Cinta Dibawah Jam Gadang

Cinta Dibawah Jam Gadang
7. Rencana Pergi Ke Jakarta


__ADS_3

Hayati sampai dirumah. Ayah dan Bundonya masih duduk diruang keluarga sambil menonton.


''Assalamu'alaikum'' Hayati memberi salam dan mencium tangan kedua orang tuanya.


''Wa'alaikumsalam'' jawab bundo.


''Mana kerupuk mie pesanan ayah?'' tanya ayah Syamsul langsung.


''Ayah nih, anak gadisnya baru pulang bukan ditanya bagaimana keadaannya. Ini malah langsung tanya makanan'' protes Hayati.


'' Untuk apa ayah tanya lagi. Kamu pulang dengan keadaan utuh begini'' jawab ayah sambil membuka plastik yang diberikan Hayati.


''Hmm, Yati mau kekamar dulu mau tidur'' Hayati berjalan kekamarnya.


''Tunggu sebentar sayang. Kamu duduk disini dulu'' panggil bundo. Hayati kembali berjalan ketempat orang tuanya. Dia duduk disofa sebelah bundonya.


''Ada apa bundo?'' tanya Hayati tidak semangat. Matanya sudah mulai mengantuk.


''Tadi Uda Hamkamu menelpon'' jawab bundo masih makan kerupuk mienya.


''Biasanya Uda selalu menelpon bundo. Kenapa sekarang bundo memberitahu Yati?'' tanya Hayati heran.


''Karna Hamka menelpon untuk menyuruhmu ke Jakarta. Kandungan Uni iparmu sudah masuk delapan bulan. Hamka tidak bisa meninggalkannya dirumah sekarang. Dia ingin menjadi suami siaga'' jelas Bundo.


''Terus?'' tanya Hayati.


''Terus dia menyuruhmu ke Jakarta untuk mengawasi resetorannya'' jawab Bundo.


''Tapi Bun, Yati malas pergi ke Jakarta. Ayah Syamsul bagaimana nih? Kenapa bukan bundo saja yang pergi kesana?'' tanya Hayati.


''Bundo tidak bisa pergi karna Syamsul Bahri tidak bisa jauh dari Siti Nurbaya'' canda Bundo.


''Senjata makan tuan nih'' gumam Hayati memanyunkan mulutnya.


''Adakalanya Syamsul Bahri harus menerima Siti Nurbaya jauh darinya'' jawab Hayati tidak mau kalah.


''Terus Hayati bisa mengurus Ayah Syamsulnya disini? Mulai dari menyiapkan bajunya, memasak, menyuci belum lagi membereskan rumah. Sedangkan keperluan kamu saja bundo juga yang menyiapkan'' ucap Bundo. Hayati terdiam.


''Ayah sebenarnya tidak rela kamu pergi. Tapi demi Udamu. Ayah lebih rela kamu pergi dari pada bundomu'' jawab Ayahnya.


''Hhm, intinya ayah setuju aku pergi kan?'' ucap Hayati.


''Ya, kerupuk mienya enak juga. Besok belikan ayah lagi dong'' kata Ayah santai. Hayati menghela nafas melihat sikap ayahnya.

__ADS_1


''Kalau ayah mau makan kerupuk mie tiap hari. Kenapa dulu ayah tidak nikah saja dengan penjual kerupuk mie''ucap Hayati keceplosan. Bundo berhenti memakan kerupuknya dan melihat kearah Hayati dengan pandangan mematikan.


''Hehe, Yati bercanda bun. Kalau mau marah. Marahin ayah saja'' elak Hayati. Bundonya kalau marah sangat menyeramkan. Dia bisa mengomel sampai dua hari.


''Eeh, kenapa bawa-bawa ayah'' Ayah Syamsul tidak terima. Tapi masih bisa menikmati kerupuk mienya.


''Hmm...'' Bundo melanjutkan makan mienya.


''Yati kekamar dulu'' kata Hayati langsung berdiri dan dengan cepat berjalan kekamarnya.


''Kenapa Yati buru-buru yah? Bundo belum selesai bicara'' tanya Bundo.


''Takut bundo marahi'' jawab ayah.


''Padahal bundo tidak marah kalau ayah mau mencari istri penjual kerupuk mie'' ucap bundo penuh penekanan.


''Eeh, ayah tidak ada niat untuk nikah lagi. Cukup bundo seorang istri yang ayah sayangi. Ayah sungguh beruntung mendapatkan bundo sebagai istri'' jawab Ayah Syamsul sambil mengombal.


''Bagus kalau ayah bilang begitu. Kalau tidak ayah tidur diluar malam ini'' kata Bundo langsung berdiri pergi kekamar. Ayah Hayati hanya ditinggal sendiri sambil terbengong.


Sementara Dion sampai dikamarnya. Dia langsung mengambil ponselnya yang sedang dicas. Ada beberapa panggilan tak terjawab dari kekasihnya.


