Cinta Dibawah Jam Gadang

Cinta Dibawah Jam Gadang
10. Nasehat Ayah


__ADS_3

Dion sampai dihotel. Dia merasa senang karna rombong turis asing akan menambah waktu menginapnya dihotel Dion. Mereka juga membayar uang lebih kepada hotel karna merasa senang atas pelayanan yang diberikan. Terutama saat berada dipanorama. Mereka juga berjanji akan merekomendasikan hotel Dion kepada teman-teman mereka saat mengunjungi Bukittinggi nantinya.


''Bagaimana bos. Semua berjalan lancar?'' tanya Teguh saat menyerahkan laporan tentang hotel diruang kerja Dion.


''Hmm, saya selalu melakukan yang terbaik'' jawab Dion sombong.


''Iya, karna anda adalah bosnya'' jawab Teguh.


''Tuh kamu tahu kenapa masih tanya?'' ucap Dion.


''Hanya sekedar basa basi bos'' jawab Teguh.


''Jadi kamu tidak tulus tadi?'' tanya Dion tidak senang.


''Hehe, saya karyawan anda yang paling tulus bos. Semua saya kerjakan mulai dari...''


''Udah, saya tahu apa yang akan kamu katakan'' potong Dion.


Teguh mengangguk. Hanya dia yang berani bersikap santai kepada Dion dihotel ini. Kalau karyawan lain sangat takut sama Dion. Teguh bukannya tidak takut Dion marah kepadanya. Tapi emang dari awal Dion tahu karakter Teguh yang santai. Namun selama Teguh bekerja dia selalu melakukan yang tebaik. Makanya Dion tidak mempermasalahkan sikap Teguh. Baginya selagi masih wajar tidak masalah.


''Apa sudah semuanya laporan ini?'' tanya Dion.


''Sudah bos'' jawab Teguh.


''Ok, kamu bisa keluar'' ucap Dion.


''Baik bos'' jawab Teguh.


''Tunggu dulu. Bagaimana menurutmu kita menyediakan pelayanan untuk memandu turis yang menginap disini keliling Bukittinggi dan tempat wisata yang ada disini'' ucap Dion.


''Bagus juga pak. Selama ini kita tidak terlalu fokus terhadap itu. Kita bisa mempromosikan sebagai daya tarik dari hotel kita'' jawab Teguh semangat.


''Kita harus membuka lowongan untuk orang yang akan menjadi tour guidenya. Salah satu syaratnya dia harus lulusan S1 pariwisata. Sehingga menguasai semua pariwisata yang ada disini, makanannya, adatnya dan kultur kehidupan disini. Serta fasih dalam bahasa asing'' ucap Dion. Dia seolah terinpirasi setelah melihat Hayati hari ini.


''Baik bos akan saya laksanakan'' jawab Teguh.


''Kalau bisa sebelum saya kembali ke Jakarta hari minggu. Biar saya bisa mewawancarai mereka langsung'' ucap Dion.


''Ya bos. Kalau begitu saya permisi dulu'' jawab Teguh meninggalkan ruang Dion.


Dion kembali sibuk mengecek laporan yang diberikan Teguh.

__ADS_1


Jam delapan malam Dion kembali kekamarnya. Setelah membersihkan badan dikamar mandi dan menganti pakaiannya. Dio berbaring dikamar. Dia ingin melihat hasil foto yang diambilnya tadi dari kameranya. Dari dulu salah satu hobi Dion adalah fotografer. Sambil bersantai Dion melihat hasil jepretnya.


Dion tertegun melihat foto Hayati yang tidak sengaja dia ambil saat mereka berada ditoko lukisan dan toko kerajinan yang ada dipanorama.


''Kenapa gue banyak mangambil fotonya'' ucap Dion masih memperhatikan foto Hayati.


''Kalau dilihat-lihat dia lumayan imut. Tapi saat dia bicara sangat membuat kesal'' sambungnya lagi. Lama Dion memperhatikan foto yang diambilnya hari ini. Dia juga tidak menghapus foto Hayati.


Ponselnya berbunyi. Ternyata Jessy video call.


''Hallo sayang'' jawab Dion senang. Dia sangat mencintai pacarnya. Hanya saja Jessy belum mau diajak menikah.


''Hallo honey. Kamu lagi ngapain?'' tanya Jessy.


''Seperti yang kamu lihat aku sedang istirahat dikamar. Kamu lagi ngapain?'' tanya Dion.


''Aku sedang bersantai diapartemen'' jawab Jessy.


Jessy memang tinggal sendiri di Jakarta karna orang tuanya sudah pindah tinggal diluar negeri saat dia kuliah disana. Selesai kuliah Jessy balik ke Jakarta karna dia ingin bertemu dengan Dion. Mereka pacaran saat Jessy kelas tiga SMA sedangkan Dion kuliah. Dion lebih tua tiga tahun dari Jessy.


