Cinta Dara

Cinta Dara
#Bunda


__ADS_3

Sebulan berlalu kini Alea sudah menjalani aktifitas nya seperti semula.Semenjak pulang dari Rumah Sakit Alea di rawat dengan penuh perhatian bersama Oma dan uyutnya.Mereka pun memperlakukan Alea dengan sangat hati-hati. Karena kadang Alea tiba-tiba menanyakan Dara namun,dengan berbagai macam alasan mereka ucapkan untuk membuat Alea mengerti.


"Kamu kenapa Zayn?" tanya sang Oma saat mendapati cucunya yang sedang melamun di ruang makan.


"Eh Oma,nggak papa cuma Zayn pengen balik ke Dumai tapi,gimana dengan Lea dia juga sebenarnya sudah sekolah disana."ucap Zayn


"Kamu bisa rawat Alea sendiri memangnya,"ucap sang Oma


"Insyaallah bisa Oma,nanti aku bisa minta Eza buat cari orang buat jagain Alea saat Zayn nggak dirumah."ucap Zayn memberi tahukan rencananya.


"Pasti berat buat kamu Zayn ,kalau kamu ke sana sama Lea berdua saja."ucap Oma karena sang Oma belum yakin bahwa cucu nya bisa merawat anaknya sendiri.


"Mau gimana lagi oma,sudah harus aku jalani semua ini dengan ikhlas ."ucap Zayn memikirkan bagaimana nantinya hidup berdua dengan Alea.


" Nggak sebaiknya Lea tinggal disini saja," ucap sang Oma memberikan usulan.


" Nggak mungkin Oma,dia pasti nanyain aku." ucap Zayn


"Ya sudah setelah empat puluh harian Laura kamu baru bisa pergi." ucap Oma dan Zayn mengangguk mengiyakan.


.


.


.


"Dara,empat puluh harian Laura besok yaa?" tanya Oma Hana pada Dara yang sedang duduk bersama Meli di depan TV.


"Iya Oma,Dara ngitungnya sih gitu..kenapa Oma?"tanya Dara mengernyitkan dahinya.


"Gimana kalau kita adakan pengajian buat penghormatan Laura"


"Nggak ada salah nya kok oma, kebetulan kita kan besok libur,kita masak disini terus kita adain pengajian,kita panggil tetangga sekitar saja,gimana menurut Oma,"


"Yah ,nggak masalah nanti Oma minta tolong sama pak RT buat ngundang ya..


Dara mengangguk mengiyakan perkataan Oma Hana.


.


.


.


"Sayang,kenapa nak?" tanya Zayn pada Alea yang duduk melamun di kamarnya.

__ADS_1


"Nggak papa ayah,Lea cuma kangen sama mama."ucap Lea dengan lirih dan menundukkan kepalanya.


"Kita ke tempat mama yuk.."ucap Zayn dengan membelai lembut rambut Alea.


Alea mendengar ucapan sang ayah sontak menatap ayahnya dengan wajah berbinar.


"Beneran yah,aku mau..aku mau..." ucap Alea dengan gembira.


"Ya udah yuk,kita ganti baju dulu.."ucap Zayn


Mereka pun mengganti pakaian mereka untuk ke makam Laura.


"Zayn ,Lea,kalian mau kemana?" tanya mama Wina saat melihat anak dan cucunya turun dari lantai dua.


" Aku sama Lea mau ke makam Laura mah,"ucap Zayn pada sang mama.


"Jam segini,nggak kemalaman pulang nya,soalnya acara tahlilan nya habis isya Zayn." ucap Wina lagi.


"Cuma sebentar mah," ucap Zayn


"Pak Santoso buka jalan kan nak,ini weekend lho."ucap mama Wina


"Iya mah,aku sama Lea pergi dulu. Assalamualaikum." pamit Zayn


"Wa'alaikumsalam.." jawab Mama Wina


"Wa'alaikumsalam, hati-hati nak.." ucap mama mama Wina.


Zayn dan Lea berangkat ke makam Laura.Zayn memang sudah mengatakan dan memberikan pengertian pada Alea jika sang mama sudah ke syurga.Alea pun sudah tahu dan mengatakan jika Dara dan Meli sudah bilang saat mamanya baru meninggal.


