Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat

Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat
Bab 14 - Sarapan keluarga


__ADS_3

Sehabis mandi , axello mengenakan piyama dan menuju kamar tiff disebelah kamarnya . setelah menekan bell , tiff membukakan pintu untuknya


Axello masuk kedalam ruangan mewah yang disediakan alfredo itu. dia langsung duduk disofa .


"Kemarilah" Axello menepuk sofa disampingnya


"Tunggu aku membuatkan kopi pahitmu dulu" Tiff membuka koper dan mengeluarkan kotak plastik dari sana lalu membuatkan kopi untuk axello. axello tersenyum melihat kegiatan tiff yang tak luput dari matanya


"ini kopimu, kau mau makan sesuatu?" tanya tiff setelah duduk disamping axello


"Mau makan kamu" jawab axello sambil memeluk dan mel -umat bibir wanita bertubuh kecil dipelukannya


"Tua bangka, menyingkirlah" Tiff mendorongnya tapi axello sama sekali tak bergeming.


tenaga tiff tak ada apa apanya dibandingkan pria tampan yang bertubuh kekar dengan tinggi 190cm seperti axello itu.


Pria berdarah Italia bermata dark grey itu segera mengangkat tiff ke ranjang besar kamar president suites itu.


setelah pertarunagn dua jam, tiff terlihat memunggungi pria itu , axello terkekeh melihatnya. wanitanya tampak merajuk


"kau tampak menggemaskan kalau merajuk seperti itu, aku jadi ingin memakanmu lagi" bisik axello ditelinga tiff sambil memeluknya


"aku akan memukulmu kalau kau mengulanginya lagi, badanku serasa remuk semua" tiff memukuli dada axello yang dipenuhi bulu halus itu


"Aku rela kau pukuli asal kau menemaniku, aku sangat merindukanmu , aku menginginkanmu lagi" axello berbisik mesra


"Tidak.. tidak .. aku lelah sekali.. sudah. lucas" lucas mel -umat bibir mungil itu. tiff meronta ronta. tangannya menjelajahi twin besar wanitanya sampai lucas menusuknya


"Lucas .. sudah.. lucas sudah hentikan.. oh lebih cepat .. lebih cepat lagi" racauannya telah berubah "as you wish dear"


axello dan tiff meneriakkan nama mereka dan axello ambruk seketika


"Terima kasih dear, love you forever" bisiknya . tiff hanya mendengus sambil menetralkan pernafasannya yang belum normal. axello terkekeh


axello menampung air hangat di bathup dan menuang aromatherapy yang disediakan lalu kembali menggendong tiff kedalam bath up. ia juga ikut masuk kedalam.

__ADS_1


setelah axello mendudukkan tiff diatasnya. tiff memimpin permainan ia memulai pertarungannya selama sejam lebih sampai mozarellanya tertuang sempurna disawah tiff. tiff sudah kehilangan tenaganya. ia tak bergerak sama sekali menetralkan nafasnya. axello menciumi kening dan pipi wanitanya.


tiffani direbahkan dengan lembut di atas ranjang. axello segera mengenakan pakaiannya dan membantu memasangkan pakaian di tubuh berisi tiffani karena ada yang menekan bell. setelahnya ia membuka pintu


"Uncle maaf mengganggu, vannah menangis daritadi meminta gulingnya di koper mami" kata hinari tak enak hati melihat axello yang membukakan pintu.


"Tak apa masuklah. uncle sedang meminta kopi pada mamimu, kau mau?" tanya axello ramah .


