Cinta Dibawah Jam Gadang

Cinta Dibawah Jam Gadang
29. Kapan Akan Menikah


__ADS_3

Joshua masuk kedalam rumah sambil memperhatikan kartu nama yang diberikan Hayati.


''Padahal aku pengen sekali tahu nomor ponselnya'' gumam Joshua.


''Ekhmm'' Dion berdehem keras membuat Joshua terkejut.


''Kak Dion'' sapa Joshua tersenyum dan duduk disalah satu sofa.


''Apa yang kamu lihat?'' tanya Dion datar.


''Oo ini kartu nama'' jawab Joshua cepat.


''Kartu nama apa?'' tanya Dion.


''Kartu nama rumah makan bundo. Saya dapat dari Hayati cewek yang kakak lihat pas masuk gerbang tadi'' jelas Joshua.


Sebenarnya Dion melihat Joshua dengan Hayati bukan pas masuk saja. Dia mulai melihat dari Hayati membisikan sesuatu ketelinga Joshua dan mereka berdua tertawa. Dion tidak suka melihatnya.


''Kenapa dia ada disini?'' tanya Dion.


''Maksud kak Dion, Hayati?'' Joshua merasa heran Dion menanyakan Hayati. Selama ini Dion tipe cuek dengan sekelilingnya.


''Ya siapa lagi. Kamu kenal dengannya?'' tanya Dion.


''Kalian kelihatan akrab sekali tadi'' lanjutnya.


''Hmm, kenal nama saja kak'' jawab Joshua. Dia ingat arti kenal versi Hayati.


'' Aku ketemu dia kemaren malam dijalan saat mau pergi kerestoran tempat kita janjian. Pas aku lewat dia sedang diganguin beberapa preman. Kebetulan waktu itu ban motornya juga kempes. Jadi aku bantuin dia'' Jelas Joshua. Walaupun agak terkejut mendengar penjelasan Joshua. Dion bersikap tenang dan tidak menanggapinya.


''Bayangin kak dengan badan sekecil itu dia mendorong motornya malam-malam. Ditambah ada preman yang ganguin dia. Awalnya aku kirain dia masih sekolah dan sedang liburan di Jakarta. Ternyata dia bekerja dirumah makan dan tadi ketemu disini karna dia sedang mengantarkan nasi pesanan oma. Anak sekecil itu sudah bekerja aku jadi simpati'' sambung Joshua.


''Anak kecil apanya. Kalau Joshua tahu gimana cerewet dan menyebalkannya dia'' batin Dion.


'' Ooo'' sahut Dion malas.


''Tapi sedikit membuatku kesal kak. Dia terus saja memanggil aku om. Biarpun umurnya baru tujuh belasan atau kurang. Tapi wajahku gak tua amat sampai dipanggil om'' ucap Joshua. Dion menarik sudut bibirnya keatas.


''Pftt kamu salah Jo. Umurnya tidak beda jauh dari kamu'' batin Dion.

__ADS_1


''Tapi dia cewek yang menarik aku ingin lebih mengenalnya. Kapan-kapan aku pergi makan ditempat dia. Biar bisa dekat'' kata Joshua.


''Tidak bisa'' ucap Dion tegas.


''Tidak bisa kenapa kak?'' tanya Joshua heran


''Pokoknya kamu jangan dekat-dekat dengan cewek tadi'' jawab Dion serius.


''Emang kenapa?'' tanya Joshua makin tidak mengerti.


''Jangan banyak tanya. Turutin saja kata aku. Manurutku dia bukan orang baik untukmu'' tegas Dion.


''Kak Dion jangan sembarang menilai orang. Emang kak Dion kenal dengannya?'' tanya Joshua. Dion terdiam. Yang dia tahu setiap bertemu dengan Hayati mereka pasti bertengkar saja. Tidak mungkin dia mengatakan kepada Joshua.


''Kamu jadi kekantorku tadi?'' tanya Dion mengalihkan pembicraan.


''Jadi, malah aku sudah menunggu lama. Karna kak Dion gak datang-datang aku memutuskan kesini'' jawab Joshua.


''Hmm, tadi aku ada kerjaan di mall'' sahut Dion.


''Aku tahu, tante sudah mengatakan tadi'' ucap Joshua.


''Sedang menunggu persetujuan kerjasama dari investor, oh ya kak investor dari luar negeri ingin datang kesini. Dia juga membawa istrinya. Dan dia meminta kita menemaninya dengan membawa pendamping agar istrinya punya teman untuk ngobrol'' jawab Joshua.


''Terus kamu sudah dapat pendamping? Kapan mereka akan datang?'' tanya Dion.


''Belum tahu mau bawa siapa. Kakak tahu aku jomblo sejati. Katanya dua minggu lagi'' jawab Joshua.


