
handoyo pulang ke mansion yeriko, gwen mengundang tiffani kerumahnya dengan alasan membawakan bekal sup obat buat joyce.
saat tiffani datang, ia bertemu seseorang dimasalalunya. ia meneteskan airmatanya. ia banyak berhutang budi pada pria itu
gara gara tiffani, handoyo penolongnya jadi sasaran bulan bulanan lucas bahkan hampir kehilangan segalanya
"Aku tak ingin suamimu cemburu padaku dan menyakitimu nantinya, aku katakan padamu, dapatkah kau menolongku?" tanya handoyo
"aku hutang budi padamu begitu besar, kau membantuku dan anakku, kalau bukan karenamu entah apa yang terjadi padaku saat ini, katakanlah koko" jawab tiffani
"maukah kau membawa juan menemui hinata istrinya? hanya kau yang dapat melakukannya, kumohon satukan mereka" pinta handoyo
"aku akan membawa juan bersamaku, tapi aku tak yakin anakku bisa bersamanya lagi, karena anakku kelihatan sudah bukan anakku yang dulu lagi, aku tak tau apa yang masalah mereka, aku tak mau campuri rumah tangga anakku, kecuali anakku memberitauku" jawab tiffani
"sebagai seorang ibu, tak berharap rumah tangga anaknya hancur, aku akan berusaha mendamaikan mereka sebisa mungkin, kalau aku gagal koko maafkan aku" tambah tiffani
"ada ucapanmu ini sudah cukup bagiku, terima kasih fani. kau masih sama dengan dulu, tetap cantik dan baik hati" senyum handoyo meskipun matanya penuh luka dan penyesalan
"kembalilah, aku tak mau suamimu marah dan menyakitimu lagi seperti dulu karena cemburu, sekali lagi terima kasih, kelak kau membutuhkan aku, kau dapat menghubungiku kapan saja. aku pasti tiba" kata handoyo. tiff mengangguk lalu segera pulang.
"terima kasih bro" kata yeriko tulus
"aku yang berterima kasih setelah 25 tahun aku masih bisa melihatnya lagi" jawab handoyo putus asa
yeriko memeluknya dan mereka saling berpelukan. yeriko menyediakan kamar mewah buat tamunya agar besok subuh bisa segera ke bandara sebelum terlihat oleh pengawal axello
***
tepat seminggu joyce sudah bisa pulang ke rumahnya, hans sangat posesive sekali pada bayinya. joyce sangat jengah sekali
"kau mau aku gendong ke mobil?" tanya hans.
__ADS_1
"aku hanya melahirkan, bukan sakit parah hubby please" pinta joyce "baiklah kau naik kursi roda saja, aku mendorongmu" sambung hans. joyce malas berdebat dengan hans. ia duduk di kursi roda dan membiarkan hans mendorongnya
tiga bayi digendong oleh pengawal wanita setia joyce sejak hamil
"kalian jaga baik baik anakku, jangan sampai jatuh apalagi diculik" pesan hans posesive , zerah, zarah, laura hanya menatap hans datar
"dari ruangan ini ke loby hanya 20 meter dan ada 60 pengawal yang kau suruh berjaga, siapa mau menculik anakmu" tegur tiff galak karena hans banyak berpesan sehingga mereka tak jalan jalan.
axello dan yeriko menatap hans datar, gwen hanya menatap menantunya dengan tak habis pikir.
"itu putra mahkota dan princess keluarga fernandez mi, bayangkan kalau terjadi sesuatu dengan anak hans" hans masih ngeyel
"mami tak akan membayangkan hal buruk pada cucu mami, kau mau jalan atau tidak, 35 menit kita disini tak jalan jalan, hanya mendengar protesanmu" kata tiff dengan sangat galak
"lucas kau mau jalan atau masih mau berdiri disana mendengar ocehan putramu, kalau kau masih mau disini silahkan kau disini, aku mau pulang" tiff langsung berjalan keloby
"Tunggu mi.." panggil axello "hah gara gara kau ini hans" omel axello pada hans sambil mengejar istrinya "Mami perbuatan hans apa hubungannya denganku hei tunggulah"
"Kau masih mau disini?" tanya yeriko datar.
