
axello merasa sedih diabaikan oleh putra yang paling dia sayangi. ken zio juan bisa melihat dengan jelas tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa . akhirnya mereka permisi setelah zio menyusun susu dan buah buahan yang mereka bawa ke rak pasien
"Sayang , putra kita marah kepadaku dan mengabaikanku, cepatlah sembuh agar ia berhenti marah padaku" kata axello sambil memegangi jari tiff, airmata lolos di pipinya.
***
"Dear kau kenapa dingin sekali padaku?" tanya joycelyn sedih saat hans mengantarnya pulang
. ya tadi joyce ke mall membeli buku referensi untuk sepupunya. saat hans menjemputnya hans melihatnya sedang duduk bersama seorang pria di cafetaria. hans bisa melihat teman pria joyce menatap joyce dengan penuh cinta
"kita sudah dewasa, kalau aku salah katakan padaku" tegur joyce sambil tersenyum getir "jika hatimu sudah berubah, aku tak apa mundur dari hidupmu"
joyce segera membuka pintu dan turun dari mobil lalu masuk ke dalam mansionnya . hans mengusap wajahnya kasar lalu kembali mengemudikan mobilnya menuju apartemennya. beberapa hari ini pikirannya kacau karena masalah perusahaan, belum lagi masalah kesehatan ibunya, hari ini melihat joyce duduk bersama pria lain. melengkapi semua kekacauan pikirannya
***
senin pagi
"Pi mi.. joyce mau bicara" kata joyce sehabis sarapan.
"katakan sayang" kata yeriko lembut. ya yeriko bersikap keras pada juan untuk menempahnya menjadi pria sejati tapi dia bersikap sangat lembut pada putri kesayangannya ini
"Joyce ingin melanjutkan study designer joyce ke paris boleh pi? hanya setahun, setelah setahun joyce akan pulang dan menikah" tanya joyce. gwen terkejut mendengar permintaan putrinya
"Baiklah, kapan kau berangkat nak?" tanyanya sambil tersenyum
"dua minggu lagi pih" jawab joyce
"kau bisa berangkat sayang, uruslah keperluan keberangkatan, Heru akan membantumu mengurus dokumennya" jawab yeriko, gwen hanya melotot tapi tak berani menentang keputusan suaminya. ia memilih diam
"kadang kadang menjauh dan menenangkan diri dalam sebuah hubungan, bisa mendewasakan seseorang mih" kata yeriko seolah mengerti pikiran istrinya . "joyce sudah dewasa, biarkan dia menentukan jalan hidupnya, setelah menikah ia tak bisa melakukannya keinginannya lagi" gwen hanya mengangguk
"pastinya CINTA DAN LUKA SELALU BERSAHABAT mi"
***
Tiff diperbolehkan pulang oleh Juan setelah kesehatannya membaik, tapi belum diijinkan bekerja sampai benar pulih , axello membawanya kembali ke mansion baru, Tiga hari lagi adalah acara sebulanan ketujuh cucunya
mansion barunya berjejer dengan ketiga mansion besannya sementara mansion keempat anaknya berjejer berada didepan mansion mereka.
