
Pandangan mata Zayn tak lepas dari sosok gadis berhijab yang sedang sibuk bercanda dengan para rekan kerja nya.
Ada rasa senang melihat tingkah laku gadis yang sudah mengusik hati dan pikirannya.Terlihat tawa yang begitu lepas tanpa beban yang berat yang dia rasakan.Tak ada kepura-puraan di dalam diri mereka.Sungguh pemandangan yang indah bagi seorang Zayn.
Zayn terus memperhatikan gadis itu dan terlihat dia berdiri dari tempat duduknya dan pergi kearah toilet restaurant.
"Sorry saya ke toilet dulu."pamit Zayn pada Eza sang asisten.
Eza hanya bisa mengangguk karena dia sedang asyik menikmati makan siangnya.
Entah apa yang dipikirkan Zayn,otaknya yang membawanya untuk melakukan apa yang saat ini dia lakukan.Zayn berjalan menuju toilet yang memang tak terlihat dari arah tempat makan.Bukannya masuk kedalam toilet Zayn malah bersembunyi di balik tembok persimpangan jalan kearah toilet .
Dia menunggu seperti seorang penguntit yang takut ketahuan.Saat melihat gadis itu keluar dari toilet dia keluar dari persembunyiannya dan pura-pura tidak melihat sang gadis.
Brukk..
"Sorry sorry..."ucap gadis itu.Sejurus kemudian pandangan mata mereka bertemu lumayan lama.
"Kenapa kamu lagi dan kamu lagi nabrak saya ,apa kamu selalu begitu kalau jalan hanya bisa nunduk nggak lihat kedepan."omel Zayn pada si gadis yang tak lain yaitu Dara.
"Maaf kak..ah..tuan,saya nggak sengaja dan maaf sekali lagi saya nggak berniat untuk nabrak anda."ucap Dara dengan nada bicara sedikit meninggi.
Mendengar perkataan Dara tentu membuat Zayn menahan senyumnya,bagaiman pun memang gadis itu tidak salah.Itu murni karena memang ulahnya.
"Apa di masa lalu kita pernah bertemu?" pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Zayn.Bagaimana sikap gadis itu saat mendapat pertanyaan yang terdengar ambigu baginya.
"Dimasa lalu, seperti nya tidak.Kalau pernah eh maksudnya tak sengaja bertemu mungkin pernah sekali di supermarket beberapa hari lalu.Jadi,saya bisa lewat kan sekarang?" tanya Dara dengan memberikan kode supaya Zayn menyingkir sedikit.
Zayn yang sadar posisinya pun akhirnya minggir memberikan jalan untuk Dara.
__ADS_1
Padahal tak tahu saja jantung Dara serasa mau copot karena tak menyangka bertemu kembali dengan pria yang buat hatinya bergetar.
Sementara Zayn pun tidak kalah resah hatinya saat begitu dekat dia berada di dekat Dara.
Dara menarik nafasnya dengan dalam dan menghembuskan nya dengan kasar.
Dia duduk di samping Meli dan berusaha menetralkan detak jantungnya.
"Dara,kamu kenapa kok diem aja?" tanya salah satu teman Dara bernama Andi
"Ahhh..nggak papa cuma ngerasa tiba-tiba perut ku nggak nyaman aja."kilah Dara dengan nada sedikit tergagap.
Dara mengedarkan pandangannya ke sekeliling restaurant dan mengarah satu titik pandangannya bertemu dengan seorang pria yang membuat dirinya spot jantung karena kehadiran nya.
Gerak gerik Dara tak lepas dari tatapan menyelidik sahabatnya siapa lagi kalau bukan Meli.Alih-alih nimbrung ngobrol dengan para karyawan lain,Meli sibuk memperhatikan Dara yang sedari tadi fokus pada arah di mana gerombolan orang kantoran dan ada satu orang pria yang juga curi-curi pandang ke arah Dara.
