
Dara yang pingsan di kantor tentunya membuat semua orang panik apalagi Melihat yang satu ruangan.
Karena takut terjadi apa-apa, akhirnya Dara di bawa ke Rumah Sakit.
Tak lama Zayn datang ke Rumah Sakit dengan keadaan panik.
"Mel,di mana Dara?"tanya Zayn saat melihat Meli duduk di kursi tunggu ruang UGD
"Masih di dalam bang, duduk lah.Aku bantu urus administrasi dulu."ucap Meli mengintruksikan pad Zayn untuk duduk agar lebih tenang.
Meli pun akhirnya menuju tempat administrasi.Tak lama Meli pergi Dokter keluar dari ruangan UGD.
"Dokter bagaimana keadaan istri saya?" tanya Zayn dengan langsung tanpa basa basi menanyakan kabar istrinya.
"Bapak suami dari nyonya Dara ?"tanya sang dokter.
"Iya ,saya suaminya.Bagaimana keadaan istri saya dokter?"
"Alhamdulillah kondisi nyonya Dara baik_baik saja,kondisi janin nya pun Alhamdulilah bagus."ucap sang dokter.
Zayn mencerna apa yang di sampaikan sang dokter tadi "Janin" apa itu artinya Dara sedang hamil anaknya.
"Maaf dok,tadi dokter bilang 'janin' maksud dokter apa istri saya sedang hamil?"tanya Zayn dengan wajah serius nya.
"Iya,nyonya Dara sedang hamil dan untuk umur kandungan nya saya belum memastikan.Apa nyonya Dara tak menunjukkan tanda-tanda hamil sebelum nya ?"
"Tidak dok,istri saya nggak ngalamin morning sickness atau semacam tanda orang hamil muda."tutur Zayn dia mengingat jika istrinya memang tidak pernah mengeluh apapun padanya.
"Baiklah,nanti setelah nyonya Dara sudah pulih bisa langsung periksa ke dokter Obgym tuan,untuk sehari atau dua hari nyonya Dara diharapkan batress di Rumah sakit sampai beliau pulih.Beliau akan di pindahkan ke kamar rawatnya,saya permisi tuan."ucap sang Dokter meninggalkan Zayn.
...----------------...
Zayn kini duduk di kursi samping brankar yang Dara tempati.Zayn menatap wajah pucat sang istri dan melihat perut rata istrinya itu.
Zayn mengarahkan tangannya ke atas perut istrinya dan mengusapnya.Ada rasa haru yang melanda hatinya,titipan Allah yang tidak pernah dia sangka sebelumnya.
"Terima kasih nak,sudah hadir untuk bunda juga ayah.Kami sangat menyayangi kamu."gumam Zayn dengan meraba perut sang istri.
"Eeuuhhh.."suara lenguhan Dara membuat perhatian Zayn teralih pada wajah sang istri .
Zayn melihat mata indah istrinya mulai terbuka."Alhamdulillah sayang,kamu sudah sadar."ucap Zayn dengan lembut.
__ADS_1
Zayn pun langsung menghubungi dokter yang menangani Dara dan memeriksa keadaan saat ini.Zayn bersyukur kalau Dara tak kenapa-kenapa hanya kelelahan.
"Denger kan,bunda nggak boleh kecapean.Kasihan dedeknya kalau bunda sakita."ucap Zayn mengelus perut istrinya
Mendengar kata-kata suami sontak membuat Dara melotot ."Abang ,Abang tahu dari mana kalau Dara hamil?"tanya Dara menatap wajah suaminya.
"Jadi kamu sudah tahu kalau kamu hamil,Abang tahu waktu tadi dokter habis periksa kamu."ucap Zayn
"Maaf, sebenarnya Dara pengen banget ngasih kejutan ke Abang, eehh..malah Dara KO dan alhasil ketahuan dong."ucap Dara dengan memanyunkan bibirnya.
"Kenapa manyun gitu sih,Abang kaget banget yang waktu dokter bilang janinnya keadaannya bagus.Gimana coba nggak kaget, kalau Abang nggak tau kamu hamil tiba-tiba bilang janin." ucap Zayn mengecup tangan istrinya dengan sayang.
"Maaf yaah,niatnya mau ngasih tahu nanti kalau kita Anniversary ke 7bln.Tapi,ayah sudah tahu duluan sekarang,ya sudahlah Alhamdulillah dedeknya nggak kenapa-kenapa."
"Kamu bikin aku khawatir tau nggak yang, sehat-sehat yaa..,"
"Bang,Lea mana?"tanya Dara mengingat sang putri.