mansion hans yang sudah diisi perabotan lengkap oleh ayahnya masih belum ditempati karena belum menikah, jadi hans masih tinggal bersama axello.. sekarang bersama dengan tiff karena axello membawa tiff pulang kesana
"istirahatlah dulu. aku akan tidur sebentar, setelah bangun aku menemanimu makan malam" axello menarik selimut tiff sampai ke dadanya dan berbaring disamping tiff sambil memeluknya . ia sangat lelah. seminggu lebih tiff opname dia hanya tidur beberapa jam
jam 18:00
axello bangun dan membersihkan diri. ia mengangkat tubuh tiff dan mendudukkannya dibathroom lalu mulai washlap tubuh mungil istrinya yang kehabisan banyak berat badan
setelahnya ia menyuapi bubur, memberikan sup obat pada tiff dan meminumkan obatnya
ia segera menarik selimut sampai ke dada istrinya, mencium keningnya "tidurlah supaya cepat sembuh, aku menyelesaikan sedikit pekerjaanku dulu" lalu ia duduk dimeja kerja menyelesaikan pekerjaannya
__ADS_1
waktu menunjukkan jam dua belas malam saat ia melihat tiff menggeliat, ia segera membuatkan susu lalu memberikan pada tiff, tiff meminumnya lalu kembali memejamkan mata
mansion sebesar itu diisi diisi oleh anak istrinya yang tak mau bicara kepadanya sungguh merupakan kegagalan baginya , ia menelan kepahitannya sendiri, tak sadar airmatanya menetes . ia segera membaringkan tubuhnya disamping istri kecilnya dan memejamkan matanya
***
Hari H acara sebulanan si kembar
Para tamu datang ketempat acara , semua mengucapkan selamat dan membawa banyak hadiah, keluarga itu di penuhi kebahagiaan. Tiff duduk di sofa yang disediakan axello karena belum bisa banyak bergerak , axello duduk disampingnya menyambut tamu yang menyelamati mereka
kendrick, hinari, zio, hinaya, juan, hinata sibuk menyambut tamu yang datang melihat baby J
Kendrick dan Hinari memberikan nama
Jordan fredrick Atmadjaya
Jolline Clementina Atmadjaya
Zionathan dan hinaya memberikan nama
Jason Timothy Wijaya
Jayden Timothy Wijaya
Jacob Timothy Wijaya
Juan dan hinata memberikan nama
Jeslin Tamara wijaya
abraham, elaine, alfredo, evelyn, yeriko, gwen menemani para kolega dan tamu yang hadir
Joyce memperlakukan hans seperti orang asing yang tak saling mengenal, beberapa kali mereka berpapasan, joyce memasang wajah biasa biasa saja lalu melewati hans begitu saja.
Joyce memilih duduk di area outdoor dekat pintu samping, bersama teman temannya yang ikut hadir mengucapkan selamat buat seven J. mereka luar biasa takjub, joyce bercengkrama dan tertawa lepas disana. pria yang bersama dengan joyce di mall ada juga disana.
Megan juga turut datang menghadiri acara sebulanan seven J , Megan pergi nenemui axello dan tiffani untuk menyelamati mereka. Alexa, Alex dan Rachel yang hadir bersama megan mendatangi Juan dan Hinata untuk mengucapkan selamat
Setelahnya menyalami juan dan nata, Alexa melihat hans dan sahabatnya sedang berbincang di area indoor dekat pintu samping cafetaria, alexa pun melangkah menghampiri mereka karena sahabat hans disana sangat mengenal alexa. mereka pun saling bersalaman
dari posisinya duduk, joyce bisa melihat jelas hans sedang tertawa bersama alexa dan teman temannya, ia tersenyum dengan tulus, berarti keputusanku pergi adalah tepat meskipun ada rasa sesak didadanya CINTA dan LUKA selalu BERSAHABAT batinnya
Joyce kembali merasakan perutnya bergejolak, ia segera berjalan cepat kekamar mandi dengan wajah pucat, dari posisinya hans bisa melihat joyce setengah berlari ke toilet. Hans permisi sebentar pada para sahabatnya menyusul kearah joyce pergi. Diluar toilet. Hans mendengar suara muntahan joyce.
Waktu joyce membuka pintu kamar mandi, ia sangat tertegun melihat hans ada didepannya menyodorkan tissue padanya.
"Terima kasih" Ucap Joyce dingin dan menerima tissue itu, joyce lalu menyeka bibir dan keningnya yang dipenuhi keringat dingin. hans menatapnya dengan tatapan yang hanya hans sendiri pahami. setelah membuang tissue bekas ke tong sampah, Joyce segera berlalu melewati hans dengan wajah dingin. Hans mencekal lengannya.
