
Setelah merebahkan joyce dan menarik selimut sampai ke dadanya, hans turun ke bawah dengan frustasi , dia duduk di ruang keluarga
Axello dan tiff keluar dari kamar karena axello merasa lapar, jadi tiff turun membuatkan mie instant buat suaminya. Sementara tiff melangkah ke dapur, axello yang melirik hans di ruang keluarga segera menghampirinya
"Kau diusir istrimu?" ledek axello
"bukan pi, sejak masuk kamar tadi malam sampai sekarang, joyce muntah terus, perutnya tak terisi sama sekali, hans kasihan dengan anak hans pi" hans mengadu pada papinya
"Mami masak mie instant didapur, papi akan minta mami membuat mie instant tambahan buat istrimu, kau putuskan sendiri mau memberikan istrimu atau tidak, bila mau bawalah istrimu ke ruang makan" axello segera ke dapur menyusul tiff memesan tambahan mie instant buat menantu mereka dan tiff menurutinya
hans menggendong joyce yang tak berdaya dan mendudukkan di kursi makan. melihat mie instant joyce langsung berbinar binar, ia makan dengan lahap. bahkan porsi axello pun dihabiskannya, ia lapar sekali, setelah makan, tenaganya pulih kembali
tiff kedapur memasakkan axelli mie instant yang baru, ia hanya geleng kepala melihat keras kepala putranya tapi ia tak mau mencampuri rumah tangga anaknya jadi dia memilih diam
tiff meletakkan semangkuk mie instant didepan suaminya , axello makan dengan lahap sambil memasang wajah datar pada putranya yang bodoh itu, yang memilih istrinya tersiksa berjam jam karena ngidamnya. tapi ia masih memilih diam tak mau mencampuri urusan rumah tangga anaknya
"joyce mau makan sup ayam herbal ko" pinta joyce. hans diam karena kesal. tadi dia menolak bahkan muntah. sekarang minta sup herbal kembali batinnya
tiff berdiri dan membuatkan sup ayam herbal untuk menantunya, lalu meletakkan didepan menantunya. joyce menghabiskan dengan lahap.
"kita kembali ke kamar" ajak axello dingin , tiff memgikuti suaminya yang tampak kesal
"hans calon ayah baru. sabarlah" ucap tiff dikamar sambil mengelus dada suaminya
"kau jangan banyak bergerak, kau membangunkan dibawah sana" axello memperingatkan
"aku datang bulan" jawab tiff , axello hanya mengangguk pasrah dan menuju kekamar mandi. tiff tertawa dan memejamkan matanya
***
dikamar hans
__ADS_1
"kau sudah enakan sayang?" tanya hans pada istrinya, joyce mengangguk "tidurlah besok akan melelahkan" sambung hans memeluk istrinya
joyce menelusupkan kepala ke dada hans dan mendusel disana. "kau jangan bergerak, kalau kau bergerak lagi, aku akan memakanmu" hans mengingatkan. tapi joyce tak peduli. ia merasa nyaman dengan aroma hans. hans tak kuat lagi ia pun menyerang istrinya malam itu . setelah satu babak selesai, istrinya masih saja bermanja manja.
"sayang tidurlah, besok pagi ada acara , kau harus istirahat" ucap hans. joyce masih saja melanjutkan aksinya. hans kembali terpancing. ia mulai menyerang istrinya kembali
"aku mau diatas" kata joyce malu malu. hans tersenyum dan mendudukkan joyce diatasnya. joyce malah diam tak tau harus apa.
"kenapa sayang? bukankah kau ingin diatas" tanya hans. joyce malu sekali "aku tak tau harus berbuat apa" jawab joyce. hans ingin tertawa tapi ia ingat hormon bumil sensitive. hans yang tak punya pengalaman mencoba melakukan berdasarkan instingnya perlahan. tapi akhirnya mereka mendapat pelepasan bersama.
hans segera menggendong istrinya kekamar mandi membersihkan bekas percintaan mereka. lalu membaringkan istrinya diranjang dan memeluknya
"sayang, kau mau lagi?" tanya hans, joyce menggeleng "aku lelah"
"kenapa kau ingin diatas kalau kau tak tau melakukannya?" tanya joyce hati hati.