"Jangan panik,ada sama Oma Hana.Tadi Meli juga balik mau jagain Lea."ucap Zayn
"Bang,gimana soal kak Reza.Dia nggak akan ambil Lea dari kita kan,aku sayang banget sama Lea bang,"
"Maksudnya, gimana?" tanya Dara penasaran.
"Reza sama Rahma bercerai,ternyata memang Rahma tak mau punya anak karena baginya punya anak merepotkan.Kamu tahu,kenapa dia memutuskan untuk mengandung,itu karena terpaksa.Ternyata selama ini Rahma nggak setulus yang di pikirkan.Orang tua Reza kecewa,mereka juga tahu adanya Lea namun,mereka nggak mungkin bisa apa-apa.Karena opa sama papa sudah memperingatkan keluarga Reza untuk jauhi Lea kalau hanya untuk keegoisan mereka."terang Zayn.
Ada rasa lega di hati Dara karena mendengar cerita Zayn.Ada rasa kasihan,namun Laura pun tahu orang yang tulus mencintai anaknya sebelum dia meninggal.Semua yang dimiliki di lindungi secara hukum semuanya.Itu dia lakukan untuk masa depan Lea
...****************...
Kehidupan Rumah Tangga Dara dan Zayn pun sudah terlihat adem ayem,Kehamilan Dara sudah masuk tujuh bulan.Orang tua Dara meminta Zayn membawa Data pulang karena ingin putrinya lahiran di Jakarta.
Kebetulan pun proyek Zayn sudah hampir selesai.Lebih tepatnya dia akan memberikan tanggung jawab proyek yang ada di pulau di serahkan pada orang yang dia percaya.
...----------------...
Kedatangan keluarga kecil Zayn langsung di sambut oleh keluarga Dara dengan wajah bahagia.Rumah orang tua Dara pun sudah banyak hiasan untuk acara besok 7bulanan Dara.
"Alhamdulillah kalian semua dalam keadaan sehat."ucap sang bunda memeluk anak dan menantunya.
"Nenek kangen Lea nggak?"tanya Lea di sela-sela penyambutan keluarga Dara.
__ADS_1
"Tentu kangen dong sama cucu cantiknya nenek,Lea sehat sayang..."
"Sehat nek, Lea seneng punya banyak-banyak nenek ,kakek terus nanti Lea jadi kakak."ucap Lea penuh semangat.
"Lea nggak kangen sama kakek.."ucap ayah Dara yang pura-pura sedih.
"Kangen dong, kakek Lea yang gantengnya palingggg...ganteng.."rayu Lea dengan gaya centil nya.
"Bisa aja ini cucu kakek,kalau udah ngerayu gini pasti mau sesuatu nih.."ucap Ayah Dara.
"Hehehe...tau aja nih kakek,Lea mau ice cream..!!" seru Lea pada sang kakek penuh antusias.
"Let's go kita ambil ice cream kalau gitu.."ucap ayah Dara
"Ayo kek..!!" seru Lea langsung meraih tangan kakeknya untuk pergi.
Dara dan Zayn bersyukur semua saling menyayangi walaupun mereka tak ada ikatan darah sama sekali.
Malam hari Lea merengek ingin pergi ke Supermarket.Akhirnya Zayn dan Dara sekalian juga ingin membeli kekurangan keperluan acara 7bulanan Dara.
"Bun,Lea mau itu.." ucap Lea menunjuk sebuah makanan yang letaknya ada di rak paling atas.
"Aduh,ayah kemana sih..bunda nggak bisa ambil nak,nunggu ayah sebetar.."ucap Dara.
"Bete deh ayah kemana sih, jadinya kan lama.."gerutu Lea dengan melihat bundanya sedang menghubugi ponsel milik Zayn.
"Om-om bisa minta tolong nggak,aku mau jajan itu..bunda nggak bisa ambilnya.Nunggu ayah kelamaan kasihan bunda udah kecapean."ucap Lea menghentikan langkah seorang pria dengan wanita paruh baya yang sedang berbelanja juga.
Pria itu pun mengangguk mengiyakan permintaan Lea dan mengambil barang yang diinginkan si bocah cantik itu.
"Yang ini,"ucap sang pria memberikan bungkusan yang di maksud Lea.
"Iya,makasih ya Om sudah mau bantu Lea."ucap Lea pada laki-laki itu.
"Kak sebentar lagi ay....
"Dara,kamu Dara kan..?" tanya laki-laki itu tersenyum manis pada Dara.
Namun,tidak dengan Dara ekspresi wajah yang tak bersahabat dia tunjukkan pada laki-laki itu.Lalu dengan cepat Dara menarik Lea dan melangkah pergi meninggalkan pria itu tanpa sepatah kata apa pun.
Bersambung
__ADS_1