Cinta Dibawah Jam Gadang

Cinta Dibawah Jam Gadang
43. Joshua Makan Di Rumah Makan


__ADS_3

Hari pun berlalu Hayati sudah berada kembali di rumah makan yang ada di Jakarta. Karna Hamka sudah mendapatkan manager baru untuk rumah makan yang di Bekasi.


Hayati merasa bosan seminggu ini hanya duduk saja di rumah makan. Tidak ada yang mau memberitahunya kalau ada pesanan untuk diantar.


Hayati berdiri diluar rumah makan untuk melihat bunga-bunga yang selama ini dia rawat agar rasa bosannya bisa hilang. Dia sangat senang melihat banyak bunga yang bermekaran. Hayati menyirami bunga-bunganya sambil bersenandung. Tiba-tiba terdengar klakson dari mobil yang berhenti diparkiran rumah makan.


Hayati melihat kearah mobil. Seseorang keluar dari sana.


''Om penyelamat'' sapa Hayati saat melihat Joshua berjalan kearahnya.


''Siang anak kecil'' jawab Joshua senang bertemu Hayati.


''Hmm, ngapain om kesini?'' tanya Hayati malas. Dia selalu saja dia panggil anak kecil.


''Mau melihat kamu eeh mau makan maksudnya. Hehehe'' jawab Joshua.


''Ya sudah silakan masuk'' ucap Hayati dengan tersenyum. Dia kembali melanjutkan menyiram bunga-bunganya.


''Kamu gak ikut masuk?'' tanya Joshua.


''Saya masih sibuk'' jawab Hayati cuek.


''Hmm, saya tungguin sampai kamu siap baru masuk untuk makan'' ucap Joshua.


''Anda tidak lapar?'' tanya Hayati heran.


''Saya mau masuk bersama kamu kedalam'' jawab Joshua santai.


''Aduhai om, anda mau saya gratiskan makanan ya? Ckck saya kira anda kaya ternyata kere. Tapi mengingat anda pernah menolong saya. Akan saya traktir anda makan hari ini'' kata Hayati. Dia hanya meledek saja walaupun dia sebenarnya tahu kalau Joshua pasti punya banyak uang.


''Kata siapa saya mau gratisan. Tapi kalau kamu mau traktir saya terima. Rezeki gak boleh ditolak'' jawab Joshua menyeringai.


''Bilang saja anda sebenarnya senang saya traktir. Ndak usah banyak alasan'' ucap Hayati berjalan masuk kedalam rumah makan diikuti Joshua.


Dia terus berjalan kearah tempat lauk pauk.


''Anda mau makan pakai apa?'' tanya Hayati kepada Joshua. Para karyawan yang ada di sana merasa heran melihat Hayati datang bersama seorang pria tampan.


''Terserah kamu yang penting lauknya enak'' jawab Joshua.


''Oke. Anda silakan tunggu di meja nanti makanannya akan diantar ke sana setelah saya pilihkan'' ucap Hayati.


Joshua langsung mencari meja yang nyaman baginya. Dia bisa memperhatikan Hayati yang sibuk mengambilkan lauk untuknya.


''Dari mana Kak Dion tahu umurnya dua puluh tiga tahun. Gue gak percaya melihat penampilannya. Harus gue tanya nanti'' gumam Joshua.


Tidak lama Hayati datang diikuti oleh karyawan lain membawakan makanan untuk Joshua. Hayati memilihkan beberapa lauk. Joshua merasa senang melihat pilihan Hayati.


''Kamu temankan saya makan ya'' kata Joshua saat Hayati mau beranjak pergi.


''Huft, untung anda pernah menolong saya'' ucap Hayati malas sambil menarik kursi untuk duduk.


''Hehe anak pintar'' kata Joshua mulai makan.

__ADS_1


''Kamu gak makan?'' tanya Joshua.


''Ndak'' jawab Hayati


''Kenapa?''


''Saya bosan tiap hari lihat dan makan ini terus'' jawab Hayati.


''Kalau kamu bosan gimana kalau saya traktir kamu makan diluar'' ucap Joshua.


''Ndak makasih''


''Eeh cepat sekali menolak. Oh ya saya penasaran berapa umur kamu?'' tanya Joshua.


''Menurut anda?'' Hayati bertanya balik


''Menurut saya tiga puluh tahun'' jawab Joshua serius berharap Hayati protes. Hayati sempat kaget.


''Hoho. Ternyata mata anda normal juga'' ucap Hayati santai. Sekarang Joshua yang dibuat kaget melihat sikap Hayati.


''Hmm, tenyata kamu bukan orang yang gampang marah'' kata Joshua kecewa candaannya tidak mampu membuat Hayati marah.


