
Akhirnya Zayn mengikuti salah satu suster yang akan menunjukkan tempat dirinya bisa menjadi pendonor darah.
Setelah beber saat dia keluar dari ruangan yang membuat dirinya syok mendengar kenyataan dengan dirinya juga Alea dan Laura.
"Zayn Lo baik-baik saja?"tanya Alan saat melihat sahabatnya melangkah gontai dan duduk di kursi dengan wajah tertunduk dan dengan dua tangannya menutupi wajah itu.
"Zayn,kamu ada apa?"tanya sang papa
"Zayn,jawab pertanyaan papa mu?!" ucap Opa dengan nada yang terdengar meninggi.
Zayn menatap wajah orang-orang yang ada di sekelilingnya.Dia menghela nafasnya dalam.
"Zayn bingung mau bilang apa,yang jelas saat ini yang kita bisa lakukan hanya berdoa untuk Alea untuk bisa baik-baik saja."
Ucapan Zayn tak diambil pusing oleh yang lain tapi tidak untuk Alan.
"Zayn,bisa bicara sebentar.."ucap Alan dengan berbisik ke Zayn.
Zayn mengarahkan pandangannya pada sahabatnya.Zayn yakin jika Alan tahu sesuatu tentang Laura dan Alea. Akhirnya Zayn mengangguk.
"Pah,Opa,Yah,Zayn ada perlu sama Alan sebentar sekalian aku mau cari darah yang lagi karena darah Zayn kurang buat Alea."ucap Zayn pada semua nya.
"Kalau gitu biar kita-kita yang sumbangin darah buat Alea Zayn." ujar sang Opa.
__ADS_1
"Opa ,kayaknya nggak bisa disini semua ada riwayat penyakit kan,Opa sama Oma nggak mungkin karena melihat umur .Papa hipertensi sama kayak ayah mama nggak sama sama Zayn."ujar Zayn memberikan alasan.
"Kurang berapa kantong lagi Zayn?'tanya Papa nya
"Empat kantung pah,tadi sudah ada dua ,perkiraan butuh enam dan itu baru perkiraan kalau dua cukup Alhamdulillah."ujar Zayn.
Zayn dan Alan kini ada di kantin Rumah Sakit,mereka duduk berhadapan dengan pandangan Zayn menatap Alan dengan pandangan yang tak bisa diartikan.
"Sekarang jelaskan."ucap Zayn dengan suara datar.
Sebelum ke kantin Zayn sudah menelpon sang mama untuk menitipkan Alea pada mereka, kebetulan Alea pun masih harus di tempatkan di ruang ICU.
Alan menghela nafas panjang dan menatap wajah Zayn yang terlihat datar.Namun, Alan bisa menebak di balik sikap Zayn ada rasa kecewa karena baru mengetahui satu kenyataan.
Zayn mengernyit heran,dan menatap wajah Alan dengan penuh tanda tanya.
"Itu surat yang di tulis oleh Laura, waktu terakhir gue ketemu dia di Rumah Sakit gue suruh nulis 3 surat ,untuk Lo,Dara dan satu orang yang namanya ada di dalam surat itu.
Laura cuma bilang ke gue,untuk membuat wasiat tentang harta benda miliknya akan di serahkan ke Alea jika besar nanti. Pengurusanya nanti akan kamu tahu saat pembacaan Wasiat saat tujuh harian Laura.Lebih baik Lo baca surat itu,karena gue nggak bakal ngasih tahu Lo apapun."ujar Alan panjang lebar.
Zayn meraih amplop yang ada di atas meja dengan perasaan yang tidak menentu,ada rasa kecewa,marah,sedih,bingung dengan apa yang terjadi dalam hidupnya.Zayn merasa seperti orang yang paling bod*h.Gelar mahasiswi terbaik pun tak ada gunanya,nilai akademik diatas rata-rata namun,nilai kehidupan dia sangat cupu.
*Assalamualaikum Zayn..
