
"Dara ?!" panggil seseorang dari arah belakang Dara.
Dara mendengar suara seseorang memanggil namanya sontak menoleh ke arah sumber suara.
"Iya saya.."ucap Dara dengan mengernyitkan keningnya.
"Bener kamu Dara Alesya,aku Tami.."ucap perempuan yang bernama Tami.
"Masyaallah,Tami Prastowo Ya Allah .."ucap Dara tak bisa berkata-kata lagi.
Mereka pun akhirnya berpelukan melepas rindu mereka.Dua sahabat yang sudah lama tidak bertemu.Keduanya sama - sama terlihat sangat terharu dengan pertemuan mereka.
"Kangen kamu,kemana aja kamu Raaa..?"tanya Tami
"Aku...
"Dara,kamu mau pulang ikut mobil ini atau enggak?!"teriak Zayn dengan membuka kaca mobilnya.
"Aku naik taxi aja kak,mau pulang dulu baru ke rumah kakak lagi."ucap Dara dengan suara yang lumayan kencang.
Zayn pun mengangguk dan terlihat mobil yang di tumpangi Zayn bergerak meninggalkan area pemakaman.
"Kamu ikut kita saja nanti pulangnya,kamu kenal Reni kan..dia sepupu kak Andra."ucap Tami memberitahu kan Dara.
"Kamu pasti lupa,karena kita memang nggak satu kelas sih,senang ketemu sama kamu lagi Ra.."ucap Reni dan memeluk Dara dengan erat
"Oh iya kenalin ini Meliputi sahabat aku juga kita ketemu tiga tahun lalu di tempat sekarang aku tinggal."ucap Dara pada kedua sahabatnya yang lain.
"Meli
"Tami
"Meli
"Reni
__ADS_1
Mereka bertiga saling berkenalan dan mereka memutuskan untuk masuk ke mobil dan pergi dari pemakaman.
"Asli aku penasaran banget kamu itu kemana saja,nggak ada kabar sama sekali.Aku kerumah kamu kata tetangga kamu sudah pindah,rumah sudah di jual.Terus ada yang bilang kamu beberapa tahun lalu batal nikah,apa benar itu Dara kamu ?"tanya Tami menatap Dara sekilas.
"Iya banyak banget yang berubah dari sejak waktu itu,aku mendadak harus ikut orang tuaku ke Bandung karena nenek sakit dan kita harus ke sana saat itu juga,kuliah di Bandung dan saat waktu saku semester tiga papa sama mama pun kembali ke Jakarta menempati rumah baru mereka."ucap Dara.
"Terus soal pernikahan yang batal,benar itu kamu?"tanya Reni
Dara menarik nafasnya dengan dalam dan menghembuskan nya dengan perlahan.
"Iya,aku waktu itu mau nikah dengan kakak tingkatku bernama Gathan karena LDR dan kita jarang banget ketemu karena aku harus menyelesaikan tesis ku waktu itu. Namanya belum jodoh,pas akad nikah aku baru tahu kalau Gathan selingkuh di belakang aku dengan Sania dan dia hamil,maka dari itu aku langsung membayangkan acara itu dan diganti dengan pernikahan Gathan dan Sania." cerita Dara dengan kembali mengingat kejadian yang tak mengenakkan baginya.
"Gathan aku kenal dia sekarang masih memimpin perusahaan keluarganya.Desas desus yang tersebar karena kamu yang meninggalkan dia dari acara akad nikah jadi, sekertaris nya bernama Sania menggantikan kamu."ucap Reni.
"Hahhh...sumpah demi Allah,aku nggak berbuat seperti itu kalau aku tak ada alasan.Memang waktu itu aku serahkan semua sama papa ku dan aku pergi ke Bandung beberapa hari dan ada teman ku satu fakultas memberikan informasi jika ada lowongan di perusahaan pengeboran minyak di Dumai akhirnya aku ke Dumai dan bekerja disana sampai sekarang, kalau kalian nggak percaya Meli saksi hidup ku disana ,karena dia sama aku sama-sama dari Bandung dan melamar pekerjaan disana juga."jelas Dara panjang lebar.
"Aku juga nggak percaya gitu aja Ra,aku tahu kamu gimana waktu sekolah.Walaupun aku nggak deket sama kamu tapi,aku lihat kamu orang yang nggak gampang jatuh cinta."ucap Reni.
