Cinta Dibawah Jam Gadang

Cinta Dibawah Jam Gadang
15. Cowok Anai Anai


__ADS_3

''Apa om? Anda mau marah. Nanti cepat tua loh'' jawab Hayati. Semua karyawan disana menahan tertawa sambil menunduk.


''Kamu selalu saja buat saya kesal'' ucap Dion kesal. Dia kehabisan kata-kata bicara dengan Hayati.


''Siapa suruh anda bertemu dengan saya. Jadi sialkan'' jawab Hayati.


''Saya juga tidak mau bertemu dengan cewek aneh sepertimu'' ucap Dion mengejek Hayati.


''Ya udah. Buk bisa bayar bon saya sekarang. Saya malas lama-lama disini. Bisa cepat tua saya bicara tegang urat seperti ini. Enak saya balik kerumah makan. Ngadem disana dan tidur-tiduran'' ucap Hayati menyindir Dion.


''Cepat pergi siapa juga yang mau melihat kamu diperusahaan saya. Kalau dapat jangan pernah datang lagi kesini. Biar saya tidak sial melihatmu'' ucap Dion emosi.


Kepala bagian pesonalia dengan cepat membayar uang makanan yang dia pesan kepada Hayati. Hayati menerima sambil tersenyum. Dia melirik Dion sebentar.


''Makasih buk. Lain kali pesan lagi ya. Prinsip saya dimana bumi dipijak disitu orang yang suka marah disepak. Kalau perlu sampai terbang sampai langit ketujuh'' ucap Hayati berjalan keluar ruangan. Dia melewat Dion dengan senyum menyeringai.


''Cowok anai-anai'' ucapnya pelan. Semua karyawan disana mendengar ucapan Hayati. Mereka menahan tertawa mendengarnya.


''Apa katamu?'' hardik Dion. Raut wajahnya berubah mengelap saat mendengar ucapan Hayati.


''Hei tunggu saya belum selesai bicara'' Dion mengejar Hayati yang berdiri didepan lift. Pintu lift terbuka Hayati langsung masuk seolah tidak mendengat teriakan Dion. Tapi tidak lama Dion juga masuk diikuti Rahmat. Semua karyawan merasa lega setelah Dion dan Rahmat pergi. Mereka mulai makan nasi yang dipesan tadi dengan heboh.


''Ternyata adek itu kecil-kecil cabe rawit. Sampai berani membantah pak Dion. Saya saja takut melihat pak Dion. Tapi tetap dia ganteng walaupun sedang marah'' ucap salah satu karyawan cewek. Mereka mulai membicarakan perdebatan Hayati dengan Dion.


''Malah ngikutin'' gumam Hayati tidak senang saat Dion dan Rahmat ikut masuk lift.


''Ini perusahaan saya. Saya bebas mau kemana saja'' jawab Dion datar.


''Dari tadi anda bangga sekali mengatakan ini perusahaan saya. Asal anda tahu saya tidak peduli'' ucap Hayati. Rahmat tersenyum. Baru kali ini dia melihat Dion diperlakukan oleh cewek seperti itu. Pintu lift terbuka mereka sampai dilantai satu.


''Kenapa kamu kerja dirumah makan sekarang? Apakah kamu dipecat kerja di Bukittinggi?'' tanya Dion saat mereka sudah keluar lift. Rahmat kaget mendengar nama Bukittinggi.


''No comment'' jawab Hayati.


''Ondeh mandeh urang awak kironyo( orang kita kiranya)'' ucap Rahmat spontan. Hayati tersenyum kearah Rahmat. Dion tambah kesal pertanyaannya diabaikan.


''Iya uda'' jawab Hayati ramah. Wajahnya langsung berubah ceria. Berbeda saat dia melihat Dion.

__ADS_1


''Siapa nama kamu? Saya juga dari Bukittinggi. Satu kampung kita ya'' tanya Rahmat dalam bahasa minang.


''Hayati'' jawab Hayati.


'' Panggil saya uda Rahmat. Nama yang cantik sama dengan orangnya'' puji Rahmat.


Mereka mulai bicara dalam bahasa minang menceritakan tentang Bukittinggi.


''Terus kamu tidak sekolah? Kenapa sudah merantau kesini?'' tanya Rahmat. Sebelum Hayati menjawab Dion sudah bicara duluan.


''Hei Rahmat, gaji kamu mau saya potong?'' hardik Dion saat dia dicuekin. Ditambah lagi mereka bicara dalam bahasa yang kurang dimengerti Dion.


''Jangan dong pak'' jawab Rahmat tersenyum.