''Sayang apa boleh aku ke Bukittinggi bertemu kamu? Aku sangat merindukan kamu'' sambung Jessy.


''Aku juga merindukan kamu. Yang sabar ya hari minggu aku balik ke Jakarta akan langsung menemui kamu'' sambung Dion lagi.


''Ya udah. Tapi kamu harus janji tidak akan melirik cewek-cewek disana''


''Hehe, cewek-cewek disini tidak ada apanya dibandingkan kamu. Hanya kamu dihatiku'' jawab Dion tertawa gemas. Mereka melanjutkan pembicaraan. Jessy akan bersikap manja setiap bicara dan bertemu dengan Dion.


Sementara Hayati sedang menonton di rumahnya. Dia sampai tertawa terbahak-bahak saat menonton.


''Aduh-duh. Anak ayah senang sekali'' sapa Syamsul duduk disebelah Hayati. Dia ikut memakan cemilan yang dimakan Hayati.


''Hehe, ayah dosen tidak lihat kalau siaran televisinya lucu sekali'' jawab Hayati menyeka airmatanya.


''Tapi hati ayah sedang tidak ingin tertawa'' jawab Syamsul.


''Kenapa? Hati ayah dihancurkan bundo?'' tanya Hayati sedikit berbisik.


''Ekhem. Bundo dengar'' jawab Bundo tiba-tiba.


''Hehe, ayah bilang hatinya tidak ingin tertawa'' ucap Hayati sambil tersenyum.

__ADS_1


''Suruh tertawa pakai mulut jangan pakai hati'' jawab Bundo santai.


''Hohoho'' ledek ayah Syamsul. Hayati tertawa melihat tingkah ayahnya.


''Sebenarnya ayahmu sedih kamu akan ke Jakarta'' ucap Bundo serius.


''Hayati hanya pergi sebentar kesana yah. Nanti kalau ayah libur bisa nyusul sama bundo'' jawab Hayati.


''Nanti kalau sudah di Jakarta kamu malah lupa sama ayah'' ucap Syamsul.


''Mana ada anak yang melupakan ayahnya'' jawab Hayati.


''Ada, contohnya malin kundang bahkan dia sampai durhaka kepada ibunya'' ucap Syamsul.


''Aduh ayah, Yati bukan malin kundang. Jenis kelamin saja sudah berbeda apalagi sifatnya. Ayah terlalu khawatir '' jawab Hayati tertawa.


''Iya, ayahmu ini takut sekali kehilangan kamu. Istilah sekarang tuh Bucin kalau bundo tidak salah'' ucap Bundo.


''Cie,cie bundo update juga masalah anak millenial'' goda Hayati.


''Iya dong. Biar bundo sudah tua dan dirumah saja. Tapi jiwa bundo masih muda'' jawab Bundo pede.


''Haah, Tingkat kepedean bundo tinggi sekali. Bagaimana kalau bundo bergaul dengan mahasiswa didikan ayah. Pasti pakaian bundo akan berganti juga'' ejek Syamsul.


''Kalau bundo kembali muda ayah juga yang bangga'' jawab Bundo.


''Kita hidup sesuai kodratnya. Kalau tua ya bersikap sesuai umur. Jangan dimuda-mudakan. Nanti malu dilihatin orang'' nasehat Syamsul.


''Dengar ayah dosen memberi nasehat bundo. Kalau bundo kembali muda. Nanti tidak ada yang mau dengan Yati karna semua suka bundo'' kata Hayati serius.


''Kamu ikut-ikut ayahmu meledek bundo'' ucap Bundo.


''Peace bun. Hehee'' jawab Hayati mengangkat dua jarinya.


''Ada yang mau ayah katakan kepadamu. Kalau sudah berada di Jakarta kamu harus menjaga diri. Kehidupan disana sangat bebas. Ayah tidak mau kamu terpengaruh . Uda Hamkamu sebagai penganti ayah disana. Dengarkan semua yang dikatakannya. Turuti semua yang dilaranganya. Kita sebagai perempuan minang harus pandai menjaga diri. Kamu tidak boleh sembarang bergaul dengan orang lain. Tidak boleh pergi ketempat yang diharamkan agama. Ingat karna kamu akan mencerminkan wanita minang diluar sana'' nasehat Syamsul serius.


''Iya ayah. Hayati akan mengingat semua ucapan ayah. Semua yang ayah ajarkan selama ini akan Hayati ikuti'' jawab Hayati.


''Yang paling penting sholat jangan sampai ditinggalkan'' sambung Bundo.


''Iya bundo'' jawab Hayati. Dia sangat bersyukur tumbuh dilingkungan keluarga yang sangat menyayanginya. Walaupun ayahnya suka bercanda. Tapi adakalahnya ayah dan bundonya bersikap serius mengajari Hayati.

__ADS_1


__ADS_2