Cinta Dara

Cinta Dara
#Dara Pingsan


__ADS_3

Ceklek


Suara pintu ruang UGD terbuka dan menampakkan sosok seorang dokter dari dalam UGD sana.


"Dok, bagaimana keadaan istri saya?"tanya Reza dengan penuh kecemasan.


"Untuk istri bapak Alhamdulillah nyonya Rahma masih dalam keadaan tertidur karena pengaruh obat bius.Namun,untuk kandungan istri bapak dengan sangat terpaksa harus kami lakukan pembersihan karena istri anda sudah mengalami keguguran."


ungkapan sang dokter membuat hati Reza sakit yang teramat dalam.


"Astaghfirullahal'adzim,ya Allah anak ku .Al,anak ku Al..hiks hiks.."Reza dengan tangis yang luruh dari matanya tak terbendung lagi.


Alan pun menepuk punggung Reza.Dia tahu kesakitan yang sedang dirasakan Reza.Hari ini begitu banyak kejadian yang tak pernah Reza sangka.


Dari dia tahu kalau Laura telah tiada.Lalu Lea yang ternyata anak biologis nya bersama Laura sekarang anak yang ada di dalam kandungan istrinya pun gugur.


...----------------...


Alan masih setia menemani Reza karena memang keluarga Reza dan Rahma belum datang.


"Ikhlaskan semuanya Za, terkadang kita merasa bahwa Tuhan tidak adil tapi, balik lagi dengan istilah tebar tuai.Itu akan menjadi pembelajaran bagi kita.Tak selamanya apa yang kita inginkan akan Tuhan kabulkan dengan cepat bahkan Tuhan memberikan ujian yang berat untuk menguji keimanan hambanya."ucap Alan dengan menepuk bahu Reza.


"Aku benar-benar tidak menyangka bahwa perbuatan kami malam itu menghasilkan seorang gadis kecil yang cantik."ucap Reza menerawang mengingat sosok gadis kecil yang di kenalnya begitu santun.


"Jangan pernah berfikir untuk melakukan hal yang tidak pernah akan kamu dapatkan Za,sampai kamu melakukan hal itu yang ada kamu membuat Lea menjadi jauh dan Zayn tak akan pernah mau kamu menemuinya lagi."ucap Alan dengan serius.


"Kenapa ,dia anak kandungku.Aku berhak atas dirinya."ucap Reza dengan wajah tak terima.

__ADS_1


"Mikir Lo, nggak malu sama apa yang aku ucapkan.Setelah malam itu pun kamu bisa bersikap biasa tak pernah ada rasa sesal atau rasa ingin bertanggung jawab atas apa yang kamu perbuat kan,jadi jangan terlalu tinggi kalau mimpi."ucap Alan menyiratkan kalau dirinya sedang mengejek sahabatnya itu.


Reza terdiam,dia sadar betul bahwa dirinya memang sudah menjadi pria breng*ek , pecundang yang tidak mau mengakui kesalahannya.Apalagi dengan kejadian yang fatal dan membuat Laura mengandung benih yang tak di inginkannya. Dia terlalu takut kehilangan Rahma tanpa memikirkan bagaimana nasib Laura.


"Kenapa Laura nggak mau ngasih tahu soal dia yang hamil ?"tanya Reza menundukkan kepalanya.


"Kamu pikir Laura sama kayak kamu juga Rahma,dia gadis yang baik dan di tuntut jadi jahat karena ulahmu.Laura masih mikirin perasaan orang lain dan juga dia pun memang tidak mencintaimu waktu itu.Dunianya hanya ada Zayn,sementara orang yang di cintai nya masih mencintai sosok wanita yang jauh dari jangkainanya."ungkap Alan tersenyum miris mengingat kegil*an Laura.


"Lalu apa yang harus kulakukan,Laura saat ini sudah tiada.Kamu pun melarang ku untuk bertanggung jawab atas Alea.Aku harus gimana?"tanya Reza frustasi.


