Cinta Dibawah Jam Gadang

Cinta Dibawah Jam Gadang
45. Vita Melahirkan


__ADS_3

''Uda cepat masuk'' terdengar teriakan Bundo dari dalam rumah.


Hamka dan Hayati segera berlari masuk kedalam rumah. Terlihat Bundo sedang memegang Vita yang sedang menahan sakit.


''Uni kenapa bun?'' tanya Hayati cemas.


''Sepertinya mau melahirkan'' jawab Bundo.


''Dimana perlengkapan yang akan di bawa ke rumah sakit? Apa sudah disiapkan?'' lanjut Bundo


''Ada dikamar, bentar Uda ambil dulu'' jawab Hamka langsung berlari kedalam kamarnya. Hayati membantu Hamka menyiapkan semua yang akan dibawa ke rumah sakit. Daffa masih duduk di samping Vita.


''Nda pa nek?'' tanya Daffa ikut cemas. Vita masih berusaha tersenyum kearah Daffa. Walaupun perutnya sudah sangat sakit.


''Bunda gak apa-apa. Bentar lagi adik Afa akan lahir'' jelas Bundo.


Setelah semua persiapan selesai. Hamka dan ayah Syamsul membantu Vita untuk masuk kedalam mobil. Keringat mulai membasahi keningnya. Bundo memegangi Vita duduk dibelakang. Sedangkan Hayati menggendong Daffa duduk di samping Bundo.


Hamka menyetir mobil dengan kecepatan tinggi. Karena dia juga cemas melihat Vita yang sedang kesakitan dan air ketubannya juga sudah pecah. Untung jalan lumayan lancar. Beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah sakit. Hamka sebelumnya sudah menghubungi dokter kandungan yang akan membantu Vita melahirkan. Sesampai di rumah sakit. Dokter sudah menunggu dan Vita langsung dibawa keruang melahirkan.


Hamka menemani Vita melahirkan sedangkan Hayati dan yang lain menunggu diluar ruangan.


''Afa au mpat nda'' rengek Daffa saat melihat Hamka dan Vita masuk ruang.


''Kita tunggu disini saja ya. Afa mau cepat punya adik gak?'' bujuk Hayati.


''Pi yah na? Huhuhu'' Daffa mulai menangis.


''Ayah menemani bunda dulu. Setelah itu ayah akan bawa adik keluar untuk Afa'' bujuk Hayati.


''cius?'' tanya Daffa berhenti menangis


''Iya, kita tunggu ayah dan bunda disini ya. Biar pas keluar nanti ayah bawa adik untuk Afa'' jawab Hayati sambil duduk memangku Daffa.


''Hoye Fa au nya dik nek'' kata Daffa senang.


''Iya'' jawab Bundo ikut senang. Walaupun raut cemas diwajahnya masih terlihat.


''Kenapa tangan Bundo dingin gini?'' tanya Syamsul.


''Bundo cemas yah. Takut Vita kenapa-napa'' bisik Bundo.


''Kita do'ain aja semua berjalan lancar. Lagipula Hamka sudah menemaninya didalam'' ucap Syamsul.


Mereka menunggu dengan harap-harap cemas. Daffa tertidur dipangkuan Hayati. Tidak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi. Hamka keluar mengabari kalau Vita melahirkan dengan selamat. Matanya terlihat merah seperti siap menangis.


''Alhamdulillah'' jawab semua dengan suka cita menyambut kehadiran bayi perempuan anak kedua Hamka. Sedangkan Daffa masih terlelap tidur di pangkuan Hayati.

__ADS_1


''Uda masuk kedalam dulu menemani Vita. Bentar lagi dia sudah bisa pindah ke ruang rawat'' ucap Hamka.


''Iya sayang'' jawab Bundo sambil memeluk Hamka. Tak terasa air mata menetes karena bahagia. Hamka juga ikut menangis. Setelah melihat perjuangan istri melahirkan. Hamka juga sadar bagaimana perjuangan bundonya melahirkan dia dulunya.


Vita dan Bayinya sudah dipindahkan keruang rawat. Karena anak pertamanya melahirkan dengan normal. Pas melahirkan anak kedua dia juga melahirkan dengan normal dan lancar.


Daffa sangat senang melihat adiknya. Dia bahkan tidak mau beranjak dari box tempat adiknya tidur. Semua orang tertawa melihat tingkah lucu Daffa saat tidak ada yang boleh mengendong adiknya.


Hayati pergi keluar bersama ayah dan bundonya untuk membeli makanan. Karma mereka belum makan siang. Saat mereka sedang berjalan terdengar seseorang memanggil.


''Syamsul...''


Ayah Hayati menoleh kearah suara. Dia terkejut melihat siapa yang memanggilnya.


