Cinta Dibawah Jam Gadang

Cinta Dibawah Jam Gadang
34. Mencari Jessy


__ADS_3

Hayati sampai dirumah. Dia langsung mencari Hamka dan Vita.


''Assalamu'alaikum uda, uni. Yati udah pulang'' panggil Hayati sambil berjalan masuk.


Tidak ada suara. Hayati pergi kekamar Hamka saat baru sampai dipintu kamar Hamka keluar dengan menutup pelan pintu kamar.


''Jadi pergi kerumah sakitnya?'' tanya Hayati.


''Ndak jadi. Panas Daffa sudah turun'' jawab Hamka. Hayati melihat wajah lelah Hamka.


''Terus dimana Daffa sekarang?'' tanya Hayati cemas. Dia cepat pulang karna Hamka menelpon kalau Daffa deman dan akan dibawa kerumah sakit.


''Didalam kamar sama Vita. Dia baru tidur'' jawab Hamka.


Dengan pelan Hayati membuka pintu kamar. Terlihat Daffa sedang tidur dengan kompres menempel dikeningnya.


Hayati mendekati dan menempelkan telapak tangannya dipipi Daffa.


''Duh kasihan jagoan mimi sakit'' ucap Hayati pelan sambil memcium pipi Daffa


''Tadi malam rewel. Tapi setelah minum obat kedua kalinya pagi ini suhu badannya sudah turun'' jawab Vita berusaha turun dari tempat tidur.


''Ndak masalah kalau ndak dibawa kerumah sakit uni?'' tanya Hayati masih cemas.


''Kita lihat pas dia bangun nanti. Kalau suhu badannya kembali tinggi terpaksa dibawa kerumah sakit'' jawab Vita juga lelah.


''Ya udah, kelihatan uni lelah kurang tidur.Sebaiknya uni istirahat juga'' kata Hayati.


''Iya, Uni mau mandi dulu'' jawab Vita.


''Uni sudah sarapan?''


''Belum, uda Hamka yang tidak ada tidur dari semalam sama sekali. Bisa Yati bujuk dia untuk istirahat. Karna tadi dia berencana untuk pergi kerumah makan cabang yang ada di Bekasi. Katanya ada masalah disana sekarang. Uni takut dia menyetir dalam keadaan seperti itu'' ucap Vita.


''Biar Yati bicara dengannya dulu'' kata Hayati.


''Ok, uni mandi dulu'' jawab Vita.


Hayati keluar kamar. Dia mencari Hamka yang ternyata sedang duduk dikursi meja makan. Hayati melihat Hamka meminum segelas kopi. Hayati duduk disalah satu kursi.


''Apa uda sudah sarapan?'' tanya Hayati.


''Belum'' jawab Hamka melihat kearah Hayati.

__ADS_1


'' Gimana keadaan orang yang kamu bawa kerumah sakit?'' tanya Hamka.


''Mungkin hari ini dia sudah bisa pulang. Kenapa uda tidak memberitahu Yati kalau Daffa sakit?''


''Panasnya datang tiba-tiba saja pada jam setengah dua belas malam. Uda tidak mungkin menyuruhmu pulang dijam segitu'' jawab Hamka.


''Kata uni Vita. Uda tidak tidur semalaman dan sekarang mau pergi ke Bekasi. Menurut Yati sebaiknya uda istirahat dulu. Bahaya menyetir saat kurang tidur. Ditambah Daffa sedang sakit dan Uni Vita lagi hamil besar. Kalau kenapa-napa dengan uda dan Daffa nanti bagaimana?'' ucap Hayati.


''Tapi masalah ini tidak bisa diundur. Besok karyawan disana harus gajian. Tapi sampai sekarang laporan penjualan belum juga dikirim Rizal manager disana. Ada kabar kalau laporan keuangan bermasalah'' jelas Hamka.


''Gini saja bagaimana kalau uda suruh Rizal datang kesini membawa laporannya'' kata Hayati.


''Tidak bisa begitu. Uda kesana tanpa sepengetahuannya. Karna kalau dia tahu bisa diubahnya semua laporan sebelum dia menyerahkan'' jelas Hamka. Hayati tahu maksud Hamka kalau dia mencurigai managernya bermain dibelakang.


''Gini saja biar Yati yang temankan dan menyetir kesana. Kita pergi setelah memastikan Daffa baik-baik saja'' kata Hayati.


''Kamu tidak capek? Padahal kamu menjaga orang sakit juga semalaman'' tanya Hamka.


''Hehe, aku tidur dengan nyenyak disana semalam'' jawab Hayati tertawa.


''Karna orang yang aku jaga bukan bayi dan sakitnya tidak parah. Hanya saja judes dan galak'' batinnya


''Ya udah, kamu mandi sana. Setelah itu kita sarapan'' ucap Hamka.


Sementara Dion sampai dirumahnya. Semua orang sedang sarapan saat dia masuk.