"Kamu masih bisa melihat anakmu bahagia.Dia begitu sayang pada Dara,aku yakin dia nggak bakal nyaman sama Rahma,apalagi aku melihat Rahma yang cuek saja sama Lea.Apa karena Lea bukan anaknya,harusnya dia bisa bersikap seperti layaknya wanita yang akan punya anak.Jangan-jangan dia mau punya anak karena memang hanya memenuhi kebutuhan kamu saja ,bukan keinginan dia."ungkap Alan dengan panjang lebar.


Mendengar ucapan Alan tentu Reza tak terima ada orang yang mengatakan hal jelek soal istrinya.


"Jangan songong Lo Al,Lo emang sahabat gue tapi, kalau Lo nuduh Rahma begitu sama saja dengan memfitnah dia Al..!!"


"Kenapa,nggak terima.Lo tanya si hati kecil Lo,apa pernah bini Lo benar-benar ingin dia memiliki momongan,jawabannya adalah tidak.Karena gue tahu seorang Rahma si wanita karier yang penuh ambisi nggak akan rela jika tubuhnya harus gendut karena melahirkan."ucap Alan sinis.


"Mama,nggak gitu mah..kita sudah punya planning soal anak mah,bukan sekedar punya anak."ucap Reza


"Dan sekarang kamu sudah tahu akibat dari keegoisan kalian ,anak kalian pun sudah gugur..!!"


"Nggak..nggak mungkin,itu nggak mungkin,anakku masih ada !!"


Teriakan dari arah ranjang pasien membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu terkejut.Termyata Rahma mendengar percakapan orang-orang yang ada di dalam ruangan itu.


Papa Reza memanggil dokter dan Orang-orang yang ada di ruangan itupun diminta keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Orang tua Reza kecewa dengan sikap menantunya dan Reza pun mendukung rencana istrinya itu.Hidup Reza seakan hancur seketika.


Alan tak peduli lagi dengan urusan Reza akhirnya dia memutuskan untuk pergi dari Rumah Sakit dan langsung ke arah bandara karena hari ini Zayn dan keluarga kecilnya akan kembali ke kota kecil tempat dia tinggal saat ini.


...----------------...


"Gimana keadaan Rahma?"tanya Zayn saat bersama Alan di bandara sebelum pesawat mereka berangkat


"Rahma keguguran,ternyata memang benar kalau Rahma nggak mau punya anak.Tapi, karena Reza menginginkan nya dan juga mendapatkan ultimatum dari Ayah Reza soal pernikahan mereka.Ayah Reza mengancam jika Reza akan menikah lagi."ucap Ala dengan senyum miris.


"Aku nggak tau lagi cara pikiran mereka,yang jelas saat ini aku ingin hidup Alea bisa bahagia diantara orang-orang yang benar-benar mencintai dan menyayangi dia."ujar Zayn.


"Lo nggak usah khawatir soal itu,gue udah kasih warning buat Reza buat nggak macem-macem sama Lo apalagi sama Alea."


"Thanks Al,kayaknya gue harus terbang .Saran gue kalau Lo serius sama perempuan,coba dekati dan nyatakan keseriusan Lo .Dia punya trauma juga,karena itu Lo harus yakinin dia,kalau Lo bukan pria brengse* seperti yang telah nyakitin dia."ucap Zayn.


Alan tahu kemana arah omongan Zayn yang nyatanya memang Alan sudah tertarik dengan sosok gadis yang merupakan sahabat Dara.


Hari berganti begitu cepat, sehingga pernikahan Zayn dan Dara menginjak usia enam bulan.


Saat ini Dara di dalam ruangan kerjanya,dia merasa tidak nyaman dengan perutnya sedari tadi pagi.


"Ra,are you okey?" tanya Meli saat melihat wajah Dara yang terlihat pucat.


"Gue nggak apa-apa kok,cuma rasanya perutku lagi nggak enak.Tiba-tiba aku pusing."ucap Dara.


Namun,saat Dara berusaha melangkah menuju pantry tiba-tiba tubuhnya terkulai lemas dan diapun ambruk..

__ADS_1


Brukk...


Bersambung


__ADS_2