Dion kemudian memanggil video call Jessy pacarnya.


''Hallo'' nampak wajah kasal diujung sana.


''Hmm, kamu kemana saja dari tadi aku telepon tidak diangkat?'' tanya Jessy masih kesal.


''Tadi aku sedang jalan-jalan diluar sebentar. Kebetulan ponsel aku cas dikamar. Jadi tidak tahu kalau kamu menelpon. Udah dong marahnya sayang'' bujuk Dion sambil tersenyum.


''Hmm, lain kali kalau keluar bawa ponselnya. Aku jadi pikir kemana-mana'' jawab Jessy.


''Kamu tahu aku ini orang yang setia. Jadi jangan pikir yang lain-lain. Hanya kamu seorang yang aku cintai'' Dion mulai mengombal. Jessy yang mendengar ucapan Dion tersenyum.


''Masih lama disana? aku kangen sekali sayang'' ucap Jessy mulai manja.


''Paling lama seminggu. Kamu yang sabar ya. Ntar kalau sudah kembali aku akan segera menemuimu'' jawab Dion senang melihat Jessy sudah tersenyum.


''Bagaimana kalau aku menyusul kamu kesana. Aku juga penasaran suasana disana. Katanya sangat indah'' ucap Jessy semangat.


''Gak usah kesini. Disini gak ada yang menarik. Suasana disini tidak bersahabat. Kamu pasti tidak akan betah disini'' jawab Dion. Seketika dia terbayang kejadian tadi siang dan dijam gadang tadi dengan Hayati. Dion sempat melamun.


''Sayang...'' panggil Jessy lembut.

__ADS_1


Tapi Dion masih diam saja sambil melamun.


''Sayaaaaaang...'' teriak Jessy lagi.


''Ya sayang'' jawab Dion terkejut. Sesaat dia terkenang Hayati.


''Kamu lagi mikirin apa sih. Aku panggil-panggil tidak menjawab'' tanya Jessy cemberut.


''Aah, tidak lagi mikirin apa-apa. Hanya mikirin kamu seorang'' jawab Dion tersenyum gemas melihat Jessy cemberut. Moodnya yang hari ini tidak baik gara-gara bertemu Hayati jadi terobati setelah melihat wajah pacarnya.


''Ya udah, aku mau tidur dulu''


''Iya, selamat malam sayang, semoga kamu mimpi indah. I miss you'' jawab Dion.


''I miss u too'' jawab Jessy.


Video callnya diakhiri. Dion merebahkan badannya diatas kasur.


''Iss, kenapa gue keingat cewek aneh pas sedang bicara dengan Jessy ya?'' pikir Dion.


''Cantik tidak jutek iya. Tapi suaranya bagus juga. Eeh bagus sedikit'' ucapnya lagi.


Dion berdiri dari tidurnya. Dia mau kekamar mandi. Usai dari kamar mandi Dion memutuskan untuk tidur.


......................


Paginya Hayati sedang sarapan bersama kedua orang tuanya.


''Gara-gara kamu hampir saja ayah tidur diluar'' bisik ayah Hayati kepadanya. Hayati hanya bisa tersenyum mendengar ayah mengadu.


''Gimana sayang? Sudah kamu pikirkan untuk pergi ke Jakarta?'' tanya Bundo.


''Terus gimana dengan pekerjaan Yati bun?'' tanya Hayati. Dia sedang senang-senangnya bekerja.


''Kamu bekerja di Panorama hanya sekedar untuk mengisi waktu luang. Menurut bundo kamu cuti kerja dulu. Karna kamu di Jakarta juga tidak akan lama. Paling lama sampai Uni iparmu selesai melahirkan.Paling lama dua bulan atau tiga bulan'' jawab bundo. Hayati terdiam. Dia memikirkan semua ucapan bundonya.


''Seminggu lagi Hayati berangkat ya Bun. Jadi dalam minggu ini Yati bisa bicara dengan pengelola dan pengurus untuk mencari penganti Yati di Panorama'' ucap Hayati.


''Iya, biar nanti bundo telepon Udamu. Untuk memberitahu kalau kamu berangkat kesana seminggu lagi'' jawab Bundo senang.


''Ayah pasti akan merindukanmu'' ucap Ayah Syamsul.


''Aduh ayah,anak belum pergi sudah bilang begitu. Nanti Hayati berubah pikiran lagi. Ayah mau bundo yang pergi?'' tanya Bundo.

__ADS_1


''Hehe, ayah tarik kembali perkataan ayah'' jawab Ayah sambil menyengir.


Hayati dan bundo hanya geleng kepala melihat ayah Syamsul. Selesai sarapan mereka melakukan kegiatan masing-masing. Ayah Syamsul pergi ke kampus. Hayati pergi kerja ke Panorama sedangkan Bundo membereskan pekerjaan rumah.


__ADS_2