
Zayn masuk ke dalam ruang ICU dia menatap nanar ke arah brangkar dimana sang istri terbaring lemah dan banyak alat yang menempel di tubuh nya.
Zayn melangkah perlahan mendekati tempat dimana sang istri tergolek tak berdaya.Zayn menggenggam tangan Laura dengan erat,menciumnya bertubi-tubi.Rasa hatinya seperti teriris belati.Tak tega melihat istrinya yang begitu menderita dengan alat-alat yang menempel di tubuhnya.Terlihat luka di wajah cantik Laura dan kepalanya terbalut.
"Sayang, kenapa jadi begini.Maafkan aku.Abang gagal jagain kamu, tolong bangun demi Alea dan aku.Jangan buat kami khawatir sayang..hiks hiks.."
Tangis pilu Zayn pun keluar tak ada lagi kesan pria kuat di samping Laura saat ini.Laki-laki yang terkesan dingin kini runtuh dengan hati sakit karena melihat orang terkasihnya tergolek tak berdaya.
"Coba aku nggak ikut mereka kepantai dan aku yang mengantarkan kamu.Pasti semuanya akan beda ceritanya yang ..hiks hiks.."
"Tadi Ale tantrum dan kali ini baru aku melihat dia begitu,aku bingung bagaimana membuat dia menjadi tenang,hanya kamu yang bisa memahami Alea Lau,aku nggak mau kamu lakukan ini pada ku Lau,aku nggak tahu bagaimana nantinya kalau kamu kelamaan disini aku nggak mungkin bisa sayang .." ucap Zayn dengan mengecup tangan Istrinya bertubi-tubi.
Ceklek.
Terlihat dua orang paruh baya melangkah mendekati dimana Zayn berada.
"Zayn."panggil sang papa dengan suara lirih.
"Sabar nak, kamu alharus kuat.Mama yakin Laura akan baik-baik saja."ucap sang mama mengusap punggung anaknya yang terlihat bergetar karena isakan tangisnya.
"Laura mah,pah,kasihan dia."ucap Zayn menatap kedua orang tuanya dengan masih terisak.
Mama Wina menatap wajah sang menantu yang terlihat banyak luka disana dengan semua alat bantu di tubuhnya.Dia tak tega melihat menantunya yang selalu di musuhi mertuanya.
"Lau,ini mama.Kamu wanita hebat kamu harus bisa berjuang untuk semua ini Ada Zayn dan Lea yang masih memerlukan kamu nak..hiks hiks."
Isakan mama Wina pun terdengar dia tak tega melihat kondisi menantunya yang tidak berdaya di brankar.Papa Arya meraih tubuh lemas istrinya dan memeluknya erat.
"Laura,papa,mama sayang kamu nak..cepet sembuh yaa..kami tidak ingin melihat kamu seperti ini."ucap papa Arya lirih.
.
.
.
.
Sudah satu minggu Laura terbaring dengan keadaan koma.Sejak itu juga Zayn tak pernah beranjak dari tempatnya cuma ke toilet dan sholat saja dia meninggalkan istrinya. Penampilannya pun. sudah banyak berubah dengan bulu-bulu halus yang sudah tumbuh di sekitar wajahnya.Oma pun dan opa menengok Laura dengan perasaan tak menentu.
Oma melihat Laura yang sedang tak berdaya membuat dirinya sangat besar keinginannya untuk Laura sembuh . Karena sebagai Oma dia tak tega melihat cucu dan cicit nya terus bersedih.
.
.
Di Taman indah yang di penuhi bunga berwarna warni,terlihat Dara sedang duduk santai di sebuah bangku taman yang menampakkan hamparan bunga di depannya.
Terdengar suara tawa yang begitu familiar di telinganya.Dia mencari keberadaan suara itu dan melihat seorang laki-laki yang tidak asing di mata Dara sedang menggendong anak kecil yang sedang mengejar bocah perempuan yang tertawa lepas.
__ADS_1
Melihat wajah laki-laki yang membuat jantung Dara berdegup dengan kencang.
"Kak Andra.."gumam Dara melihat sosok laki-laki yang dia kenal dari masa putih abu-abu.
"Bunda,sini..!!" seru gadis kecil yang membuat mata Dara melebar.
"Alea,kamu disini sayang," ucap Dara menangkupkan kedua tangannya di pipi anak itu.
"Bunda ayo main sama dik juga sama ayah." ucap gadis cilik itu yang di panggil Alea
"Mama mana sayang?" tanya Dara pada bocah itu dan bocah itu menggeleng gelengkan kepalanya tanpa menjawab pertanyaan Dara.
"Sayang,kenapa kamu hanya diam disitu.Sini..." ucap laki-laki yang Dara panggil Adra.
"Kak,ini..
"Dara...!!" seru seseorang yang tiba-tiba muncul di belakang mereka.