''Kenapa gak bawa sekretaris kamu saja?'' Tanya Dion.


''Dia sedang hamil besar kak. Tidak memungkinkan untuk dibawa. Apalagi minggu depan dia akan cuti melahirkan'' jawab Joshua.


''Pokoknya aku gak peduli kamu mau bawa siapa sebagai pendampingmu. Yang jelas kerjasama kita kali ini harus berjalan lancar'' ucap Dion.


''Kakak pasti datang bersama Jessy ya?'' tanya Joshua.


''Ya'' jawab Dion santai.


''Terus kapan kamu akan menanyakan kepada Jessy tentang pernikahan kalian?'' tanya oma tiba-tiba.

__ADS_1


''Oma, pekerjaan ini tidak ada hubungannya dengan masalah pernikahan aku sama Jessy'' jawab Dion.


''Memang tidak ada hubungannya. Yang oma tanya kapan kalian akan menikah itu saja'' ucap oma ikut duduk disana.


''Yang oma kamu katakan benar Dion. Kalau kamu gak mau menanyakan, bawa saja Jessy kesini. Biar mama yang menanyakan'' Nila ikut duduk disebelah oma Yenti. Dion mengusap wajahnya. Pekerjaan yang dia diskusikan dengan Joshua jadi terhenti.


''Kenapa diam?'' tanya Oma.


''Bukan gitu oma, hanya saja dalam waktu dekat ini Jessy masih sibuk'' jawab Dion.


''Sibuk? Apa menjadi istri seorang Dion Aditama tidak bisa menghentikan kesibukannya? setelah dia menjadi istri kamu dia juga tidak perlu kerja lagi. Atau dari awal dia tidak berniat untuk menikah denganmu?'' tanya Oma.


''Sebenarnya Jessy dalam waktu dekat ini mau pergi ke Paris oma. Dia berencana melanjutkan kuliah lagi disana'' jawab Dion pelan.


''Huft, terus kamu disuruh menunggu?'' tanya Oma mulai marah. Diom terdiam. Joshua juga tidak ingin ikut dalam pembicaraan. Dia hanya mendengarkan saja.


''Umur kamu tidak muda lagi. Kalau dia melanjutkan kuliah di Paris. Kapan kamu akan menikah? Lebih baik kamu putuskan dia dan cari wanita lain yang mau menikah dengan kamu'' ucap Oma tegas.


''Tapi oma, Dion sangat mencintai Jessy. Dion tidak mungkin putus darinya'' protes Dion.


''Pokoknya oma tidak mau tahu. Kamu tanyakan lagi kepadanya. Kalau dia tetap tidak mau menikah dan pergi ke Paris. Oma yang akan mencarikan kamu jodoh. Dan kamu tidak boleh menolaknya'' ucap Oma Yenti tegas. Dion tidak bisa membantah lagi.


''Nanti aku bicarakan lagi dengan Jessy'' jawabnya pasrah.


''Asal kamu tahu oma hanya ingin yang terbaik untukmu. Dan oma ingin sebelum meninggal bisa melihat anakmu'' kata oma Yenti lembut.


''Nila antar mama kekamar'' sambungnya lagi sambil berdiri. Nila dengan cepat memegang tangan oma Yenti dan mengantarnya kekamar.


''Huft'' Dion menghela nafas. Dia mengusap kasar wajahnya. Dia merasa sangat galau sekarang dengan pilihan yang diberikan omanya.


''Maaf ya kak. Apa kakak yakin melepas Jessy kuliah lagi di Paris?'' tanya Joshua.


''Bagaimana aku bisa melarangnya. Karna dia ingin menjadi seorang desainer terkenal. Dan semua itu mimpinya dari dulu'' jawab Dion.


''Tapi menurutku perkataan oma ada benarnya. Umur kakak sekarang sudah dua puluh delapan tahun. Kalau Jessy mengambil kuliah satu tahun lagi belum tentu juga dia mau langsung menikah setelah selasai kuliah. Pasti akan ada alasan lain kalau emang dari hati Jessy sendiri belum siap untuk menikah dengan kak Dion'' ucap Joshua.


''Entahlah, sekarang kepalaku pusing memikirkannya. Lagi pula kita sebagai laki-laki lebih dari tiga puluh tahun pun menikah masih termasuk cepat untuk zaman sekarang''


''Menurut kak Dion, oma bisa menunggu selama itu?'' tanya Joshua.

__ADS_1


''Tidak tahu. Aku juga tidak mau oma kepikiran. Karna nanti oma bisa sakit kalau terlalu banyak berpikir'' jawab Dion. Mereka terdiam dan larut dalam pikiran masing-masing.


__ADS_2