akhirnya mereka benar benar pulang, ingin sekali yeriko memukul wajah menantunya yang satu ini.
bahkan hinaya hinari kendrick zio juan alfredo evelyn yang berada di belakang yeriko juga memasang wajah datar dan akhirnya mengikuti mereka
"presiden jalan 20 meter pun tak membutuh 60 pengawal hans" omel hinari rada kesal pada adiknya
drama saat mau baik ke mobil
"papi dan mami semobil dengan zerah zarah laura dan cucu kami, kau naik mobil lain" perintah axelo pada hans
"tapi pi.. nanti siapa jaga anak hans.. mereka .."
__ADS_1
"mereka putra mahkota dan tuan putri keluarga fernandez" potong axello "papi sudah hafal karena kau mengulanginya 5000 kali selama seminggu ini" axello memasang wajah super datar. joyce dan lainnya menahan tawanya
"percaya atau tidak kalau kau tak segera naik ke mobil, papi akan melemparmu ke jalanan sekarang dan tak kan ada yang menolongmu" axello menatap putra semata wayangnya dengan tajam
"ada papi di mobil siapa yang berani cari mati menyentuh cucu fernandez . kalau kau tak cepat jalan putra mahkota dan tuan putri keluarga fernandez yang sudah kau ulangi 5000 kali dalam seminggu ini akan segera menangis karna sudah waktunya minum susu" bentak axello
semua orang terbahak bahak. hans secepatnya mendorong joyce ke mobil dan perlahan memasukkan istrinya ke mobil
axello segera meminta supir menjalankan mobilnya kemansion mereka dengan sangat kesal.
"kalau dia terus seperti itu, aku akan memukulnya" dengus tiffani . hinari hanya senyum karena ia dimobil mendampingi anak adiknya yang extra posesive itu
Akhirnya mereka segera tiba dimansion dan para pengawal segera membawa triplet kekamar bayi lantai satu dan menyerahkan pada perawat yang sudah ditugaskan axello merawat cucunya
"Tuan kalau menjaga keamanan tuan nona kecil, kami masih sangat sanggup. tapi kalau merawat tuan nona kecil, sebaiknya tuan minta kami baku tembak dengan musuh saja" lapor zerah dengan wajah datar saat hans baru tiba dan kembali posesive pada bayinya. tepatnya pada dua putrinya
axello dan tiffani mengelus dada. melihat pemandangan didepan mereka .
"ko hans aku tak punya anak perempuan, kau punya dua, berikan padaku satu " goda hinaya
"ahh tidak tidak. carilah tajie dan minta dia buat program bayi perempuan untukmu, meskipun putriku ada lima takkan kuberi padamu satupun" protes hans serius , semua terbahak bahak
"sayang kau ingin tambahan bayi perempuan?" tanya zio
"Tidak , tiga saja pinggangku mau bengkok, aku belum mau tambah lagi, bagaimana kalau keluar tiga lagi ternyata laki laki lagi, bisa bisa dirumah kita buat acara boyband" tolak hinaya, semua tertawa
"kami akan membantumu menjaganya, tak apa kau berusahalah melahirkan bayi perempuan " kata evelyn.
"zio posesive, dia tak membiarkan naya pisah dari anak anak, katanya naya akan keluar melirik pria lain kalau tak bersama anak naya mom" naya mencebik "jadi tak ada istilah titip momy, hanya pindah lokasi tapi naya yang jaga "
"daddy akan memukul zio nanti" kata alfred, zio melotot pada istrinya.
__ADS_1
"apa salahnya menyayangi istri dad? dulu dirumah sakit seluruh dokter pria yang single matanya hanya menatap naya dan nata, daddy sendiri juga posesive pada momy dari dulu" zio mendumel sendirian
"Sudahlah , kita lihat joyce dulu" ajak gwen melerai semua perdebatan absurd itu