
Waktu terus berjalan dan hubungan Zayn dan Dara pun sudah mulai banyak berubah apalagi Zayn yang sudah mengatakan jika dirinya ingin menjadikan Dara istrinya.
"Raa,sini dong...masa Alea mulu yang di sayang,ayahnya di anggurin."protes Zayn dengan suara manjanya.
"Ehhhh,inget kak situ sudah tua lho..masih aja minta di manja-manja.Sama anak aja masih cemburuan.Sudah sana mandi,baru pulang kerja bukannya bebersih malah ribetin aku aja." omel Dara dengan melenggang pergi ke kamar Alea.
Mendengar Omelan Dara bukanya Zayn kesal malah baginya Dara adalah sosok yang membuat hidupnya berwarna.
Zayn mengingat kembali saat bersama Laura.Perlakuan Laura yang terlihat sangat lembut dan tak pernah protes apapun padanya membuat dirinya dan Laura bagai orang asing, walaupun memang Zayn berusaha menjadi suami yang baik dan memenuhi kebutuhan lahir maupun batin namun, dia tidak merasakan perasaan memiliki.
Beda dengan Dara ,rasanya dia tak terima jika ada orang lain yang lebih perhatian pada Dara atau bahkan Dara lebih perhatian pada orang lain termasuk pada Lea. Rasa posesif nya sangat keterlaluan memang.
...****************...
Setelah selesai makan malam dan menemani Lea tidur sebentar, seperti biasa Dara akan pamit untuk pulang.
"Raa,kayaknya aku harus ke Jakarta secapatnya."ucap Zayn saat mereka ada di teras rumah Zayn.
" Ada perlu di Jakarta atau gimana?" tanya Dara menatap Zayn serius.
Zayn pun menatap Dara dengan sedikit memajukan wajahnya tepat di depan wajah Dara.
"Aku akan meminta mu dari orang tuamu.Aku ingin kita sama-sama,kamu nggak perlu bolak-balik ngurusin aku sama Lea kayak gini."ucap Zayn mulai membahas hal yang sensitif.
Dara menghela nafas panjang dan menatap lekat wajah Zayn.
"Kamu yakin,kita tidak perlu mengenal satu sama lain dulu?" tanya Dara.
"Aku nggak mau kamu dianggap sebagai gadis yang nggak bener,apalagi kita sering sama-sama.Gimana menurut kamu,sudah siap jadi nyonya muda Wasesa?" goda Zayn menaik turunkan alisnya.
"Apaan sih kak,apa Kakak yakin kalau ini adalah yang terbaik buat kita?" tanya Dara.
" Aku mencintaimu dari dulu hingga sekarang bahkan hingga aku tak bernyawa lagi Ra.." ucap Zayn
__ADS_1
" Baiklah,aku punya syarat untuk menjadi suamiku.Apa kamu sanggup?!" tanya Dara dengan nada menantang.
" Syarat nya apa,kamu bisa minta apa saja.Berlian,mobil, uang atau...
" Aku nggak mau semua itu,aku ingin kamu menepati janji kamu.Jadi suami yang setia,selalu menyayangi aku dan anak-anakmu.Jangan ada kata perceraian,aku ingin menikah dengan sederhana hanya di KUA dan aku ingin kita menikah disini."
Ucap Dara dengan menatap Zayn tanpa berkedip.
"Baiklah,apapun yang kamu inginkan Insyaallah aku akan turuti dan kamu mau mas kawin apa?" tanya Zayn
" Seikhlas kamu,yang tidak memberatkan kamu."ucap Dara.
" Jangan gitu yang, bukannya aku mau meremehkan kamu tapi, aku ingin kamu lihat aku nikah dengan kamu bukan karena alasan yang ada sangkut pautnya dengan Lea bahkan Laura.Ini yang aku lakukan antara Zayn dan Dara yang dari dulu sampai sekarang masih saling mencintai.Mintalah apa yang kamu inginkan." ucap Zayn.
" Baiklah aku ingin emas dan uang,besarnya disesuaikan dengan kemampuan kakak." ucap Dara.
