
Zayn mengambil alih Alea dari gendongan Dara .Mereka bertiga mendekati brankar Laura.
"Mba..mba harus kuat,kami sayang mba Laura.."ucap Dara dengan mata sudah basah dengan air mata.
"Jangan nangis ,kamu harus kuat,Zayn membutuhkan kamu.Aku sudah tahu semuanya.Aku rasa kamu mungkin takdir untuk Zayn yang sebenarnya.Aku titip Alea, sayangi dia..'ucap Laura lirih dengan berbisik pada Dara.
Deg
Dara mendengar ucapan Laura semakin merasa bersalah,karena ternyata Laura tahu jika Dara mempunyai perasaan pada suaminya.
Dara menjauhkan tubuhnya dari Laura dan memandang Laura yang tersenyum manis padanya.
Semua itu membuat Dara semakin takut melihat mimpinya menjadi nyata.
"Nggak mba,nggak...
"Sayang...
"Mama...
Laura menarik nafasnya yang sedikit tersengal.
"Mbak...
Tangan Laura diraih Dara dan Laura menatap Daraa dengan penuh senyuman,lalu menatap Zayn dan Alea.
Tiiiiiiiiiiiiiiittttttt.............
"Sayang, please jangan tinggalkan aku Lau...
"Mama kenapa ,mama...
"Dokter !!!" teriak Dara
Semua orang yang ada di bagian depan ruangan VVIP itupun kaget mendengar terikan Dara.
"Dara,ada apa ?" tanya Meli saat melihat Dara begitu panik.
__ADS_1
"Mba Lau Mel...Mba Lau...
Belum sempat melanjutkan omongannya ada dokter yang masuk dalam ruangan bersama papa Zayn ,yang tadi mendengar Dara berteriak dia inisiatif untuk langsung ke ruang dokter jaga.
Semetara Zayn di paksa untuk keluar kamar itu dan Alea diambil alih oleh Papa Laura.Dara juga terlihat syok dan terlihat Meli yang selalu menguatkannya.
Para orang tua mungkin lebih tegar melihat takdir yang tertulis untuk Laura,mereka pun lega tadi sempat untuk meminta maaf pada Laura terutama Oma yang ternyata dia sedari tadi melihat Laura yang terlihat lemah dan meminta maaf pada nya terasa tersentuh hatinya.
Flashback On
"Om_oma, terima kasih sudah mau kesini.Lau,minta maaf sama Oma.Lau,sayang Oma,maaf selama ini sudah membuat kacau hidup Zayn."ucap Laura dengan sedikit terbata
"Nggak minta maaf,kamu nggak salah.Oma yang terlalu egois,Oma hanya nggak terima dengan keputusan Zayn yang terlihat mendadak.Cucu Oma nggak mungkin membuat kecawa kami.Tapi, kamu sudah membuat Zayn memilih kamu dan dia mengaku salah.Maafkan Oma Lau,cepat sembuh..jangan buat Zayn khawatir."ucap Oma dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"Tolong kuatkan Zayn Oma,Jika Kau pergi..akan ada wanita yang benar-benar tulus mencintai dirinya yang siap menyayangi kalian dengan tulus.Jika aku tak ada tolong,kembalikan Zayn dengan cintanya yang dulu.."
"Apa maksudnya Lau,Oma nggak ngerti."
"Oma akan tahu,jika Oma bertemu sahabat masa lalu Zayn nanti.Oma,tolong ..jika dia menolak untuk bersama gadis yang aku siapkan untuk Alea dan Zayn,tolong bujuk Zayn supaya dia menikahinya.Zayn akan merasa lebih bahagia jika bersamanya."ucap Laura dengan senyuman manisnya.
Flashback Off
Ceklek.
"Gimana dok keadaan istri saya?'tabya Zayn dengan suara seraknya.
Dokter itu pun menghela nafas berat dan melihat semua orang yang ada di ruangan itu.
"Tuan,yang sabar..kita sudah melakukan yang terbaik namun,Allah lebih menyayangi nyonya Laura.Beliau di perkirakan menghembuskan nafas terakhirnya pukul 22.30 ."
"Innalilahiwa innailaihi roji'un
"Nggak nggak mungkin Laura meninggalkan saya dan anaknya yang masih kecil,dok jangan sampai anda saya tuntut karena sudah berani..
