
Alan melangkah menuju pintu kamar rawat Laura.Dengan jantung yang berdetak kencang Alan mencoba menetralkan rasa yang bergemuruh di dadanya.
Tok tok tok
Ceklek
Pintu ruangan rawat itu terbuka dan menampakkan sosok Zayn yang terlihat penampilan nya yang sangat tak terurus.
"Assalamualaikum Zayn." ucap Alan menyapa sahabatnya.
"Wa'alaikumsalam Al,Lo dateng juga.Ayo masuk!!" Zayn memberi ruang untuk Alan masuk dalam kamar rawat itu.
Alan melangkah menuju di mana ada orang tua Laura dan juga orang tua Zayn.Alan menyalami dan berbasa basi pada mereka.
Kemudian Alan melangkah menuju dimana Laura terbaring lemah di brankar.Alan menatap Laura dengan perasaan trenyuh.
"Assalamualaikum Lau." ucap Alan saat dia sudah berdiri di samping Laura terbaring.
Mata Laura yang tadinya terpejam kini sedikit demi sedikit terbuka dan menatap wajah Alan dengan sayu.
"Wa'alaikumsalam Alan, akhirnya kamu datang." ucap Laura dengan suara lemah.
"Gimana keadaan Lo,kenapa bisa begini Lau,apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Alan bertubi-tubi.
"Lo kayak war_tawan saja Al nanyanya.Gue bingung harus jawab apa."ucap Laura dengan nada bercandanya.
"Kamu seneng Alan sudah datang Lau," ucap Zayn tersenyum lembut pada istrinya.
"Bang,aku bisa minta tolong tinggalkan kami berdua.Ada hal penting yang aku sampaikan pada Alan."ucap Laura dengan suara lemahnya.
"Tapi..
"Please,aku janji kalau aku sudah selesai bicara pada Alan, kalian bisa masuk lagi."ucap Laura dengan wajah penuh harap.
"Baiklah,Al titip Laura yaa," ucap Zayn pada sahabatnya.
"Tenanglah Zayn,mungkin dia ingin bicara soal bisnisnya.Nggak mungkin lo yang handle,karena lo harus jaga dia." ucap Alan mencoba meyakinkan Zayn.
__ADS_1
"Baiklah,kami keluar dulu.Kalau ada apa-apa langsung hubungi dokter,kita ada di depan."ucap Zayn menatap Alan dan juga Laura.
Dalam hati Zayn sedikit bertanya-tanya ada apa sebenarnya dengan keduanya.Seperti ada sesuatu yang Zayn tak ketahui.Zayn sungguh merasa penasaran.
"Zayn kenapa Laura nyuruh kita keluar,terus kenapa harus Alan yang diajak bicara penting. Sebenarnya apa yang mereka sembunyikan dari kita,". ucapan itu terlontar dari mulut mama Laura sendiri,entah ada rahasia apa antara anaknya dengan Alan sahabat Zayn suaminya.
Sementara di dalam ruang rawat Laura terlihat Alan duduk di samping brankar Laura dengan sebuah kursi.
"Lau, sebenarnya apa yang terjadi sampai Lo kayak gini,pasti lo nggak konsentrasi saat nyetir kan,"
Alan tahu jika setelah pertemuan nya dengan Laura,terlihat Laura yang berbeda.
"Al, lo tahu apa yang gue rasain saat ini,hidup dibawah bayang-bayang masa lalu yang membuat Zayn menanggung atas beban dosa yang aku buat."ucap Laura dengan air mata yang mulai keluar.
"Lalu gue harus apa Lau,supaya bisa bantu lo.Apa lo yakin mau cerita tentang apa yang terjadi di masa lalu pada Zayn bahkan Dara sekalipun."ucap Alan pada Laura dengan wajah yang terlihat sangat khawatir.
"Gue takut Al,waktu gue nggak banyak.Gue takut dengan kemarahan Zayn, kesedihan Dara.Aku takut melihat kekecewaan dari wajah mereka..hiks hiks."
"Baiklah,buat lo gue akan tetap rahasiakan semuanya sampai gue mati Lau.Tapi, lo harus ingat soal Alea.Dia semakin lama tubuh semakin besar,gue takut Alea yang akan jadi korban atas semuanya ini Lau."ucapan Alan membuat Laura berpikir sejenak.
