
" Apa ini Oma?" tanya Zayn saat mereka berkumpul bersama untuk sarapan.
"Tiket bulan madu buat kalian."jawab sang Oma dengan santai.
Dara dan Zayn saling pandang."Oma,kayaknya Zayn sama Dara nggak butuh ini,kita belum bisa cuti juga."ucap Zayn memberikan alasan
Oma pun menarik nafas dalam.Lalu,Oma menatap sepasang pengantin baru itu." Oma sudah beresin semuanya kalian tinggal pergi,buat Dara Oma sudah ijin cuti selama seminggu dan untuk Zayn,kerjaan kamu sudah di ambil alih Eza untuk menghandle nya." terang Oma .
Kedua pengantin baru itu pun pasrah dengan keputusan sang Oma."Terus Lea gimana,apa nggak kenapa-kenapa kalau kita tinggal?" tanya Dara
"Aku nggak papa kok bun, kan masih banyak orang disini ada Oma,Opa,Uyut juga ada kakek juga nenek,rame kan.Tapi, aku mau minta oleh-oleh sama bunda juga ayah,boleh kan Bun?"
Mendengar ucapan Lea Dara pun mengangguk." Kalau gitu aku minta adik yaa," ucap Lea lagi.
Uhuk uhuk uhuk
Saking kagetnya Dara yang sedang sibuk dengan makannya mendengar permintaan Lea langsung tersedak.Dengan cepat Zayn memberikan minum pada istrinya lalu menepuk nepuk punggung Dara.
"Lea,kok mintanya itu sih," ucap Dara setelah menormalkan kembali dirinya.
Zayn menatap semua orang yang ada di meja makan.Pastinya dengan racun para eyang nya Lea bisa ngomong begitu.
"Emang ada yang salah sama permintaan anak kalian,bagi Oma itu wajar lho." ucap Oma dengan santainya.
Zayn mendengus mendengar ucapan sang Oma.Dulu dengan Laura Oma tak pernah menuntut dia memiliki anak kembali namun,dengan Dara dengan frontal Oma nya memprovokasi sang cicit untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Doa kan yang terbaik Oma."jawab Dara dengan wajah merona.
"Pastinya kita berdoa kalian hidup bahagia selamanya."jawab mama Wina.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesuai dengan rencana Dara dan Zayn berguna untuk Honeymoon.Tujuan mereka ke salah satu negara yaitu Budapest (Hungary)
negara impian author hihihi...
__ADS_1
Sampai di negara itu membuat pasangan pengantin baru itu terhanyut dalam keromantisan negara itu.Dengan pemandangan kota yang menampilkan bangunan-bangunan kuno yang menarik di mata.
Mereka sampai di salah satu hotel yang sudah siapkan oleh sang Oma.
Sungguh tak pernah di sangka jika sang Oma memberikan hadiah begitu menakjubkan bagi keduanya.
Setelah kepergian supir yang sudah menjemput mereka akhirnya Dara merebahkan tubuhnya yang sudah terasa lelah karena perjalanan panjangnya.Melihat istrinya yang terlihat sangat lelah dan terlelap di atas tempat tidur.Tiba-tiba Zayn ingin sekali menjahili istrinya itu.
Zayn merebahkan tubuhnya di samping istrinya dan memeluknya dengan erat dari arah belakang.Dara yang tidak sepenuhnya terlelap merasakan hembusan nafas Zayn sampai terdengar di telinga Dara.
Mendadak tubuhnya merasa merinding mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya.
Zayn yang menyadari istrinya tak sepenuhnya tidur diapun berbisik di telinga Dara dengan suara yang terdengar begitu sexy.
"Raa," panggil Zayn dengan suara yang terdengar serak.
Dalam hati Dara hanya bisa mengharapkan agar suaminya menunda keinginannya karena dia melihat hari masih siang dan dia ingin istirahat dengan tenang dulu.
Dara tak merespon apapun hanya bisa diam.Sementara Zayn dengan iseng mengendus leher Dara dan juga mengecupnya berkali-kali.
Namun sedetik kemudian Dara dibuat kaget dengan suara perut Zayn.
