
"Dara..kalian kenapa,apa yang terjadi?"tanya Meli saat baru kembali dari musholla.
"Mba Laura drop,Mel..hiks..hiks.."ucap Dara dan Meli pun langsung memeluk sahabatnya itu.
"Mama tante..mama huaaaaa," ucap Alea dengan mereka bertiga pun berpelukan.
Sementara Zayn masih terduduk lemas dekat pintu ruangan Laura.
"Zayn,ini ada apa nak.," ucap mama Wina saat melihat sosok Dara dan Meli serta Lea sedang berpelukan dengan Alea yang menangis.
"Mah, aku nggak mau kehilangan Laura mah,aku nggak sanggup kehilangan dia.."ucap Zayn dengan suara bergetar dan tangisan nya pun pecah di pelukan ibunya.
"Ya Allah,kita doakan yang terbaik buat Laura Zayn."ucap sang papa.
Ceklek
Dokter yang menangani Laura pun keluar dari ruangan itu,Zayn langsung bangkit dan menanyakan keadaan istrinya.
"Dokter,bagaimana keadaan istri saya?"tanya Zayn menatap sang dokter dengan wajah sendu.
"Alhamdulillah nyonya Laura selamat namun kembali kritis,kita doakan semoga Laura bisa melalui masa kritisnya."ucap sang dokter membuat hati Zayn sakit.
.
.
.Malam ini Zayn sendiri berjaga di rumah sakit.Alea merengek ikut lagi bersama Dara.
Dara sama sekali tak keberatan dengan Alea ikut bersamanya.Namun,dalam hati kecilnya dia pun gelisah karena mimpinya apalagi sekarang Laura belum juga melalui masa kritisnya.
"Kenapa Raa,kamu kayaknya banyak pikiran gitu?"tanya Meli saat melihat sahabatnya masih terjaga.
"Mel,kita keluar sebentar yuk..!!"ajak Dara dia butuh waktu untuk sekedar mencari angin di luar.
"Alea,gimana?"tanya Meli.
"Biar nanti aku bilang mama buat lihatin Alea."ucap Dara
Kedua gadis itu pun keluar dari kamar Dara dan menuju mama dan papa Dara yang sedang nonton TV.
"Mah,pah kita ke luar sebentar yaa.," pamit Dara pada kedua orang tuanya.
"Lho mau kemana kalian,ini sudah malam lho."ujar papa Dara
"Sebentar saja pah,aku titip Alea ya mah..,"ucap Dara lagi
"Ya sudah sana, hati-hati kalian."ucap mama Dara pada putrinya.
"Oke mah,pah.. Assalamualaikum.."pamit Dara dan melangkah keluar bersama Meli.
"Wa'alaikumsalam.."jawab kedua orang tuanya.
Kedua gadis itupun naik ke dalam mobil milik Mama Dara.
__ADS_1
"Kita kemana Ra,"ucap Meli saat mereka keluar dari pagar rumah sederhana itu.
"Aku pengen bernostalgia,siapa tahu ketemu orangnya."ucap Dara melirik Meli.
"Siapa,cinta masa SMA mu..Andra ?'tanya Meli.
"Iya,nggak tahu kenapa aku kalau lihat kak Zayn berasa kayak liat kak Andra.Apa karena itu aku naksir sama kak Zayn yah..."
"Bisa jadi,kamu juga nggak pernah ketemu sama temen SMA kamu siapa namanya,Tami..ya Tami kan,"
"Iya,waktu kak Andra pergi aku juga pergi.Nasib cinta pertama membuat patah hati.Sekian lama nggak buka hati sekalinya buka hati harus di khianati.Atau mungkin aku terlalu cuek selama sama Gathan ya,"
"Bisa jadi,tanpa kamu sadari kamu belum move on dari Andra."
"Kita sudah sampai..!!" seru Dara melihat di sebuah alun-alun kota.
"Wahhh,ramai nih.."ujar Meli..
Mereka berdua keluar dari mobil dan melangkahkan kaki menuju barisan para pedagang kaki lima yang berjejer disana.
"Mau jajan apa Ra?"tanya Meli masih melihat sekeliling mereka.
"Aku kangen bakso yang ada disini,kamu mau nggak,"tawar Dara
"Yuk..!!" seru Meli mengiyakan perkataan sahabatnya.
Setelah beberapa saat mereka sudah mendapat bakso yang mereka pesan ,Lalu mereka duduk di salah satu bangku dan meracik bakso yang ada di mangkok mereka
"Tami,bener kan Tamiii...kangen !!!" ucap Dara menghambur memeluk sahabatnya itu.
