
Dara dan Meli baru sampai di kantornya setelah mereka tugas di laut.
Kedua sahabat itu tidak langsung pulang kerumah mereka.Sekarang mereka sedang menikmati sarapan pagi mereka di kantin kantor.
Drrrttt Drrrrrttt
📞 +062......
"Siapa sih"gumam Dara melihat nomer yang tak dia kenal.
"Kenapa nggak diangkat Ra?"tanya Meli yang melihat tingkah Dara yang enggan mengangkat panggilan yang masuk ke ponselnya.
"Males, pasti orang iseng Mel.."ucap Dara acuh.
"Jangan gitu,takutnya penting.Kita kan nggak tahu kalau keadaan mendesak bisa jadi Keluarga kita yang minjem telpon orang karena urgent.
"Hahh..kamu buat aku takut saja.Tuh mati panggilan nya nanti kalau penting juga nelpon lagi."ucap Dara santai
Ponsel Dara kembali bergetar dan menampilkan nomer asing bagi Dara.Dengan malas dia mengangkat panggilan tersebut.
"Assalamualaikum, ini siapa?" ." ucap pertama Dara saat mengangkat panggilan tersebut
"Wa'alaikumsalam Dara,ini Zayn suami Laura." balasan yang terdengar dingin ditelinga Dara dari orang di sebrang sana.
Jantung Dara berdegup kencang mendengar suara dari orang yang saat ini nanya sedang Dara keluarkan dari hatinya.
"I_iya kak,ada yang bisa Dara bantu?" tanya Dara dengan sedikit terbata.
"Kamu bisa ke Jakarta secepatnya,Laura kecelakaan."
Deg
Jantung Dara berdegup kencang saat mendengar kabar yang Zayn sampaikan.Apa arti mimpinya.
Sungguh Dara tak bisa percaya bahwa apa yang dia dengar teramat mengejutkan baginya.
"Tapi kak,aku..
"Demi Laura,aku mohon.Dia selalu sebut nama kamu."potong Zayn dengan suara yang terdengar bergetar.
__ADS_1
"Ba_baik Insyaallah,tapi aku nggak bisa lama-lama kak."ucap Dara pada Zayn.
"Terserah kamu,yang terpenting kamu sudah disini menemui istri ku."ucap Zayn dengan datar.
"Hemmm."jawab Dara dan langsung matikan panggilan dari Zayn tanpa harus mendengar apa ucapan Zayn selanjutnya.
"Ra,are you okey?" tanya Meli hati-hati dengan melihat wajah Dara yang tak baik-baik saja.
"Mel aku bingung harus gimana,kamu tahu sendiri aku segan buat kembali ke Jakarta. kamu pun tahu alasannya kan,terus aku baru dengar kalau Laura kecelakaan dan ada si Jakarta dia terus panggil namaku.Aku harus gimana,"
Meli tahu akan kesakitan Dara saat di khianati kekasihnya.Makanya dia enggan pulang ke Jakarta tempat asalnya.
"Aku temenin ke Jakarta yah,kamu tenang saja ada aku.Biar aku cek tiket pesawat untuk hari ini."ucap Meli dengan langsung membuka aplikasi untuk memesan tiket pesawat untuk hari ini.
"Kita perlu cuti Mel?" tanya Dara menatap Meli.
"Iya kita ajukan sekarang,ini aku sudah dapat penerbangan sore ini,kita nggak usah bawa baju banyak-banyak." ucap Meli dan Dara mengiyakan perkataan Meli.
Kedua gadis itu langsung meminta ijin untuk cuti selama tiga hari.Kemungkinan akan di perpanjang karena memang kalau urgent.
Untung cuti mereka tak di persulit karena kinerja mereka yang baik dan nilai plus mereka yang jarang union.
.
.
"A_lea.."ucap Laura terbata.
"Alea ada,kamu mau ketemu Alea.Nanti aku ajak Alea kesini,nggak bagus anak-anak terlalu lama di Rumah Sakit."ucap Zayn dengan suara bergetar.
"Ma_maaf bang."ucap Laura dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Kamu nggak salah apapun,kalaupun kamu salah Abang akan selalu maafin kamu.Lau adalah istri terbaik buat abang,cepet sembuh kita akan jalan-jalan setelah ini."ucap Zayn menyeka air mata istrinya yang mengalir dari ujung matanya.
