
''Kamu kok ada disini?'' tanya Joshua kaget. Dia tidak menyangka akan bertemu Hayati disana. Dan Hayati malah terlihat akrab dengan tante dan omanya. Joshua anak adik papa Dion.
''Siang om'' sapa Hayati tersenyum. Wajah Joshua langsung berubah saat dipanggil om.
''Jangan panggil om dong. Saya masih imut dan muda gini'' protes Joshua.
''Haha'' oma Tertawa.
''Stop ketawanya oma. Ntar keselek'' kata Joshua.
''Kalian saling kenal?'' tanya Oma.
''Iya'' jawab Joshua
''Ndak'' jawab Hayati santai.
''Mana yang benar sih?'' tanya Nila melihat Hayati dan Joshua bergantian.
''Hey anak kecil, kamu kenapa bohong. Bagaimana mungkin kita gak kenal. Bukannya saya yang nolongi kamu kemaren malam'' ucap Joshua kesal.
''Emang benar anda yang nolongi saya. Tapi saya hanya sekadar tahu nama anda yang lainnya tidak. Yang namanya kenal pasti tahu bagaimana orangnya, kerja dimana, tinggal dimana, keluarganya siapa dan banyak lagi. Iyakan nek?'' jabar Hayati.
''Seratus untuk Yati'' ucap Oma.
''Hoho, cari dukungan. Kamu salah asal sudah tahu nama dan umur berarti sudah kenal'' Joshua tidak mau kalah.
''Emang anda tahu berapa umur saya?'' tanya Hayati. Joshua bingung mau jawab apa. Yang dia tahu wajah Hayati seperti anak sekolahan.
''Hmm, paling umur kamu enam atau tujuh belas tahun'' jawab Joshua tidak yakin.
''Hoho anda tidak beruntung bos'' kata Hayati. Nila dan oma Yenti tertawa. Joshua hanya bisa melihat saja dengan cemberut.
''Udah, kamu mau makan Jo?'' tanya Nila.
''Kelihatan enak nih. Masih ada nasi padangnya tante?'' tanya Joshua duduk disebelah Nila.
''Habis'' jawab Nila tanpa rasa bersalah.
''Terus ngapain ditawarin kalau habis?'' tanya Joshua.
''Cuma basa basi'' jawab Oma.
''Hahaha'' Hayati tertawa.
''Hei kamu bisa diam tidak?'' Joshua sewot. Hayati menutup mulutnya dengan tangan dan mengangkat dua jarinya.
''Kenapa kamu memarahi Hayati. Dia hanya tertawa saja. Dirumah ini tertawa tidak dilarang'' tegur oma.
''Habisnya dia kelihatan senang banget melihat aku dizolimi'' jawab Joshua.
''Gak ada yang menzolimi kamu. Emang nasi padangnya habis. Tadi oma pesan sepuluh bungkus. Dua bungkus untuk tante dan oma sedangkan yang lainya sudah dibagi-bagi'' jelas Nila.
''Ya udah, emang belum rezeki aku'' jawab Joshua pasrah.
__ADS_1
''Kalau kamu mau tinggal pesan aja lagi'' ucap Oma.
''Emang pesan dimana?'' tanya Joshua.
''Sama orang yang didepan kamu'' jawab Oma.
''Haa sama dia? Serius oma?'' tanya Joshua tidak percaya.
''Ya seriuslah tidak mungkin oma bercanda. Hayati kesini karna mengantarkan nasi pesanan oma. Terus oma ajak dia ngobrol sebentar'' jelas oma.
''Kamu punya rumah makan ya?'' tanya Joshua menatap Hayati.
''Tidak'' jawab Hayati.
''Terus?'' tanya Joshua.
''Terus jalan lurus belok kiri belok kanan ada simpang lurus saja sampai ketemu tugu'' jawab Hayati.
''Ngapain ditugu?'' tanya Joshua.
''Nongkrong, haha'' Hayati tertawa lagi. Oma dan Nila juga ikut tertawa.
''Huft, senangnya hati permainkan saya'' omel Joshua.
''Lalala...lalala'' kata Hayati berirama. Mereka kembali tertawa.
Joshua mau bicara tapi keduluan Nila.
''Kamu tidak kekantor Dion? tadi kata Dion kamu mau kekantornya'' tanya Nila.
''Jamur kancing atau jamur tiram om?'' tanya Hayati.
''Sekali lagi kamu panggil saya om. Saya jitak kepala kamu'' ucap Joshua. Hayati hanya tersenyum saja.
''Tante baru ingat. Kalau Dion disuruh papanya ngecek laporan mall tadi pagi. Mungkin dia ke sana'' kata Nila.
''Iya'' jawab Hayati spontan. Semua orang melihat kearah Hayati. Hayati jadi deg degkan.
