Cinta Dibawah Jam Gadang

Cinta Dibawah Jam Gadang
41. Dion Pulang


__ADS_3

''Katanya gak lapar. Tapi paling cepat menghabiskan nasi gorengnya'' sindir Dion.


''Karna berdebat dengan kurcaci tadi menguras tenaga'' jawab Hayati santai. Dion tersenyum dalam hati mendengar jawaban Hayati. Ada saja julukan yang dia berikan kepada orang.


Dion memperhatikan cara makan Hayati. Tidak seperti perempuan lainnya pasti akan jaga image kalau sedang makan didepannya. Namun Hayati makan apa adanya.


''Badan kecil tapi makan kamu banyak juga'' ucap Dion.


''Anda niat tidak mengajak saya makan? Kenapa protes mulu?'' tanya Hayati sudah menghabiskan nasi gorengnya. Dion tidak menjawab dia kembali melanjutkan makannya.


Tiba-tiba badan Hayati mulai gatal. Bintik-bintik merah mulai bermunculan ditangan dan wajahnya.


''Kamu kenapa?'' tanya Dion cemas.


''Saat anda pesan nasi goreng saya tadi anda sudah katakan tidak dicampur udang atau sea food yang lain kan?'' tanya Hayati membuka tasnya dan mengambil obat alaergi.


''Saya sudah pesan sesuai permintaan kamu. Apa penjualnya lupa? Dasar tidak bisa dimaafkan biar saya bicara dengan penjual nasi gorenganya'' jawab Dion emosi. Dia sudah berdiri dari tempat duduknya. Dion menganggap apa yang dilakukan penjual nasi goreng adalah fatal bisa mengancam nyawa Hayati. Apalagi bintik-bintik merah diwajah dan tangan Hayati makin banyak.


''Tunggu...'' Hayati meminum obatnya. Dion sudah menghampiri penjual nasi goreng. Dia memarahinya membuat penjual nasi goreng gemetar ketakutan melihat Dion marah. Hayati segera menghampirinya.


''Saya sudah gak apa-apa pak. Anda gak perlu marah lagi'' kata Hayati yang sudah berada disana. Dia tidak tega melihat penjual nasi goreng ketakutan.


''Masalah ini akan saya bawa kepolisi. Dia sudah membahayakan nyawa kamu dan tidak amanah dengan pesanan yang kita minta. Seenaknya dia memasukan cincangan udang keadalam nasi goreng kamu'' Dion masih marah.


''Mohon maafkan saya pak. Tadi ada sepasang suami istri yang mengatakan kalau anda meminta saya untuk mencampurkan udang keadalam nasi goreng yang anda pesan. Katanya anda berubah pikiran'' jelas penjual nasi goreng dengan gemetaran. Pengunjung yang makan disana berkumpul ketempat mereka. Hayati merasa risih.


''Pasti kerjaan Syaiful dan Nelly. Hanya Syaiful yang tahu aku alergi sea food'' batin Hayati.


Dion masih marah. Hayati mencoba untuk menenangkannya agar tidak menarik perhatian lebih banyak pengunjung. Karna tadi saat dia bertengkar dengan Syaiful dan Nelly pengunjung disana juga melihatnya.


''Lain kali bapak harus bertanya kepada kami dulu. Untung saya hanya gatal-gatal saja. Kalau sampai saya sesak nafas dan mengancam nyawa saya bapak bisa dipenjara loh. Jangan mudah percaya sama perkatan orang'' ucap Hayati pelan.


''Iya mbak, saya mohon maaf atas kelalaian saya'' jawab Penjual nasi goreng.


''Ya udah kali ini saya maafkan. Ayo pak ceo kita pulang'' ajak Hayati. Kepalanya sudah mulai pusing berdiri lama-lama.


''Makasih mbak'' jawab Penjual nasi goreng. Dion tidak mau memperpanjang masalah karna melihat raut wajah Hayati berubah pucat. Dia mengeluarkan uang untuk membayar nasi gorengnya.

__ADS_1


''Tidak usah dibayar pak. Semua ini salah saya'' tolak Penjual nasi goreng. Tapi Dion tidak menghiraukannya. Dia meninggalkan uang diatas meja dan mengajak Hayati kembali ke mobil.


''Kita kerumah sakit saja'' ucap Dion mengemudikan mobilnya.


''Tidak usah. Saya sudah minum obat. Antar saja saya pulang'' jawab Hayati menutup matanya.


'' Tapi wajah kamu pucat'' ucap Dion tidak tenang.


''Saya hanya butuh istirahat sebentar supaya pulih'' jawab Hayati.


Dion menghela nafas.


''Kamu selalu membawa obat alergi?'' tanya Dion.


