
Hari ini pernikahan Reni kerabat Zayn maka dari itu Oma meminta Zayn untuk berangkat bersama keluarga.Dua hari di rumah keluarga Wasesa tetap saja membuat Laura sakit hati dengan sindiran-sindiran Oma Zayn.
"Zayn,setelah acara Reni kamu jangan pulang kesana dulu yah,Oma masih kangen sama kamu.Kita belum diskusi empat mata lho."
Oma melirik kearah Laura yang sedang menyuapi Alea untuk sarapan pagi.
"Tapi,Zayn juga nggak bisa lama-lama buat di Jakarta Oma,ada projects yang masih lama rampungnya juga disana."
"Iya Oma tahu, kamu bukan milik Oma lagi."
Laura hanya bisa mehela nafas panjang mendengar ucapan Oma Wina.
"Bu,sudahlah..Zayn kan sudah punya keluarga kecil,nggak enak juga sama Laura dia harus setiap hari ibu sindir dan juga kata-kata ibu yang selalu menyakiti hatinya."
Kini Zayyan sang suami yang ikut bicara dengan nada halus mengatakan pada istrinya itu.
"Kenapa aku yang disalahkan,kenapa kalian nggak bisa lihat keburukan dari istri Zayn,kalian sudah di butakan dengan sikap sok lembut dan tertindas nya itu tapi,saya...
"Oma cukup,lihat Alea..dia ada disini Oma."
Zayn langsung menghentikan ocehan sang Oma karena memang tak baik apalagi ngomong gitu ada Lea diantara mereka.
"Maaf jika kehadiran aku nggak berkenan buat Oma,tapi..aku sungguh mencintai suamiku Oma."
"Sudahlah kamu juga nggak bakal ngerti apa itu cinta atau sekedar obsesi gil* mu."
"Bu,sudah.. mendingan sekarang kita bersiap untuk ke tempat acara." lerai papa Zayn.
Oma dan Opa akhirmya melangkah keluar dari mansion di ikuti dengan yang lain.
Laura yang merasa dirinya makin terluka dengan perkataan Oma Wina.
"Sabar ya,lusa kita anak pulang." ucap
Zayn lirih.
"Terima kasih Zayn,kamu sudah mengerti akan apa yang aku rasakan."
Laura melingkar kan tangannya di lengan suaminya.Dia merasa bahagia karena Zayn mengerti akan dirinya.
Keluarga Wasesa di sambut dengan bahagia oleh keluarga besarnya.
Reni adalah cucu dari Rayyan Wasesa adik dari Opa Zayyan kakek Zayn.
"Wahhh.... Zayn akhirmya kamu dateng juga !!" pekik seorang wanita dengan baju kebaya khas pengantin.
__ADS_1
"Selamat ya, semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah."ucap Zayn pada sepupunya itu.
"Terimakasih,Laura apa kabar,"
Laura tersenyum manis pada sepupu suaminya dan memeluk sang pengantin.
"Selamat ya Ren,nggak nyangka kamu akhirnya menikah."ucap Laura dengan wajah bahagianya.
"Kak Zayn kan,kamu Zayn bener kan?"
tiba-tiba ada seorang gadis yang memanggil nama Zayn dan menanyakan keraguannya.
"Iya saya Zayn,siapa yah?" tanya Zayn merasa bingung .
"Ternyata aku nggak salah lihat,soalnya kamu sudah beda tambah macho,aku Tami aku sahabatnya Dara."
"Da_Dara,maaf saya lupa." ucap Zayn menatap istrinya sekilas.
"Kamu kenal Zayn juga Tam,tadi kamu bilang Dara.Apa Dara mantan tunangan Gathan?"
"Iya mantan tunangan Gathan,dia sahabat aku.Sayang waktu kejadian itu aku nggak ada di sampingnya,sampai saat ini aku nggak tahu dia dimana." ungkap Tami tanpa tahu bahwa Laura mengepalkan kedua tangannya mendengar nama itu.
"Kami permisi dulu,ayo sayang kita cari Alea." ucap Zayn meraih tangan Laura dan meninggalkan Tami dan Reni.