"Al,bisa minta tolong padamu......"
Setelah beberapa lama kemudian memasukkan titipin Laura dalam tas yang dia bawa.Menatap Laura yang sedari tadi menangis karena mengingat kembali masa-masa dimana sebuah kesalahan terjadi dalam hidupnya.
"Gue harap lo bisa tepatin janji lo sama gue Al, terimakasih atas kebaikan yang lo lakukan selama ini ke gue.Gue minta maaf karena gue nantinya lo yang harus selesai kan semuanya."
"Lo ngomong apa sih Lau, lo akan sembuh dan kembali bersama anak juga suami lo.Gue sayang sama lo dan lo pun tahu perasaan gue ke lo dari dulu. Namun,lo lebih memilih Zayn tapi,gue terima dengan lapang dada karena kebahagiaan lo juga sama saja kebahagiaan gue."ucap Alan dengan raut wajah yang terlihat sedih.
"Lo harus janji,ikut jagain Alea buat gue.Al,gue nggak sanggup buat lihat kemurkaan Zayn sama gue."
"Sudahlah lo jangan mikir macem-macem,sekarang istirahat. Gue ketempat pengacara hari ini.Lo harus sehat lagi."ucap Alan dan berpamitan pada Laura untuk pergi.
.
.
Alan melanjutkan keluar dari ruangan Laura.Terlihat Zayn masih menunggu disana.
__ADS_1
"Al,sudah selesai.Kayaknya penting banget sampai kita disuruh keluar," ucap Zayn penuh dengan ke kepoan.
"Sorry bro gue bukan bermaksud rahasia-rahasiaan sama lo,tapi..Laura cuma minta keikhlasan gue buat pantau salon yang kerjasama sama nyokap gue, kebetulan nyokap gue lagi di Surabaya jadi,nggak mungkin dateng kesini."
Ucapan Alan tak ada salah,karena memang Isti salah satu yang mereka bicarakan tadi.
"Owhh oke,nggak masalah.Memang kalau masalah salon gue nggak pernah tahu,bisnis dia pun sepenuhnya dia yang jalanin." ucap Zayn yang percaya pada Alan.
Alan pun akhirnya pamit pulang,besok kemungkinan dia akan kembali menjenguk Laura itu yang disampaikan Alan pada Zayn.
Setelah Alan pulang terlihat Dara dan Meli serta Alea baru saja datang.
"Assalamualaikum.." ucap mereka saat Alea membuka pintu ruangan Laura.
"Wa'alaikumsalam." semua orang berkumpul di sana dengan personil komplit.
Dara mendekat ke arah Laura.Senyuman Laura terbit saat melihat Dara yang datang.
"Raa ," panggilnya lirih.
"Yah mbak,apa mba perlu sesuatu?"tanya Dara sedikit membungkuk ke arah Laura.
"Aku kangen Alea."ucapnya dengan wajah terlihat pias.
Dara memanggil Alea yang sedang sibuk bersama sang ayah di sofa bersama keluarga yang lain.
"Mama,Alea seneng lihat mama senyum gitu.Mama cepat sembuh yaa.." ucap Alea dengan tangan kecilnya membelai lembut pipi sang mama.
"Sayang,mama mau kamu nurut sama ayah juga sama aunty Dara.Jangan lupa,belajar ngajinya juga belajar sholat yah,mama sayang sekali sama Alea."ucap Laura dan langsung Alea memeluk sang mama walaupun dalam hati Alea takut, karena melihat alat yang menempati di tubuh sang mama.
"Alea juga sayang mama,Lea janji akan jadi anak yang baik,patuh sama ayah,mama,aunty Dara dan semuanya.Mama jangan khawatir yaa.." ucap Alea begitu menenangkan hati Laura
Namun,tidak untuk semua orang yang ada di ruangan itu.Makin lama Laura ngomongnya makin selantur.Zayn takut istrinya kembali drop.Laura sudah ikhlas jika dia dinyatakan kakinya lumpuh.
Bersambung..
Para readers yang baik hati,ada yang bilang tolong Flashback masa kalau Laura dan Zayn sampai bisa menikah.
__ADS_1
Author harap sabar ya,nanti akan ada bahasannya soal Rahasia Laura yang disimpan bersama Alan.Jadi,tolong sabar...🙏