"Mba Laura,sini kita ikut mereka."ucap Dara dengan mengulurkan tangannya pada Laura.
"Pergilah,bahagiakan mereka.Maafkan aku,tugasku sudah usai.Terima kasih untuk semua kebahagian yang kamu berikan kepadaku Dara."ucap Laura dengan senyuman manisnya.
"Mba ngomong apa,mereka Alea anak mu dan dia..
"Mereka milikmu yang sebenarnya,aku titip Alea padamu juga Zayn.Maafkan aku sudah membuat kalian terpisah.Aku pamit.."ucap Laura dan terlihat cahaya yang terang benderang di ujung taman.Dara melihat Laura melangkah menjauh dari tempat Dara berdiri
"Kak Lepaskan,aku ingin Mba Laura,lepas ,lepas !!" teriak Dara
Namun,sosok Laura sudah hilang dalam cahaya terang itu.
"Lauraaaaaa...!!"jerit Dara
"Dara,Dara,Dara bangun...!!"
"Hahhh..hahhh..hahhhh." nafas memburu Kini tubuh Dara terduduk di atas tempat tidur dan disamping Dara ada Meli.
"Kamu kenapa,mimpi buruk.Minum dulu."ucap Meli menyodorkan satu botol air mineral.
"Astaghfirullahal'adzim,aku mimpi ternyata."gumam Dara.
"Kamu mimpi apa sih,sampe aku bangunin nggak sadar-sadar.Kamu manggil-manggil nama Laura lagi, kenapa ?"
"Aku mimpi kalau Mbak Laura pergi jauh,aku manggil manggil dia nggak denger.Alea juga hanya diem saja malah meluk aku kenceng.Terus disana ada laki-laki yang aku kenal dengan nama Andra tapi,Laura manggil dia Zayn,aku nggak tahu mimpi apa aku ini..rasanya menyeramkan."ucap Dara bingung dengan mimpinya.
"Sudahlah,kita sudah harus bersiap sebentar lagi kapal merapat." ucap Meli mengingatkan.
Mereka saat ini ada di kapal yang bertugas ke laut,mereka kini waktunya kembali setelah satu minggu ada di tengah lautan.
.
__ADS_1
.
Di Jakarta setelah dua minggu berlalu kini ruang ICU sedang sibuk dengan seorang pasien yang koma selama dua minggu kini membuka matanya.Dokter sedang memeriksa keadaan Laura yang baru saja siuman dari komanya.
Terlihat Zayn dan keluarga nya ada di depan ruangan guna menunggu kabar soal Laura.
Pintu ruangan ICU terbuka dan terlihat pria dengan jas berwarna putih muncul dengan beberapa asisten nya.
"Dokter bagaimana keadaan istri saya?"tanya Zayn langsung tanpa basa basi.
"Alhamdulillah beliau sudah lewat masa kritisnya.Namun,kemungkin drop masih ada maka dari itu kita harus tetap memantaunya secara intensif.Disini apa ada yang bernama Dara..pasien ingin bertemu dengan Dara."ucapan Dokter tersebut membuat mereka saling pandang dan Zayn mengepalkan tangannya,kenapa istrinya tiba-tiba saja menanyakan Dara.
"Dia tidak ada disini Dok,apa boleh saya dan keluarga menengok Laura dok?"
"Boleh tapi, jangan sampe pasien terganggu dan jangan banyak diajak bicara."
Setelah selesai bicara dengan dokter mereka langsung masuk ke ruangan Laura.
Terlihat Laura yang sudah membuka matanya walau masih dengan alat bantu.
"Da_ra bang.." ucap Laura dengan terbata juga air matanya yang mengalir dari ujung matanya.
"Kamu ingin bertemu Dara?" tanya Zayn menggenggam tangan istrinya
"I_ya,Da_ra aku rindu." ucap Laura lirih
Semuanya memilih menyimak apa yang di katakan Laura . Walaupun di benak mereka bertanya tanya siapa Dara yang dimaksud Laura.
"Baiklah,aku akan suruh Dara ke sini yah .."ucap Zayn dengan suara yang terdengar serak karena menahan laju air matanya.
Laura tersenyum tipis mendengar ucapan suaminya.
"Ce_pat di sini."ucap Laura dengan wajah tak sabaran.
Zayn mengambil ponselnya yang ada di kantong celananya dan mencari nama Dara dinomer panggilan,kebetulan sebelum kecelakaan Laura meminjam ponsel Zayn untuk mengabarkan jika dirinya di Jakarta.
"Assalamualaikum.."
"Wa'alaikumsalam Dara,ini Zayn suami Laura."
"Iya kak,ada yang bisa Dara bantu?"
"Kamu bisa ke Jakarta secepatnya,Laura kecelakaan."
Deg
Jantung Dara berdegup kencang mendengar kabar yang Zayn sampaikan.Apa arti mimpinya....
Bersambung.
__ADS_1