Cinta Dibawah Jam Gadang

Cinta Dibawah Jam Gadang
27. Oma Yenti Pesan Nasi


__ADS_3

Usai belanja perlengkapan bayi. Hamka dan Vita mengajak Hayati membeli pakaian untuknya. Tapi Hayati menolak karna dia merasa pakaianya masih ada dan bagus-bagus. Hayati emang tipe tidak suka belanja selagi bajunya masih ada dan layak dipakai. Karna sudah jam sebelas mereka memutuskan untuk pulang.


Hayati diantar Hamka langsung dari mall kerumah makan. Karna motor yang dipakai Hayati belum diperbaiki. Sedangkan Hamka ,Vita dan Daffa langsung pulang setelah mengantar Hayati. Untungnya Daffa tertidur diatas mobil jadi tidak ada drama dia untuk ikut tinggal dirumah makan bersama Hayati.


Hayati baru saja duduk saat Andi memanggilnya.


''Uni, ada telepon''


''Ya''


Hayati berjalan ketempat Andi.


''Dari siapa?'' tanya Hayati


''Katanya dari oma yang uni tolong hari tuh'' jawab Andi. Hayati langsung mengambil gagang teleponnya.


''Assalamu'alaikum'' kata Hayati.


''Wa'alaikumsalam Yati. Ini nenek yang kamu tolong hari itu. Kamu masih ingat?''


''Ya masihlah. Apalagi cucunya sudah membeli semua makanan disini'' batin Hayati.


''Masih nek, ada apa nenek mencari Yati?'' tanya Hayati ramah.


''Nenek mau pesan nasi bisa kamu antar?''


''Bisa. Nanti Yati suruh karyawan bagian pengantaran yang antar kesana. Nenek mau pesan berapa bungkus?'' tanya Hayati.


''Bukan karyawan lain yang mengantar tapi nenek mau kamu. Nenek pengen ketemu kamu tapi tidak bisa keluar''


''Oook,ok nek. Biar Yati yang mengantar'' jawab Hayati. Kalau mengingat perlakuan Dion waktu itu malas rasanya Hayati pergi. Tapi mendengar oma Yenti ingin ketemu dengannya. Hayati menyingkirkan semua perasaan itu. Apalagi dia juga mudah bosan kalau hanya duduk saja dimeja kasir.


''Moga saja tidak ketemu tuh orang disana.'' batin Hayati.


''Nenek mau pesan apa?'' lanjutnya.


''Nenek mau pesan nasi sepuluh bungkus''


Hayati mencatat semua pesanan oma Yenti. Beserta lauk pauk yang dia inginkan. Tidak lupa Hayati menanyakan alamatnya. Selesai mencatatnya Hayati mematikan telepon dan memberikan kebagian palung yang bertugas membungkus nasi.


Hayati bersiap-siap untuk pergi mengantar nasi oma Yenti.

__ADS_1


''Biar aku saja yang mengantarkannya uni'' kata Andi.


''Nenek itu minta saya yang mengantarkannya. Jadi kamu disini saja'' jawab Hayati.


''Tapi ini tugas saya'' sahut Andi tidak enak hati. Hayati tersenyum melihat Andi yang seperti anak kucing habis dimarahi dengan lidi.


''Tapi pelanggan kita minta saya yang ngantar. Kamu tidak perlu pikirkan. Oh ya mbak Mira saya titip kasir selama pergi ya'' kata Hayati mengambil helm.


''Wokeh'' jawab Mira sibuk membersihkan meja dan mengangkat piring kotor.


Hayati pergi mengunakan motor yang biasa dipakai untuk mengantar makanan. Tidak lupa dia searlok alamat rumah oma Yenti.


Lima belas menit kemudian Hayati sampai disana. Karna jaraknya tidak terlalu jauh. Rumahnya terletak perumahan kawasan elite. Hayati tidak susa mencarinya. Saat Hayati mengatakan mengantar makanan pesanan oma Yenti satpam langsung menyuruhnya masuk. Hayati menitip motornya kepada satpam. Ketika masuk Hayati sangat kagum dengan kemewahan rumah oma Yenti.


''Wuiiih rumahnyo seperti istano. Rancak bana'' batin Hayati.


Hayati berjalan sambil terkagum dengan perkarangan rumah yang luas dan terawat. Berbagai bunga ada disana. Suasana rumah selain mewah juga asri dengan banyaknya perpohonan disana.


Sampai didepan pintu Hayati memencet bell yang ada disana. Tidak lama seorang wanita paruh baya berpenampilan elegan membukakan pintu.


''Assalmu'alaikum buk, saya mengantarkan nasi pesanan nenek Yenti'' Hayati memberi salam dengan sopan.


''Wa'alaikumsalam. Hayati ya?'' tanya wanita itu.