''Untuk apa saya marah. Saya tidak pernah mau memikirkan apa yang orang katakan tentang saya. Asal jangan pernah menghina orang tua saya'' jawab Hayati.


''Ngomong-ngomong dimana kamu kenal Kak Dion?'' tanya Joshua.


''Darimana anda tahu saya kenal sama dia?'' tanya Hayati heran.


''Kalau kamu tidak kenal dengannya kenapa dia tahu semua tentangmu. Bahkan dia tahu umur kamu'' jawab Joshua.


''Assalamua'alaikum uda. Ada apa?''


''Wa'alaikumsalam dek. Sejam lagi ayah dan bundo akan mendarat. Kamu bisa menjemputnya ke Bandara?''


''Ayah dan bundo mau kesini? Kenapa tidak memberitahu aku?''


''Hehe, sebenarnya ayah mau memberi kejutan untuk kamu. Tapi karna uda tidak bisa pergi menjemput. Terpaksa uda beritahu kamu sekarang''


''Hmm, dasar ayah dosen. Awas kalau ketemu nanti''


''Mau kamu apakan kalau ketemu?''


''Mau Yati peluk, hehe. Tapi bagaimana Yati menjemput ayah? Sedangkan aku tidak tahu jalan ke Bandara''


''Hmm. Yakin kamu tidak bisa? Hari pertama disini saja kamu bisa mengantar pesanan''


''Biar saya yang antar'' kata Joshua tiba-tiba.


''Kamu lagi sama siapa? Kok ada suara laki-laki?''


''Hmm itu. Uda ingat orang yang menolongku ketika ban motor bocor. Dia sedang makan disini'' jawab Hayati melototin Joshua. Joshua hanya menyeringai.


''Oo, terus gimana? Kamu bisa jemput tidak?''

__ADS_1


Hayati berpikir sebentar. Dia melihat kearah Joshua yang masih makan.


''Ya aku bisa jemput'' jawab Hayati.


''Ok, kamu pulang sekarang jemput mobil''


''Aku pergi dengan om penyelamat. Uda tunggu saja dirumah''


''Kamu yakin pergi dengannya. Nanti kamu diledek ayah loh''


''Kalau ayah macam-macam aku tinggal saja dijalan''


''Hehe, emang kamu yang bisa melakukan itu kepadanya. Ya udah hati-hati dijalan''


''Iya, assalamu'alaikum'' telepon dimatikan.


Hayati melihat kearah Joshua.


''Apa benar anda bisa mengantar saya ke Bandara?'' tanya Hayati.


''Iya, kapan mereka sampai?'' tanya Joshua senang Hayati mau menerima tawarannya


''Satu jam lagi'' jawab Hayati.


''Oke, kita berangkat sekarang'' ucap Joshua menyelesaikan makannya.


''Tapi anda belum selesai makan'' Hayati ragu.


''Saya sudah kenyang, ayo kita pergi'' jawab Joshua semangat.


Bentar saya mau bilang sama karyawan yang lain. Hayati pergi menemui Mira untuk menitipkan kasir selama dia pergi. Setelah mendengar alasan Hayati dengan senang hati Mira mau menjaga kasir.


''Ayo kita berangkat sekarang'' ajak Hayati keluar. Joshua mengangguk. Saat mereka keluar rumah makan sebuah mobil berhenti didepan mereka.


Dion keluar dari dalam mobil dan berjalan kearah mereka.


''Kak Dion'' sapa Joshua.


''Kalian mau kemana?'' tanya Dion penuh selidik.


''Aku mau ngantar Hayati menjemput orang tuanya ke Bandara'' jawab Joshua.


''Bukannya kamu jam sebelas ada janji bertemu investor'' kata Dion tegas. Joshua baru ingat kalau dia tadi mau pergi bertemu investor saat melewati rumah makan. Waktu bertemunya tinggal setengah jam lagi.


''Aduh, gimana nih. Siapa yang akan mengantar Hayati?'' tanya Joshua bingung melihat kearah Hayati dan Dion.


''Ya udah om pergi saja dulu. Saya bisa pergi sendiri'' jawab Hayati pasrah. Dia tidak mungkin memaksa Joshua untuk mengantarnya ke Bandara.


''Tapi kamu tidak tahu jalan ke sana'' Joshua masih khawatir.


''Saya tidak apa-apa. Anda pergi saja dulu'' Hayati tersenyum.


''Maaf ya'' kata Joshua masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan rumah makan.

__ADS_1


Dion kembali masuk kedalam mobilnya. Hayati masih berdiri memikirkan cara dia pergi.


__ADS_2