"Zayn,sadar nak..!!" seru sang papa
Papa nya tahu anaknya sedang terpuruk saat ini dan itu membuat dirinya sebagai orang tua sangat sakit melihatnya.Papa nya pun memeluk tubuh putranya.
__ADS_1
"Temui istrimu untuk melepaskan kepergian nya,ingat kamu masih punya Alea.."ucap sang Opa yang juga turut memberikan semangat untuk Zayn.
Tak kalah terpukulnya Ibu dari Laura ,dia menangis dalam pelukan suaminya. Walaupun dia harus ikhlas menerima kepergian putrinya.Itu takdir yang tertulis untuk putrinya.
Dara pun tak kalah terpukulnya dari keluarga Laura.Dia memukul dadanya yang terasa sesak merasakan sakit yang tak berdarah.Kata-kata terkahir dari Laura berputar di kepalanya..
Terlihat Opa sibuk dengan ponselnya untuk menghubungi saudara dan juga Keluarga besarnya dengan berita duka itu. Papa Laura pun sama melakukan panggilan pada semua saudaranya.Serta papa menyuruh orang rumah untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan jenazah Laura. Sementara Zayn masih mendekap putrinya yang juga menangis dalam kedukaan.Terlihat Dara pun sempat ambruk sesaat melihat tubuh Laura yang sudah tertutup menciumi wajah Laura yang sudah dia anggap kakaknya.
Semua itu tak luput dari pandangan Oma Safitri Oma Zayn.
Setelah semua administrasi dan keperluan di Rumah Sakit selesai iring-iringan mobil Ambulance dan juga mobil mewah milik keluarga Wasesa masuk Ke kompleks elite yang merupakan tempat tinggal keluarga inti dari Keluarga Wasesa.
Jam satu dini hari jenazah sampai di rumah duka.Alea tak mau lepas dari ayahnya begitu pun Zayn yang tak rela Alea jauh darinya.
"Kak,Alea biar sama Dara,kakak ganti baju dulu.."ucap Dara mendekati Zayn yang sedang duduk di salah satu kursi di ruang tengah.
"Biar Alea sama saya saja,saya...
"Kak,bisa nggak kalau sekarang bukan waktunya berdebat.Kamu juga belum menghubungi teman dan rekan yang lain kan," ucapan Dara pun membuat dirinya berpikir kembali.
"Alea sama aunty Dara dulu ayah ganti baju dulu yaa," ucap Zayn pada Alea yang masih menempel padanya.
Alea pun akhirnya mengangguk dan beralih di gendongan Dara.
"Kita ganti baju dulu ya sayang,"tawar Dara Alea mengiyakan.
Dengan cepat Dara mencari kamar Alea dan ternyata satu kamar dengan Zayn, akhirnya meminta bantuan pada mama Zayn untuk mengambil baju ganti Alea.Mama Zayn pun akhirnya memilih mengambil baju Alea di kamar Zayn.Disana mama Wina melihat anaknya yang kembali menangis meratapi ke pergian istrinya.
"Zayn.."panggil sang mama.
"Maaa..Zayn harus gimana,kalau nggak ada Laura. Kalau saja Zayn pergi sama Laura hari itu nggak mungkin Kau pergi mah ...hiks hiks.." ucap Zayn dengan. penuh penyesalan.
"Zayn,semua sudah takdir.Ini semua bukan salah siapa-siapa.Laura memang sudah di takdirkan untuk mendampingi kamu sampai sini.Ikhlaskan Laura,kasihan anak kamu..di butuh kamu untuk membuat dirinya juga kuat."ucap Mama Wina memeluk tubuh putranya.
"Iya mah, ada Alea yang butuh aku..." ucap nya lirih
"Sudahlah kamu bersihkan diri kamu,mama mau ambil baju buat Lea.Jangan banyak meratap,sekarang ini hanya doa kamu yang di butuhkan oleh Laura.Ganti baju,baca doa di bawah,sedari tadi mama lihat Dara sama Meli yang sibuk dengan mendoakan Laura.".
__ADS_1
Ucapan mama Wina membuat Zayn hatinya merasa tidak enak dengan dua gadis itu,orang yang baru mengenal Laura saja bisa melakukan hal demikian kenapa dirinya yang notabene nya suami dan keluarga Laura tidak bisa melakukan hal penting itu.
Bersambung