__ADS_1
Haii..apa kabar Zayn,semoga kamu baik-baik saja.Entah dengan kejadian apa surat ini bisa ada di tangan mu.Tapi, yang jelas pasti kamu ingin tahu tentang sesuatu yang penting dari bagian masa lalu ku.Tentunya raga ku pun tak lagi bersama dengan mu.
Zayn,maaf..mungkin hal itu tidak dapat mengubah semuanya.Laura yang kau kenal tak sebaik yang kau lihat.Benar kata Oma kamu aku wanita licik.Benar adanya kamu tak pernah melakukan sesuatu pada ku Zayn.
Dimalam itu kita tidak pernah melakukan apapun ,namun..karena sebuah obsesi untuk memiliki dirimu aku melakukan dengan mengelabuimu ,orang yang selalu membuat aku jatuh cinta dan hampir gil*.
Kenapa aku hampir gil* karena aku dengar kamu cuma cinta dengan seorang wanita yang lebih muda namanya 'Dara'. itu yang aku dengar.
Zayn,maaf jika selama ini aku sudah membohongimu.Itu karena kesalahan ku,di hari dimana aku tahu kamu mencintai seseorang aku kalut dan sangat marah, padahal aku tahu kamu selama ini bersikap manis padaku,Alan mengatakan jika cintamu hanya untuk Dara .Alan pun sudah mengingatkan jika aku jangan pernah mengusik hidup mu,namun..aku keras kepala.Malam itu aku pergi ke Club malam dengan beberapa orang teman kita.Suatu kejadian yang buat aku menyesal seumur hidup ku.Dimalam itu aku melakukan hubungan dengan seorang pria yang pasti kamu kenal dia adalah "Reza" *sahabatmu dan Alan.Kita sama-sama mabuk dan semua itu terjadi dengan begitu saja,Reza pun mungkin tak ingat wanita yang bersama dengannya di malam itu.
Aku menyembunyikan fakta itu sendiri,hingga sebulan berlalu Reza bilang jika dia dan Rahma sudah bertunangan,hancurlah hariku orang yang harus bertanggung jawab atas diriku sudah menjadi milik orang.Di hari di mana Reza mengumumkan dia bertunangan dengan Rahma di hari itulah aku tahu jika aku berbadan dua.Ingin rasanya aku ke Reza soal kehamilan ku tapi, aku terlalu mencintaimu Zayn.Maka dari itu aku mencoba untuk mencari celah untuk membuat kamu menikahi ku.Malam itu pun terjadi di saat kamu mabuk sampai tak sadarkan diri aku memanfaatkan peluang itu seolah aku *kamu melakukan nya.
Maafkan aku Zayn,tapi ..aku mohon jangan lampiaskan kekesalan dan dosaku pada Alea dia tak tahu apa-apa.Kalau seandainya kamu tak lagi mau merawat Alea aku mohon jangan kau campakkan begitu saja, setidaknya Alan mau membantuku untuk menjaga Alea.
Aku sudah kenal dengan Dara Zayn,dia gadis cantik dan baik dia juga menyayangi Alea.Aku tahu sekarang bagaimana cintamu begitu besar pada Dara,karena Dara sangat istimewa .Gadis cantik dan Insyaallah sholeh,saat aku tahu kebenaran soal Dara aku takut kehilanganmu untuk menjadi ayah Alea Zayn,Dara yang dimataku begitu sempurna.Dia juga masih mencintaimu dalam sosok yang berbeda dari dirimu.Saat aku pergi, perjuangkanlah Cintamu hanya untuknya.Jangan lagi kau menyia-nyiakan dirinya.Aku minta maaf atas segala dosaku,aku pun sudah menitipkan dirimu dan Alea pada Dara,semoga kamu selalu bahagia dengan cintamu Zayn.
Salam sayang ku dan Cintaku untuk mu
Sahabat ku..
Laura*..
Sesak,itulah yang dirasakan oleh Zayn saat ini.Kenyataan yang baru saja dia tahu, kebohongan yang telah lama tersimpan begitu rapih.
__ADS_1
Bersambung.