
"Alea !!" panggil Dara saat melangkah mendekati orang-orang yang ada disana.
Semua orang yang sedang larut dalam pikiran mereka masing-masing pun tersadar dan menoleh pada sumber suara.
Bocah yang terlihat baik-baik saja kini langsung berlari menuju gadis berhijab itu
"Aunty Daraaa !!" seru Alea langsung memeluk pinggang Dara.
Dara berlutut dihadapan Lea menyamakan tinggi si bocah cantik yang sedang ada di dekapannya.
Tangisnya terdengar sangat pilu,selama tahu mamanya di rumah sakit dia mencoba untuk tidak menangis karena melihat ayahnya yang tak pernah beranjak dari Rumah Sakit dan dalam rumah besar milik Oma nya pun tak bisa semua orang memahami dirinya.
Saat melihat Dara yang dia anggap sebagai teman bermain,Dara yang tak pernah memperlihatkan sikap kasarnya membuat Alea nyaman di dekat Dara.
"Sayang,cup cup..Alea masih mau nangis,kalau sudah puas nangis,aunty siap dengerin apa yang Alea rasa saat ini."ucap Dara dengan mengusap punggung Alea dan menciumi pucuk kepala si bocah cantik itu.
Setelah dirasa cukup tenang Alea melepaskan pelukan nya pada Dara.Dengan telaten Dara menghapus air mata Alea dengan tissue ,lalu dia berdiri dan menuntun bocah itu ke deretan kursi tunggu.Dara mengambil air mineral yang ada di dalam rangselnya dan memberikannya pada Alea.
"Sudah lebih tenang,oke..apa ada yang mau Alea ceritain sama aunty?"
Dara mencoba membuka pembicaraan antara dirinya dan Alea.Semua anggota keluarga Zayn dan Laura yang ada di sana hanya bisa memperhatikan komunikasi antara keduanya.
"Alea takut aunty." kata pertama yang keluar dari bibir bocah Lima tahun itu.
"Takut apa nak,Alea nggak sendirian kok...ada ayah , nenek-nenek Lea, kakek-kakek Lea,ada aunty Dara,aunty Meli,Oma Hana,mama juga ada kenapa Alea takut,coba cerita sama aunty pelan-pelan saja."ucap Dara dengan terus membelai rambut anak itu.
"Alea takut mama masih di kamar itu,terus banyak jarum yang di pasang ke badan mama,Alea juga takut kalau aunty nggak dateng kesini pasti Alea sendiri..hiks hiks.."
__ADS_1
Ungkapan hati seorang bocah kecil sangat terlihat sederhana namun dalam maknanya.
"Sayang,kan disini ada ayah ,ada itu nenek kakek..kenapa Alea begini,kalau Alea takut bisa berdoa kan...Alea pasti lupa yaaa..?"
Pertanyaan yang menyelipkan candaan berhasil membuat Alea tersenyum.
"Hehehe,iya Alea lupa aunty maaf...'"ucap Alea dengan wajah yang terlihat lebih baik dan sudah ada tawa disana.
"Alea sudah makan?"tanya Dara
Mereka baru ingat jika Alea belum makan dan mereka malah cuma larut dalam kesedihan mereka masing-masing.
"Alea nggak lapar aunty."ucap Lea dengan lirih
"Alea harus makan lah,kalau waktunya makan tetap harus makan.Aunty bawa rendang daging makan yah .. sebentar."
Meli ikut sibuk dengan kedua nya membuka bekal yang memang mereka bawa dari rumah,penerbangan yang hanya beberapa jam membuat mereka memutuskan untuk membawa bekal,apalagi mengingat mereka langsung ke Rumah Sakit.
"Kak Zayn,gimana keadaan mba Laura ?" tanya Dara saat pertama berinteraksi dengan Zayn.
"Masih banyak istirahat,karena baru sadar setelah mengalami Koma selama semingguan." ucap Zayn datar tanpa memandang wajah Dara.