"aku pernah bermimpi seperti itu" kata joyce malu. hans tergelak. lalu mengecup kening istrinya dan mengelus kepalanya sampai mereka masuk ke alam minpi
jam 04:30
"hans bangunlah, mua datang merias joyce" teriak tiff dari luar. hans membuka pintu. tiff masuk melihat menantunya terbaring lemas. banyak stempel di dadanya. tiff langsung memukul putranya dengan bantal
"dasar anak nakal, istrimu hamil, kau masih membuat istrimu kelelahan" omelnya lalu keluar membiarkan team mua masuk kekamar. hans hanya garuk kepala
Jam 08:00
"Hans Flaminggo Fernandez apakah kau bersedia mengambil Joycelyn Florentina Wijaya menjadi istrimu, menemaninya dalam suka dan duka, sakit dan senang, setia sampai maut memisahkan kalian karena apa yang sudah dipersatukan oleh Tuhan tidak dapat dipisahkan oleh manusia?" tanya pendeta
"aku Hans Flaminggo Fernandez, bersedia mengambil Joycelyn Florentina Wijaya menjadi istriku, teman hidupku dalam suka dan duka, susah dan senang, setia sampai maut memisahkan kami karena apa yang sudah dipersatukan Tuhan tidak dapat dipisahkan manusia" Ucap Hans dengan tegas
"Joycelyn Florentina Wijaya apakah kau bersedia mengambil Hans Flaminggo Fernandez menjadi suamimu, menemaninya dalam suka dan duka, sakit dan senang, setia sampai maut memisahkan kalian karena apa yang sudah dipersatukan oleh Tuhan tidak dapat dipisahkan oleh manusia?" tanya pendeta
__ADS_1
"aku Joyce Florentina Wijaya, bersedia mengambil Hans Flaminggo Fernandez menjadi suamiku, teman hidupku dalam suka dan duka, susah dan senang, setia sampai maut memisahkan kami karena apa yang sudah dipersatukan Tuhan tidak dapat dipisahkan manusia" Ucap Joyce dengan tegas juga
"Apakah ada hadirin yang keberatan atas persatuan ini? bila ya katakan saat ini atau diam selamanya" tanya pendeta
"Tidak ada" Jawab hadirin serempak
"Baiklah kalau tidak ada , pengantin silahkan memasangkan cincin ikatan pernikahan kalian" pinta pendeta
Hans memasangkan cincin di jari manis kanan Joyce, Joyce juga memasang cincin dijari manis kiri Hans. Hans mengecup kening Joyce mereka segera turun dari altar menemui orangtua mereka
"Hans, aku menyerahkan putri tunggal kesayanganku padamu, kau harus membahagiakan dia. jika suatu hari kau tak mencintainya dan tak dapat menolerirnya lagi, kembalikan dia baik baik padaku, jangan kau sakiti dan lukai dia . selayaknya aku menyerahkan puttiku secara baik baik padamu hari ini. aku akan menerimanya kembali. kalau kelak kau menyakitinya, aku orang pertama yang akan memisahkan kalian" tegas yeriko dengan kesedihan pada hans
"Hans akan jaga Joyce baik baik pi. percayakan joyce pada hans" jawab hans dengan yakin. yeriko mengangguk
empat orangtua saling berpelukan dengan dua mempelai lalu menangis
triple H dan suami mereka bergantian menyalami kedua mempelai, mereka juga saling berpelukan
acara selesai. mereka segera kembali ke mansion mereka masing masing . hans belum pindah ke mansionnya karena axello meminta mereka pindah setelah anaknya berusia sebulan, tiff bisa menjaga joyce selama kehamilan
itu alasan axello saja. ia ingin istrinya disampingnya dan tak bisa pergi kemana mana termasuk ke kota W yang dia katakan dulu
***
Setelah Pulang dari gereja, Joyce tidur sampai siang , hans dan orangtuanya menemani para kakaknya yang datang berkumpul diruang keluarga bersama baby J
Mereka meledek hans yang nikah dadakan. tapi setelah tau janin joyce ada tiga, mereka bersorak menyelamati hans.
"Istrinya hamil, dia yang bodoh, makanan ibu ngidam dilarang, jadilah istrinya demo sampai dini hari" dengus axello "susah nikah sama dokter, super teliti sekali akhirnya susah sendiri"
Nata terbahak bahak mendengar ayahnya yang tak pernah marah pada anak anaknya bahkan selalu penuh kasih, bisa ngomel juga. ia segera memeluk dan mencium papinya.
__ADS_1
"sudahlah pi, biar saja dia dihukum anaknya nanti" kata nata menenangkan ayahnya, axello mengelus kepalanya penuh kasih sayang
Wajah dan prilaku manja nata, benar benar gambaran tiffani saat muda. Cuma tiffani sekarang membangun jarak pembatas dengannya, sudah tidak bermanja manja padanya lagi . Axello kembali menghela nafasnya berat