
Sore harinya Zayn mengendarai mobil nya menuju rumah nya.Dirinya sadar jika apa yang dirasakan pada gadis itu hanyalah kekaguman semata bukan berarti cinta.
Cintanya adalah anak dan istrinya.Tak berapa lama mobil Zayn masuk ke dalam garasi rumahnya dan langsung turun dari mobil.
Betapa sangat bahagia nya kala melihat putrinya menyambut kedatangan sang ayah dengan senyuman manisnya.
"Ayah, akhirmya pulang juga..!!' seru Alea melangkah cepat memeluk sang ayah.
"Wah..putri ayah cantik banget sih,ayah kangen banget sama Alea."ucap Zayn membalas pelukan putrinya dan menghadiahi kecupan untuk sang putri.
"Abang sudah pulang," ucap Laura berdiri diambang pintu.
"Iya mah.."ucap Zayn dan mengangkat tubuh Alea ke dalam gendongan nya.
"Ya udah masuk yuk, abang kopinya sudah aku taruh meja.Aku lanjutin masak buat makan malam ya.."ucap Laura.
"Oke,makasih."ucap Zayn
Laura pun membalas dengan senyuman manisnya dan berlalu melangkah ke dapur.
"Ayah kapan liburannya sih,aku bosan di rumah."ucap Alea dengan wajah cemberut.
"Hari minggu dong ayah libur,nanti kita jalan-jalan deh kalau ayah libur yaa," ujar Zayn mencium kening sang putri.
"Bang, mau mandi sekarang atau nanti.Udah sore banget lho."ujar Laura saat ini melangkah mendekati suami dan anaknya.
"Iya sebentar,ini Alea katanya sudah bosan dirumah mah."ujar Zayn
"Niat mama mau daftarin Lea sekolah TK disini tapi, mama belum tahu dimana letak sekolahnya.Mungkin besok mama mau tanya-tanya deh.."ungkap Laura pada suaminya.
"Kenapa nggak tanya sama aunty Dara mah,pasti dia tahu." ucap Lea pada sang ibu.
"Astaghfirullah mama lupa,mama kan punya nomer aunty Dara,okelah..nanti mama telpon aunty Dara biar kamu cepet masuk sekolah dan nggak bosen lagi dirumah."ujar Laura
"Beneran mah,asik..aku sekolah !!" seru Lea merasa senang dengan apa yang mamanya katakan.
"Dara itu temen baru kamu yang nolongin Alea yah?"tanya Zayn
"Iya,dia gadis baik bang.Nanti kapan-kapan aku kenalin deh.."ucap Laura
"Okelah,aku mau mandi dulu sudah sore nih.Ayah mandi dulu ya sayang.." ucap Zayn menurunkan putrinya dari pangkuannya.
Zayn masuk kedalam kamar nya dan mandi Sementara Laura sibuk di dapur untuk menyiapkan makanan untuk mereka makan malam.
Di tempat lain Dara pulang dengan Meli dan sesuai rencana mereka singgah di salah satu mall terbesar di daerah itu.
Saat sibuk dengan memilih barang yang mereka incar tiba-tiba ada telepon masuk di ponsel Dara.
__ADS_1
Dara mengernyitkan dahinya ada panggilan masuk dalam ponselnya dari nomer baru
"Assalamualaikum." ucap Dara saat mengangkat panggilan itu.
"Wa'alaikumsalam Dara,ini saya Laura mamanya Alea bocah yang pernah kamu temukan di taman."ucap Laura dari seberang sana.
"Ah iya mba,apa kabar,ada yang bisa Dara bantu?" tanya Dara dengan nada yang terdengar lembut.
"Sebenarnya iya,mau ngerepotin kamu.Mba mau nanya soal sekolah TK yang dekat di daerah kita."ucap Laura
"Owhh..di dekat perumahan aku ada mba,kalau mba mau besok jam makan siang ke tempat aku aja,nanti aku share lock tempatnya." ucap Dara
"Masyaallah,benaran nih..baiklah kalau gitu besok aku kesana sama Lea yah,soalnya di daerah perumahan sini ada sih,tapi..Lea kemaren nggak mau disana."ucap Laura
"Baik mba,sampai ketemu besok yaa.."ucap Dara
"Oke Ra, makasih sebelumnya.Maaf mba ganggu kamu."ucap Laura tak enak hati.Karena memang Laura yang mendengar kebisingan di sebrang sana seperti di tempat ramai.
