Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat

Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat
Bab 7 - kerumah camer


__ADS_3

Pelayan menghidangkan makanan dimeja mereka. Juan mengupas kulit udang di plate steak lalu mendorongnya ke hadapan nata.


ia memotong kecil kecil steak dan mendorong di depan joyce. mereka mulai makan dengan tenang


"kakak ipar. kau jago sekali berkelahi, aku salut padamu" puji joyce pada hinaya, hinaya langsung memasang wajah datar


"tapi aku tak bisa mengalahkannya" jawab naya datar


"dari kecil ojie berlatih bersamanya, dia sudah tau gerakan ojie" jawab nata singkat


"Kokomu yang mengerikan joyce" jawab naya sambil menyeruput juicenya


"Hah, dari kecil aku melihat kokoku dan pipiku bertarung, aku lelah. tapi kalau perempuan bertarung dengan baik. baru kali ini aku melihatnya" joyce masih antusias


"Perempuan tugasnya melayani suami, bukan berkelahi" potong zio datar


"Koko.. Aku bersama ozora beli ipad dulu ya, kalian tunggu sebentar, kami tak lama" joyce berpamitan , juan mengangguk


"kalau bertemu ko hans, pasti jadi ayam geprek dia" kata naya , nata mengangguk


"kalau tak ada kalian, mungkin dia akan jadi ayam geprek juga di tangan juan, juan hanya tak mau nata ketakutan" interupsi zio.


nata menengah menatap juan. juan kembali menatapnya sambil tersenyum dan mengelus kepala nata.


"setelah ini ikutlah pulang denganku, mimi mengirimkan pesan mengajakmu kerumah" kata juan


"momy juga" kata zio menatap naya


"bohong banget" kata naya datar


juan membuka ponselnya dan menunjukkan pesan di grup keluarga . ada tulisan evelyn dan gwen meminta mereka makan di rumah karena mereka sudah memasak makan malam. alasannya adalah karena joyce mengirim poto mereka berempat sedang makan siang tadi di grup keluarga


nata menatap naya dan mengangguk


"kalian bisa memasak?" tanya zio datar


"Semua anak sandiago bisa memasak meski tak enak, saat kecil uncle axello selalu mengirim chef mengajari kami, karena takut saat study diluar, kami akan kelaparan" jawab naya .


"kau bisa memasak?" tanya juan sambil mengelus punggung nata. nata hanya menggeleng. "sedikit dan tidak enak" katanya datar. juan mengangguk paham


joyce berjalan kembali kearah mereka. ditangannya ada paperbag berlogo buah . wajahnya tersenyum bahagia. tapo ozora tak disampingnya

__ADS_1


"mana ozora?" tanya juan


"pulang, patah hati melihat kakak ipar hahaha" jawab joyce santai sambil memainkan ipad barunya


"sudah jam 2 ayo pulang" ajak juan


"kami tak ikut, aku langsung pulang , kami bawa mobil sendiri" jawab naya


"orangtuaku menunggu" jawab juan dan zio bersamaan dengan wajah datar


"mana kunci mobilmu?" tanya zio. naya memberi padanya


zio nengambil ponsel dan menelpon seseorang


"halo kau kembalilah, aku pulang sendiri" zio menutup sambungan telepon


akhirnya mereka berpisah dimall


***


Mansion Alfredo


jam 14:30


"Kalian sudah pulang nak?" sapa mom eve


"Momy, Daddy naya datang" ucapnya sambil menunduk sopan , kedua orangtua itu mengangguk dan tersenyum


"Apakah kalian sudah makan?" tanya alfred


"Kami makan siang di mall, makan malam belum dad" jawab zio. alfred mengangguk


"Zio mandi dulu dad. gerah sekali dari luar" zio segera naik menuju tangga. naya masih berdiri di ruang keluarga


"Kau ngapain disitu?" tanya zio datar


naya kebingungan. ia tak enak pada alfred dan evelyn, kalau naik berduaan dengan zio.


"Naiklah bersama anak manja itu, dia terbiasa dilayani dan diambilkan semua kebutuhannya" kata mom eve. naya masih tak bergeming


zio segera turun dan menariknya ketangga dengan gemas. sampai dikamar zio mengunci pintu kamarnya. naya hanya duduk disofa mengamati kamar mewah itu.

__ADS_1


"kenapa bengong disitu? aku mau mandi. ambilkan pakaianku disana" tunjuk zio ke walk in closet sebelah kanan. "pakaianmu sudah disediakan mom disebelah sana" tunjuk zio ke walk in closet sebelah kiri


zio segera ke kamar mandi. 15 menit kemudian ia keluar dengan handuk dipinggang . benar benar penampakan yang menggoda iman. naya meneguk ludahnya susah payah.