''Jelas sekali anda bos yang kaku. Sedikit-dikit pecatlah, sedikit-dikit potong gaji. Sombong sekali dengan jabatan. Mana ada karyawan yang betah bekerja dengan anda'' ejek Hayati.


''Bukan urusanmu. Asal kamu tahu banyak orang mau bekerja diperusahaan saya. Lebih baik daripada kerja sebagai pengantar makanan'' ucap Dion bangga.


''Ya udah, saya pulang dulu. Dah uda Rahmat'' kata Hayati melihat Rahmat dengan tersenyum dan pas melihat Dion raut wajahnya langsung berubah dingin. Dia berjalan meninggalkan mereka berdua tanpa menyebut nama Dion.


''Sampai jumpa lagi'' ucap Rahmat senang. Dion menatap tajam Rahmat dan berjalan ke arah lift.


''Tidak, hilang lapar saya gara-gara cewek aneh tadi'' ucap Dion.


''Tapi saya lapar pak'' kata Rahmat.


''Ya kamu pergi makan sendiri saja. Kenapa malah ngikuti saya kesini?'' tanya Dion.


''Ok, saya mau makan dirumah makan tempat Hayati kerja'' jawab Rahmat.


''Awas kalau kamu sampai makan disana saya potong gajimu dua bulan. Dan satu lagi dia bukan anak sekolahan'' ucap Dion masuk kedalam lift.


''Tapi pak...'' sebelum Rahmat protes lift tertutup.


''Kenapa dilarang sih. Ya terpaksa makan dikantin. Tapi masih ada hari lain untuk bertemu Hayati. Atau besok aku pesan makan siang agar Hayati datang kesini. Terus apa maksudnya kalau dia bukan anak sekolahan. Apa dia putus sekolah karna orang tuanya tidak mampu? Sayang sekali padahal dia begitu cantik dan imut'' gumam Rahmat berjalan menuju kantin.


Sementara dirumah makan semua karyawan cemas karna Hayati belum kembali.

__ADS_1


''Aduh kenapa lama sekali adik bos kembali'' ucap Andi cemas. Selain takut Hayati nyasar dia juga takut dipecat. Karna mengantar makanan adalah tugasnya.


''Iya, padahal perusahaan Aditama group tidak terlalu jauh dari sini. Tapi sampai sekarang Hayati belum kembali. Ditelepon ponselnya tinggal. Kalau sampai dia nyasar pasti Uda Hamka akan memarahi kita'' sambung Mira tidak kalah cemasnya.


Saat mereka sedang menunggu. Hayati sampai dirumah makan. Dia turun dari motor sambil bersiul. Mira dan Andi sangat lega melihat Hayati kembali. Mereka segera menghampiri Hayati.


''Aduh Hayati kamu buat kami cemas saja'' ucap Mira.


''Iya uni. Saya takut anda nyasar. Bisa-bisa saya dipecat uda Hamka kalau anda tidak kembali juga'' sambung Andi.


''Aduh mbak Mira dan Andi jangan terlalu cemas. Buktinya saya kembali sekarang'' jawab Hayati tertawa.


''Tetap saja kami cemas. Apalagi sampai ketahuan uda Hamka'' ucap Mira.


''Asal tidak beritahu. Uda Hamka tidak akan marah'' jawab Hayati santai. Dia berjalan masuk.


''Iya juga sih, kamu kenapa lama sekali kembalinya'' tanya Mira.


''Ini semua gara-gara cowok anai-anai aku sampai lama'' batin Hayati.


Tapi tidak mungkin dia mengatakan itu. Bisa tambah heboh mereka kalau tahu dia bertengkar dengan pemilik perusahaan.


''Hmm, karna kalau kembali cepat-cepat kesini saya merasa bosan lagi'' jawab Hayati duduk dimeja kasir.


''Bukannya enak duduk saja disini. Padahal orang lain ingin sekali dengan posisi kamu sakarang'' kata Mira.


''Bagi orang lain mungkin menyenangkan. Tapi bagi saya membosankan. Oh ya Andi kalau ada pesanan lagi biar saya yang antar. Kalian tidak perlu beritahu uda Hamka. Ok'' ucap Hayati.


''Lihat nanti uni'' jawab Andi.


''Kamu tidak boleh pergi-pergi seperti tadi. Karna kamu diperlukan disini'' ucap Mira.


''Ya lihat nanti. Saya gak janji loh'' jawab Hayati santai.


''Hayatiii, mbak mohon sama kamu'' kata Mira cemas.


''Hehe, iya mbak Mira'' jawab Hayati tersenyum.

__ADS_1


Mira kemudian pergi menolong karyawan yang lain. Karna suasana rumah makan masih ramai.


__ADS_2