Setelah beberapa saat terlihat Laura tengah istirahat dan Zayn pun keluar dari ruang ICU.
Walaupun Laura sudah siuman namun,harus melakukan beberapa rangkaian pemeriksaan untuk tahu langkah apa yang akan diambil untuk mereka lakukan.
Zayn keluar dari ruang ICU terlihat mertuanya sudah duduk dengan keluarga nya di luar ruang ICU.
__ADS_1
"Papi,Mami..maafin Zayn."ucap Zayn saat bersalaman pada kedua orang tua Laura.
"Kamu nggak salah Zayn,ini musibah nak.Jangan menyalahkan dirimu.Kira hanya bisa berdoa buat kesembuhan Laura.Kapan mama sama papa bisa lihat Laura Zayn?"
"Sabar pi,mungkin satu jam lagi.Baru saja Laura istirahat."jawab Zayn pada ayah mertuanya.
"Mami nggak nyangka kenapa bisa dia kecelakaan."ucap lirih mami Laura.
"Sudah takdir mba."jawab Mama Wina yang ada di samping mami Laura.
"Zayn,tadi Laura bilang apa kok kamu langsung telpon seseorang,siapa?" tanya Oma tiba-tiba mengingat Zayn bicara dengan seseorang.
"Sahabat Laura dia Dumai,dia gadis yang selalu menemani Laura.Dia dan Oma Hana yang selalu mengajarkan Laura masak."ucap Zayn mengingat dua wanita dengan karakter berbeda saling bercanda saat memasak bersama.
"Benarkah,anak mami mau belajar masak Zayn,Laura pernah bilang sama kailmi katanya dia sedang belajar memasak.Tapi, kami nggak langsung percaya."ucap Mami Laura.
"Yah mih, Alhamdulillah masakannya masih bisa di makan oleh aku sama Alea kok."ucap Zayn mengingat kembali saat Laura memasak sup yang kurang asin dan goreng telur yang keasinan.Bagi Zayn itu suatu usaha Laura yang sangat menakjubkan bagi Zayn.
"Anak itu berubah banyak semenjak ke Dumai Zayn?"tanya Papi Laura.
"Iya, lingkungan yang membawa dia lebih baik.Ketulusan orang-orang yang mengenal kami tanpa harus mencari tahu dia dari mana dan kita baik atau buruk.Mereka sangat baik pada kami.Oma Hana pun begitu peduli dengan Laura,sempat Laura bilang jika Oma Hana selalu membuat hatinya tenang."ucap Zayn.
Beberapa jam berlalu Papi dan Mami Laura sudah bertemu Laura walaupun Laura masih tertidur pulas,mungkin karena pengaruh obat tidur yang membuat Laura begitu .
Semua keluarga berkumpul di sana,ada Alea juga yang di jemput untuk melihat sang mama.Karena semenjak mamanya di Rumah Sakit Lea belum pernah lihat kondisi sang mama.
Ponsel Zayn bergetar dan menampilkan pesan dari Dara meminta alamat Rumah Sakit tempat Laura di rawat.Zayn tersenyum tipis melihat pesan itu dan langsung membalas pesan itu.
Dara dan Meli sudah berada di taxi dan meminta agar di antar ke Rumah Sakit yang dimaksud.Setelah sampai dia dan Meli langsung melangkah menuju ruangan dimana Laura berada.Dengan menggendong tas punggung nya Dara dan Meli menuju ruang ICU.
Dara melihat Zayn yang sedang mondar mandir di depan ruang ICU dan terlihat orang-orang yang ada di kursi tunggu.Dia melihat Alea yang sedang bersandar di bahu wanita paruh baya.
"Alea !!" panggil Dara saat melangkah mendekati orang-orang yang ada disana.
"Aunty Daraaa !!" seru Alea langsung berlari memeluk tubuh aunty kesayangannya menumpahkan tangisnya disana.Sebelum Dara datang Alea tidak terlihat menangis namun,saat Dara datang dia nangis sejadi-jadinya.
Melihat interaksi kedua orang yang sedang berpelukan itu membuat haru setiap orang yang melihatnya.Orang pun masih tak percaya jika Alea bisa nangis leher di dalam pelukan gadis berhijab itu.Zayn yang melihat anaknya sedari datang tak pernah memperlihatkan air matanya saat ini anaknya yang nangis di pelukan Dara membuat tanpa sadar air matanya mengalir deras dari matanya.
Bersambung
__ADS_1