Zayn tahu Dara akan akan melakukan hal itu namun,Zayn sudah memikirkan apa yang akan dia berikan dan itu akan membuat Dara merasa di hargai dan juga merasa dirinya berharga walaupun memang sebuah pernikahan bukan ajang jual beli.
"Gimana kalau aku akan bilang sama mama juga papa aku akan ngasih tahu sama mereka tentang niat baik kakak itu. kalau kakak bisa bilang ke orang tua kakak untuk datang kemari juga.Nanti kakak bisa bawa mama papah ke rumah ku dan nanti aku juga akan minta tolong sama Oma Hana dan juga Meli dengan rencana kita."terang Dara.
" Kalau kayak gitu,aku setuju." jawab Zayn.
" Baiklah,nanti kita bahas lagi sekarang aku pulang dulu yaa.." ucap Dara berpamitan.
" Nggak nginep saja." goda Zayn.
" Iiihhh...ogah,nginep di rumah duda."pekik Dara.
" Eeehhh..duda kayak gini pujaan hati kamu lho.." ledek Zayn.
" Taulah, dengan sangat menyesal karena telah terlanjur cinta sama Duda ganteng..hahaha.." canda Dara
Hahahaha...
__ADS_1
Keduanya sama-sama tertawa karena mengingat omongan mereka yang tak biasa.Merema kini lebih lepas.Bisa saling mengekspresikan perasaan mereka.
...----------------...
Singkat cerita setelah semua administrasi dan juga semua keperluan untuk melangsungkan pernikahan Dara dan Zayn.
Sesuai dengan keinginan Dara Zayn sudah melamar Dara kepada kedua orangtuanya Dara.
Orang tua Dara sangat terkejut dan sekaligus bersyukur karena anaknya akan menikah.Apalagi orang tua Dara pun sayang dengan Alea walau pun baru sekali diajak ke rumah mereka serasa mama dan papa Dara menyayangi Alea.
Mereka bersyukur baru dapet mantu sudah dapet cucu juga.
Kini kedua mempelai sudah ada di depan penghulu dan ada dua saksi yaitu sebagai saksi dari keluarga Zayn yaitu sang Opa dan dari pihak Dara ada Alan yang kebetulan memang diminta Zayn untuk dia datang dan menjadi saksi dari pihak Dara.
Suara lantang dan dengan satu tarikan nafas Zayn berhasil melafazkan ijab qobul dengan lancar dan acara itu Alhamdulillah berjalan lancar.
Zayn memberikan mahar 50gram emas dan uang sebesar 1M untuk Dara.
Dara sangat terkejut mendengar mahar yang di berikan Zayn padanya.Namun, kata Zayn semua itu tak ada harganya di banding dengan kesediaan Dara menerimanya dengan ikhlas dan segala masalalunya dulu.
Kini rombongan sudah berada di rumah Dara.Ada tetangga di kompleks pun memberikan selamat pada pengantin baru itu.
Oma Hana yang terlihat sangat bahagia,bagaimana pun dia adalah saksi hidup dimana seorang Dara yang datang ke kota kecil itu dengan luka hati yang masih basah karena di khianati oleh calon suaminya.
" Akhirnya sahabatku sudah jadi istri cinta pertamanya,bahagia terus ya Raa.." ucap Meli memeluk tubuh Dara mereka saling berpelukan dan menangis haru karena merasakan kebahagiaan.
" Terimakasih sudah mau menjadi sahabat baikku,kamu juga harus move on.Cari yang bisa terima kamu apa adanya dan aku yakin akan ada pria baik yang akan mencintaimu dengan tulus." ucap Dara.
" Sudahlah kalaupun aku harus melajang sampai tua nanti,aku akan ikhlas kok." ucap Meli.
Dara tahu Meli masih terpaku dalam masalalu dimana dirinya mendapatkan pelece*an oleh orang terdekatnya dan itu yang membuat Meli takut akan jatuh cinta dan pernikahan.
Bersambung.
__ADS_1