''Pagi ma, pa dan oma'' sapa Dion. Rahmat mengikuti dari belakang.


''Kamu dari mana saja? Kenapa baru pulang sekarang? Mama telepon tidak kamu angkat'' tanya Nila cemas.


''Aku tidur diapartemen Rahmat tadi malam ma. Ada pekerjaan yang harus kami selesaikan'' Dion memberi alasan dengan melihat kearah Rahmat.


''Iya tante'' jawab Rahmat cepat.


''Ooo, lain kali beri kabar kalau mau tidur diluar. Biar orang dirumah tidak cemas'' ucap Oma.


''Iya oma'' jawab Dion.


''Rahmat,Ayo sarapan bareng'' ajak Aditama. Dia sudah kenal Rahmat sejak berteman dengan Dion waktu sekolah.


''Benaran boleh om?'' tanya Rahmat senang. Karna perutnya juga sudah lapar. Nila dan Oma tertawa melihat reaksi Rahmat.


''Duduk disebelah oma'' ajak oma.

__ADS_1


''Hmm, dia gak usah ditawarin makan pa. Makannya banyak'' Ucap Dion duduk disebelah Nila. Rahmat tidak menghiraukan ucapan Dion. Dia langsung duduk disebelah oma Yenti. Tidak ada yang dipikirkannya sekarang selain sarapan.


''Demia kenapa gak ikut sarapan tante?'' tanya Rahmat tidak melihat Demia.


''Dia pergi camping kemaren bersama teman-temannya'' jawab Nila.


''Kenapa masih diizinkan dia pergi? Demia anak perempuan bahaya pergi seperti itu'' kata Dion tidak suka. Dia sangat menyayangi adik perempuan satu-satunya. Jadi dia selalu overprotektif terhadap apa yang dilakukan adiknya.


''Kita juga tidak bisa melarang hobinya'' jawab Oma Yenti.


''Tapi oma, Dia anak gadis. Kalau terjadi apa-apa disana bagaimana?'' tanya Dion.


''Oma tahu kekhawatiran kamu. Tapi dia pergi bersama teman-temannya. Dan mereka datang kesini untuk minta izin langsung mengajak Demia camping. Jadi menurut oma percaya kepada orang itu perlu. Jangan selalu mencurigai hal yang tidak pasti'' jelas oma Yenti. Dion terdiam.


''Sarapan dulu. Nanti dibahas lagi'' kata Aditama.


Semua kembali sarapan. Selesai sarapan Dion pergi kekamarnya untuk mandi dan berganti pakaian. Sedangkan Rahmat sudah pergi duluan ke perusahaan.


Diperjalanan kekantor Dion teringat dengan Jessy yang tidak menghubunginya dari malam.


''Apa sebaiknya aku temui dia ditempat kerjanya'' gumam Dion.


''Pak putar balik, kita pergi ketempat kerja Jessy'' perintah Dion.


''Baik tuan'' jawab sopirnya. Dia pergi kerja menggunakan sopir karna mobilnya tinggal direstoran. Dion sudah menyuruh Rahmat mengambil mobilnya dan dibawa kekantor.


Sepanjang perjalanan Dion mencoba menghubungi Jessy tapi tidak dia angkat. Membuat Dion jadi kesal.


Saat sampai dibutik tempat kerja Jessy. Dion langsung masuk kedalam butik. Jessy bekerja sebagai desaigner. Pangkat berada dibawah pemilik butik. Karyawan yang ada dibutik sudah mengenal Dion sabagai kekasih Jessy. Karna beberapa kali Dion menjemput Jessy kesana.


''Apa Jessy ada diruangannya?'' tanya Dion kepada salah satu karyawan cewek.


''Maaf pak, Buk Jessy sudah tidak bekerja disini lagi mulai hari ini'' jawab Karyawan cewek. Dion terkejut mendengar jawaban karyawan cewek tersebut.


''Apa dia memberitahu alasan dia berhenti?'' tanya Dion.


''Kalau tidak salah. Katanya dia mau kembali ke Paris untuk melanjutkan kuliah'' jawab salah satu karyawan. Wajah Dion berubah muram. Dia langsung keluar butik tanpa bicara. Karyawan butik menatap kepergian Dion dengan rasa heran.


''Kenapa raut wajahnya begitu? Apa buk Jessy bertengkar dengan pacarnya dan memutuskan untuk pergi?'' tanya salah satu karyawan.


''Bisa jadi. Tidak mungkin pacarnya tidak tahu buk Jessy pergi kalau mereka tidak bertengkar'' sahut yang lainnya.


Pembicaraan mereka berlanjut dengan dugaan masing-masing. Sedangkan Dion segera menyuruh sopirnya pergi ke Apartemen Jessy. Pikirannya menjadi kacau memikirkan Jessy pergi tanpa bicara dulu kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2