Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat

Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat
Bab 44 - Petaka kecemburuan juan


__ADS_3

Axello berpikir keras, ia punya waktu delapan bulan sampai joyce melahirkan untuk membujuk istrinya tetap bersamanya.


Dimasa lalu ia masih muda dan memiliki banyak kekurangan sehingga melukai perasaan istrinya itu, dia berharap diberi kesempatan menebus semua kesalahannya dan menemukan kembali sifat asli istrinya


Dia akhirnya memutuskan untuk pensiun dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya dan mengembalikan hati istrinya menjadi tiffaninya yang dulu yang mencintainya tanpa batas


"Mi.. " panggil axello pada istrinya , tiff yang baru saja mau memejamkan mata, terkejut dengan panggilan baru suaminya itu. dia hanya membalikkan wajah menatap pria tampan disampingnya itu .


"aku berencana menyerahkan semua perusahaan dan aset pada anak anak, aku ingin liburan bersamamu keliling ketempat yang kau inginkan sejak dulu, dalam waktu dekat ini" ucap axello


"sejak dulu kau ingin melihat salju di korea, bulan depan mulai turun salju, kita bisa kesana" katanya sambil memeluk istri kecilnya itu


"Bagaimana kamu saja" jawab tiff singkat lalu memejamkan matanya


"aku mencintaimu, kau tak bisa meninggalkanku, aku akan bersamamu sampai akhir sisa hidupmu, kalau kau ingin kekota W, aku akan menemanimu disana"


"aku tau aku banyak kesalahan dimasa lalu padamu, melukai dan menyakitimu, tapi waktu tak bisa berbalik, saat itu aku masih muda dan masih tidak bijaksana waktu sudah membuatku lebih matang saat ini, aku hanya bisa menebusnya sekarang dan kedepannya, kuharap kau bisa mempercayaiku terakhir kalinya"


"mamiku sayang, bersediakah kau memaafkanku dan menyerahkan hidupmu padaku?" tanya axello sambil berbisik. tiff hanya memejamkan matanya dan tak menjawab. axello menghela nafasnya berat . ia mengecup kening istrinya dan memeluknya erat


***


dua bulan kemudian


senin siang jam 13:00


Hari ini nata ke HT Hotel, dia membuat janji dengan suaminya bertemu di ruang CEO, setelah menitipkan sikembar dan susternya pada gwen. dia mau berdiskusi mengenai pekerjaannya dengan juan


sampai di depan ruang CEO, nata bertemu sekretaris juan, "Nata.. Hinata.. Kau Hinata kan?" tanya sekeretaris itu. Nata mengernyitkan kening mengingat wajah pria tampan didepannya


"Aku George, Saat kelas tiga SMA kau sekelas denganku, aku duduk di depanmu, lalu kau mengusirku sampai aku duduk dibelakangmu, setelah kelas tiga SMA, setelah itu ayahku di tugaskan perusahaan kembali ke Perancis, sekali kau liburan disana kita bertemu kau masih ingat?" tanya pria itu

__ADS_1


"Kau George Abelano" tanya nata, "yang nakal dan menghalangi pandanganku dulu dikelas?" kata nata mencebik. mereka tertawa bersama


"kau sedang apa disini?" tanya george, "mana MR Juan?" tanya nata. "Kau mau menemui CEO ? ada keperluan apa, beliau datang jam 14:00 , apa kau sudah membuat janji?" tanya George


"Aku sudah membuat janji, sejam lagi yah? baiklah aku akan menunggunya" jawab nata


"Kau tak berniat mentraktirku segelas kopi? masih ada sejam lagi CEO tiba"


"Baillah ayo kita ke cafetaria" ajak nata. ia meninggalkan pesan pada juan yang belum bisa di hubungi bahwa dia ada di cafetaria loby hotel dan turun bersama george ke cafetaria


Sampai di cafetaria , mereka ngobrol tak kenal waktu sambil tertawa terbahak bahak


"Dulu aku meletakkan cake dan coklat tiap pagi dilacimu, karena aku tau kau suka cheese cake. kau selalu memberikan pada retta teman sebangkumu karena kau tak berani memakannya hahaha" george membuka rahasia


"Jangan bilang mawar merah tiap sabtu juga darimu beserta memo berisi puisi cinta juga darimu" kata nata tertawa


"Memang dariku, aku pengagummu bahkan sampai sekarang" kata george jujur


"Kalian sudah selesai?" tanya Juan dingin, nata segera berdiri dan bergidik melihat wajah suaminya. ia segera meletakkan dua lembar uang merah dibawah gelas kopinya.


