
"Bunda.."panggil Alea pada Dara
"Bunda,"batin David memandang Lea memeluk pinggang Dara.
"Heii..sayang,lagi main ketempat Oma yah..."ucap Dara dengan melirik ke arah Zayn.
"Iya,Lea kangen sama bunda,sama aunty Meli sama Oma Hana juga.Ayah hari ini libur makannya kita kesini."ucap Lea dengan wajah ceria.
"Yahhh, maafin aunty Dara nggak bisa temenin Lea.Aunty sudah di jemput sama om nya buat pergi."ucap Dara dengan wajah yang sedikit tak enak hati.
"Bunda mau pergi sama Om ini, dia siapa bunda.Apa bunda udah nggak sayang sama Lea.Kenapa mama sama bunda tega banget sama Lea,kemarin mama sekarang bunda juga mau ninggalin Lea...kalian jahat...Alea BENCI sama bunda ..!!' teriak Lea dengan air mata yang sudah mengalir dari mata nya.
Dara melihat dan mendengar kata-kata Alea sungguh membuat dirinya merasa hatinya sakit.Apalago Dara begitu tulus menyayangi Alea.
Alea pun membalikkan tubuhnya dan berlari menuju rumah Oma Hana namun, sebelum sampai teras Zayn sudah berhasil menangkap putrinya
"Lea...Lea sayang denger Ayah, Lea nggak boleh gitu sama aunty Dara,ayo minta maaf .Ayah nggak pernah ngajarin kamu nggak sopan lho.."ucap Zayn dengan suara yang terdengar meninggi.
Dara yang mendengar dan melihat Lea di marahi oleh Zayn tentu saja merasa kasihan apalagi saat ini bocah itu sudah tak punya sosok ibu yang selalu memanjakannya.
"Zayn ..sabar.." ucap Oma Hana mengusap lengan Zayn.
"Kamu apa-apaan sih bentak-bentak,bisa kan bilangin nya dengan pelan."ucap Dara kesal dengan sikap Zayn.
"Urusan kamu apa,sudah sana pergi sama pacar kamu itu.Ngapain kamu masih disini.Lea anak ku jadi,mau aku apain juga itu urusan aku ."bentak Zayn yang kesal dengan keadaan yang sebenarnya dia tak inginkan.
"Masss..!!"teriak Dara.
"Lea masuk ke mobil,masuk !!!" bentak Zayn pada Lea yang sedari tadi memeluk Oma Hana.
"Zayn ,Dara...lebih baik kalian selesai urusan hati kalian,Alea biar sama Oma,Meli ikut Oma.."ucap Oma Hana menatap kedua orang dewasa yang sudah lama tak pernah mau berdamai dengan masa lalu.
"Ra,sorry gue nggak tahu kenapa dan ada apa dengan semua ini.Sebaiknya kita tunda dulu rencana kita pergi.Kalian selesai kan dengan baik-baik,gue pamit.. Assalamualaikum.."ucap David melangkah menuju mobilnya dan langsung pergi meninggalkan pelataran rumah Oma Hana.David tak tahu apa masalah antara Dara dan Zayn namun,dia bukan orang yang bodo* dari mata mereka pun sudah terlihat ada rasa kecewa,marah,benci dan ada titik di mana tatapan itu sedih dan tatapan cinta tersirat disana.
Bukan nya menyelesaikan kesalahan pahaman Dara dan Zayn pergi begitu saja Data masuk kembali kedalam rumah dan Zayn pergi entah kemana.
"Oma,bunda udah nggak sayang Lea lagi yaa ..huaaa,"
"Cup cup sayang ..bukan nggak sayang sama Lea,bundanya lagi ngambek sama ayah."ucap Meli dengan santainya..
__ADS_1
Buk..
Mendengar ucapan Meli Oma Hana menabok lengan Meli sedikit kencang.
"Aduh Oma...KDRO nih..."ucap Meli dengan mengaduh dan mengusap lengan nya.
"Apa tuh KDRO?" tanya Oma
"Kekerasan Dalam Rumah Omaaa... hehehe..'"
"Ada-ada aja kamu."
"Hahahaha..aunty Meli lucu,"ucap Lea
"Bocil,kayak tahu aja."sahut Meli mendengar ucapan polos Lea.