"mana pakaianku? atau kau mau melihatku begini. aku tak keberatan" naya mencebik lalu memalingkan wajah.


zio mendekat dan menarik tangannya sampai naya berdiri. "masih tak mau mengambilkan humm?" tanya zio di telinga naya. naya menghirup aroma mint dari sabun mandi yang digunakan zio. "kau mendengarku?" tanya zio di telinga naya. naya segera tersadar.


"minggirlah biar aku ambil bajumu" naya mendorong tubuh zio agar menjauh darinya. tak sengaja tangannya malah membuat handuk zio jatuh . ia terkejut dan malu sekali. naya langsung memalingkan wajah ke arah lain.


zio malah memeluk nya dari belakang dan merapatkan adiknya ke belakang naya. naya merasakan sesuatu yang keras disana. ia bingung


"Aku hanya memintamu mengambilkan pakaianku, bukan melepaskan handukku, sekarang sudah lepas dan adikku bangun. bagaimana kau bertanggung jawab? bisik zio.


keringat dingin naya bermunculan diruangan bersuhu sangat dingin itu. naya menggigil ketakutan. zio membalikkan tubuh naya dan mengecup bibir mungil itu lalu mulai mel -umatnya. naya terbuai. ia mengalungkan tangan di leher zio dan mulai membalas kaku


zio menggendongnya ke ranjang tanpa melepaskan paudan bibirnya. tangannya menelusuk ke twin besar wanitanya. ia mulai menyusu seperti bayi besar. naya meracau membuat zio makin bersemangat. dia mencium sampai turun ke sawah naya. naya sudah setengah sadar berteriak di ruang kedap suara itu sambil membendamkan kepala zio agar menekan lebih dalam disawahnya


tak lama terdengar pekikan tertahan dari naya. zio tau dia sudah menemukan surga awalnya. zio memakai instingnya memposisikan adiknya untuk menggarap sawah di bawah sana. sambil menyusu dia mulai berusaha menggarap. beberapa kali gagal. naya menangis. tapi dia mengecup dan menyusu perlahan sambil membuat wanitanya relax. akhirnya dia berhasil menggoalkan gawang itu.


teriakan kesakitan wanitanya membuatnya berhenti sesaat dan mengecup kening, pipi, dan airmata wanitanya


"maafkan aku, tapi aku janji sakitnya hanya sesaat. sebentar lagi tak sakit lagi, aku mencintaimu" bisik zio. naya hanya mengangguk


zio merasa naya mulai tenang, dia mulai menusuk perlahan. naya meracau hebat. ia mempercepat gerakannya. sejam kemudian. mereka berteriak nama masing masing bersamaan dan keju mozarella itu di biarkannya tertanam di rahim gadis kecil kesayangannya


"terima kasih sudah memberikan hartamu untukku, maafkan aku tak berpengalaman, ini juga pertama bagiku, aku akan segera menikahimu dan kita akan bahagia aku mencintaimu" zio menghapus airmata gadis kecilnya . naya hanya mengangguk. dia lelah sekali


melihat posisi naya yang begitu menggoda. adiknya kembali bangun. zio berbisik


"sayang kau sempit sekali. aku menginginkanmu lagi please" naya hanya menatap kesamping dengan wajah merona.


zio perlahan mulai menusuk dan lama kelamaan semakin cepat mereka sama sama meracau hebat. sejam berikutnya zio ambruk. mozarelanya juga tertanam sempurna di sawah naya


"Terima kasih sayang .. terima kasih. aku mencintaimu" bisik zio. naya memejamkan matanya sesaat menetralkan nafasnya


zio bangkit kekamar mandi dan menampung air hangat untuk naya. dia meneteskan beberapa cairan aroma therapy lalu keluar lagi. menggendong naya berendam didalam bath up. badan naya terasa relax.


"Apakah masih sakit?" tanya zio. naya mencebik


"menurutmu? milikmu besar sekali. sakitnya luar biasa tau" dia membuang muka

__ADS_1


, zio tergelak. naya baru pertama kali melihat zio tertawa. ternyata ia tampan sekali kalau tertawa. dada naya berdesir melihat tawa zio


"aku memiliki darah spanyol dan inggris jadi ukuran sedikit lebih besar. ini hanya awalnya sakit. kalau lain kali sudah tidak sakit lagi" kata zio.


__ADS_2