"Nggak masalah mba,sampai besok yaa... Assalamualaikum."ucap Dara mengakhiri panggilan mereka.
"Wa'alaikumsalam."jawab Laura bernafas lega karena Dara mau membantu nya .
"Kenapa kamu Lau,kelihatan seneng banget."ucap Zayn yang keluar dari kamar mandi.
"Eh abang ngagetin aja,ini aku sudah telpon Dara katanya dekat perumahan dia ada TK yang bagus buat sekolah Lea.Kemarin aku ajak Lea buat lihat sekolah di dekat sini tapi,kurang sreg dianya.Kasihan kalau di paksain kan," ungkap Laura.
.
.
"Siapa?"tanya Meli saat melihat Dara yang habis mendapatkan panggilan telepon.
"Kepo !!" seru Dara dengan wajah meledek.
"Yeee..udah nggak bestie lagi nih," ucap Meli yang pura-pura merajuk.
Melihat kelakuan sahabatnya itu membuat Dara gemas dan merangkul pundak sahabatnya itu.
"Mba Laura,dia nanyain sekolah buat anaknya."ucap Dara.
"Kenapa dia nanya ke Lo,"
"Dia itu baru pindah kesini,teman pun nggak ada Mel,masa aku kenal dia terus minta tolong,masa aku nggak nolongin dia.Padahal yang dia inginkan juga aku bisa bantu."ungkap Dara.
"Okelah,memanglah sahabat ku ini i the best."puji Meli.
"Bisa aja Lo,sudah kelar belum..kita balik kalau sudah dapet semuanya."
__ADS_1
"Oke kita balik."jawab Meli
Mereka berdua pun akhirnya memilih untuk pulang karena memang hari sudah mulai malam.
.
.
.
Pagi harinya Dara dengan seragam nya mengeluarkan mobilnya dari garasi rumah nya.
"Dara,tumben kamu bawa mobil?"tanya Oma Hana yang sedang menyiram tanaman miliknya.
"Pagi Oma ku yang cantik,Dara ada janji sama kawan baru Dara.Dia lagi cari sekolah buat anaknya jadi Dara tunjukkin sekolah dekat perumahan kita."terang Dara.
"Owhh..ya sudah,kamu hati-hati nyupirnya Jangan ugal-ugalan."ujar Oma Hana menginginkan Dara.
"Siap Oma..!!" seru Dara dengan sikap hormat ala militer.
"Sudah sana berangkat,nanti telat lagi."ucap Oma Hana.
Setelah pamit dengan Oma Hana akhirmya Dara melajukan mobilnya ke arah tempat kerjanya.
.
.
"Nanti siang aku jadi ke tempat sekolah yang di bilang Data ya bang."ucap Laura saat mereka sedang sarapan.
"Mau Abang antar?" tanya Zayn menatap istrinya.
" Nggak usah lah,aku naik taxi saja." ujar Laura.
"Beneran nggak papa,kalau kamu repot biar aku antar."ucap Zayn lagi.
"Beneran bang,aku sama Lea nggak papa naik taxi.Abang habis makan siang ada meeting kan,nanti yang ada telat lagi." ujar Laura mengingatkan.
"Baiklah tapi,kalian hati-hati yaa," ucap Zayn mengusap kepala sang putri.
"Iya ayah,tenang saja.Kita akan baik-baik saja kok."ujar Lea dengan kepolosannya.
"Baiklah Ayah berangkat dulu,kalau ada apa-apa telpon ayah."ujar Zayn dan berpamitan pada anak istrinya
Zayn pun masuk dalam mobilnya dan langsung pergi menuju kantornya yang sedikit jauh dari perusahaan mereka.Saat berhenti di lampu merah sepintas Zayn sepeti melihat gadis yang sedang berusaha dia hilangkan dalam pikirannya.Terlihat jelas gadis itu tepat di sampingnya.
Bersambung
__ADS_1