Cinta Dibawah Jam Gadang

Cinta Dibawah Jam Gadang
49. Kepandaian Hayati Yang Lain


__ADS_3

Semua mata tertuju kepada mereka. Kecuali Hayati yang tidak terlalu memperhatikan. Dia sibuk menyuapkan Daffa nasi karena Daffa sudah selesai makan es krimnya.


''Hello... Oma, Tante, om aku datang'' terdengar teriakan dari ruang tamu. Semua orang melihat kearah ruang tamu. Dion bernafas lega karena semua perhatian tidak lagi tertuju kepadanya.


Joshua muncul di sana dengan senyum mengembang di bibirnya dan semua mata tertuju kepadanya. Dia malah fokus melihat kearah Hayati yang sedang menyuapi Daffa.


''Kamu kalau masuk baca salam. Bukan teriak seperti di hutan'' tegur Oma Yenti.


''Assalamu'alaikum oma'' ucap Joshua tersenyum.


''Ada tamu ya. Hei anak kecil kamu ngapain disini?'' lanjutnya melihat kearah Hayati.


''Lagi jalan-jalan om'' jawab Hayati santai. Wajah Joshua menjadi kesal saat dipanggil om oleh Hayati. Sedangkan Syamsul dan Siti heran melihat Hayati kenal dengan pemuda yang baru datang. Oma Yenti melihat kebingungan dari kedua orang tua Hayati kemudian menjelaskan.


''Dia anak Andra. Namanya Joshua. Jo perkenalkan ini orang tua Hayati'' jelas Oma. Joshua menganggukkan kepala kearah mereka '' Malam om, tante'' sapanya


''Kamu mau makan? ayo duduk'' lanjut Oma. Joshua duduk disebelah Dion.


''Ooo, sudah besar ya. Terus Andra dimana sekarang?'' tanya Syamsul.


''Biasa, dia masih diluar negeri. Dia lebih suka tinggal di sana daripada disini'' jawab Aditama.


''Dan dimana kamu kenal Hayati?'' tanya Syamsul masih penasaran.


''Kebetulan bertemu dijalan om'' jawab Joshua tersenyum ramah.


''Dia menolong Hayati yang diganggu preman saat pulang dari rumah makan'' sambung Oma Yenti. Syamsul dan Siti kaget dan melihat kearah Hayati seolah meminta penjelasan. Hayati hanya mengangkat bahu enggan menjelaskan.


''Apa anak kita sudah tidak bisa beladiri lagi sejak tinggal di Jakarta yah?'' bisik Siti. Syamsul geleng kepala tanda tidak tahu juga.


''Waduh kamu hebat ya bisa kenal dua cowok ganteng sekaligus. Apa suami kamu tidak marah kamu dekat dengan laki-laki?'' tanya Demia. Dia pikir Hayati punya suami.


''Suami?'' ucap para orang tua serentak.


''Tadi janda sekarang punya suami. Apa dia terobsesi menikah muda ya?'' batin Hayati.


''Iya, bukanya Daffa anaknya Hayati?'' tanya Demia heran melihat reaksi bingung mereka.


''Hahaha'' Oma dan Nila tertawa. Mereka merasa lucu dengan perkataan Demia.

__ADS_1


''Haiss, kalau tidak tahu jangan sok tahu'' ejek Dion menjentik kening Demia.


''Aww sakit kak'' pekik Demia.


''Benar kata kak Dion. Kalau sekolah itu pakai otak'' kata Joshua menjentik kening Demia sekali lagi.


''Iss kak Jo kenapa ikutan juga sih'' ucap Demia sewot sambil menggosok keningnya yang merah.


''Lagian kamu sembarangan bicara. Hayati belum nikah. Mana mungkin punya suami'' kata Nila.


''Terus anak siapa yang imut ini?'' tanya Demia.


''Anak kakaknya'' jawab Siti.


''Oo kirain nikah muda. Hehehe'' Demia tersipu malu.


Suasana makan malam terasa ramai. Terutama dengan celotehan Joshua dan Demia yang tidak ada hentinya. Hayati merasa ada perbedaan antara Dion dan Demia yang sangat jauh. Karena Dion lebih banyak diam.


Mereka kembali duduk di ruang tamu setelah selesai makan. Daffa asyik bermain sendiri setelah Demia mengeluarkan beberapa mainan. Demia suka mengoleksi beberapa mainan anak-anak yang menurutnya lucu.


''Kamu ada perlu dengan Dion, Jo?'' tanya Aditama disela pembicaraan mereka.


''Masalah apa? Om Syamsul sudah seperti keluarga sendiri. Jadi kamu boleh bicara disini'' ucap Aditama


''Iya, santai saja'' sambung Syamsul.