"Ehhhh..iya Ra,aku nggak nyangka kamu sudah ketemu sama kak Andra.Kamu juga deket banget sama anaknya."ucap Tami dengan senyuman penuh arti.
"Iyalah,kayak tadi..kayaknya dia nggak rela kamu ikut aku ."ucap Tami lagi.
"Tadi,kak Zayn?"tanya Dara memastikan.
'"Iyalah,Zayn Kalendra Wasesa atau kita kenal dengan nama Andra."
Mendengar ucapan Tami tentunya membuat Dara membeku dan langsung mengingat kembali saat bertemu Zayn di sepermaket di Dumai dia merasa familiar dengan sosok Zayn dan wangi tubuhnya pun mengingatkan dengan sosok Andra yang tiba-tiba menghilang.
"Raaa,are you okey?"tanya Meli yang sudah barang tahu jika Dara tak menyangka jika orang yang dia cintai saat ini adalah orang yang sama dengan cinta monyetnya dulu.
"Ahh..iya..aku okey."ucap Dara sedikit tergagap.
.
.
__ADS_1
.
Setelah Dara dan Meli di antar oleh Tami ke rumah Dara kini mereka berdua sudah ada di rumah keluarga Wasesa.
"Ra,kamu kenapa?"tanya Meli saat melihat Dara yang terlihat selalu melamun setelah tahu Zayn adalah Andra cinta pertamanya.
"Nggak papa,aku cuma berfikir apa yang akan ditakdirkan Allah saat ini untukku Mel.Aku nggak pernah sangka kalau kak Zayn adalah Kaka Andra."ucap Dara.
"Itu artinya perasaan kamu nggak pernah berubah.Kamu mencintai Kaka Zayn kan,"
"Iya,tapi..aku merasa bersalah dengan mba Laura,ternyata mbak Laura sudah tahu semuanya Mel."ucap Dara dengan wajah yang terlihat sangat sedih.
"Sudahlah,jangan merasa bersalah gitu.Kamu kan nggak ada niat buat merebut kak Zayn dari mbak Laura,ini bukan salah kamu ."ucap Meli berusaha menghibur Dara.
Mereka tidak tahu jika ada seseorang yang tak sengaja mendengar ucapan mereka berdua.Tangannya mengepal kuat dan rasa marah tergambar jelas di wajahnya.
"Zayn,kamu ngapain kesini?"tanya mama Wina yang mendapati putranya ada di dekat dapur.
"Eh mah,Zayn mau ambil susu kotak Alea dia minta susu."ujar Zayn memberikan alasan.
Dara dan Meli mendengar suara mama Wina dan Zayn di dekat dapur mereka saling pandang dan takut jika perbincangan mereka di dengar seseorang.
Zayn melihat Dara yang selalu dekat dengan anaknya merasa tak terima jika anaknya lebih dekat dengan Dara dari pada keluarga nya yang lain.Acara tahlilan hari pertama sudah selesai di lakukan dan kini tinggal keluarga inti saja masih ada di rumah besar.
"Alea,sini sama ayah.."ucap Zayn mengambil Alea dari gendongan Dara dengan sedikit kasar.
"Kak !!" pekik Dara kaget dengan tindakan Zayn.
"Diam kamu,sekarang kamu boleh pergi dari sini.Jangan pernah kamu menemui Alea atau keluarga Wasesa lagi, seneng kan...Laura sudah ninggalin saya sama Alea,seneng kamu,puas kamu, mungkin kamu yang buat kecelakaan Laura terjadi,karena sudah tahu kedok kamu itu,persetan dengan persahabatan ,persetan Sola cinta bullshit kamu..sekarang kamu pergi dari sini,saya juga nggak akan sudi punya istri seperti wanita macam kamu,munafik !!"ucap Zayn dengan lantang dan sangat kejam terdengar di telinga.
"Maksudnya apa kamu ngomong begitu tentang saya kak,perlu kamu ingat saya nggak pernah mau Laura meninggal dan saya nggak ada niat untuk menjadi orang ketiga diantara kalian,tuduhan kamu itu sangat kejam kak,kamu ingat kata-kata saya..ucapan kamu akan saya ingat sampai kapan pun,perlu kamu tahu aku sayang sama Alea pun dengan tulus,tapi...kalau gini sikap anda sama saya,dengan senang hati saya pergi..!!"ucap Dara dengan lantang.
Tanpa berpamitan dengan cepat Dara meninggalkan rumah besar itu bersama Meli.
Bersambung
__ADS_1