Sepeninggal Zayn dan Laura,Tami mempertanyakan apakah benar Zayn yang tadi sepupu Reni yang di bilang Reni pengusaha sukses itu.
"Dulu aku kenalan dengan dia ,ada Dara juga di sana.Kamu tahu,Zayn pernah bilang suka sama Dara tapi, setelah itu dia menghilang tanpa jejak.Padahal sebelum menghilang dia begitu manis pada Dara ,selalu saja mengantar jemput Dara waktu sekolah,gimana tuh anak nggak baper kalau di gituin." ungkap Tami mengatakannya dengan gamblang.
Disudut lain Zayn bertegur sapa dengan dua sahabat lamanya yaitu Alan dan Reza.
"Bro,apa kabar?" tanya Reza memeluk sahabat lamanya itu dengan erat.
"Alhamdulillah gue baik,kalian apa kabar?" tanya Zayn dan memeluk Alan juga seperti yang dia lakukan pada Reza.
"Alhamdulillah,kata Alan Lo sudah menikah.Apa sama...
"Bukan,kan pernah gue bilang dia menikah sama mahasiswa yang satu kampus dengan kita beda jurusan." sela Alan untuk tidak menyebutkan nama Dara.
"Ayah..!!" seru gadis cilik yang ada di gandengan ibunya.
"Alea,ada apa sayang?" tanya Zayn meraih tubuh putrinya untuk dia gendong.
"Aku sudah besar yah,aku cuma mau ijin untuk makan ice cream kata mama harus bilang ayah."ungkap Alea yang begitu menggemaskan.
"Baiklah tapi, ingat jangan banyak-banyak yaah,nanti tenggorokan Lea sakit." ucap Zayn menasehati putrinya.
__ADS_1
Sementara Laura melihat Alan ada disana membuat Laura menundukkan wajahnya,semua itu tidak luput dari pandangan Reza.
"Zayn ini istrimu?" tanya Reza melihat Laura yang berdiri di samping Zayn.
"Iya ,dia Laura istriku ,dan ini putri kecil kami Alea,salim dulu sama om nya nak."
Zayan mengarahkan putrinya untuk mencium tangan kedua sahabatnya itu.Reza pun mengulurkan tangan pada Laura untuk berkenalan dengan istri sahabatnya.
"Reza."
"Laura."
Keduanya saling menyebutkan nama mereka masing-masing.
"Apa kabar Lau?" tanya Alan yang menyapa Laura dengan begitu akrab.
" Baik Lan,aku pergi dulu sama Lea dia mau ice cream tadi." ucap Laura dan Zayn pun mengangguk mengiyakan ucapan istrinya .
Laura menggenggam tangan putrinya dan berjalan menjauh dari tiga sahabat itu.
.
.
Keesokan harinya,Laura terlihat sudah rapih dengan dress selutut dan make up yang menawan.
"Sayang,kamu mau kemana?" tanya Zayn saat masuk kedalam kamar mereka.
"Aku mau ajak Lea ketemu teman aku bang, kenapa?" tanya Laura memandang wajah suaminya.
"Oma mau bawa Lea ke pantai,kamu nggak ikut kita,"
"Ya sudah kalau Lea mau ikut Oma dan kamu,aku soalnya sudah janjian sama teman aku,nggak mungkin aku cancel.Mungkin orangnya juga sudah nungguin aku ,sorry ,"
Ucap Laura dengan wajah sesalnya
"Nggak papa yang penting kamu hati-hati yah," ucap Zayn mengecup kening istrinya dan Laura meraih tangan Zayn menyalami tangan suaminya dengan takzim.
Laura dan Zayn turun dari lantai atas dan melangkah menuju ruang tamu dimana anggota keluarga mereka sudah berkumpul.
"Lho Lau,kenapa pake dress gitu,kita ke pantai lho," protes mami Zayn.
"Maaf mami,Laura nggak bisa ikut karena terlanjur ada janji sama temen.Sorry,aku nitip Alea ya mam..."ucap Laura dan menyalami semuanya dan pamitan untuk pergi menemui seseorang.
Laura mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang,sebentar lagi dia akan tahu bahwa siapa Dara sebenarnya..
__ADS_1
Bersambung