''Hmm, mau membahas masalah investor Jepang yang akan datang minggu depan'' jawab Joshua agak ragu.


''Ada masalah?'' tanya Aditama.


''Masalahnya dia datang kesini dengan istrinya'' jawab Joshua.


''Terus...?'' Aditama tidak sabaran.


''Kenapa jadi bahas pekerjaan sih?'' tegur Oma Yenti tidak senang.


''Adi kalau sudah membahas masalah pekerjaan pasti lama. Ayo kita pindah'' lanjutnya. Dia mengajak Siti, Nila dan Hayati pindah duduk.


''Sebentar kok ma'' jawab Aditama namun Oma Yenti tidak menghiraukan. Dia lebih tertarik mengobrol dengan Siti dan Hayati.

__ADS_1


''Masalahnya investor tersebut ingin istrinya ada yang menemani ngobrol selama pertemuan kalau bisa istri kak Dion. Tapi kak Dion belum punya istri. Jangankan istri pacar saja tidak punya diselingkuhi iya'' Dion melototin Joshua.


''Sedangkan di kantor tidak ada yang pandai berbahasa Jepang kecuali sekretaris aku om'' lanjut Joshua tanpa menghiraukan Dion.


''Kalau gitu bawa saja sekretaris kamu pas pertemuan tersebut'' ucap Aditama serius. Karena investor kali ini sangat penting bagi perusahaan mereka.


''Dia sedang cuti melahirkan'' jawab Joshua cepat.


''Hmm, bawa Demia saja'' kata Aditama.


''Bahasa Jepang Demia parah pa. Hanya dia sendiri yang tahu artinya'' jawab Dion.


Syamsul mendengarkan dan memperhatikan wajah serius mereka.


''Ntar aja kita bahas'' ucap Aditama. Dia baru sadar kalau Syamsul dari tadi hanya diam.


''Lanjutkan saja. Aku gak apa-apa kok. Aku suka lihat anak-anak muda yang energik. Seperti melihat mahasiswaku di kampus'' jawab Syamsul tersenyum.


''Jadi om dosen ya?'' tanya Joshua semangat.


''Iya, Syamsul dosen yang terkenal di kampusnya'' jawab Aditama.


''Pasti senang kalau om yang jadi dosennya'' puji Joshua.


''Haha, kamu belum tahu saja. Kalau di kampusnya dia terkenal dengan dosen killer. Tapi kalau saat seperti ini dia tampak seperti seorang ayah yang sangat lembut dengan anaknya'' jawab Aditama. Joshua tambah penasaran dengan Syamsul.


''Pasti. Kita harus bisa membedakan saat bersama keluarga dan saat menjadi dosen'' jawab Syamsul.


''Kalau kalian bingung mau membawa siapa. Kalian bisa ajak Hayati. Itupun kalau dia mau. Om tidak bisa memaksa kalau dia menolak'' lanjutnya. Dion dan Joshua sempat kaget saat nama Hayati disebut. Dion tahu kalau Hayati emang fasih berbahasa Inggris. Tapi dia tidak tahu kalau Hayati bisa juga berbahasa Jepang.


''Hayati bisa berbahasa Jepang om?'' tanya Joshua seolah tidak percaya.


''Saya emang pernah mendengarkannya berbahasa Inggris saat memandu wisatawan asing di Panorama lubang Jepang. Dia emang fasih berbahasa Inggris. Tapi saya belum pernah mendengarkannya berbahasa Jepang'' ucap Dion. Joshua melihat kearah Dion. Dia penasaran dari mana Dion tahu tentang Hayati.


''Sebenarnya Hayati anak yang ingin tahu semuanya. Selama ini karena dia anak yang sangat kami sayangi. Kami selalu menuruti semua keinginannya dalam konteks yang wajar. Dia mau belajar bahasa Inggris atau Jepang kami carikan tempat les yang terbaik. Karena dia punya keinginan untuk jalan-jalan keluar negeri suatu saat nanti salah satunya negeri sakura. Begitupun dia mau belajar bela diri. Kamipun memasukannya ke tempat karate yang terbaik pula. Dia sudah meraih sabuk hitam terbaik ditempat karatenya '' jelas Syamsul bangga dengan anak perempuannya. Joshua hanya tercengang saat Syamsul bercerita. Terutama waktu Syamsul mengatakan kalau Hayati pandai karate. Karena dia sangat bangga sudah bisa menolong Hayati dari gangguan preman.


''Dan satu lagi dia bukan anak kecil seperti yang kamu katakan'' sindir Syamsul. Joshua sampai mati kutu mendengar sindiran Syamsul.


''Berapa banyak lagi rahasia dalam dirinya'' batin Dion.

__ADS_1


__ADS_2