"kau hamil?" tanya hans lembut , ia melirik jari manis joyce tidak mengenakan cincin lagi, "mana cincinmu?" tanya hans lagi
joyce membuka tasnya mencari dompetnya, lalu membuka restleting dompet itu, mengeluarkan cincin tunangan mereka. ia menyimpan kembali dompetnya kedalam tasnya
__ADS_1
"aku sedang datang bulan, tadi telat makan jadi masuk angin" jawab joyce dingin. ia meraih telapak tangan hans yang dipakai mencekal lengannya lalu meletakkan cincin tunangannya ditangan hans. Joyce segera berlalu meninggalkan hans yang masih menatap punggungnya
hans mengambil ponsel dan mengirim pesan
AWASI JOYCE KEMANAPUN DIA PERGI
hans menyimpan ponselnya kedalam sakunya
Siang saat acara selesai, Joyce pulang ke mansion dan membersihkan dirinya. ia memakai pakaian santai dan mengemudikan mobilnya menuju apotik
setelah joyce meninggalkan apotik, hans turun menemui petugas apotik dan mengeluarkan KTP nya, petugas apotik mendelik membaca nama di KTP dan menatap wajah hans penuh kekaguman
"Katakan apa yang dibeli calon istriku tadi" Tanya hans dengan wajah dingin
"Nona tadi membeli obat lambung, vitamin c dan vitamin d .. tuan" jawab petugas itu dilengkapi dengan merk nya .
"Terima Kasih" Ucap hans lalu meninggalkan petugas itu
ia menatap kejalanan, ia melihat mobil joyce dari pantulan kaca di belokan, ia tersenyum dan kembali ke mobilnya lalu pulang ke mansionnya
***
sabtu sore jam 16:00
Cafetaria mansion
mereka terpecah empat group
group pertama terdiri dari hinari hinaya hinata yang ngobrol tentang perkembangan anak anak mereka
Group kedua terdiri dari elaine, gwen, evelyn, dan tiffani berbincang bincang. yang antusias adalah evelyn menceritakan tingkah cucunya dengan bangga. maklum dia puluhan tahun kesepian di rumah, memiliki tiga cucu kembar dia menemukan dunia baru penuh kebahagiaan
Group ketiga terdiri dari axello, abraham, alfredo dan lucas. mereka membahas bisnis sampai arena bermain yang aman buat cucu mereka di cafetaria itu.
Group ke empat siapa lagi kalau bukan kendrick, zionathan, Juan, Hans. Mereka membicarakan bisnis, anak anak, sampai topik paling sensitive yaitu hubungan hans dan joyce
"hans, kau sudah berpisah dengan joyce?" tanya kendrick tiba tiba pada hans
"masa?" tanya zio bingung
"lusa pagi joyce ke paris melanjutkan study designernya bersama adik sepupuku dari mamiku si becca" kata ken
"bukannya dia kuliah kedokteran kemarin?" tanya zio makin bingung
"kita tak membicarakan aku, kita bahas pekerjaan saja ya" kata hans sambil tersenyum
meskipun di balik senyuman itu ada rasa sesak dan kesedihan karena joyce yang seenaknya mengembalikan cincin tunangan mereka secara sepihak pada hans kemarin diacara sebulanan seven baby J setelah hubungan mereka sudah begitu jauh. malah sekarang mau pergi jauh ke paris meninggalkannya sendirian tanpa ijin.
Hans tak suka membicarakan masalah pribadinya pada siapapun, baginya dia dan joyce sudah cukup dewasa menyelesaikan masalah mereka berdua tanpa melibatkan siapapun.
Juan yang ada disana, bahkan tak mau masuk dalam pembahasan tentang adiknya. Bagi Juan .. Hans atau Joyce sudah memiliki usia yang lebih dari cukup menyelesaikan problema mereka.
__ADS_1