Cinta Dara

Cinta Dara
#Undangan Makan Siang


__ADS_3

Zayn pun masuk dalam mobilnya dan langsung pergi menuju kantornya yang sedikit jauh dari perusahaan mereka.


Saat berhenti di lampu merah sepintas Zayn menatap luar kaca mobilnha.Mata nya seperti melihat gadis yang sedang berusaha dia hilangkan dalam pikirannya.Terlihat jelas gadis itu tepat di sampingnya.Paras ayu dengan balutan hijab berwarna merah.


"Aku nggak bisa seperti ini terus,ingat Zayn ada Laura yang selalu setia di samping mu dari dulu.Belum tentu juga gadis itu adalah Dara yang dulu kamu kenal."batin Zayn mencoba menyingkirkan perasaan aneh di hatinya.


Tak lama lampu merah sudah berganti hijau dan mobil yang di kendarai gadis itu melaju terlebih dahulu.


Sampai di kantor nya Zayn berusaha fokus dengan pekerjaan nya. Apalagi projects saat ini adalah project besar nya.


Benar saja seharian Eza mengatakan jika selama sebulan ini akan di sibukkan dengan pekerjaan mereka.


.


.


Siang hari Laura dan Alea menaiki taxi online menuju tempat dimana Dara memberikan informasi lokasi sekolah yang di maksud Dara.


Setelah membayar taxi Laura menggandeng tangan Alea mendetil Dara yang sudah menunggunya.


"Assalamualaikum."ucap Laura dan Alea hampir bersamaan.


"Wa'alaikumsalam.." jawab Dara dan ada satu orang perempuan yang bersama Dara disana.


"Akhirnya datang juga , mbak Laura kenalkan ini Bu Farma salah satu karyawan dan juga anggota yayasan sekolah ini dan beliau Anna membantu mba untuk proses sekolah Alea.Namun, sebelum mba mutusin buat daftar disini lebih baik mba dan juga Alea melihat-lihat dulu suasana dan juga fasilitas di sekolah ini biar lebih enak.Jangan sampai di bilang beli kucing dalam karung,nanti takut nya nggak cocok atau ketidak sukaan tentang sekolah ini jangan sampai keluar dari gerbang sekolah ini."ujar Dara pada Laura


Laura paham maksud Dara.Walaupun Laura sudah percaya dengan rekomendasi dari Dara Insyaallah cocok tapi, nggak ada salahnya Laura melihat dan menilai sendiri apa yang ada di sekolahan tersebut.


Akhirnya Laura di temani Bu Farma dan juga Dara bersama Alea yang terlihat menempel pada Dara,mereka melihat-lihat sekeliling sekolah.


"Baiklah bu, bagaimana apa sudah cocok untuk ananda Alea bersekolah disini?" tanya Fatma pada Laura.


"Biasa langsung di proses sekarang Bu?" tanya Laura


"Bisa-bisa nanti senin bisa langsung masuk sekolah."ucap Fatma menanggapi omongan Laura.


Akhirnya Laura putuskan untuk mendaftar kan Alea di sekolah tersebut dan yang terpenting Alea terlihat antusias dan juga senang sekolah di sekolah itu.Di sela-sela saat keliling sekolah tadi Alea berinteraksi dengan baik dengan Dara apalagi jika orang yang tak tahu mungkin terlihat seperti anak dan ibu.

__ADS_1


Setelah selesai melakukan pendaftaran dan segala sesuatu yang berhubungan dengan sekolah Alea kini Dara mengantar keduanya ke Mall untuk membelikan beberapa perlengkapan sekolah.


Dara terpaksa hanya mengantar Laura dan Alea karena dia harus cepat kembali ke kantor.


Dengan sedikit kecewa Alea bisa memahami pekerjaan Dara tidak bisa seenaknya di tinggalkan.


.


.


Dua Minggu berlalu begitu cepat dan Dara baru saja selesai dengan tugasnya di laut.


Drrrrrttt Drrrttt


📞Laura Calling..