"ahh tidak.. nari mau minta guling vannah saja" katanya. "Masuklah" kata axello , nari pun masuk . axello membuka koper tiff dan mengambil guling bergambar animasi anak anak lalu menyerahkan pada hinari


vannah lari mencium pipi omanya yang terbaring tanpa suara , tiff hanya tersenyum lemah


"ayo vannah, daddy menunggu" vannah segera mengikuti hinari. hinari permisi karena tak enak hati melihat tubuh ibunya terbaring lemah dengan banyak stempel didadanya


axello mengunci pintu dan kembali duduk disamping tiff


"kau nakal sekali, aku lemas sekali, aku tak mau bicara denganmu lagi" kata tiff pelan sekali sambil mencebik


axello tertawa kencang. tiff melotot


"seumur hidup aku hanya nakal padamu , kau satu satunya wanita yang pernah kusentuh, kalau kau tak mau bicara denganku, biar adikku yang bicara" goda axello "lagipula kau menikmatinya. tadi kau berteriak faster lucas oh faster" axello tertawa. wajah tiff memerah ia memukuli lucas


"ayo kita tidur" axello segera masuk keselimut dan memeluk tiff


"terima kasih sayang, kau selalu nikmat dan sempit" bisiknya


"kau tidurlah dikamarmu sana, jangan disini nanti anak anak akan tau.. yang menikah siapa yang minta jatah siapa" tiff mendorong axello


"jangan banyak bergerak, kalau sampai kau membangunkan adikku lagi , kau tak akan tidur sampai pagi" bisik axello, tiff cepat cepat diam menelusupkan kepala dalam dada axello


"kau menggodaku hah?" tanya axello melihat tiff mengendus endus dadanya. tapi wanita kecil itu sudah mendengkur halus. setelah mengecup keningnya axello memilih tidur karena waktu sudah menunjukkan jam 3:30 pagi


***


jam 7:00 pagi

__ADS_1


tiff merasa ada yang bergerak gerak di bawah sana. saat membuka matanya ia melotot melihat axello sedang menusuknya sambil menyusu.


"Sudah lucas. masih pagi. sudah. faster lucas.. fast" lucas tersenyum dan menyelesaikan pertarungannya selama sejam lebih dan mandi bersama tiff


"dasar tua bangka cabul" omelnya sambil mengeringkan rambut hitam mengkilatnya . axello hanya tertawa


"aku cabul cuma sama kamu, tidak pada orang lain. apa masalahnya? milikmu sempit sekali, aku selalu merasa dipijat sampai sekarang denyutan pijatan masih terasa" katanya santai


"sudah tua tak malu membicarakan hal begitu " tiff mencubit pinggangnya


"aku hanya begini padamu seorang" bisik axello


"menjauhlah. aku lelah. nanti kau terpancing lagi" omel tiff "kita janji bertemu diresto jam 10 dengan besan kita"


"aku sudah menyuruh mereka pulang, kukatakan aku tak sehat" tiff melotot


"bagaimana kau tak sehat kalau kau bisa mengulangi beronde ronde" cebik tiff


"adikku tak sehat kalau tak dipijat olehmu" kata axello nakal. "menjauh huh" omel tiff


"gantilah pakaianmu dulu, anak anak menunggu dibawah" kata tiff lembut. axello kembali kekamarnya menukar pakaian. lalu menyuruh pengawal membawa barang barangnya ke mansion dan membawa barang tiff ke mobil


***


jam 10:00


Restoran Wijaya Hotel


Hans, Kendrick, Hinari, Juan, Hinaya, hinata, zio , yeriko, gwen, alfredo, evelyn dan joycelyn sudah menunggu di sana.


"Yang pengantin baru siapa, yang terlambat siapa" ledek hans pada ibunya


"Jangan menggoda ibumu, ia tak enak badan" lerai axello


"empat mempelai nanti siang jangan lupa, uncle akan mengenalkan rekan bisnis uncle pada kalian, sekalian mereka akan memberikan cendera mata atas pernikahan kalian" empat pengantin baru segera mengangguk

__ADS_1


gwen memberikan dua bungkus kemasan sup pada hinata, yeriko menatap tajam putranya


Evelyn juga memberikan kemasan sup pada menantu satu satunya itu . alfredo hanya tersenyum memandang putranya


__ADS_2