'' Kamu kenal anak tante Dion?'' tanya Nila heran. Oma dan Joshua menatap Hayati menunggu jawabannya.
''Aduh kenapa mulut ini keceplosan sih. Mana mau aku kenal sama orang-orangan sawah seperti dia'' batin Hayati.
''Iya kembali kerja maksudnya. Oma Yati pamit dulu soalnya gak enak lama-lama disini. Nanti apa kata karyawan yang lain'' Hayati memberi alasan dengan tersenyum.
''Ooo. Padahal oma mau mengobrol dengan kamu lebih lama lagi. Nila ambilkan dompet mama dikamar'' kata Oma. Hayati merasa lega. Mereka tidak curiga dengan alasannya. Cuma Joshua yang masih menatapnya.
''Ya ma'' jawab Nila. Dia berjalan menuju kamar Oma Yenti.
''Kamu kerja dirumah makan?'' tanya Joshua tiba-tiba. Ternyata dia tidak mencurigai alasan Hayati. Hanya penasaran dimana Hayati kerja.
''Ya om... upss salah'' jawab Hayati cepat menutup mulutnya.
Tidak lama Nila kembali. Dia memberikan dompet kepada oma Yenti. Hayati mengeluarkan kertas bonnya dari dalam tas dan memberikan kepada oma Yenti. Oma Yenti memberikan sejumlah uang kepada Hayati.
__ADS_1
''uangnya berlebih nek'' kata Hayati mengembalikan kelebihan uang.
''Untuk kamu saja. Nenek sengaja melebihkannya karna kamu sudah mau menemani kami ngobrol'' jawab Oma.
''Maaf nek, Yati tidak bisa menerima. Yati menemani nenek dan tante ngobrol dengan ikhlas'' ucap Hayati tetap tidak mau terima uangnya.
''Ambil saja'' kata Nila.
''Kalau nenek dan tante tetap maksa Yati ngambil. Lain kali Yati tidak mau mengantar nasi dan menemani ngobrol lagi'' ancam Hayati.
''Jangan dong. Nenek sangat senang mengobrol dengan kamu. Nenek merasa kembali muda karna kamu selalu buat nenek tertawa'' jawab oma. Dia kembali memasukan kelebihan uang kedalam dompet.
''Kalau gitu Yati pamit ya oma, tante. Assalamu'alaikum'' ucap Hayati menyalami tangan oma dan Nila.
''Ya, wa'alaikumsalam. Kamu hati-hati dijalan'' jawab Nila.
Hayati berjalan menuju tempat motornya yang dititip kepada satpam.
''Hey anak kecil tunggu'' Joshua mengejar Hayati.
''Ada apa?'' tanya Hayati berhenti berjalan.
''Biar saya antar kamu kedepan. Kamu kesini pakai apa?'' tanya Joshua.
''Gak usah repot-repot. Saya kesini pakai GLPro'' jawab Hayati kembali berjalan.
''GL apa? Nama kendaraan kamu?'' tanya Joshua tidak mengerti.
''Ya'' jawab Hayati.
'' Kok saya tidak pernah dengar ada kendaraan seperti itu'' kata Joshua.
''Sini saya bisikkan'' kata Hayati. Karna Joshua lebih tinggi dia menundukan kepalanya.
''GLPro itu goyang lutut profesional'' bisik Hayati.
''Hahaha'' Joshua langsung tertawa.
''Kamu anak kecil yang lucu'' ucapnya masih tertawa. Hayati tidak menghiraukan Joshua di berjalan ketempat satpam. Pas sebuah mobil melewati mereka sambil nglakson beberapa kali. Mata Hayati dan Dion sempat bertemu.
''Tenyata manusia anai-anai'' gumam Hayati.
''Apa?'' tanya Joshua. Sebelum Hayati menjawab. Klakson dibunyikan Dion lagi.
''Lain kali kita ketemu lagi. Saya juga mau pesan nasi kamu'' kata Joshua kepada Hayati.
''Ok, tapi saya tidak mengantar kalau hanya pesan satu bungkus''
''Tenang saja.Boleh minta nomor kamu. Biar saya gampang kalau mau pesan''
''Tunggu bentar'' Hayati membuka tasnya.
''Untung ada yang terbawa. Ini kartu nama rumah makannya. Disana ada nomor yang bisa anda hubungi'' kata Hayati memberikan kartu nama. Joshua menerimannya.
__ADS_1
''Tapi saya...''
''Bye bye...''potong Hayati. Dia sampai ditempat Satpam dan segera mengambil motornya kemudian pergi meninggalkan rumah Dion. Joshua melihatnya sampai Hayati hilang dari pandangan dan baru masuk kedalam rumah menemui Dion.