"Assalamualaikum mba.." sapaan salam terdengar dari mulut Dara saat mengangkat panggilan dari Laura.


"Wa'alaikumsalam Dara,akhirnya nomer kamu aktif juga."ucap Laura terdengar sangat senang mendengar suara Dara


"Pantesan ternyata habis tugas di laut,dari kemarin Alea nanyain kamu.Katanya dia pengen main sama kamu,makanya saya telpon kamu terus ternyata baru aktif sekarang."terang Laura


" Saya juga kangen sama Alea mba,dia sedang apa sekarang?" tanya Dara


" Dia lagi tidur siang Ra,oh iya mba sebenarnya mau undang kamu makan siang di rumah hari minggu nanti,bisa nggak Ra?" tanya Laura


" Minggu ya mba.. Insyaallah bisa sih,apa tidak merepotkan mba kalau makan siang di rumah mba,karena pastinya mba akan repot untuk siapin ini itu kan," ujar Dara sangat paham pastinya akan membuat Laura sibuk.


"Nggak masalah,saya masak sederhana kok Ra.." ujar Laura.


"Baiklah kalau gitu nanti saya akan bantu mba deh.."ujar Dara.


" Mana ada undangan malah ikutan repot,kamu ada-ada saja Ra.. hehehe.." Laura terkekeh dengan ucapan Dara barusan.


"Tenang saja mba,anggap saja kita nanti akan duet masak,lagian Dara juga kurang pandai masak nanti biar mba Laura ajarin aku masak ." ujar Dara dengan antusias.


"Baiklah nanti kita duet maut Ra..hahaha."ucap Laura terkekeh membayangkan bagaimana mereka hebohnya di dapur.

__ADS_1


"Aku bayangin punya kakak yang bisa masak bareng aku,kita sama-sama eksperimen pokoknya pasti seru."


" Iya Ra..mba juga bayangin kita di dapur masak berdua pasti heboh."


hahahhaah


Dua perempuan yang mempunyai karakter berbeda namun,kini terlihat begitu kompak menyatu dalam rencana masak memasak mereka.Dara memutuskan untuk datang ke rumah Laura hari minggu nanti karena dirinya pun sudah kangen sama gadis kecil kesayangannya yaitu Alea.


.


.


Hari Minggu tiba pagi-pagi Dara sudah sibuk belanja di pasar untuk membeli beberapa bahan masakan untuk acara masak-memasak bersama Laura.Menu sederhana namun,bagi Dara sangat menggoda selera.


Setelah kurang lebih satu jam di pasar dia bergegas pulang kerumah untuk membersihkan diri dan akan segera pergi ke tempat Laura.


Setelah tiga puluh menit dia bersiap,akhirnya dia melajukan mobilnya ke alamat yang sudah Laura share padanya.Tempatnya tak terlalu jauh dari tempat tinggalnya.Kurang lebih tiga puluh menit dia sampai di sebuah perumahan.Setelah melihat dan mencocokkan nomer rumah Dara menghentikan mobilnya.


Dara turun dari mobilnya dan tak lupa membawa bahan makanan untuk mereka olah untuk makan siang.


Ting tong Ting tong


"Bang,kayaknya itu temen aku sudah sampai deh.."ucap Laura pada suaminya.


"Ya udah biar Abang saja yang buka,kamu urus Alea aja."ujar Zayn pada Laura.


"Terimakasih sayang."ucap Laura dengan lembut dan senyuman yang manis.


"No problem.."ujar Zayn dan melangu keluar dari kamar putrinya.


Zayn segera membuka pintu rumahnya.Terlihat seorang wanita yang membelakangi dirinya dengan hijab menutupi kepalanya.


"Ehemm.."Zayn berdehem membuat perempuan yang ada di depannya sontak membalikkan tubuhnya menghadap Zayn.


Kedua pasang mata itu bertemu dengan begitu dekat.Mata yang terlihat sangat indah,dengan bulu mata lentik dan bibir tipis.Jantung keduanya berdetak kencang saat ini.Keduanya terpaku dengan apa yang ada di depannya saat ini.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2