''Ayo masuk, mama sudah menunggu kamu dari tadi loh. Aduh kamu ternyata seperti yang dikatakan mama sangat muda sekali dan imut'' ajak wanita itu senang dan ramah. Hayati sampai kikuk diperlakukan seperti itu. Dia hanya bisa tersenyum mengikutinya masuk dari belakang. Saat sampai ruang tamu Hayati melihat foto keluarga yang terpajang disana.


''Berarti ibu ini mama si ceo sombong. Hmm mama dan neneknya sangat ramah tapi anaknya seperti magma. Panas terus kalau ngomong'' batin Hayati.


''Ma, Hayati sudah datang'' teriak wanita itu.


''Silakan duduk dulu Hayati'' sambungnya


''Makasih buk'' jawab Hayati. Dia duduk disalah satu sofa yang ada diruang tamu. Tidak lama oma Yenti muncul.


''Hayati sayang'' sapa oma sangat senang.


''Apa kabar nek?'' tanya Hayati berdiri mencium tangan oma Yenti.


''Alhamdulillah. Seperti yang kamu lihat nenek sehat. Salah satunya juga karna kamu menolong nenek'' jawab Oma senang. Dia duduk disebelah Hayati.


''Alhamdulillah Yati ikut senang'' ucap Hayati.

__ADS_1


''Perkenalkan ini menantu nenek. Namanya Nila'' Oma memperkenalkan mamanya Dion.


''Hayati buk'' Hayati juga mencium tangan Nila.


''Panggil tante saja. Makasih kamu sudah menolong mama waktu itu. Kami semua sangat cemas saat mama hilang. Apalagi tante yang membawa mama keluar. Kamu tahu betapa takutnya tante waktu itu. Saat semua orang panik mama malah pulang kerumah mengunakan taksi online dengan wajah tanpa rasa bersalah'' cerita Nila dengan berbagai ekspresi diwajahnya.


''Hehe, padahal Yati juga sudah membujuknya pulang kerumah. Nenek tidak mau. Yati juga tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu nenek mau pulang. Karna nenek juga tidak tau nomor siapa yang harus dihubungi'' jelas Hayati.


''Sebenarnya mama memang tidak ada niat untuk pulang. Karna bosan setiap hari dirumah terus. Pas ketemu kamu nenek senang bisa berbincang dengan kamu. Makanya nenek betah duduk dirumah makan bersama kamu'' jawab oma Yenti.


''Tapi mama membuat kami panik loh'' ucap Nila.


''Istilah sekarang apa namanya ya?'' Oma Yenti berpikir.


''Di prank'' jawab Hayati.


''Aaa iya itu. Haha'' oma Yenti senang. Merekapun tertawa.


''Ayo kita makan dulu. Kamu temanin kami makan yuk Yati'' ajak Oma Yenti.


''Yati sudah makan nek. Lambung Yati sudah tidak ada lagi tempat untuk diisi'' tolak Yati.


''Tapi nenek mau makan ditemani kamu. Biar kita bisa mengobrol. Kalau mengobrol dengan kamu makan nenek pasti lahap '' kata Oma.


''Hmm, biar Yati temani tapi Yati tidak ikut makan'' jawab Hayati.


''Ya'' sahut oma. Mereka berjalan menuju meja makan. Nila menyuruh pembantu membuatkan Yati minuman. Mereka cuma mengambil dua bungkus nasi. Satu untuk oma Yenti nasi yang sesuai pesananya dengan lauk tunjang dan tambusu. Sedangkan Nila dengan lauk dendeng batokok dan telur dadar. Sisa nasi diberikan untuk pembantu dan pekerja yang ada disana termasuk satpam.


Mereka makan sambil mengobrol santai. Sesekali terdengar tawa dari Nila dan oma Yenti karna mendengar cerita Hayati tentang keluarganya.


''Jadi kamu hanya dua bersaudara?'' tanya Oma Yenti.


''Iya nek. Nenek pasti bisa mengira nama saya diambil dari mana. Ayah saya pengangum buya Hamka. Jadi nama saya diambilnya dari salah satu nama dari novel buya Hamka. Dualu saat sekolah teman-teman saya sering meledek nama saya dan suka dijadiin candaan'' jelas Hayati.


''Hmm, seperti pernah dengar. Tapi darimana ya ma?'' tanya Nila.


''Iya mama juga lupa'' jawab Oma Yenti berpikir.


Terdengar bel berbunyi. Bik Onah segera membukakan pintu.


''Oma tante aku datang'' teriak orang yang baru datang. Dia berjalan menuju meja makan tempat Hayati,oma Yenti dan Nila duduk. Belum sempat oma Yenti dan Nila menjawab

__ADS_1


''Kamu...''


__ADS_2