''Aditama'' kata Syamsul segera menghampiri dan memeluknya.


''Kamu apa kabar?'' tanya Aditama sangat senang.


''Alhamdulillah seperti yang kamu lihat'' jawab Syamsul juga senang bertemu teman sekaligus sahabatnya saat kuliah.


'' Siti'' sapa Aditama.


''Apa kabar uda?'' kata Bundo menyalami Aditama.


''Alhamdulillah sehat. Ini siapa?'' tanya Aditama melihat kearah Hayati.


''Ini Hayati anak kami'' jawab Syamsul. Hayati kemudian menyalami tangan Aditama.


''Hehe. Iya semua nama anak kami sesuai keinginannya'' Bundo tersenyum.


''Kalian ngapain di rumah sakit?'' tanya Aditama.


''Istri Hamka melahirkan. Jadi kami sedang menemani mereka disini'' jawab Syamsul.


''Hamka sudah menikah?'' tanya Aditama terkejut.


''Iya, malah ini anak mereka yang kedua'' jawab Syamsul.


''Padahal umur anak kita sama. Tapi anakku belum juga mau menikah. Selamat ya kamu sudah menjadi kakek-kakek sekarang'' ucap Aditama.


''Biarpun sudah kakek tapi masih tetap gagah'' jawab Syamsul pede.


''Hehe, kenapa kamu tidak memberitahuku kalau Hamka tinggal di Jakarta. Dia bisa main ke rumah dan anak kita bisa berteman'' ucap Aditama.


''Iya, aku lupa. Karena setelah kuliah Hamka langsung sibuk buka usaha sendiri'' jawab Syamsul.


''Mana mbak Nila uda?'' tanya Bundo.

__ADS_1


''Ada, lagi nemanin mama berobat'' jawab Aditama.


''Mama sakit apa?'' tanya Syamsul.


''Mama sakit jantung. Sekarang sedang kontrol'' jawab Aditama.


''Udah lama aku tidak bertemu mama. Apa dia masih seperti dulu?'' tanya Syamsul.


''Mainlah ke rumah pasti mama senang bertemu kamu bawa Hayati juga. Mama masih cerewet seperti dulu'' jawab Aditama tertawa.


''Insya Allah'' jawab Syamsul.


''Ya udah, nanti kita ketemu lagi. Aku masih harus kembali kekantor. Nila pasti juga senang bertemu dengan kamu Siti'' ucap Aditama.


''Sudah waktunya kamu pensiun. Serahkan semua sama anakmu'' ucap Syamsul.


''Iya aku juga berencana begitu. Kalau kamu sudah pensiun juga kabari aku ya. Kita habiskan waktu untuk pergi traveling'' jawab Aditama tersenyum.


''Iya, mendaki gunung seperti saat kuliah dulu'' sambung Syamsul.


''Ingat umur'' ucap Bundo.


''Hehe'' Syamsul dan Aditama tertawa.


Setelah itu Aditama pamit. Syamsul juga berjanji akan datang mengunjungi rumahnya.


Hayati dan kedua orang tuanya kembali keruang rawat Vita setelah membeli makanan.


''Tadi ayah ketemu sama om Adi. Apa kamu masih ingat dengannya?'' tanya Syamsul saat duduk usai makan.


''Masih, perusahaannya juga sering memesan nasi ditempat Uda. Tapi dia tidak tahu kalau Uda yang punya rumah makan tersebut'' jawab Hamka.


''Apa kamu masih ingat dengan anak laki-lakinya?'' tanya Syamsul.


''Ndak...'' jawab Hamka.


''Ayah juga sudah lupa. Karena bertemu dengannya waktu dia masih kecil. Tadi Adi juga menyuruh kami mengunjungi rumahnya'' ucap Syamsul.


''Besok Vita sudah bisa pulang. Ayah dan Bundo bisa pergi besok. Bawa Yati juga ke sana'' jawab Hamka.


''Yati besok mau main dengan dedek bayi'' jawab Hayati enggan untuk pergi.


''Tapi kamu juga disuruh datang tadi'' kata Bundo.


''Bundo sama ayah saja yang pergi'' Hayati masih menolak.


''Kalau ayah gak salah dia punya anak perempuan seumuran dengan kamu. Mana tahu kamu bisa berteman dengannya'' kata Syamsul.

__ADS_1


''Hmm, lihat besok aja yah. Yati Ndak janji. Lagian Yati besok mau pergi ke rumah makan'' jawab Hayati.


''Kita perginya malam'' jawab Syamsul. Hayati terdiam dia kehabisan alasan untuk menolak. Mereka melanjutkan mengobrol sambil bercanda.


__ADS_2