
Semenjak Dara membawa Laura dan Alea ke rumah Oma Hanna, Laura suka kerumah Oma Hana tanpa Dara.Sedangkan Alea pun sangat lengket pada Dara.
Bagaimana perasaan Dara pada Zayn jawaban Dara berusaha menghilangkan rasa cintanya pada Zayn.
"Dara,Oma boleh tanya sesuatu?" tanya Oma Hana saat keduanya sedang berada di ruang tamu rumah Oma Hana
"Soal apa Oma,tanyain aja.Kenapa Oma takut," ucap Dara santai.
"Tapi,ini tentang Zayn."ucap Oma Hana.
Mendengar ucapan Oma Hana sontak membuat Dara terdiam dan meletakkan cangkir teh nya diatas meja.Dara menatap Oma Hana dengan tatapan sendu.
"Apa kamu masih menyimpan rasa untuk Zayn?" tanya Oma Hana dengan ragu.
"Oma,Dara rasa semua itu keliru dan nggak harus ada dalam hati Dara.Saat ini Dara hanya berusaha untuk menghilangkan perasaan yang tak seharusnya ada pada hati Dara.Zayn sudah memiliki keluarga.
Terlihat Zayn sangat mencintai Laura dan sebaliknya Laura pun sangat mencintai Zayn.Diantara mereka ada Alea sebagai bukti cinta mereka.Jadi,nggak ada alasan aku untuk memupuk rasa ini untuk Zayn,kami berbeda.secara kasta pun kami tetap berbeda."ungkap Dara pada Oma Hana.
"Syukurlah jika kamu berusaha untuk melepaskan rasa itu.Tak baik juga buat kamu yang nantinya akan tersakiti hatinya."ucap Oma Hana.
"Tak mungkin aku bisa merebut Zayn dari anak dan istrinya.Mereka saling mencintai Oma."ucap Dara memeluk tubuh Oma Hana.
"Oma tahu sangatlah susah untuk kamu begitu saja melupakan perasaan itu pada Zayn. Semetara kamu sudah lama tidak merasakan perasaan itu pada lawan jenis, kesakitan kamu dulu karena Gathan tunangan kamu pasti masih membekas.Luka yang baru saja mungkin mengering kini harus ditambah dengan luka baru."ungkap Oma Hana.
Oma Hana tahu jika Dara belum sembuh betul karena kegagalan nya dalam sebuah hubungan dan saat ini setelah sekian lama memilih menutup pintu hati dan saat memulai untuk membuka hati malah harus kecewa untuk kesekian kalinya.
.
.
.
.
__ADS_1
Malam kian larut Kota kecil itu pun mulai tertidur walaupun di bagian tertentu masih saja ramai dengan kegiatan kelautan nya.
"Bang, menurut kamu Dara itu cantik tidak?" tanya Laura saat mereka sedang menikmati kebersamaan berdua dengan saling bertukar cerita.
Mendengarkan pertanyaan sang istri sontak membuat Zayn terkejut.
"Kenapa kamu tiba-tiba tanya soal Dara,kenapa kamu juga nggak kalah cantik kok.Lagian kamu sempurna, perempuan baik yang melahirkan anak cantik seperti Alea.Kamu ibu terhebat yang membuat aku makin cinta sama kamu sayang," ucap Zayn pada Laura.
"Seandainya kalau waktu bisa di putar kembali,kalau aku dan Dara siapa yang kamu pilih?" tanya Laura lagi.
"Kamu apa-apaan sih,kasih pertanyaan nggak masuk akal gitu,sudahlah nggak usah banyak berandai-andai.Aku sekarang punya kamu dan Alea tak ada seorang pun yang akan menggantikan posisi kamu,ngerti," ucap Zayn dengan wajah yang terlihat sangat berbeda.
Zayn seperti menahan emosi nya.Entah apa yang di pikirkan Laura tiba-tiba melibatkan Dara dalam obrolan nya itu Zayn tak suka dengan obrolan mereka kali ini.
Zayn beranjak dari tempat tidur nya dan melangkah keluar.Duduk di teras di temani kopi dan juga rokok di tangannya.
