepaskannya.
Hans, megan, alexa, rachel, naya, zio, joycelyn yang mendengar bentakan juan terkejut
"zio jaga naya dan joyce disini, aku melihat juan" pesan hans, zio mengangguk.
hans segera lari keluar, diikuti megan, alexa, rachel. alexa menatapi punggung kekar yang pernah ia miliki dulu dengan kesedihan mendalam
"kau butuh aku mematahkan tanganmu?" juan meraih lengan alex dan menekannya. alex langsung melepaskan tangan nata.
nata memeluk dada juan sambil menggeleng, ia tak mau ada perkelahian. juan melepaskan alex lalu mengecup kening istrinya
__ADS_1
"ko alex.. aku sudah memaafkanmu sejak lama, saat ini kau dan aku sama sama sudah menikah. jagalah rumah tanggamu baik baik. yang lalu biarlah berlalu. tolong jangan ganggu aku lagi" kata nata sambil memeluk pinggang juan
"Tapi aku mencintaimu ta.. aku menyesal dan tak pernah bisa melupakanmu.. aku dijebak irene dan rachel.. perasaanku tetap sama seperti dulu" kata alex lantang
CINTA DAN LUKA SELALU BERSAHABAT ko alex
Juan menggeretakkan rahangnya , tangannya mengepal, wajahnya sudah memerah menahan marah. juan segera maju menghampiri alex.
nata merasakan kemarahan suaminya. ia takut terjadi pertarungan, belum lagi hans zio ada didalam, bisa bisa alex masuk rumah sakit, perutnya tiba tiba terasa kram, ia meringis memegangi perutnya
"Tuan muda juan, tahan dulu. nona muda kesakitan" teriak zerah dan lari menahan pinggang nonanya.
"Juan urus nata dulu" teriak hans
juan terkejut langsung balik memeluk istrinya.
"Honey.. kau kenapa. mana yang sakit" tanya juan khawatir, nata hanya menggeleng sambil meringis
"Honey aku tak apa, kau jangan marah. anak kita tak mau daddynya marah" pinta nata. juan terkekeh.
"Jadi juniorku mau apa hum??" bisiknya di telinga nata agar nata lebih relax. "mau mangga muda dulu" jawabnya
"nanti mau minta dikunjungi daddynya" bisik nata tepat di telinga juan , takut didengar orang lain . juan tergelak sambil menciumi pipi nata
"aku pegang ucapanmu ya" kata juan. nata mengangguk tersenyum. alex sangat terluka melihat kemesraan mereka
"Alex apa yang kau lakukan disini?" tanya hans dingin
"aku hanya meminta maaf dan menanyakan kabar tata ko" jawab alex sambil menunduk
"adikku baik baik saja dan dia sudah menikah, dia sudah bahagia dengan suaminya kau menjauhlah dari adikku" sambung hans masih dingin
"Tidak. tata hanya mencintai aku dia tak mungkin begitu cepat melupakan aku. tak mungkin dia mencintai pria itu" pekik alex. juan kembali emosi . nata menahannya
"Daddy kalau marah, daddy puasa sebulan" bisik nata. juan langsung menatap istrinya protes . nata mengecup sudut bibirnya "kau mulai nakal ya honey" bisik juan
zio sudah membayar makanan mereka, ia mengajak naya dan joyce kedepan menonton keramaian
"Percaya diri itu baik, tapi terlalu percaya diri bisa menghancurkanmu, sejak kecil kau tau sifat adikku keras kepala, tak ada yang bisa memaksanya kalau dia tak mau"
"kami keluarga sandiago bukan orang bodoh yang larut dimasa lalu. kami akan melupakan orang yang tak layak dicintai dan membuka lembaran baru dengan orang yang layak di cintai" hans menarik joyce dan memeluknya lalu mengecup keningnya
air mata alexa langsung menetes
"pulanglah, tolong lupakan dan jangan ganggu adikku lagi, dia sudah bahagia bersama suaminya. kalau kau masih mengganggunya jangan salahkan aku tak sungkan lagi" ucap hans tegas
"Ayo pulang dear" bisiknya lembut pada joyce, joyce tersenyum dan mengangguk
"Kami pulang onty" pamit hans, megan mengangguk sedih
"Ayo pulang woi, pacarannya di rumah saja" ledek hans pada juan. wajah nata merona. zarah dan zerah tertawa . mereka langsung masuk ke mobil mereka untuk pulang ke mansion. hans mengantar joyce pulang
__ADS_1