"Kecelakaannya sudah semingguan ,Ya Allah..sabar ya kak Insyaallah Allah pasti akan menyembuhkan mbak Laura,dia wanita yang kuat."ucap Dara.
"Iya dia kuat,aku sangat mengkhawatirkannya sampai aku mengacuhkan anak kami." ucap Zayn menatap Dara sekilas dan menatap putri yang sedang asyik makan di temani oleh Meli.
"Apa Dara bisa bertemu sama mba Laura kak,soalnya Dara nggak bisa cuti lama juga."ujar Dara
__ADS_1
Zayn menatap wajah Dara dan mengangguk mengiyakan,Zayn melangkah lebih dulu masuk ke dalam Ruang ICU dan Dara mengekori Zayn dari belakang.
Dara melihat keadaan Laura sangatlah terkejut menutup mulutnya dengan kedua tangannya.Sungguh tak Dara sangka sampai akan separah ini.
Dara mendekati tempat dimana Laura berada dia menyentuh tangan Laura dan mendoakan kesembuhan Laura,Dara mendekatkan wajahnya ke telinga Laura dan membisikkan sesuatu.
"Assalamualaikum kak,ini Dara.."ucapan pertama yang terucap dari mulut Dara saat berbisik.
Zayn diam dalam hati menyahuti salam dari Dara.Suara dara memang piring namun,Zayn masih mendengar nya.Apalagi suasana ruangan itu terbilang cukup sunyi karena cuma ada suara Elektrokardiograf (EKG) yaitu alat kedokteran yang biasa di gunakan oleh team medis untuk menditeksi denyut jantung dan irama jantung.
"Mba Luara cepet sembuh yaa,kata Oma Hana mba harus belajar buat rendang daging buat kita semua,mbak juga bilang pengen lihat aku nikah kan,aku sayang sama mbak seperti kakak ku sendiri,maafin Dara jika ada kata-katanya Dara dan perbuatan Dara yang membuat hati mbak sakit hati.Bangun dan terus berjuang demi Alea dan kak Zayn,kasihan Alea kalau nggak ada mba.Kasihan kak Zayn juga kalau mba disini.Lihag suami mba sampai kelihatan kayak om-om frustasi,mbak nggak mau kan kak Zayn dan Alea sedih ,aku juga semua yang kenal mba pastinya berdoa semoga mba cepet sehat."ungkapan panjang lebar Dara walaupun tanpa respon namun,Dara yakin Laura mendengar ucapan tadi.
"Da_ra...." suara lirih dan terbata terdengar oleh dua orang yang ada di dalam ruangan itu.
"Mba Laura..
"Sayang...
Kedua orang itu berdiri dekat dengan Laura saat tahu Laura terbangun dari tidurnya.Dara memegang tangan Laura dan Zayn mencium kening istrinya dengan sayang.
"Mbak,aku seneng mba sabut aku dateng,tapi..lebih seneng kalau mba sambut aku di rumah mba.Aku sedih kalau lihat mba kayak gini, cepet sembuh biar kita bisa main sama Alea lagi."ucap Dara dengan menatap wajah Laura yang terlihat pucat dan ada senyum tipis tersungging di bibirnya Laura.
"Dar_ra aku minta maaf." ucap Laura dengan terbata dan terlihat air mata yang mengalir dari matanya.
"Mbak nggak punya salah sama Dara,mbak Laura perempuan baik,Dara sudah anggap mbak Lau kakak ku sendiri."ucap Dara dengan air mata yang sudah tak sanggup dia tahan lagi.
"Aku yang seharusnya minta maaf sama kamu,juga Zayn."ucap Laura memandang kedua orang yang ada di dekatnya.
__ADS_1
Zayn dan Dara saling pandang dan Dara hanya menggeleng gelengkan kepalanya dan menaikkan bahunya tanda tak tahu dengan arti parkataan Laura.
Bersambung