"Kenapa Laura tiba-tiba membahas Dara,ada apa dengan Laura.Aku sama Dara pun tak pernah bertemu lagi sejak dia makan siang di sini."gumam Zayn menghembuskan nafas dengan berat.
Laura berfikir kenapa Dara bisa menyukai suaminya sedangkan mereka baru sekali bertemu.Laura tak tahu jika pertemuan dirumahnya bukan kali pertama buat Zayn dan Dara bertemu.
.
.
Pagi hari Laura yang sedang berpikir soal Dara tetap saja menyiapkan keperluan suaminya seperti biasa.Alea yang terlihat lahap dengan menu sederhana yang di buat mamanya.
"Mah,masakan mama sekarang mirip sama masakan aunty Dara, enak.."oceh Alea saat menikmati sarapan nya.
"Oh ya,tapi..masakan mama sama aunty Dara enak mana?"tanya Laura memancing reaksi Zayn.
"Aduh,bingung kalau ditanya begitu mah..pokoknya 11 12 masakan mama sama aunty Dara."ungkap Alea.
" Kenapa kalian dari tadi ngomongin aunty Dara mulu,cepat sarapannya di habiskan sayang..ayah yang akan antar Alea kesekolah."ucap Zayn dengan datar dan meletakkan sendoknya menyelesaikan sarapannya.
__ADS_1
"Beneran ayah anterin aku sekolah?"tanya Alea pada sang ayah.
"Iya sayang.."jawab Zayn singkat.
"Oh iya bang,lusa aku mau ke Jakarta.Abang nggak lupa kan undangan dari Reni dua hari lagi dia menikah."ucap Laura.
"Iya aku ingat,kamu packing aja yang perlu di bawa,jangan terlalu banyak bawa barang.Di rumah kita masih banyak barang kita kan," ucap Zayn pada Laura.
"Iya bang,soal semalam aku minta maaf yaa..," ucap Laura pada Zayn.
"Sudahlah jangan di bahas,lagian kenapa kamu tiba-tiba tanya soal Dara.Sudahlah aku berangkat bareng Alea.Nanti kamu tinggal jemput." ucap Zayn.
"Iya bang, kalian hati-hati di jalan yaa.." ucap Laura dan mencium punggung tangan suaminya dan mencium wajah putrinya.
Setelah beberapa saat suami dan anaknya pergo,Laura meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Hallo.."ucap Laura saat. panggilan telpon itu diangkat.
"Laura, akhirnya kamu buka blockiran nomer ku,ada apa rindu denganku?" tanya seseorang dengan terdengar tawa renyah disana.
"Percuma ngomong sama kamu,aku ingin kamu melakukan sesuatu."ucap Laura mulai membuka obrolan tentang inti dari maksudnya menelpon seseorang di sebrang sana.
"Ada hal penting apa sampai seorang Laura istri dari pengusaha muda sekelas Zayn Kalendra Wasesa sampai meminta bantuan seorang pria yang sudah dia campakkan begitu saja demi menjadi menantu keluarga Wasesa."ucap nya dengan sinis.
Laura dengan menahan rasa yang bergejolak di hatinya dan rasa amarah nya pun ingin dia lampiaskan pada seorang yang ada di sebrang sana.
"Aku ingin kamu menyelidiki seorang gadis.Aku nggak mau tahu caranya gimana yang jelas aku ingin Informasi yang aku dapat selengkap mungkin dan aku kasih waktu sampai lusa.Karena lusa aku dan Zayn juga anak ku akan ke Jakarta."ungkap Laura.
"Wahh.. pastinya aku akan senang melihat keluarga kecilmu lagi,tapi..aku penasaran kenapa kamu tiba-tiba ingin. minta bantuanku untuk mencari informasi seorang gadis .Apa Zayn mulai berpaling dari mu..ha..hahahaha." terdengar tawa yang membuat Laura geram.
Kalau bukan karena ada tujuan tertentu tak mungkin Laura menghubungi pria yang membuatnya mengenal Zayn dan juga bisa membuat nya menikah dengan Zayn.
Bersambung
__ADS_1