"Ya Allah Dara,aku nggak nyangka ketemu kamu disini... penampilan kamu Masyaallah buat aku pangling."ucap Tami tak kalah heboh nya.
"Kenalin dulu ,Meli sahabat aku ,Meli ini sahabat aku Tami dari jaman SMP."
Dara mengenalkan kedua sahabatnya
"Kalian berdua saja?"tanya Tami
"Iyalah,sama siapa lagi.Kamu sama siapa kesini?" tanya Dara .
"Tuh...kak sini ,aku ketemu si bocah kurang kerjaan nih ..." ucap Tami
"Siap....Dara,kamu Dara kan?"tanya sosok laki-laki yang terlihat sangat dia kenali.
"Kak Yusuf, Masyaallah...apa kabar kak.Kalian.....
"Jangan asal nebak,kita kesini sebenarnya mau ngomongin soal....Andra.."ucap Tami dengan wajah yang terlihat sedih.
"Kak Andra..ada apa dengan kek Andra,dia baik-baik saja kan," ucap Dara melihat ke arah Tami dan Yusuf.
"Dia sih kelihatan baik, waktu itu aku ketemu dia disatu acara.Dia sudah menikah."ucap Tami dengan perasaan tak enak hati karena menyampaikan informasi itu kepada Dara.
"It's Okey Tam,aku nggak masalah ..lagian sudah masalalu kan," ucap Dara dengan senyum kecut.
__ADS_1
"Sebenarnya kita pun sama dengan kamu kita nggak ketemu lagi sama Andra saat setelah dia harus pergi ke luar negeri,kamu pindah ke Bandung dan aku harus ke Australia karena papa ku harus pindah kesana.Sampai detik ini aku belum juga ketemu dia.Saat aku dengar dia sudah tinggal dengan istrinya di salah satu pulau.Pengen juga ketemu dia tapi,nggak tahu dia masih inget dengan ku atau tidak."ucap Yusuf dengan wajah sendu.
"Sudahlah kak,nanti juga akan ketemu."ucap Dara.
Drrrttt Drrrrrttt
📞Zayn Calling...
"Zayn.."gumam Dara..
"Assalamualaikum kak ada...
"Cepat ke Rumah Sakit bawa Alena ke sini , please..."
"Kenapa kak...ini sudah malam,Alea juga sudah...
"Laura makin drop Daraa...!!" ucap Zayn dengan meninggikan suaranya.
"O_okey aku kesana kak.."
Sambungan langsung di putus oleh Dara dan terlihat sekali Dara panik.
"Mel,kita harus ke Rumah Sakit.Laura drop..tapi kita harus bawa Alea juga." ucap Dara dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Okey,slow...Ra..jangan panik gini.Biar gue yang nyetir."ucap Meli merebut kunci mobil yang ada di tangan Dara.
"Tam,Kak,sorry aku ada urgent .Kalau kalian mau ketemu aku lagi bisa main ke rumahku,ini kartu namaku.Aku pamit Assalamualaikum.."pamit Dara dengan pikiran yang sudah kacau.
Tami dan Yusuf hanya bisa melihat Dara yang pergi meninggalkan mereka.
Dara sudah menggunakan sang mama dan menyuruh mamanya untuk membawa Alea ke depan pintu gerbang karena akan langsung pergi ke Rumah Sakit.
Tak butuh lama dari rumah dia ambil Alea dan langsung meluncur ke Rumah Sakit.
Sampai di Rumah Sakit hati Dara makin tak menentu.Rasa khawatir pada Laura makin besar.
Terlihat semua keluarga sudah berkumpul di ruangan Laura.Terlihat Oma Zayn sedang bicara pada Laura.Oma minta maaf pada Laura Oma juga dapat merasakan kesedihan yang sangat dalam apalagi melihat cuvuo yang terlihat sangat kacau.
"Da_ra,Ale_a.." ucapan Lirih Laura meminta Dara dan Alea mendekat.
Zayn mengambil alih Alea dari gendongan Dara .Mereka bertiga mendekati brankar Laura.
"Mba..mba harus kuat,kami sayang mba Laura.."ucap Dara dengan mata sudah basah dengan air mata.
"Jangan nangis ,kamu harus kuat,Zayn membutuhkan kamu.Akj sudah tahu,kamu mungkin takdir untuk Zayn...titip Alea yah,sayangi dia..'ucap Laura lirih...
"Nggak mba...jangan...
Tangan Laura diraih Dara dan Laura menatap Data dengan penuh senyuman,lalu menatap Zayn dan Alea.
Tiiiiiiiiiiiiiiittttttt.............
Bersambung
__ADS_1