"Sudah kelar semuanya kan,balik kekantor lagi yuk..!!" seru Andi membuyarkan perhatian dua gadis itu.
Rombongan Dara cs sampai kantor yang berjarak tak jauh dari restaurant kurang lebih sepuluh menit dari lokasi restaurant.
Dara dan Meli masuk ke dalam ruangan mereka.Dalam ruangan itu hanya ada Dara dan Meli sebagai staf peninjau.
"Jadi,apa yang gue nggak tau tentang cowok itu?" todong Meli.
Dara yang mendapat pertanyaan itu pun hanya bertingkah biasa saja."Apa maksudnya?" tanya Dara balik.
"Pria yang ada durestaunt tadi,yang sibuk curi-curi pandang sama Lo,jangan sok nggak ngerti deh.." ucap Meli dengan wajah kesalnya.
"Yaelah..gitu aja ngambek,gue sama dia nggak saling kenal.Cuma gue pernah ketemu dia di supermarket karena nggak sengaja nabrak dia,dan dia tau nggak apa yang terjadi?" tanya Dara dengan gelengan kepala Meli memeberikan jawaban pertanda tidak tahu.
__ADS_1
"Dia bentak gue,di bilang nggak pake mata.Pokoknya galak gitu,terus tadi gue juga hampir nabrak dia lagi waktu di toilet.Tapi,dia nggak segalak yang pertama,nggak tahu kenapa semenjak gue ketemu dia jantung gue nggak karuan."ungkap Dara pada Meli.
Meli tersenyum smirk pada sahabatnya dan mendekati sahabatnya dengan menggeser kursi kerjanya.
"Kami naksir dia yaa...ngaku," goda Meli.
"Mel,aku saja nggak tau siapa dia tapi kenapa aku saat lihat dia seperti ada kerinduan yang aku nggak tahu kenapa aku punya perasaan itu.Rasanya aku sama dia sudah kenal lama dan kayak sudah lama nggak ketemu.Kamu rasa aku aneh nggak?"
Dara yang merasakan keanehan pada dirinya pun menanyakan sikap nya itu terbilang normal atau tidak pada Meli.
"Kadang memang kehidupan kita seperti Dejavu Ra,entah kehidupan kita sebelumnya pernah mengalami hal yang sama atau di masa lalu kita juga saling terhubung,kalau kamu percaya akan adanya reinkarnasi mungkin kayak gitu rasanya,entahlah aku juga bingung."ungkap Meli bingung.
"Sudahlah, aku juga nggak bisa gitu aja suka sama orang yang baru di kenal kan,aku nggak mungkin kan jatuh cinta pada pandangan pertama itu bullshit.." ucap Dara.
"Yaaa... whatever, sekarang mendingan kita fokus lagi sama kerjaan kita."ucap Meli mengakhiri pembicaraan mereka..
.
.
.
Disisi lain Zayn yang sudah ada di meja kerjanya masih memikirkan saat dirinya bertemu dengan gadis yang mengganggu pikirannya itu.
Saat ponselnya menyala terlihat tampilan wallpaper ponselnya menampakkan wajah Keluarga kecilnya yang terlihat bahagia.Melihat senyuman sang putri yang begitu manis menggetarkan jiwanya.
"Astaghfirullah..maafin ayah nak,ayah melupakan kamu dan mama mu beberapa hari ini."gumam Zayn menyadari bahwa perasaan yang tidak bisa dia lanjutkan.
Dia sadar bahwa dirinya bukan lagi pria single yang masih memikirkan hatinya saja.Dia harus menjaga hati anak dan istrinya yang selama ini mendampingi dirinya.Laura yang sudah melahirkan anak yang begitu baik dan manis,selalu bisa membuat Zayn yang sakit bisa sembuh cuma karena melihat senyuman putrinya.Alea adalah obat jiwa dan raganya hanya Alea dan Laura yang harus dia pikirkan saat ini
__ADS_1
Bersambung