"Oma,kayaknya kita perlu buat rencana dua orang yang sok nggak butuh,padahal kayaknya masih ada rasa itu."ucap Meli.
"Mau ngapain Mel,kita nggak tahu sebenarnya perasaan keduanya."ucap Oma Hana.
"Hemmm,aku rasa si bocil bisa bantu kita Oma.."bisik Meli.
"Lea,Lea sayang nggak sama bunda Dara ?"tanya Meli mulai melobby Lea.
"Sayang, sayang banget banget malah,makanya kalau bunda cuekin Lea,Lea jadi sedih."ungkap Lea dengan polosnya.
" Lea mau nggak kalau bunda bisa tiap hari ada di rumah Lea,auty tahu caranya biar bunda sama ayah baikan lagi tapi, aunty butuh bantuan Lea, kira-kira Lea bisa bantu aunty nggak?"
Meli mulai bergerak melancarkan rencana yang ada dalam otaknya.
"Mel,kamu yakin mau melakukan sesuatu pada mereka,Oma takut kalau nanti yang ada Dara marah sama kita."ucap Oma Hana.
"Tenang,kita harus bisa membuat senatural mungkin Oma."ucap Meli.
"Terserah kamu,tapi..jangan terlalu ekstrim yaa.."ucap sang Oma.
"Lea punya nomer telpon Oma atau Oma uyut nggak?"tanya Meli.
"Lea nggak tahu aunty."ucap Lea dengan wajah polosnya
__ADS_1
"Aunty Reni atau siapapun yang kenal ayah atau mama ."ucap Meli.
Lea nampak mengingat ingat sambil mengetuk ngetik dagunya.
"Lea pernah di kasih kertas sama Om Alan,sebentar Lea lihat di tas Lea."ucap Lea mengingat sesuatu.
Tak lama dia membawa tas nya ke ruang tengah dan membukanya Meli pun langsung turun tangan ,kali saja dia menemukan sesuatu di tas bocil itu.Benar saja wajah cerah Meli tersirat dan mengambil benda pipih di sakunya .
"Hallo Assalamualaikum,apa benar ini dengan Pak Alan seorang fotografer teman dari Zayn dan Laura?"tanya Meli langsung to the point.
"Wa'alaikumsalam,iyaa saya sendiri..siapa ini yaa?"
"Maaf,ini Meli teman Dara dan Laura dari pulau ."
"Owhh..iya iya saya ingat,yang waktu itu datang dengan Dara kan,ada yang bisa saya bantu nona Meli?"
"Aahh..bisa panggil nama saja Meli gitu, aneh soalnya "
"Oh baiklah, berarti kamu juga harus panggil Alan saja kalau gitu biar lebih enak dengernya."
"Mana bisa saya panggil kamu Akan saja ,gimana kalau Bang Alan..soalnya umur Meli sama Abang kayaknya kan tua-an Abang."ujar Meli.
" Wahh..ketahuan saya sudah tua yaa..hahaha"
"Nggak juga bang,maaf bang apa Meli bisa minta tolong nggak?"
"Menta tolong apa Mel.."
Akhirnya Meli mau nggak mau menceritakan apa yang terjadi pada hubungan Zayn dan Dara.Alan pun akhirnya mengakui jika dia tahu soal masalalu antara Dara dan Zayn.
Alan mengingat kembali tentang pesan Laura untuk menebus kesalahannya pada Zayn.
Alan merasa bersyukur karena ternyata Meli mengetahui tentang apa yang terjadi antara dua orang yang pernah saling mencintai bahkan kemungkinan besar mereka masih memiliki rasa yang sama.
Alan pun meminta Meli untuk tenang dan dia akan membuat sahabatnya menemukan cinta yang dulu pernah dia hilangkan secara paksa.Alan perpikir untuk menemui Oma Zayn atau bahkan keluarga Zayn.Sudah waktunya Zayn berjuang untuk kebahagiaan nya.Lagi pula dari apa yang dia lihat Dara menyayangi Alea.Itu yang membuat Alan semangat untuk membantu rencana Meli.
Bersambung
Maaf ya readers, author lama up nya karena dunia nyata sungguh menyita waktu untuk sekedar aku mengkhayal.
__ADS_1