Zayn menatap putrinya,Alea bocah yang ceria namun, akhir-akhir ini dia terlihat murung apalagi kata mamanya suka melihat Alea melihat foto Dara yang dia sembunyikan di tas punggung yang selalu dia bawa.


Entah mengapa saat kehilangan Dara dan kehilangan Laura lebih histeris saat mendengar Dara pergi meninggalkan Jakarta.


Namun,anehnya saat dia sadar dari masa kritisnya dia bersikap biasa tanpa menunjukkan bahwa dirinya membutuhkan mamanya ataupun Dara.


Sampai pemakaman Laura mereka menaburkan bunga dan memberikan tiga tangkai mawar putih diatas pusara Laura.


Terlihat Zayn sangat khusuk berdoa disana.


Sementara Alea membelai nisan bertuliskan nama sang mama.


"Mah,Alea dateng..Alea janji nggak akan nakal dan nggak akan kecewain mama,doain Alea ya mah,Alea sayang sama mama,ayah .Alea akan berusaha untuk membuat ayah bahagia."ucap Alea dari dalam hati


"Lau,aku datang..saya sudah memaafkan kesalahan kamu tentang apa yang terjadi selama ini.Aku janji ,akan membuat Alea bahagia.Dia putri ku sampai kapanpun dia anak ku Walaupun darah ku tak mengalir di tubuhnya aku tetap ayah baginya yang akan mengantarkan dia ke masa yang bahagia.Istirahatlah dengan tenang,besok aku akan kembali kesana.Jika sampai aku bertemu dengan dia,kamu doakan aku sanggup melihat kebencian di matanya ."ucap Zayn mengakhiri keluh kesah nya.

__ADS_1


"Lea sudah berdoa buat mama?" tanya Zayn menatap putrinya


"Sudah yah,"jawab Lea singkat.


"Kita pulang nak,takut kemalaman..di rumah akan ada acara pengajian buat mama,kita harus hadir ' ucap Zayn.


"Iya pah ." jawab Alea


Akhirnya mereka meninggalkan komplek pemakaman itu dan kembali ke Jakarta.


.


.


Acara malam 40hari meninggalnya Laura berjalan dengan lancar.Walaupun memang rasa kehilangan masih terasa pada diri Zayn.


"Zayn,Lo bener mau balik ke pulau besok?" tanya Alan sesaat setelah acara pengajian selesai.


"Iya Al,mau gimana lagi sudah tugas gue juga.Kasihan Eza keteteran disana." jawab Zayn pada sahabatnya itu.


"Lalu ,Alea gimana?" tanya Alan sesaat melihat ke arah Alea yang sedang di suapi makan oleh salah satu ART keluarga Wasesa.


"Alea ikut gue ke pulau,dia disana sudah sekolah juga.Gue sudah minta Eza buat cari orang yang bisa jaga Alea selama gue kerja."


"Kalau gitu nanti kapan-kapan gue bakal kesan buat nengokin Lo sama Alea."


"Gue tunggu,kalau seratus hari Laura kayaknya gue balik kesini sih.." ujar Zayn.


"Nanti kabar-kabar saja deh,gue balik yah, Lo baek-baek disana. .." ucap Alan pamit untuk pulang.


"Oke, thank's bro." ucap Zayn dan berpelukan ala laki-laki.


.


.


Hari ini Zayn dan Alea sudah sampai di Dumai dan mereka saat ini sedang bersiap untuk ke supermarket membeli beberapa kebutuhan rumah,karena di rumah tak ada stok makanan apapun.


Zayn melajukan mobilnya ke arah supermarket dan segera masuk menggandeng tangan putrinya. Mereka berdua berjalan melewati lorong-lorong yang ada di dalam supermarket. Saat mereka asyik berdebat karena Alea menginginkan sesuatu tapi, Zayn melarang. Mata Alea melihat seseorang yang sudah lama dia rindukan.


"Alea ,kamu mau kemana nak?" tanya Zayn melihat Alea pergi menjauhi dirinya.


Alea melangkah menuju seseorang yang sedang sibuk memilih buah-buahan.


"Bunda..!!"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2