"George aku pergi dulu, sampai jumpa lain waktu" nata segera mengikuti juan yang sudah jalan duluan


Juan diam memasuki lift CEO sampai ke ruangannya.


"Sudah puas berkencan?" tanyanya menatap nata tajam "siapa berkencan? aku menunggumu dan sudah mengabarimu aku dicafetaria, kebetulan george teman SMA ku menghabiskan jam makan siang disana" jawabnya


"Kenapa kau tidak menunggu di ruangan ini dan memilih berduaan dengannya di sana?" teriak juan marah. ia melemparkan gelas dimejanya sampai berserakan dilantai.


"Aku kembali" jawab nata dingin, ia mengambil tas dan menuju keluar,


juan menahan lengannya, mengunci pintu ruangan dan mengangkatnya seperti karung beras lalu melemparkan nata keranjang di ruang pribadinya dengan kasar

__ADS_1


"Juan kau mau apa?" nata melihat api kemarahan dimata juan , ia ketakutan dan mau turun dari ranjang untuk keluar ruangan. Juan menahan kakinya, merobek pakaiannya dan menahan tangannya diatas kepala.


juan memasukinya tanpa pemanasan dengan kasar sekali. Nata menangis kesakitan, tapi juan seperti kerasukan, ia melanjutkan aksinya tanpa mempedulikan teriakan dan airmata nata. setelah menyelesaikan penyatuan mereka. juan meninggalkan nata di ranjang, masuk ke bathroom membersihkan diri, mengenakan pakaiannya lalu membuka lemari, melemparkan sepasang pakaian baru ke wajah nata. ia segera berlalu keluar ruangan pribadi dan duduk dikurai kebesarannya


Nata menangis menahan perih, dia berusaha bangun dengan susah payah. ia ke bath room membersihkan diri, tapi ada darah menetes di bagian intinya. ia segera menyelesaikan mandinya. lalu membawa tasnya berjalan keluar ruangan


saat keluar ruangan ia melewati juan yang memandangnya dengan dingin. nata keluar dan memesan taxi online menuju klinik terdekat lalu memeriksakan diri. bagian inti yang robek akibat perbuatan kasar juan mendapatkan tiga jahitan dari dokter. nata menahan perih dan sakit dihatinya


setelah itu nata berdandan dengan rapi. ia ke rumah mertuanya mengambil anak anaknya dan pulang ke mansion axello.


axello sedang ke korea bersama istrinya menikmati salju sesuai janjinya, hans sedang baby moon ke bali bersama joyce. rumah hanya dipenuhi pengawal pribadi


setelah tiba di mansion axello, nata menghubungi ayahnya


"papi.. ini nata, juan menyakiti nata.. nata tak mampu memaafkannya, mohon beri pengawalan di rumah dan jangan ijinkan siapapun masuk. saat papi pulang liburan, nata akan menceritakan masalah nata"


"baiklah.. jaga kesehatanmu dan cucu papi dengan baik, bahagiakan dirimu sendiri jangan sampai mami atau hans tau, papi mencintaimu" axello memutuskan sambungan lalu memperketat pengawalan rumahnya


***


Jam 22:00


Juan pulang ke mansionnya, ia langsung masuk kekamar dan membersihkan diri. keluar dari bathroom ia tak menemukan pakaiannya disofa. ia juga tak menemukan keberadaan istrinya. ia ke walk in closet mengenakan pakaiannya


Juan segera kekamar bayinya, ia tak menemukan anaknya dan susternya disana. juan melemparkan gelas di meja ke cermin. ia marah sekali. Ia memeriksa GPS istrinya dan suster anaknya, mereka ada dirumah mertuanya


Juan segera memejamkan matanya berusaha tidur untuk meredam api dihatinya


sementara Nata, ia mulai memeriksa anaknya yang sudah tertidur. ia membuka laptop dan membereskan laporan perusahaannya yang tak pernah diketahui oleh siapapun.


dia mengurus paspor si kembar dan meminta dokumen suster mereka. ia mendapat jadwal lusa siang melakukan pemotretan poto paspor anaknya. karena terlalu lama, ia menghubungi seseorang agar paspornya bisa segera selesai besok siang

__ADS_1


***


__ADS_2