''Iya, saya hanya sedia payung sebelum hujan'' jawab Hayati masih menutup matanya.


''Mantan kamu orang yang kejam. Kalau saya bertemu dengannya pasti akan saya hajar'' gerutu Dion. Tidak ada jawaban dari Hayati. Ternyata dia tertidur. Mungkin efek dari obat yang diminumnya. Untung Hayati sudah memberitahu alamat rumahnya saat mereka baru berangkat tadi. Jadi Dion tidak perlu menunggunya bangun untuk bertanya alamat rumahnya.


Dion melirik sebentar kemudian dia fokus mengemudi.


''Dasar, tingkat kewaspadaannya sebagai cewek kenapa kurang sekali'' gumam Dion.


''Kalau tidur seperti ini. Dia seperti anak kecil yang lemah. Tapi kalau sudah bangun dia akan berubah menjadi serigala yang siap memakan siapa saja'' batin Dion menatap Hayati.


Hayati tersentak dari tidurnya. Dia mencoba untuk mengumpulkan nyawanya dulu. Dion cepat mengalihkan wajahnya.


''Kita sudah sampai?'' tanyanya mengucek mata.


''Udah dari tadi. Kamu tidur seperti kerbau untung tidak saya lempar keluar mobil'' jawab Dion dingin.


''Hoho, makasih pak Ceo. Saya masuk dulu. Karna sudah malam lain kali saja mampirnya'' ucap Hayati keluar dari mobil.


''Siapa juga yang mau mampir'' jawab Dion pelan setelah Hayati keluar.


Dia masih melihat Hayati masuk kedalam rumah. Dari sana nampak seorang anak kecil mengejar Hayati dan Hayati langsung mengendongnya.


'' Yah...Miti uyang?'' teriak Daffa.

__ADS_1


''Hehe iya sayang. Kamu kenapa belum bobok?'' tanya Hayati mencium perut Daffa. Daffa tertawa karna kegelian.


''Dia tidak mau tidur kalau belum melihat kamu pulang'' jawab Hamka yang berjalan mengahampiri Hayati.


''Hoho, tambah sayang Miti dengan Afa'' ucap Hayati.


''Afa uga'' jawab Daffa.


''Kamu pulang pakai apa?'' tanya Hamka melihat kearah luar pagar. Karna mobil Dion berada agak jauh dari pagar Hamka tidak melihatnya.


'' Dengan gocar'' jawab Hayati asalan berjalan masuk sambil mengendong Daffa diikuti Hamka.


Sementara Dion bisa melihat interaksi Hayati dengan Daffa. Dia melihat sisi lain dari Hayati. Walaupun sedang sakit dia tidak melihatkannya kepada Daffa dan Hamka.


''Enak saja dia bilang gue gocar. Kalau gocar bayar dong'' gerutu Dion sebelum meninggalkan rumah Hamka.


Dion tidak pulang ke apartemennya. Dia merasa kangen dengan keluarganya setelah melihat kedekatan Hayati dengan Kakaknya. Jadi dia memutuskan untuk pulang kerumah orang tuanya.


''Mama, oma. Kak Dion pulang'' teriak Demia saat Dion baru saja masuk rumah. Nila dan Oma Yenti segera keluar kamar dan mengahampiri Dion.


''Dasar anak nakal. Kamu kemana saja? Membuat orang rumah cemas saja'' omel Oma saat melihat Dion. Didalam hatinya sangat senang Dion pulang kerumah.


''Jangan marah dong oma. Sekarang aku sudah pulang'' jawab Dion memeluk omanya. Dia tidak mau darah tinggi omanya kumat karna marah-marah.


''Lain kali kamu jangan begini lagi. Pergi dari rumah tidak ada kabar'' ucap Nila dengan mata berkaca-kaca.


''Iya ma, aku minta maaf'' jawab Dion.


'' Sejak kakak tidak pulang mama sering menangis loh'' ucap Demia. Dion hanya diam. Dia merasa egois tidak memikirkan perasaan mama dan omanya. Dia hanya memikirkan perasaannya sendiri.


''Maaf ma, aku hanya butuh waktu untuk sendiri. Tapi mulai sekarang aku akan pulang kesini. Hanya tinggal diapartemen saat lembur saja'' kata Dion.


''Iya, kamu sudah makan?'' tanya Nila.


''Sudah, tadi dijalan mau pulang'' jawab Dion.


''Kamu kelihatan capek banget. Sebaiknya kamu istirahat'' kata Nila.

__ADS_1


''Iya, aku kekamar dulu ya ma, oma'' jawab Dion.


Nila dan Oma Yenti mengangguk. Mereka merasa senang Dion sudah pulang kerumah.


__ADS_2