Lalu Dara pun membuka matanya dan membalikkan tubuhnya"Ayah laper?" tanya Dara.
" Nggak laper bun, cuma cacing dalam perut ayah lagi demo." ungkap Zayn dengan candanya.
"Ya udah ayah mau makan apa,kita pesan lewat room service saja."ucap Dara memberikan sarannya.
"Tapi,ayah mau bunda bukan mau makan.Lagi enak-enak ngendus malah cacing nggak tahu diri demo." ucap Zayn membuat Dara terkekeh geli mendengar ucapan suaminya.
"Tapi,ayah makan dulu.Soal itu yang tadi bisa nanti lagi kayak bunda mau kemana sih yah,sudah kita makan dulu yaa.." ucap Dara melepaskan diri dari pelukan suaminya.
" Beneran ya bun,jangan ingkar janji lho.Kita sudah jauh-jauh kesini masa ayah dapet Zonk ." canda Zayn
__ADS_1
" Dasar mesum !!" umpat Dara.
Bukannya kesal dengan umpatan istrinya malah Zayn terkekeh mendengar nya.
Akhirnya mereka pun menikmati makan siang menjelang sore mereka di dalam kamar.
...----------------...
Setelah makan malam Dara berdiri di balkon kamar.Melihat pemandangan malam kita Budapest.Tangan kekar Zayn melingkar di pinggang Dara.Apalagi saat ini Dara hanya menggunakan baju tidur bahan satin yang tentunya membentuk tubuhnya yang ramping.
Dara tak menggunakan hijabnya karena dia merasa tak ada orang yang akan melihat penampilan nya hanya ada suaminya disana. karena balkon antar kamar tak sejajar dengan balkon kamar lainnya jadi dia tak risau akan di intip orang lain.
"Sayang." ucap Zayn lirih dengan meletakkan dagunya di pundak Dara dan mengeratkan pelukannya di pinggang istrinya itu.Menghirup wanginya tubuh sang pujaan hati.
"Iya kenapa,hemm?"
"Apa sayang bahagia?" pertanyaan itupun terlontar dari mulut Zayn.
"Hemmm..untuk saat ini aku bahagia, menikah dengan ayah adalah impianku dulu walaupun sempat kecewa karena keadaan namun, aku bersyukur Allah mengembalikan ayah buat bunda.Ayah bahagia bisa menikah sama bunda?"tanya Dara balik.
" Tentu,ini yang membuat hati ku lega sayang.Menepati janji yang tertunda. Walaupun memang takdir yang membawa kita sampai ketitik ini."ujar Zayn mengecup pipi Dara.
Zayn membalikkan tubuh Dara sampai mereka berhadapan tanpa harus menunggu lama Zayn langsung menekan tengkuk Dara dan membenamkan bib*r nya ke benda ken*al nan tipis milik Dara.
Bagaikan mendapat lotre Zayn bersorak dalam hati.Ternyata istrinya tidak menolak apa yang dia lakukan.Merasa dirinya di berikan lampu hijau Zayn mulai melancarkan aksinya.
Dengan nakal dia membuat Dara kelabakan dan Dara pun sudah berusaha membalas apa yang di lakukan suaminya padanya.Mereka dengan penuh semangat menyalurkan kerinduan yang selama ini mereka pendam.
Rasanya banyak bunga bunga dan kupu-kupu beterbangan di sekeliling mereka.Zayb mengangkat tubuh Dara dan kaki Dara reflek melingkar di pinggang Zayn.
Dengan perlahan Zayn melangkah menuju area dalam dan masih saling berbelit penuh dengan decakan yang sangat membakar semangat mereka.Zayn duduk di sofa dan posisi Dara ada di pangkuan nya dengan tangan melingkar di leher Zayn.
Tangan Zayn pun sudah berusaha gerilya menyusuri tubuh istrinya yang sungguh membuat dirinya panas dingin.Apalagi saat Dara mengeluarkan lengu*an lengu*n kecil membuat Zayn terpancing.
Dirasa nafas mereka mulai habis merekapun melepaskan tautan mereka dan mengatur nafas mereka.
__ADS_1
Bersambung dulu yeee...